
Mereka berjalan ke arah dapur, setelah minum beberapa tegukan air putih, Andreas lalu menggendong tubuh istrinya ke atas kamarnya. Mereka akan melanjutkan babak kedua sebelum Subuh.
"Ya Allah.. ini cewek kenapa sih, kurang dihajar kali yah, awas yah aku akan buktikan kepadamu siapa Pricilla," Cilla membatin.
Dia sudah berusaha untuk melepaskan tangan cewek tersebut, tapi tidak berhasil sedikit pun. Setiap kali diturunkan setiap kali juga dia kembali mengaitkan tangannya. Cilla yang melihat hal tersebut wajahnya sudah memerah menahan amarahnya yang sudah bergejolak hingga ke ubun-ubunnya.
Cilla tidak ingin bertindak gegabah dan ceroboh apa lagi kondisinya sedikit tidak stabil. Andreas sangat jengkel dengan pertemuannya dengan perempuan yang selama ini selalu dia hindari. Bahkan Andreas sangat tidak mau bertemu dalam keadaan apa pun itu.
"Semoga saja Istriku tidak berfikiran yang jelek terhadap apa yang sedang terjadi," gumam Andreas.
Wajah Andreas pun tidak kalah marah dan sebelnya melihat tingkah lakunya Laila Hasyim Muzadi. Putri dari salah satu pengusaha sukses dan terkenal di Indonesia. Perempuan yang direncakan oleh ke dua orang tuanya untuk akan menjadi calon istrinya.
"Laila stoppp ingat batasan Kamu, Kamu itu bukan saudaraku yang bersikap seperti ini, dan ingat kita itu bukan mahram," tegas Andreas lalu menghempaskan tangannya Laila dengan cukup kasar.
Cilla pun bergerak dan keluar dari mobilnya. Dia sudah muak melihat tingkah laku perempuan itu yang sudah melampaui batas menurutnya.
"Sepertinya perempuan ini butuh diberi pelajaran." Cilla membatin.
Wajah Cilla yang biasanya ceria dan wajahnya dihiasi dengan senyuman setelah bertemu dengan Andreas sekarang berubah jadi geram, sangar dan penuh amarah.
__ADS_1
Cilla berjalan ke arah Andreas dengan penuh percaya diri. Cilla tanpa embel-embel langsung mencium bibir suaminya dengan penuh gairah. Andreas yang diperlakukan seperti itu matanya terbelalak saat bibir seksi itu menyentuh bibir seksi dan kenyal itu yang manisnya seperti madu.
Andreas awalnya terkejut dengan aksi nekad istrinya, tapi perlahan sangat menyukai apa yang dilakukan oleh Pricilla walaupun mereka melakukannya di tempat umum.
Andreas tidak mempermasalahkannya karena mereka sudah menikah dan halal walaupun hal itu tidak mencerminkan budaya orang timur. Tetapi, demi untuk menyadarkan Laila kalau Mereka sudah menikah seperti itu jalan keluar yang terbaik.
Laila sesekali mengerjapkan matanya saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat dengan kedua matanya. Bahkan mulutnya menganga saking tidak percayanya.
Nafas mereka ngos-ngosan hingga Cilla memutuskan untuk menghentikan ciumannya. Lalu tersenyum penuh arti ke arah Laila yang berdiri mematung seperti orang linglung saja.
"Makanya jangan bermanja-manja dengan suami orang, lihat baik-baik orangnya sebelum kecentilan," sindir Pricilla yang menatap jengah ke arah Laila.
"Laila kenalkan ini Margaretha Agatha Pricilla istri sah saya dan Kami akan segera memiliki seorang anak," jelas Andreas lalu mengelus perut Istrinya yang masih datar dengan penuh kasih sayang.
Laila tidak mempercayai semua fakta yang ada di depan matanya. Dia sangat marah, tapi berusaha untuk menutupinya dari mereka. Ia diam-diam hanya bisa mengumpat mereka dengan berbagai macam perkataan umpatannya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo...