Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 292. Akad Nikah


__ADS_3

Keluarga besar Karina yang dari pulau Sumatera dan Bali sangat bersyukur dan bahagia bahkan mereka tidak hentinya memuji kemegahan Villa milik mertua Karina.


"Kalian kampungan banget sih, mentang-mentang kalian baru pertama kali menginjakkan kaki di Villa yang besar seperti ini, menurut saya reaksi kalian terlalu berlebihan dan sangat norak," sarkas sepupu Karina yang dari bapaknya yang bernama Linda.


"Saya serahkan kepada bapak penghulu untuk menikahkan anak dari kakak saya berhubungan saya kurang paham dengan menikahkan orang kalau menikahi anak orang lain saya bisa dan siap saja," imbuhnya Pak Anwar paman dari Karina yang membuat suasana yang sempat tegang jadi mencair dengan gurauan dari pak Anwar.


"Kalau gitu kita mulai saja akad nikahnya," tuturnya pak penghulu yang sudah memegang tangan Arman yang sudah berkeringat dan grogi.


"Apa nak Arman sudah siap?" tanya pak penghulu.


"Insya Allah siap Pak saya siap lahir batin!" jawab Lantang Arman yang masih membuat saudaranya tertawa dengan mendengar perkataan dan jawaban lantang dari Arman.


"Ikuti bapak yah Nak Arman, pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru yang penting fasih dan jelas," ujarnya Pak penghulu lagi.


"Baik Pak!" jawab Arman lagi.


"Saya kawinkan ananda Arman Hendry Wijaya Min dengan ananda Karina Amelia Latif putri dari bapak Abdul Latif dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 24 karat senilai 27 gram dan uang 150 juta dibayar tunai!" ucap pak penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Amelia Latif binti Abdul Latif dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Arman yang sedikit lemah karena mungkin pengaruh puasa.


"Bagaimana saksi sah?" tanya pak penghulu.


"Sah!!" jawab semua orang yang berada di dalam Mesjid tersebut.


Bapak penghulu belum memberikan wejangan atau pun do'a untuk ke dua mempelai karena masih ada pernikahan antara Firmansyah Rafli Amar dengan Ratna Antika Monata sehingga apk penghulu belum memberikan beberapa patah kata.


Arman sudah di bawah ke dalam kamar pengantin Karina sedangkan Firman sudah duduk di tempat yang ditempati oleh Arman tadi hanya sedikit bergeser saja dari posisi Arman.


Tanpa menunggu lama dan menunda lagi firman langsung duduk di hadapan oak penghulu saking kebeletnya ingin menikahi sahabat masa kecilnya dulu yang sudah berjanji akan menikahi Ratna padahal usia mereka sewaktu itu baru 11 tahun.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Ratna Antika Monata binti Hendry Wijaya Min dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas satu stel 24 karat dengan berat 27 gram dan uang sebanyak 27 juta dibayar tunai," tutur Firman dengan suara lantang dan dalam sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu kepada semua orang yang berada di sana sambil menolehkan kepalanya oak penghulu ke segala arah.


"Sah!!" Teriak semua tamu undangan yang hadir di sana.


Mereka turut berbahagia dan ikut mendoakan kebahagiaan dari ke dua pasangan pengantin baru. Yaitu Ratna dan Firman dengan Arman dan Karina. Mereka sudah duduk berdampingan di hadapan pak penghulu karena Pak penghulu membaca do'a pernikahan serta memberikan beberapa nasehat pernikahan.


Setelah acara akad nikah selesai. Mereka juga mengundang ustadz kondang yang ada di kota Jakarta yaitu ustadz Maulana. Suasana sempat haru saat ustadz Maulana menyebut tentang ke dua orang tua. Karina tak henti-hentinya tersedu-sedu dalam tangisnya.


Karina merindukan kehadiran sosok Ibunya. Arman langsung memegang ke dua tangan istrinya dan ikut bersedih mengingat saat-saat terakhir ibunya Karina Arman menjadi saksinya dan Arman sudah berjanji kepada ibunya Karina untuk menikahi dan menjaga Karina seumur hidupnya Arman.


"Insya Allah Aku berjanji akan membahagiakan Karina putri Ibu dan menjaganya setulus hati jiwa dan ragaku," batinnya Arman Satya Nadella Endri.


"Ya Allah ampunilah segala dosa ku dan jadikanlah keluargaku saqinah mawadah dan warahmah," gumam Karina sambil mencium tangan suaminya.


"Ya Allah berikanlah Aku kesempatan untuk membahagiakan ke dua orang tuaku dan ijinkan kau berbakti dengan sebaiknya kepada suamiku kak Firman," batin Ratna yang memohon kepada Allah SWT.


Mereka sungkeman bergantian kepada orang tuanya dan juga anggota keluarga yang dianggap lebih tua dari mereka. Tangis haru menyertai acara sungkeman tersebut hingga tepat di hadapan Nyonya Besar Elisha.


Ratna tak henti-hentinya menangis dan mengucap kata Maaf kepada Mamanya yang selama sudah menyakiti hati Mama nya. Semua orang ikut terharu dan sekaligus bahagia melihat mereka yang sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.


Fania ucapkan makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mereka sungkeman bergantian kepada orang tuanya dan juga anggota keluarga yang dianggap lebih tua dari mereka. Tangis haru menyertai acara sungkeman tersebut hingga tepat di hadapan Nyonya Besar Elisha.


Ratna tak henti-hentinya menangis dan mengucap kata Maaf kepada Mamanya yang selama sudah menyakiti hati Mama nya. Semua orang ikut terharu dan sekaligus bahagia melihat mereka yang sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.


Acara akad nikah antara Arman Satya Nadella Wijaya dan Karina Adinda Chandani Ahmad. Firmansyah Rafli Amar dengan Ratna Antika Monata Wijaya tertutup dari awak media apa pun. Mereka ingin melangsungkan akad nikah yang sakral dan dalam suasana kekeluargaan yang sangat kental tanpa adanya jepretan kamera dari para pewarta.

__ADS_1


Mereka sungkeman bergantian kepada orang tuanya dan juga anggota keluarga yang dianggap lebih tua dari mereka. Tangis haru menyertai acara sungkeman tersebut hingga tepat di hadapan Nyonya Besar Elisha.


Ratna tak henti-hentinya menangis dan mengucap kata Maaf kepada Mamanya yang selama sudah menyakiti hati Mama nya. Semua orang ikut terharu dan sekaligus bahagia melihat mereka yang sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.


Acara akad nikah antara Arman Satya Nadella Wijaya dan Karina Adinda Chandani Ahmad. Firmansyah Rafli Amar dengan Ratna Antika Monata Wijaya tertutup dari awak media apa pun. Mereka ingin melangsungkan akad nikah yang sakral dan dalam suasana kekeluargaan yang sangat kental tanpa adanya jepretan kamera dari para pewarta.


Rencananya hari ini juga sebelum buka puasa mereka akan mengadakan open house. Mereka mengundang semua masyarakat yang kurang beruntung untuk ikut bergabung dengan mereka berbuka bersama di villa megah dan besar itu.


Hal itu menjadi perihal yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah berdirinya bangunan megah itu. Kedatangan kembali Nyonya Elisya Muller Winata di Villa itu membawa pengaruh dan dampak positif yang sangat besar pengaruhnya.


Banyak tatanan dalam kediaman tersebut yang baru tapi, penghuninya sangat suka dengan perubahan dan pembaharuan tersebut. Mereka malah senang dan bersyukur karena kehidupan dari seluruh penghuni anggota rumah tersebut. Sehingga menjadi lebih baik bahkan sangat baik yang mereka rasakan.


"Selamat yah Bang, semoga Abang dan Karina menjadi keluarga yang selalu diberkahi dan dilimpahi dengan kasih sayang dan bahagia hingga kakek nenek," ucap dia tulus Aryasetio Kusuma Adelio Hilmar sambil memeluk tubuh kakaknya.


Arman membalas pelukan dari saudara seibunya dengan erat pula. Arman bersyukur karena kehadiran dari anggota keluarga besar Kusuma sangat membantu proses dari acara akad nikahnya.


"Makasih banyak atas semuanya dan Abang sangat bahagia karena kalian bisa hadir dan menyaksikan pernikahan kami," balasnya tulus Arman sambil membalas pelukan dari adiknya itu.


"Kamu pantas mendapatkan semuanya karena kita ini adalah saudara dan kewajiban kita untuk membantu dan membahagiakan anggota keluarga yang lain yang membutuhkan," imbuhnya Satya lagi.


"Kami ikut bahagia atas pernikahan kalian dan semoga pernikahan kalian langgeng dan menjadi Keluarga yang sakinah mawadah warahmah," Arimbi istri dari Hilmar.


Setelah semua sudah memberikan ucapan selamat serta doa restu mereka pun meninggalkan Mesjid dan menuju ke Villa milik Pak Hendry. Kedua pasang mempelai pengantin baru tak henti-hentinya tersenyum bahagia.


Bahkan senyuman di wajah mereka tidak pernah pudar. Sedangkan Ratna Antika Monata dan Karina Amelia Latif kepikiran tentang apa yang akan terjadi dengan malam pertamanya mereka.


Mereka khawatir tidak bisa mempersembahkan yang terbaik untuk para suami mereka di malam pertamanya. Bahkan Ratna sudah kursus khusus dengan Arimbi dan meminta agar Arimbi memberikan masukan dan berbagi pengalaman, secara Arimbi lebih senior tentunya dalam hal berumah tangga.


Ratna hanya bisa berdoa saja semoga malam pertamanya lancar jaya dan tanpa hambatan seperti jalannya di tol. Mereka sudah berkumpul di ruangan yang sudah ditentukan oleh Pak Hendry Wijaya selaku pemilik rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2