Queen My Heart

Queen My Heart
Bab.65. Pemeriksaan


__ADS_3

"Makasih banyak Aunty, Cilla tutup dulu telponnya, assalamu alaikum."


"Waalaikum salam," jawab Delia dibalik telponnya.


Sambungan telpon pun terputus. Andreas membelokkan mobilnya di depan Jalan karena akan segera ke RS DA.


Andreas segera pulang ke kediaman utama keluarga Arya Wiguna tempat mereka tinggal sementara waktu selama ada di Indonesia.


"Kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Delia yang mulai cemas.


"Alhamdulillah aku baik-baik saja kok Aunty, hanya saja tadi sempat muntah sekali di atas pakaiannya orang sih," ujarnya yang kembali tersenyum mengingat hal itu.


"Aku sudah kirim sayang nomor hpnya bunda Kamu, kalau selesai segera pulang ke rumah, ingat Kamu itu sedang hamil harus banyak istirahat,"


"Makasih banyak Aunty, Cilla tutup dulu telponnya, assalamu alaikum."


"Waalaikum salam," jawab Delia dibalik telponnya.


Sambungan telpon pun terputus. Andreas membelokkan mobilnya di depan Jalan karena akan segera ke RS DA.


Pergi, tapi ada


Hilang tapi ada


Kehadiranmu menjadikanku sempurna Bersama kekasihku


Seiring waktu berjalan


Hari-hari kita lalui


Bungaku tumbuh berkembang mekar mewangi Dan berseri


Musim berganti waktu


Saat kumbang mendekatmu


Mata memandangmu


Hatiku tak menentu


Aku bergetar saat kau memilih

__ADS_1


Tak kuasa melepas bungaku


Mawar jantung hatiku


pergi tinggalkanku


Demi cinta dan pilihanmu


Pergi, tapi ada


Hilang tapi ada


Sesaat aku terkenang


Bayangmu dalam lamunan


Kerinduanku merasuk sampai jiwaku


Kuingin bertemu


Musim berganti waktu


Saat kumbang mendekatimu


Mata memandangmu


Setelah menelpon bersama dengan Aunty Delia, mereka segera menuju Rumah Sakit DA dan sudah membuat janji dengan Dokter Aulia sekaligus sepupu dari Maminya Andres.


"Abang, gimana kalau gara-gara aku muntah di atas pakaiannya Laila, dia jadi benci dan dendam sama Cilla?" ucapnya Cilla yang baru tersadar dengan sikapnya tadi terhadap Laila calon tunangan suaminya itu.


Andreas memegang tangan Cilla lalu menciumnya penuh dengan ketulusan hatinya dan kasih sayang yang selalu dicurahkan untuk Pricilla Margaret Agatha.


"Kamu tidak perlu Khawatir dengan semua itu,ada Abang yang akan selalu bersama Kamu, Abang yang akan menghadapi dia jika berani bertindak jahat sama calon dari Ibu dari anak-anakku," ucap Andreas yang berusaha membantu Pricilla agar kerisauan dan kegundahan hatinya hilang.


"Aku lega dan bisa hidup dengan tenang kalau gitu sayang," ucap Cilla yang semakin manja di hadapan suaminya.


"Nanti kalau Kamu sudah melahirkan Abang akan mengajarkan Kamu beberapa teknik taekwondo dan bela diri yang sangat berguna dan bermanfaat untuk Kamu ke depannya."


"Serius Sayang!!" Tanyanya dengan nada yang tidak percaya sekaligus keheranan.


"Aku sangat serius dengan apa yang Aku katakan, Aku tidak pernah main-main dengan semua ucapanku," jawabnya.

__ADS_1


"Aku gak sabar melewati sembilan bulan lagi agar Baby kita lahir ke dunia hingga Kau bisa berlatih dengan Abang," ujarnya.


"Itu kan di depan rumah Sakit DA?" tunjuk Cilla yang penasaran.


"Yoi mantul sekali, itu Rumah Sakit milik Uncle Arya Wiguna," jawab Andreas.


"Kalian emang anak Sultan," ucap Cilla.


"Istriku juga anak Sulthan Kok dan calon Mami Sultan juga," terangnya dengan senyuman yang sedari tadi menghiasai wajahnya yang tampan itu.


Mobil mereka sudah terparkir di Parkiran khusus mobil, hari ini RS terbilang cukup ramai dipadati pengunjung. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pasien dan dokter yang lalu lalang di lobby RS, maupun di dalam setiap unitnya, seperti di UGD, ICU.


"Rumah sakitnya besar yah, dan aku lihat fasilitasnya sangat modern dan canggih," ucap Cilla yang mengagumi RS DA.


Andreas memeluk pinggang Istrinya dengan sangat posesif, seakan-akan ingin memperlihatkan bahwa wanita cantik yang ada di sampingnya adalah miliknya seorang. Tidak boleh ada yang mendekati Margaretha Agatha Pricilla. Mereka berjalan dengan tangan yang masih setia melingkar di pinggang rampingnya Cilla.


Tatapan dari banyaknya orang yang melihat mereka, tidak dihiraukan oleh Andreas. Bagi Andreas ucapan yang tidak baik untuk ditujukan kepadanya, sama sekali tidak digubris atau pun dipedulikan sedikitpun.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2