
"Mama bagaimana kalau kita mencari waktu untuk mengadakan buka bersama di rumah kita ini dan juga bagi-bagi sembako kasihan banyaknya masyarakat yang mengeluh akibat melonjaknya harga bahan sembako yang setiap hari naik, aku kasihan dengan mereka terutama minyak goreng," Usul Dinda saat mereka berada di depan meja makan sambil menikmati makan siang mer bersama.
"Ide yang bagus tuh Dinda, hitung-hitungan itu sebagai wujud rasa syukur kita atas kesembuhan dari Hana," sahutnya Endah yang ikut menimpali.
"Kalau menurut Mama terserah dari kalian saja, atur saja gimana baiknya menurut kalian Nak, Mama akan ikut keputusan kalian semua," tuturnya Bu Elsa yang sedang banyak pikiran karena seseorang dari masa lalunya ingin bertemu dengannya dan sudah empat hari beliau memikirkan hal tersebut.
Kim Hana Naiha yang sedang asyik memangku anaknya sambil menyuapi Baby Twins Noah dan Nathan hanya mendengarkan secara seksama saja dan tidak ingin membantah karena menurutnya mereka mempunyai ide yang bagus dan ia setuju dan siap menjalankan rencana itu. Ia sesekali menimpali hanya sekedar tersenyum bahagia karena keluarganya selalu ada bersamanya disaat apa pun dalam hidupnya.Kalau Aku pasti memilih Istriku dan Hana masih bisa hamil lagi setelah dioperasi," jawabnya Ricky.
Aerin menghela nafasnya dengan cukup kasar, "Maaf sayangnya Hana tidak akan bisa hamil lagi karena kandungannya harus diangkat jika tidak akan berbahaya ke depannya," ujarnya Aerin lagi.
__ADS_1
"Bagaimana kalau semua makanan yang akan kita bagi adalah masakan dari tangan kita sendiri?" usul Dena sembari menghabiskan minumannya itu.
"Itu ide yang bagus juga usulanmu Dena, kita kan banyak dibantu dengan Maid yang ada aku yakin insya Allah kita bisa menyelesaikan semua menu masakannya tepat waktu sebelum waktunya," sahutnya Aisyah yang sangat antusias dengan rencana mereka.
"jadi kita berbagi dengan masyarakat sekitar kompleks saja atau terbuka untuk semua masyarakat dari kalangan mana saja?" tanya Elsa Safira untuk memastikan yang masih menikmati buah kurma makanan khas dan wajib ada dan harus tersedia di meja makan jika ramadhan tiba.
"Kalau menurut aku kita terjun langsung di jalan raya dan membagi makanan, serta takjil dan sembako tersebut kepada setiap pengguna jalan yang lewat tapi, hanya mereka yang bersedia kan ada tuh yang biasa menolak karena mungkin mampu dan merasa tidak berpuasa," timpalnya Dinda lagi yang memberikan saran.
Semua orang hanya manggut-manggut dan antusias untuk ikut melaksanakan rencana mereka.
__ADS_1
"Jadi aku telpon grosir tempat yang jual bahan pokok, gimana kalau kita tambahkan setiap bungkus sembako dengan Mukenah dan Kopiah khusus untuk warga miskin saja yang mendapat tambahan itu?" tanya Elsa.
"Ide kamu sangat bagus tapi Tante ikut menyarankan beli juga baju muslim untuk anak laki-laki dan perempuan yang umurnya kira-kira 8 tahun ke atas tapi kita bagikan langsung ke anak tersebut dan bertanya kepada mereka pakaian yang cocok dengan ukurannya," kata ibu Ratu yang menambahkan lagi.
"Belilah apapun itu yang mereka sangat dibutuhkan, karena sebagian rezeki yang kita dapatkan adalah sebagian ada hak mereka yang kurang mampu dan kurang beruntung dan masalah bajetnya kalian atur lah gimana baiknya," ucap Mama Elisyah sambil berlalu dari hadapan mereka yang tampak murung dan bimbang.
Kehidupan dari semua pasangan suami-istri dan anggota keluarga Wijaya tentunya masalah yang mereka hadapi. Dan tidak mungkin hidup mereka selalu lancar damai yang namanya kehidupan pasti ada pasang surutnya.
Begitu pun cobaan pasti akan datang ke dalam hidup yang namanya manusia. Ada cobaan dari suami maupun Istrinya, ada cobaan kematian, ada cobaan yang datangnya dari keluarga inti sendiri dan ada cobaan yang datangnya karena adanya rasa tersakiti.
__ADS_1
Yang akhirnya menimbulkan dendam yang berkepanjangan dan tak bertepi. Ada yang mengatakan jangan hidup kalau tidak mau menghadapi Masalah dan Ujian dari Allah SWT.