
Elang segera memberikan kode kepada anak buahnya untuk maju. Bagi Elang ini hal kecil, bahkan pertempuran yang lebih besar dan sulit dia sudah sering hadapi.
"Bawa hidup-hidup perempuan ular betina itu dan Adiguna, jangan biarkan mereka mati dengan mudah," pintanya Arya dengan penuh amarah.
Baku tembak pun terjadi, mereka sama-sama mengeluarkan dan memperlihatkan segala kemampuan yang mereka miliki.
Pukulan, tendangan, dan tembakan mewarnai suasana hari itu. Mereka sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Tapi, karena jumlah dari orang-orang Arya lebih banyak sehingga membuat mereka semakin terdesak dan mudah memenangkan pertempuran tersebut. Suara tembakan dari senjata mereka cukup bising.
Untung saja lokasi dari tempat persembunyiannya yang dijadikan markas besar oleh Adiguna dan Listi cukup jauh dari kepadatan penduduk, sehingga apa yang mereka lakukan cukup aman dan sama sekali tidak menggangu masyarakat.
"Zack jangan lama, ayo cepat bawa adikmu sebelum terlambat!!" Pekik Emre.
Zack pun melarikan Zidane ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan. Mereka tidak ingin ada sesuatu yang terjadi pada Zidane.
"Abang, seharusnya tinggal bersama Papa saja, aku diantar sama yang lain juga tidak apa-apa," ucapnya yang sesekali meringis menahan sakitnya.
"Tidak apa-apa gimana, itu keringat bercucuran membasahi keningmu pertanda bahwa kamu tidak dalam keadaan baik-baik saja," balasnya.
"Pak Ade tolong cepat bawa mobilnya, jangan terlalu lelet!!" teriak Zack Lee ke arah supirnya.
Pertempuran pun dimenangkan oleh pihak Arya, karena bantuan dari pihak kepolisian juga yang sudah datang setelah dihubungi oleh Aditya. Mau tidak mau semua masalah yang mereka hadapi pasti harus ditangani oleh kepolisian untuk segera mengamankan Adiguna dan Listi.
"Aku tidak menyangka kebaikanku Abang salah gunakan," geram Arya di hadapan Adiguna yang sudah diborgol oleh polisi.
Kondisi wajahnya yang sudah babak belur serta kakinya yang pincang karena terkena timah panas saat ingin melarikan diri dari kejaran polisi.
__ADS_1
"Hahahaha, apa kamu pikir uang yang kamu berikan setiap bulan itu cukup, tidak!!" Jawabnya Adiguna.
"Emang yah dasar kamu, sudah dikasih hati malah minta jantung," ungkap Dimas lalu melayangkan tamparannya di wajahnya Adiguna.
Sudut bibir Adiguna meneteskan darah segar. Wajahnya semakin memerah menahan amarahnya. Dia menatap tajam terhadap Dimas yang sudah menamparnya.
"Iya betul apa yang kamu katakan, aku heran dan tidak habis fikir kenapa di dunia ini ada orang yang seperti dia," sahut Emre lalu menunjuk ke arah wajahnya Adiguna dengan tatapan tajamnya.
"Pak Polisi cepat bawa orang ini agar enyah dari hadapanku segera!!" Ucap Arya yang sudah jengah melihat Adiguna yang sama sekali tidak merendahkan sedikitpun wajah angkuh dan kesombongannya padahal sudah ditangkap.
Pak polisi segera menggiring Adiguna ke atas mobil polisi khusus, tapi baru ingin membuka pintu Pak polisi dan yang lainnya dikejutkan oleh suara tembakan yang dilesatkan dari senjata milik Listi yang awalnya mereka kira sudah mati.
"Aku tidak akan biarkan kamu hidup dengan bebas menghirup udara segar walaupun hanya sebatas di balik jeruji besi," terang Listi dengan senyuman liciknya lalu meletakkan beberapa kali tembakan tepat ke tubuh Adiguna.
Semua polisi yang berada di sekitar Adiguna segera berlindung mereka tidak ingin jika ada peluru nyasar bersarang ke tubuh salah satu dari mereka.
Kabar kematian Adiguna bersamaan dengan lahirnya dua junior dari Pricilla yang sudah hampir tiga jam berjuang untuk melahirkan anak kembarnya.
"Alhamdulillah, Makasih banyak ya Allah.. Engkau telah memberikan kami anugerah terindah dalam hidup putraku," ucap Emilia sembari mengelus wajahnya.
Sedangkan Zack semakin dibuat khawatir karena kondisi adiknya sudah tidak sadarkan diri yang awalnya sempat bercanda dengan kakaknya.
****************
__ADS_1
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...