Queen My Heart

Queen My Heart
Bab. 218


__ADS_3

Sedangkan Hana sama sekali tidak perduli dengan keadaan dari anaknya yang terus menangis karena lapar ingin asi padahal sudah banyak orang yang dipanggil untuk memberikan asinya kepada bayi kembarnya Nathan dan Noah.


Hana tampak seperti orang yang linglung tidak punya semangat untuk kehidupannya. Bahkan Hana melupakan jika dirinya memiliki bayi kembarnya yaitu bayi laki-laki.


Hana sudah menjadi anak yatim-piatu sekarang suaminya yang harus dipanggil oleh Tuhan yang Maha Esa. Selamat jalan Ricky Alamsyah Yunus semoga husnul khatimah, semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar menghadapi segala cobaan.


Itu adalah ucapan yang diucapkan oleh sebagian pelayak yang datang berbondong-bondong ke kediaman Ricky dan Hana. Sedangkan Hana yang berjuang untuk melahirkan anak pertamanya dan penyakitnya sudah melewati masa kritis dan dinyatakan sudah sadar dari keadaan dan kondisi yang kritis.


Semua orang mengucapkan syukur Alhamdulillah karena masih ada hikmah dibalik kematian Ricky. Tetapi mereka belum mampu untuk memberitahukan kepada Hana keadaan yang sebenarnya. Hana sadar tetapi kondisinya seperti seseorang yang linglung dan lupa ingatan saja.


Hana bukannya sengaja untuk lalai dan melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu baru yang melahirkan. Karena Hana sama sekali tidak menyadari bahwa ada anak yang menjadi korban dari keterpurukannya.


Keluarga besar Wijayanto pun sangat sedih dan prihatin melihat kondisi Hana. Mereka bergantian berdatangan untuk mengunjungi dan memberikan semangat dan dukungan kepada Hyuna.


"Mbak Hana lihat anakmu, bulu matanya lentik hitam seperti anak cewek loh cakep, tampan plus ada cantiknya juga," canda Dinda yang memuji salah satu putranya Hana dalam gendongannya.


Dinda melakukan hal itu berniat dan bertujuan agar Hana segera sadar dari penyakitnya. Ia tidak kuasa menahan tangisnya dan langsung tersedu-sedu, "Ya Allah selamatkan lah adikku dan sembuhkanlah segala macam penyakitnya," ratapnya Dinda Kirana Holsem yang membantu Kim Hana Wiratama memberikan asi kepada putranya Hana melalui botol dot.

__ADS_1


"Kita harus kuat dan jangan mudah menyerah, yakinlah Allah SWT itu tidak diam dan pasti memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi Hana," tampik Rima.


"Aku tidak sanggup Mbak, kasihan dengan kedua anaknya yang baru berusia dua minggu tidak mendapat kasih sayang dari mamanya," ucap sahutnya Dinda yang menghapus jejak air matanya.


"Iya betul katamu Dinda, aku juga sudah tidak sanggup melihat bayi mereka yang disentuh pun tidak pernah apa lagi untuk diberikan asinya," timpal Elsa.


"Kalian harus sabar Nak, ingat kalian adalah penyemangat hidup Hana kalau kalian menyerah dengan keadaan siapa lagi yang akan membantu Hana," sanggah Ibu mertuanya Hana Bu Annah.


Sebenarnya Hana sudah lepas dari masa kritisnya dan sudah ditempatkan di ruangan khusus. Kondisi Hana sudah membaik sehingga bisa kembali ke rumah tapi mereka bingung Hana harus tinggal di mana.


Begitu pun anggota keluarga yang lain ada yang menyarankan Hana tinggal di rumah Dinda dan Adit, ada pula yang menyarankan tinggal di kediaman utama keluarga Wijayanto


Sedangkan baby Nathan dan Noah semua Auntynya bergantian menggendong dan mengurusnya. Seperti itulah kebiasaan dan kekompakan di dalam keluarga besar Wiguna Albert Kim Said Wijayanto.


Mereka sudah sepakat jika ada salah satu anggota keluarga Wijayanto yang mengalami masalah dan cobaan mereka akan pasang badan untuk membantu tanpa diminta sebelumnya.


Seperti itulah kira-kira lirik lagu yang sempat dipersembahkan oleh artis ibu kota Kamelia Malik yang khusus datang karena permintaan Rangga. Banyak yang ikut maju ke depan panggung untuk mempersembahkan lagu untuk pasangan mereka.

__ADS_1


Suasana semakin meriah dengan persembahan dari Rangga khusus untuk Aulia lagu yang sempat dipopulerkan oleh band Naff yang membuat riuh tepuk tangan dari para tamu undangan. Ternyata suara Rangga bagus dan cukup menghibur mereka.


Setelah Rangga selesai menyanyi, perhatian tertuju kepada benda yang jatuh. Mereka histeris dan shock melihat pak Wiguna tumbang di pesta syukuran tersebut. Anak-anak dan cucunya berlarian ke arah dimana pak Wiguna terbaring lemah tak berdaya di dalam pangkuan Arya.


"Tapi Ayah tidak akan sembuh jika kita di sini terus," sanggahnya Emilia yang sudah meneteskan air matanya.


Untungnya saja dokter yang selama ini menangani pak Wiguna hadir di tengah-tengah mereka. Dan segera memeriksa keadaan pak Wiguna. Tapi raut wajah dokter tersebut menunjukkan kalau tidak ada lagi harapan untuk Pak Wiguna.


Berat sama dipikul ringan sama-sama dijinjing. Dari dulu sejak Nenek buyut Wiguna masih hidup hal itu sudah diterapkan dan diimplementasikan dalam kehidupan mereka. Bahkan hal itu berlaku di seluruh lingkup dan lingkungan perusahaan.


Sudah sebulan Hana dirawat dan akhirnya mereka sepakat untuk merawat Hana sampai sembuh total di kediaman utama keluarga Wijayanto. Sedangkan Baby Nathan dan Noah akan diaqiqah hari ini juga.


Pemotongan kambing aqiqah orang-orang sempat heboh dikarenakan kambing yang akan dipotong lepas dari ikatannya. Adit, Martin, Anjas dan Emir dibuat kelimpungan untuk menangkap kambing tersebut yang lari-larian.


"Ya Allah seumur hidupku baru kali ini ingin menyembelih kambing aqiqah harus terlepas dari ikatannya," tuturnya Pak ustadz Maulana Yusuf yang mengeluh.


Beliau yang diserahi tugas untuk menyembelih dan memotong kambing aqiqah baby kembar yang tidak kuasa geleng-geleng dan menahan tawanya melihat para Daddy hot dan kece memburu Ingin menangkap kambing tersebut.

__ADS_1


__ADS_2