
"Ya Allah baunya wuek wuek,, kamu belum sikat gigi kah Mira?" tanya Mina sambil terus menutup hidungnya dengan mengapit kedua lubang hidung dengan ke-dua jarinya.
Mereka tidak menyangka jika makanan yang menurut mereka lezat tenyata menyimpan sebuah misteri setelah dikonsumsi beberapa jam lamanya.
"Maaf tadi aku ingin menyampaikan hal ini tapi kalian langsung mencoba makanannya tanpa bertanya sebelumnya," gurau ibu. Bu Mirah.
"Baru kali ini aku makan makanan yang membuat semua ingin muntah, awal makan enak sih tapi setelah makan insya Allah," ucap Pak Samil yang menyesal dengan apa yang dia lakukan.
Semua segera membersihkan diri mereka masing-masing bahkan ada yang sikat gigi berulang kali tetapi bau menyengat yang tercium dari mulut mereka belum berhenti juga hingga keesokan harinya.
Kehidupan keluarga Emir langsung berubah total dan drastis saat kejahatan paman dan keluarganya yang lain terbongkar. Emir berencana akan mencari tahu keberadaan mamanya yang hingga detik ini beluml pernah sekalipun berjumpa dengannya.
Kebahagiaan tidak bisa diukur dari banyaknya harta dan materi. Tidak ada jaminan bahwa seseorang akan bahagia dengan limpahan dan bergelimang harta benda. Apalah artinya jika kaya harta, tapi pelit dan miskin hati.
Katanya orang siapa saja yang pelit akan sempit kuburnya nanti di kemudian hari. Miskin belum tentu sengsara dan begitu juga sebaliknya, kaya belum tentu hidupnya tenang dan bahagia. Seperti halnya Oma Ella bergelimang harta, tahta dan kekuasaan tetapi selama ini hidup dalam kesepian.
Kehadiran cucu dan cicitnya membuat hidupnya lebih berwarna dan bermakna. Oma Ella memandang satu persatu cicit kesayangannya. Ketiga anak-anaknya Emier baby Zafirah, Safran dan Zeya bermain bola di belakang istana milik Oma Ella.
Karena sudah kelelahan mereka lanjut beristirahat di dalam kamar pribadi Oma Ella, "Sudah capek gak Za dan Ze?" tanya Oma Ella yang tersenyum bahagia melihat tawa bahagia cucunya itu.
"Capek banget malah Nenek," Jawab Za singkat.
__ADS_1
"Kalau Zafran gimana sayang?" tanya Oma Ella yang melihat cucu laki-lakinya malah masih ingin bermain.
"Aku belum capek nenek, aku masih mau main, boleh?" Tanya balik Zafran.
"Kalau Zeya ngantuk Nenek," jawab Zeya yang matanya sudah merem melek saat ditanya.
"Kalau gitu kita masuk ke dalam Oma yuk," ajak Nyonya Ella Alexander Lemos kepada cicitnya.
Mereka berjalan beriringan, Zeya di samping kanan Oma sedangkan Zafira di samping kiri Oma Ella. Zeya yang biasanya aktif hanya berjalan biasa saja karena sudah ngantuk. Tidak berapa lama Mereka sudah sampai ke dalam kamar Oma Ella.
Zeya yang sudah ngantuk berat langsung melompat ke atas ranjang dan menutup matanya. Sedangkan Zafira sebelum tidur siang Dia membersihkan seluruh tubuh dan dan mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Oma Ella tidak menyangka anak sekecil itu sudah disiplin dan mandiri.
"Oma Zafira minta dibacakan dongen yah?" tanya Zafira kepada Mamanya.
"Zafira suka denger dongeng dari mama kalau zafira enggak bisa tidur Mama selalu bacain dongeng untuk Zafirah," jelasnya Zafirah di hadapan neneknya mama dari Papanya itu.
"Zafirah mau dibacain dongeng apa hari ini?" tanya Oma Ella.
"Zafira maunya dibacakan dongeng Aladdin Nenek," usulnya ucap Zafira yang duduk bersila menghadap Oma Ella yang sudah tidak sabar menunggu dibacakan dongeng.
Oma Ella pun berdiri lalu berjalan ke arah Rak buku yang tersusun rapi di dalam kamar Oma Ella. Di Rak buku tersebut berjejer macam-macam buku baik itu buku pelajaran, bisnis maupun buku dongeng semuanya ada di dalam lemari itu.
__ADS_1
Oma Ella kemudian membacakan dongeng Aladdin dengan penuh penghayatan bahkan Zafira sangat senang mendengar Omanya membacakan buku dongeng tersebut dan tidak lama kemudian, Zafira pun tertidur.
Oma Ella menyelimuti cicitnya, kebiasaan Zafira dan adiknya Zeya jika berada di Indonesia selalu memanfaatkan waktu sorenya untuk beristirahat dengan tidur siang.
Oma Ella berjalan ke luar dan segera menutup pintu kamarnya, dan tidak lupa menghapus jejak air matanya karena kembali terumg, dengan masa kecil putra semata wayangnya.
Karena keegoisannya dulu Putranya harus menderita bathin dan harus meninggal karena terpisah jauh dari perempuan yang disayanginya hanya karena perbedaan diantara mereka.
"Maafka Mami Zulham, gara-gara Mami kamu harus pergi untuk selamanya," ucap Oma Ella di depan pintu kamarnya.
Oma Ella segera menghapus jejak air matanya karena Emre sudah berjalan mendekat ke arahnya. Oma Ella menetralkan perasaannya dan menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Emier!" panggil Oma Ella.
Emir yang mendengar namanya disebut segera lalu mempercepat langkahnya dan mendekati Omanya dan langsung memeluk tubuh Omanya.
Aerin pun mau tidak mau harus berkata jujur kepada Ricki. Berat sebenarnya bagi Aerin untuk mengatakan hal tersebut tetapi jalan yang terbaik berterus terang dari pada sudah terlambat.
"Kondisi kesehatan istrimu dan bayinya dalam keadaan yang tidak baik saja, mereka dalam keadaan yang bahaya," jelasnya Aerin yang raut wajahnya sendu.
"Maksudnya kak?" Tolong katakan yang sejujurnya!" Tanyanya Ricky masih tidak mengerti dengan arah pembicaraan Aerin yang sebenarnya.
__ADS_1
"Hana dan bayinya dalam keadaan yang tidak baik dan kamu harus memilih salah satu diantara mereka, bayimu atau Hana." Tuturnya Aerin.