Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 41. Pertemuan Kembali


__ADS_3

Mereka bersantai sambil menikmati makanan dan minuman yang barusan mereka pesan di dalam Kafe itu. Andreas sudah berjalan ke arah mereka yang sedang menghisap kopinya.


Wajah tampannya semakin kelihatan jika tersenyum. Andreas berdiri tepat di belakang Pricilla.


"Hai dek, sudah lama nunggunya nggak?" tanya Andreas kepada Amanda saat sudah berada di hadapan mereka.


Pricilla mendongakkan kepalanya ke atas lalu kopi yang baru saja di minumnya tersembur keluar tepat di wajahnya Andreas.


Wajah yang awalnya putih bersih glowing dan ganteng sekarang sudah dipenuhi oleh noda kopi yang berasal dari mulutnya Pricilla. Cilla pun berdiri ingin memastikan bahwa apa yang dilihatnya tidak salah.


"Kamu!!" ucap keduanya yang sama-sama saling menunjuk ke arah wajah masing-masing.


Andreas dan Cilla tidak menyangka jika mereka akan dipertemukan kembali setelah insiden kecil beberapa hari lalu.


Amanda dan Alexander Agung hanya bertatapan dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Amanda menaikkan pundaknya tanda tidak mengerti juga dengan mereka.


Andreas maju ke arah Cilla yang berdiri mematung. Refleks Pricilla bergerak memundurkan tubuhnya ke belakang karena posisi Cilla yang semakin dekat dengan Andreas.


"Hey!! apa yang akan kamu lakukan, Stop!!!" teriak Cilla.


Pricilla mencoba mendorong tubuhnya Andreas dengan sekuat tenaga, tapi tidak berhasil juga.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Cilla yang sudah gemetar ketakutan jika Andreas akan melakukan hal nekat yang akan membuat dirinya malu.


Tubuh Cilla sudah bersandar di dinding sehingga langkahnya berhenti. Andreas merentangkan tangannya hingga menyentuh tembok yang berdekatan langsung dengan rambutnya Cilla yang tergerai lurus.


Andreas hanya tersenyum licik ke arah Cilla. Andreas masih mengingat dengan jelas waktu disaat dirinya tidak sengaja menyentuh kedua benda kenyal milik Cilla saat dirinya saling bertabrakan dan terjatuh ke atas lantai.


Di mana posisi Pricilla yang berada di bawah tubuh tegap dan tinggi atletis milik Andreas. Tangan besar dan kekar pas mendarat di atas gunung Himalaya milik Cilla. Refleks Cilla langsung menampar wajahnya Andreas padahal awalnya yang salah adalah Cilla saat dirinya berjalan tergesa-gesa.


Jarak antara Cilla dan Andreas terpangkas sedikit saja maju sedikit saja hidung mereka akan saling bersentuhan. Nafas Andreas yang hangat sudah menerpa hidung mancungnya Cilla. Amanda dan Agung sedikit pun tidak ingin mengganggu moments di antara mereka.


Kecuali jika Andreas berbuat di luar batas baru lah mereka bertindak dan sejauh ini masih normal dan wajar saja yang dilakukan oleh keduanya.


Jantung mereka tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya, nafas mereka saling memburu, dadanya yang naik turun pertanda mereka sama-sama mengalami sesuatu yang tidak biasanya. Kedua mata mereka saling beradu.


"Ternyata dia cantik juga jika tidak memakai make up-nya, lebih cantik kalau alami seperti ini," gumam Andreas saat wajahnya sangat dekat dengan Pricilla.


"Ada apa dengan jantungku? apa ada masalah dengan jantungku? dengan jarak sedekat ini membuatku tidak tahu harus berbuat apa, wajahnya yang tampan mampu mengalihkan dan meruntuhkan pertahanan ku, tapi dengan Mas Agung aku tidak pernah rasakan hal seperti ini."


Mereka seakan-akan saling menyelami perasaan masing-masing lewat pandangan mata mereka.


Tangan kanannya meraih tissue yang ada di atas meja. Lalu menarik selembar tissue untuk dia tempelkan di wajahnya menyodorkan tissue itu ke hadapan Cilla.

__ADS_1


"Ayo cepat bersihkan wajahku sehingga tidak ada sedikitpun noda kopi di atasnya," perintah Andreas dengan suara yang sedikit garang dan tegas.


Cilla terlonjak kaget mendengar perkataan dari Andreas. Pricilla tanpa segan segera membersihkan wajahnya Andreas dengan begitu lembutnya.


Pricilla seakan-akan membersihkan wajah kekasihnya saja melainkan bukan musuhnya. Cilla yang biasanya cerewet sekarang jadi pendiam, selalu menuruti semua perkataan dari Andreas. Agung yang melihat hal tersebut heran karena yang dia tahu tentang Pricilla dengan yang ada di hadapannya sekarang sangatlah berbeda jauh.


"Makasih sepertinya sudah bersih," ucap Andreas.


"Kalau sudah selesai ayo kita pulang," ajak Amanda.


"Ok," jawab singkat Andreas dengan bangkit dari posisinya semula.


Mereka pun meninggalkan Kafe yang penuh dengan kenangan. Agung berjalan beriringan dengan Amanda sedangkan Andreas paling depan. Cilla di belakang mengekor di belakang mereka seperti seekor anak bebek yang kehilangan induknya saja.


Pricilla berjalan ke arah lain karena akan mencari taksi sedangkan yang lainnya berjalan ke arah Parkiran. Andreas melirik Pricilla yang berjalan sambil mengayunkan tasnya seperti seseorang yang bermain dengan tasnya sendiri.


"Anak itu mau ke mana? kok gak berjalan ke Parkiran, apa dia tidak bawa mobil? tumben banget biasanya ke mana-mana selalu nyetir sendiri."


Diam-diam Andreas memperhatikan gerak gerik dari Cilla. Tanpa sepengetahuan Andreas ternyata Amanda sedari tadi melihat apa yang dilakukan oleh Andreas.


"Benci jadi cinta kalau gini ceritanya."


Amanda dan Agung berpisah di parkiran karena mereka berbeda jalur.


"Ok, gampang kalau masalah itu," jawabnya.


Amanda tersenyum simpul ke arah Andreas yang melihat ada kegelisahan yang terpancar dari raut wajahnya Andreas dan selalu memperhatikan ke arah Cilla.


Andreas kemudian melajukan mobilnya ke arah yang berlawanan dengan jalan yang dilalui oleh Pricilla dan Agung.


"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta," ucap Amanda lalu menyandarkan kepalanya ke belakang.


Andreas menatap tajam ke arah Amanda. Andreas tidak berniat menimpali kicauan dari Amanda.


"Awalnya benci lama-lama berubah jadi cinta," ujarnya lagi.


Tapi, Andreas sama sekali tidak ingin mengomentari tentang perkataan dari Amanda. Andreas tetap mengemudikan mobilnya seperti biasanya.


Hingga mobil jaguar f-type itu berhenti tepat di depan bengkel langganan Zoeya.



Amanda turun dari mobilnya Andreas dan sebelum turun, Amanda mendongakkan kepalanya ke dalam jendela mobil yang tidak tertutup kacanya dan sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Kak kalau cinta itu dikejar jangan didiamkan saja," ucapnya.


Amanda setelah berbicara seperti itu langsung melenggang meninggalkan Andreas yang terdiam mematung sambil tangannya masih setia di setir mobilnya.


Hingga tubuhnya Amanda tidak terlihat lagi terhalang oleh banyaknya mobil terparkir sedang diperbaiki di bengkel itu.


"Benar apa yang dikatakan oleh Amanda aku harus kembali ke tempat tadi, aku ingin melihat Pricilla apa dia sudah mendapatkan mobil, tapi untuk apa aku ke sana, lagian Cilla bukanlah siapa-siapa kenal juga baru beberapa kali, teman bukan, keluarga juga bukan lebih-lebih kekasih,"


Andreas kebingungan dengan tujuannya padahal tadi, Dia awalnya berniat menurunkan Amanda di Bengkel karena ingin mengejar Cilla dan khawatir dengan keadaan gadis yang tadi membuat jantungnya berdisko ria.


Andreas hanya melajukan mobilnya tak tentu arah. Hanya mengikuti alur dari jalan raya yang dia lalui. Hingga saat di depan Andreas segera memutar balik mobilnya menuju arah Kafe dengan kecepatan tinggi.


"Entah perasaan apa yang Aku rasakan ini, Aku selalu ingin melihat dan mendengar celotehannya," ucapnya lalu tersenyum saat mengingat kejadian tadi saat dia mendengar dan merasakan degup jantungnya Cilla.


Andreas terus mengemudikan kendaraannya hingga sudut matanya melihat punggung seseorang yang sedari tadi ia ingat. Senyuman itu langsung terpancar dari sudut bibirnya. Andreas segera membunyikan klakson mobilnya ketika sudah berada di belakang Margaretha Agatha Pricilla.


Pricilla yang mendengar suara klakson mobil itu segera berhenti berjalan lalu menoleh ke arah Andreas dengan menyuguhkan senyuman khasnya setelah melihat siapa yang berada di balik kemudi.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….

__ADS_1


__ADS_2