
"Mark apa hanya karena alasan itu Kamu mempertaruhkan kebahagiaan putri Kamu nak? di mana hati nurani Kamu, demi Perusahaan sehingga Kamu begitu teganya menukar kebahagiaan putri Kamu dengan harta," geram Eliana dengan tatapan matanya seakan-akan ingin menelan mentah-mentah suaminya yang sudah membuatnya jengah itu.
Mami Clara sudah ikut tersulut emosinya melihat keegoisan dan kerasnya hati putranya. Beliau tidak menduga jika sikap putra tunggalnya menjadi berubah seperti itu.
"Ingat harta itu tidak dibawa mati Mark, apalah artinya jika bergelimang harta,tapi anak dan istri tidak bahagia," sarkas Nyonya Clara.
Ibu mertuanya yaitu Mama Elisabeth pun berdiri dari duduknya yang sedari tadi hanya menjadi penikmat dan penonton drama yang diciptakan oleh menantunya.
Beliau langsung bertepuk tangan melihat Mark. Mama Elisabeth begitu tidak percayanya melihat menantu yang dia bangga-banggakan ternyata sikapnya seperti ini.
"Mark Kamu hidup di jaman apa? sekarang bukan lagi saatnya untuk menjodohkan dan menikahkan anak melalui perjodohan," jelas Mama Elisabeth.
Mark menatap jengkel Mama mertuanya karena menurutnya sudah ikut campur dengan masalah rumah tangganya.
"Oke, jika kamu ingin samakan dengan keadaan rumah tangga Kamu dengan putriku, tapi kalau boleh jujur Putriku saat itu pun tidak bahagia, Aku sudah merenggut kebahagiaan dan kebebasannya hanya karena Eliana tidak ingin menjadi anak durhaka sehingga dia menerima lamaran Kamu," gertak Eliana dengan amarahnya yang menggebu-gebu.
Seseorang yang sedari tadi berdiri di balik pintu tak kuasa menahan tangisnya. Air matanya pun jatuh membasahi pipinya. Dia menutup mulutnya agar suara isak tangisnya tidak kedengaran.
Orang yang melihat Zack dan Key berciuman hingga mengikuti dan membantu mereka sampai ke Mesjid adalah Elliana. Sedangkan kedatangan Tuan Mark Daddy Keyna adalah informasi dari mata-mata anak buahnya.
"Tapi semuanya sudah percuma Kamu menentang dan menolak pernikahannya, mereka sudah sah jadi suami istri," jelas Mama Elisabeth.
Emre berdiri dan mendekati Mark. Emre berniat mengajak Mark berbicara baik-baik.
"Mark, ayok kita duduk disana, sebaiknya kita bicarakan semua ini dengan santai dan kepala dingin," ujar Emre yang memegang tangannya Mark.
Mark hanya menatap tidak percaya ke arah Emre yang ternyata sahabat baiknya ikut bersekongkol dan berkontribusi dalam pernikahan putrinya.
"Aku tidak menyangka ternyata Kamu membantunya untuk merencanakan semua ini," kesalnya.
Mark marah dengan keterlibatan Emre dan istrinya.
"Mungkin apa yang Aku lakukan menurut Kamu salah, Aku hanya tidak ingin melihat ada anggota keluargaku yang harus menderita gara-gara keegoisan seorang Ayah yang mengutamakan dan mementingkan reputasinya dari kebahagiaan anaknya," sarkas Emre.
"Benar sekali yang dikatakan oleh Mas Emre, Kami sedari tadi hanya terdiam menyaksikan apa yang Kamu lakukan, Kami sangat menghargai pendapat Kamu, tapi apa Kamu ingin melihat air mata kesedihan setiap saat dari putrimu?" tanya Rina.
Zack sedari tadi sudah berusaha sekuat tenaganya untuk menahan emosinya. Raditya yang melihat hal itu segera memegang tangan adik iparnya.
"Tenanglah Aku yang akan menghadapi Daddy dan berusaha untuk memperjuangkan cinta kalian," pinta Elliana yang berusaha menenangkan diri anak dan menantunya itu.
"Dad, sejak dulu Daddy selalu mengatur hidup Kami, sedikitpun tidak pernah bertanya, apa kami suka, apa kami rela, apa kami bahagia dengan pilihan Daddy."
Raditya seolah-olah menumpahkan segala gunda gulananya dan keresahan hatinya yang selama ini tertahan dan tertimbun di dalam hati dan pikirannya.
"Dad!!! harus sampai kapan Kami hidup di dalam penjara, tidak ada sedikit pun kebebasan untuk kami, apa Daddy pernah memikirkan kami sedikitpun, tidak!!"
__ADS_1
Mama Elisabeth dan mami Clara terdiam dan menatap penuh tanda tanya kepada Mark. Hari ini terungkap sudah bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Mark bertindak sebagai seorang pemimpin yang diktator.
"Mama tidak menyangka jika selama ini Kamu mendidik anak-anakmu dengan begitu kerasnya dan selalu mengatur dan menyetir hidup mereka, bahkan mereka tidak pernah kamu dengarkan pendapat mereka sedikit pun."
"Mungkin semua ini terjadi atas kesalahannya Mami, Mami yang terlalu memanjakan Kamu sehingga tidak pernah sedikit pun mengetahui jika Kamu memperlakukan anakmu seperti tahanan perang."
Kekecewaan sangat jelas terlihat dari kedua orang tuanya. Mereka geleng-geleng kepala dan tidak menduga jika sikap Mark sudah melampaui batas.
"Apa pun yang kalian lakukan, Aku tidak peduli yang jelasnya Key akan dan harus menikah dengan Jefri."
Zack Lee yang hanya duduk dan berusaha untuk meredam emosinya akhirnya buka suara juga.
"Daddy apa pria yang suka keluar masuk Club malam, gonta-ganti pasangan dan celap celup dengan wanita bayaran yang Daddy inginkan jadi menantunya Daddy?" ucap Mark di hadapan Ayah mertuanya.
Semua orang tidak percaya dan terkejut dengan perkataan dari Zack. Mark pun tidak menyangka jika Jeffri berkelakuan seperti itu, sesuai dengan penuturan dari Zack.
Watching you go
Staring sadly crying uncontrollably Imagining the time together we passed the most beautiful times When you hugged me say love
You are all my love
Which always soothes my feelings
You will always be by my side forever
You are like breath on my body
I can't even think about it anymore
After half my life, I cry for you
There is no longer the most beautiful stanza sounds sweetly spoken
Seducing flattering me calms the soul
You are all my love for me
who always reassures my feelings
You will always be by my side forever
You are like breath on my body
Who can animate all my movements I will always adore you
__ADS_1
Until then we'll be together
There is no love as sincere as your love
no one can replace you There is no feeling as beautiful as your love
No one can accompany me
You are all my love
Which always reassures me
You will always be by my side forever.
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya:
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
maaf jika ada kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...
__ADS_1