Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 37. Kemampuan Gadis Pujaannya


__ADS_3

Zoya semakin bersemangat saat Elang berkata seperti itu. Zoya awalnya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena kebetulan jalan cukup padat sehingga hanya kecepatan sedang saja laju mobilnya. Tidak mungkin dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Beberapa meter kemudian jalan nampak sepi barulah Zoe menambah kecepatan mobilnya, awalnya hanya 40 hingga 50 km per jam saja. Setelah jalan semakin sepi Ia memacu adrenalinenya dengan menambahkan lagi kecepatan mobilnya.


Zoya melirik ke arah Elang terlebih dahulu sebelum memulai kembali melajukan kuda besinya di atas lintasan non sirkuit. Elang hanya terus tersenyum manis ke arah Zoya sehingga semakin menggila di saat mendapatkan lampu hijau dari Elang.


Zoeya semakin menambah kecepatan mobilnya di atas aspal panas tersebut. Hanya suara tawa yang terdengar dari bibir Zoya yang kecepatan mobilnya sudah seperti pembalap formula 1 F1 satu saja.


Zoya mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat anak rambut rambutnya yang tidak sempat terikat berkibar tertiup angin yang menerpa mobil mereka saking cepatnya laju mobil itu.


Zoya meliuk-liukkan mobilnya di atas aspal tersebut yang terpapar sinar matahari. Elang mengakui cara balapan Zoya patut diacungi jempol.


Kecantikannya tidak menghalangi kemampuannya di bidang yang berbau memacu adrenalin tersebut.


"Kamu sangat cocok dan pantas menjadi Ratu dari King Black Eagle," batinnya Elang.


Zoya dan Elang sama-sama duduk di atas kap mobilnya. Sambil menikmati indahnya pemandangan sunset sore itu. Mereka duduk santai dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi.


Membuat Zoya kedinginan dan langsung memeluk erat tubuhnya dengan menggunakan kedua tangannya sendiri. Elang yang melihat hal tersebut segera melepas Jasnya lalu tanpa aba-aba memasangkan jas abu-abu itu di tubuh langsing Zoe.


Zoe menatap ke arah Elang yang tidak menyangka jika Elang akan berinisiatif untuk memakaikan dirinya jas tersebut, padahal Elang juga sedikit kedinginan.


"Makasih," ucap singkat Zoeya.


Hingga jam 8 malam mereka baru memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Zoe minta diantar ke kampus terlebih dahulu untuk mengambil mobilnya yang tadi dia tinggalkan begitu saja.

__ADS_1


"Aku sudah meminta sepupumu untuk membawa mobilmu pulang," ucap Elang yang sudah berada di belakang setir mobilnya.


Zoya pun mengikuti langkah dari Elang sekarang giliran Elang yang duduk di samping Zoya mereka tukaran posisi duduk.


Elang sesekali mencuri pandang ke arah Zoe secara diam-diam. Elang sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat sedang bahkan laju mobilnya bisa disandingkan dengan kecepatan odong-odong saja.


Elang sengaja mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan, karena Ia ingin menghabiskan waktunya malam ini bersama pujaan hatinya.


Elang besok pagi harus berangkat ke Jepang dalam rangka perjalanan bisnisnya dan kemungkinannya butuh waktu yang lama. Sehingga malam ini Dia ingin melihat wajah pujaan hatinya sepuasnya. Sebagai Imun dan vitaminnya untuk menjalani kesehariannya.


Beberapa jam kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Elang sudah berada di depan pagar rumah kediaman Mama Elisabeth yang ada di London Inggris.


Elang memutuskan untuk tidak mengantar Zoe hingga ke depan pintunya. Elang harus buru-buru kembali ke markasnya. Sebagai persiapan untuk perjalanan bisnisnya ke Jepang.


"Oke," jawab singkat Elang lalu mengemudikan mobilnya ke arah jalan dengan kecepatan yang tinggi.


Zoe masih berdiri di pinggir jalan pas depan pagar tinggi menjulang rumahnya. Setelah badan mobil yang dipakai oleh Elang tidak terlihat lagi barulah berjalan masuk ke arah kediaman Neneknya.


Sejatinya tidak pernah ada yang menyakiti kita, hanya saja kita yang memilih merasa sakit. belajarlah dan latihlah hati kita untuk selalu sabar, dan jadilah pemaaf pada mereka yang sudah berbuat salah pada kita, maka semuanya akan terasa baik-baik saja.


Sebetulnya tidak pernah ada yang mengecewakan kita, hanya saja kita memilih untuk kecewa. luaskan hati kita maka semuanya akan terasa ringan dan jangan pernah menaruh harapan yang lebih pada sesama manusia jika tidak ingin kecewa, berharaplah hanya pada Allah karena hanya Dia lah yang tidak akan pernah mengecewakan kita.


Dan juga tidak pernah ada yang menyinggung kita, hanya saja kita memilih untuk tersinggung. andai saja kita bisa melapangkan hati kita maka semua akan terasa manis.


kita yang memilih rasa dalam hati kita, maka jika sekiranya kita masih bisa memilih berlapang dada maka pilihlah kelapangan. Karena kita akan merasa tenang dan selalu bahagia. semua tentang rasa yang kita sendiri yang memilikinya dan kita juga yang memilihnya.

__ADS_1


Berbuatlah hal-hal kebaikan agar yang kita dapatkan juga kebaikan. Karena sejatinya apa yang kita perbuat hari ini esok ataupun lusa pasti akan kembali pada diri kita sendiri.


Apa yang kita tanam dan itu lah yang akan kita tuai


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:


...1. Dilema Diantara Dua Pilihan...


...2. Diantara Dua Pilihan...


...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


...4. Pelakor Pilihan...


...5. Aku hanya sekedar baby sitter...


...6. Cinta Ceo Pesakitan...


...7. Tetanggaku Idola Suamiku...


...8. Ketika Kesetianku Dipertanyakan...


Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


I love you all Readers….

__ADS_1


__ADS_2