
"Tuan Muda kita ke mana, pulang ke rumah atau mau keliling Jakarta dulu?" tanya Supirnya yang menatap ke arah Elang yang terdiam sedari tadi.
"Tuan Muda, kita mau ke mana?" supirnya sedikit meninggikan volume suaranya.
Barulah Elang kembali ke dunia nyatanya. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Sang supir malah kebingungan, karena Elang hanya memberikan kode dengan menganggukkan kepalanya.
Seharusnya menjawab ya atau tidak. Supir tersebut membawa Elang berkeliling Jakarta. Elang datang ke Indonesia untuk yang pertama kalinya.
Awalnya, dia ingin kembali bekerja sampingannya sebagai Dosen baru hanya untuk bertemu setiap hari dengan Zoe, tapi dia mendapatkan kabar jika, Zoe berada di jalan pulang ke Indonesia dari Paris, Prancis.
Sehingga dia segera berangkat segera, karena jarak dari Jepang ke Indonesia lebih dekat dari pada dari Paris ke Jakarta. Cinta pada pandangan pertama membuatnya berubah menjadi pria yang sedikit romantis.
Padahal mengenai cinta dia sangat minim pendalaman bahkan dengan mencintai Zoe adalah cinta pertamanya. Zoe berlari menuruni tangga, setelah mendapatkan telpon dari teman-teman smp nya dulu.
Mereka janjian akan kumpul bareng. Zoe selama di Indonesia memanfaatkan kesempatan dan waktunya untuk hangout bersama dengan teman masa kecilnya.
"Mama!!" Teriaknya Zoeya.
Zoe berlari kecil mencari Delia mamanya dengan teriakannya yang memenuhi seisi ruangan. Delia yang mendengar suara teriakan putrinya, segera mencuci tangannya yang penuh dengan tepung terigu.
Delia hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang tidak berubah itu sedari dahulu.
"Ya ampun anak gadis kok gini amat tingkah lakunya, apa seperti ini setiap hari di London?" menggelengkan kepalanya melihat putrinya.
"Mama kayak lupa sudah dengan kebiasaan Zoe," dia cengengesan ke arah Mamanya.
__ADS_1
"Mama nggak akan pernah lupa dengan kebiasaan dari anak-anakku, walaupun Mama sudah tua renta sekalipun," dengan senyumannya yang selalu manis tanpa pengawet dan pemanis tambahan.
Delia menoel pipi putrinya yang sedikit gembul selama pulang ke Indonesia bentuk wajah dan tubuhnya berubah sedikit montok dibandingkan waktu di UK.
"Mama, Zoe pamit mo ketemu teman, boleh yah?" tangannya mengambil sepotong kue yang sudah matang yang ada di dalam piring ceper.
"Boleh, tapi tidak boleh lewat dari jam 11 malam pulangnya, dan..." ia menunjuk ke arah pipinya.
Zoe segera berjalan maju ke depan ke arah Mamanya, dia akan mencium pipi Mamanya seperti biasa jika akan berpergian ke luar ke mana pun itu.
"Makasih banyak Ma, Zoe sangat sayang Mama Delia," tangannya kembali mengambil dua potong kue yang masih sedikit mengepul asapnya.
Zoe segera berlari menuju pintu karena temannya sedari tadi, sudah mengirimkan pesan berulang kali menanyakan kedatangannya. Zoe berbalik lagi karena belum menciumi pipi kanan mamanya.
Delia bahagia melihat putra putrinya yang sudah besar tanpa harus kesusahan sedikit pun untuk merawat putra putrinya. Padahal dia sedikit pun tidak pernah menggunakan jasa Baby sitter.
Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.
Fun starts from being together with the closest people, especially family.
"Alhamdulillah. Hidupku memang tidak sempurna, tetapi aku selalu bersyukur atas apa yang aku miliki karena semua itu juga pemberian dari Tuhan."
Silahkan mampir juga ke novel aku yg lainnya ceritanya tidak kalah seru dengan My Queen Heart loh...
...----------------...
__ADS_1
dilema diantara dua pilihan
cinta dan dendam
pelakor pilihan
hanya sekedar pengasuh
cinta ceo pesakitan
ketika kesetianku dipertanyakan
menggenggam asa
cinta kedua ceo
kau hanya milikku
Makasih banyak bagi kakak readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap dukung my queen heart dengan cara like setiap babnya, rate bintang 5, favoritkan dan votenya serta komentarnya yah...
__ADS_1
Maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikannya atau typonya...