Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 45. Kemarahan Papinya Pricilla


__ADS_3

Beberapa saat kemudian pertarungan di antara mereka cukup alot dan sengit. Tapi, Andreas dengan sekuat tenaganya berhasil melumpuhkan lawannya yaitu body gourdnya Pricilla. Hingga Andreas berhasil melumpuhkan dan meruntuhkan mereka sehingga tidak mampu mampu melawan Andreas lagi.


Melihat kesempatan yang terbuka, Andreas memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari mereka. Andreas segera berlari dan tidak lupa menarik tangan kanannya Cilla.


Walau pun masih sakit dan sedikit perih yang dia rasakan dibagian intinya. Cilla tetap berlari sebisanya mengikuti langkah kaki Andreas. Pricilla tidak ingin dinikahkan dengan pria lain sesuai pilihan Daddy-nya yang berasal dari Jepang.


Mereka terus berlari dan masuk ke dalam lift hingga membawanya sampai ke lantai dasar Apartemennya. Mereka sudah sampai ke baseman parkiran mobil. Andreas tidak ingin mereka terkejar.


"Cilla!!? ayok segera masuk, sebelum mereka datang," teriak Andreas.


Pricilla mengikuti perintah dari Kekasihnya tanpa banyak bicara lagi atau pun berkomentar sedikitpun, yang ada di dalam pikirannya bisa pergi jauh dan meninggalkan segera lokasi Apartemen itu. Andreas mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Andreas meminta kepada Cilla untuk selalu memperhatikan keadaan yang ada di belakang mereka.


"Sayang aku takut, bagaimana jika Daddy bertindak nekat dan membahayakan nyawa Kamu gimana," ucap Cilla di saat mereka sudah jauh dari sana dengan tubuhnya yang sudah gemetaran menahan rasa takutnya.


"Kamu tidak perlu takut dan khawatirkan masalah Daddy Kamu, setelah ini mereka tidak akan ada yang mengetahui keberadaan kita ada di mana," jelasnya lagi.


Andreas sesekali menggenggam tangan pacarnya untuk memberikan ketenangan dan rasa aman.


Keadaan juga cukup aman. Andreas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan perlahan menuju bandara. Pricilla yang melihat ke arah luar jendela melihat kalau mobil mereka sudah memasuki area Bandara.


"Sayang kok kita ke Airport, emangnya kita mau ke mana?" tanyanya yang kebingungan dengan tujuan mereka.


"Kita akan ke Indonesia sayang," jawabnya dengan senyuman khasnya yang mampu membuat klepek-klepek Pricilla.


"Indonesia!" teriaknya dengan matanya yang membulat lalu raut wajahnya drastis berubah menjadi bahagia.

__ADS_1


Andreas bengong melihat reaksinya Cilla yang awalnya kaget kemudian berubah menjadi bahagia.


"Seriously sayang kita akan ke Indonesia?" tanyanya dengan wajah yang sangat serius.


"Yoi, kita akan ke Indonesia ke negara asal ke dua orang tuaku," balasnya.


"Akhirnya aku akan ke Indonesia, padahal sejak kecil Aku ingin kesana, tapi Daddy dan Mommy tidak pernah mengijinkan Aku ke sana," ucapnya dengan mata yang berbinar seperti anak kecil saja yang dapat hadiah mainan baru.


"Hari ini impian Kamu akan menjadi kenyataan," balasnya lalu mengelus lembut rambut Cilla.


Cilla yang diperlakukan dengan penuh kelembutan tersenyum dengan manis ke arah Andreas. Hpnya berdering Andreas segera meraih hpnya yang tergeletak di atas dasboard mobilnya.


"Assalamu alaikum Zack," ucapnya lalu melihat ke arah kaca Spion mobilnya.


"Waalaikum salam, aku sudah ada di sekitar Parkiran nih, segera ambil barang-barang Kamu, aku takut Nenek tahu kalau Aku membantu Kamu bawa kabur anak gadisnya orang," jawabnya yang tertawa terbahak-bahak.


"Itu tidak mungkin, aku yakin Key tidak akan menikah dengan pria lain," jawabnya.


"Jangan terlalu pede loh,a apa selama ini Kamu sudah katakan cinta padanya? Kamu tidak pernah berkata jujur du hadapannya itu, jadi Aku yakin Dia akan mengikuti permintaan dari Uncle Mark dan Aunty Eliana," jelasnya dengan wajahnya yang meremehkan Zack.


Zack tidak ingin melihat Key hidup dengan pria lain tapi tidak mau berjuang untuk hubungannya. Sambungan telpon mereka pun terputus setelah mereka sudah saling berhadapan.


Andreas segera berjalan ke arah Zack Lee Wiguna sambil menggandeng tangan pacarnya. Zack langsung menyodorkan amplop putih yang berisi paspor dan dua buah tiket ke Jakarta dan satu koper pakaian untuk mereka.


"Semua yang ada desuai dengan permintaan Kamu, jangan lupa pakaikan hijab pacarmu agar tidak mudah dikenali."


Zack mengingatkan agar Andreas memakaikan hijab kepada pacarnya itu.

__ADS_1


"Makasih, kalau Nenek bertanya suruh menelpon saja ke nomorku,tapi jangan tanya ke dua orang tuaku, apa pun itu ok," ucapnya sebelum meninggalkan Zack.


Zack yang hanya tersenyum tipis ke arah mereka dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dan siap menjalankan amanah dari kakak sepupunya itu. Andreas menarik tangannya Cilla lalu membimbing Cilla hingga ke depan Toilet.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Diantara Dua Pilihan


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar


Pelakor Pilihan


Aku hanya sekedar baby sitter


Cinta Ceo Pesakitan


Tetanggaku Idola Suamiku


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


I love you all Readers….


__ADS_2