
Akhhhhh...
Jerit sepasang muda mudi yang baru saja menuntaskan hasrat dalam diri. Nafas masih terengah dan keringat pun masih bercucuran deras membasahi sekujur tubuh polos keduanya. Dan terkaparlah mereka berdua di atas ranjang yang sama.
" Go away! " ucapnya dingin kepada seorang Gadis yang baru saja berkolaborasi indah dengannya untuk menuntaskan harsatnya sembari melemparkan sebuah cek ke wajah si Gadis juga melepaskan pengaman yang membungkus perisai kejantanannya. Seketika itu juga si Gadis tersentak dan langsung bangkit dari tempatnya.
Gadis itu pun perlahan beranjak turun dari ranjang dengan tertatih karena menahan perih, kemudian memunguti pakaiannya yang berserakan tak karuan. Memakainya asal dan langsung beranjak dengan wajah yang masih terlihat meringis menegang. Seolah tak perdulikan lagi sakitnya bagian tubuhnya yang baru saja terobek selaput darahnya.
Trap... Trap... Trap...
Pemuda ini pun segera beranjak ke kamar mandi setelah melirik puas pada bercak darah yang terpampang nyata pada sprei ranjang hotel yang ditempatinya.
Guyuran air shower pun perlahan mulai terdengar. Ia duduk menundukkan wajahnya di bawah derasnya guyuran air shower yang menyala deras. Hampir setengah jam ia berdiam disana. Setelahnya ia langsung membersihkan tubuhnya dan langsung membersihkannya dengan cepat. Langsung beranjak setelah ia selesai mandi dan berganti pakaiannya. Tak lupa merapikan dandannya. Bergegaslah ia keluar dari dalam kamar hotel tersebut.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Trap... Trap... Trap...
Ceklek.
Trap... Trap... Trap...
" Kok Lo baru pulang? " tanya seorang Pemuda sepantaran dengan tamunya saat tamunya baru saja masuk ke dalam sebuah apartemen mewah di kota London.
" Abis nongkrong sama anak - anak. " jawabnya santai dengan gaya angkuh dan langsung menyulut rokoknya, duduk santai dengan menyilangkan kakinya, si empunya apartemen nampak mengkerutkan keningnya dalam diam.
" Pusing pala Gue. " lanjutnya sembari meletakkan sebelah tangannya di atas keningnya.
" Tadi Papi kesini... Papi nyuruh Lo pulang. " jelasnya dengan nada datarnya.
" Udah tau juga Gue! Pusing pala Gue mikirin Papi ngomel mulu. " jawabnya acuh, Pemuda si pemilik apartemen ini pun turut duduk dan menyulut rokoknya juga, tak bisa membayangkan sosok Papi yang pendiam itu dibilang ngomel oleeh tamunya.
" Nanti malem Gue berangkat ke Paris. Kalau Lo nginep disini, besok panggil petugas kebersihan apartemen suruh bebersih dulu sebelum Lo cabut. " jelasnya.
" Lo panggil sekarang aja. Gue juga males disini sendirian. " jawabnya.
" Emang kenapa Lo nggak langsung pulang ke Indo aja sih? " lanjutnya bertanya dan duduk tegak sembari menatap si empunya apartemen.
" Ya kan Lo tau sendiri, Gue mesti pulang bareng si Princess kesayangan... " jawabnya setengah kesal karena lawan bicaranya sudah tau alasannya.
" Gue cabut sekarang aja deh. Lo juga nggak bisa diajak kemana - mana. " jawabnya acuh, Pemuda pemilik apartemen pun menganggukkan kepalanya acuh, tamunya pun beranjak dengan wajah yang sulit untuk diartikan.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
" Temuin Papi dulu, kasihan... " teriaknya, tapi si tamu tak diundang itu hanya mengibaskan tangannya di udara menandakan bahwa ia tak perduli, yang di dalam apartemen pun cuma bisa geleng kepala kemudian ikut beranjak dan menutup pintu unit apartemenya kemudian beralih ke kamar dan beristirahat sejenak sebelum bertolak ke Paris malam ini.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Selain Amerika, tentu Inggris menjadi salah satu negara favorit para pelajar internasional. Kualitas pendidikan tinggi di negara satu ini pun tidak perlu diragukan lagi. Tak heran apabila jumlah pelajar internasional di Inggris terus meningkat setiap tahunnya. Maka tak heran, sejak memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar negri selepas ia tamat sekolah, negara Inggris lah yang menjadi pilihannya mengingat jurusan Bisnis dan Manajemen lah tujuannya. Pilihan itu pun jatuh pada negara Inggris dikarenakan ternyata banyak sekali universitas di Inggris yang mumpuni dan bereputasi untuk jurusan satu ini. Dan kini iaterbukti dengan tercatatnya ia sebagai salah satu Mahasiswa tingkat akhir pada salah satu perguruan tinggi di Inggris, yaitu Mahasiswa tingkat akhir London Business School.
London Business School ini adalah salah satu universitas bisnis terbaik di dunia yang cukup terkenal. Universitas ini bahkan menjadi kampus terbaik untuk program studi bisnis dan manajemen di Inggris. London Business School sendiri termasuk dalam jajaran kampus elit dan terkemuka di negara ini. Terkenal dengan kurikulumnya yang mumpuni, universitas ini juga menawarkan pendidikan bisnis dalam berbagai gelar. Jadi... Selain karena harus melanjutkan kepemimpinan pada kerajaan bisnis sang Ayah kelak, karena kurikulum yang mumpuni ini juga lah yang membuatnya tertarik untuk terbang jauh dari Indonesia dan mengenyam pendidikan jurusan bisnis dan manajemen di London Business School.
Dukungan penuh dari kedua Orang Tua serta seluruh keluarga besarnya lah yang selama ini memecutnya agar semakin semangat dalam menempuh pendidikan dengan jurusan yang diimpikannya. Bagaimanapun juga, dia lah kelak yang akan meneruskan tahta kepemimpinan pada kerajaan bisnis Ayahnya. Dan dia sendiri memang sudah mempersiapkan dirinya sedari kecil. Dan karena rasa ketertarikan pada dunia bisnis di usia dini itu lah yang kini membuatnya bisa bergerak lebih leluasa penuh tanggung jawab dan semakin berkembang karena sudah mencintai dunia bisnis sedari ia kecil.
Dan tanpa terasa, ia menyelami mimpi siangnya hingga sore hari datang. Ia mula membuka matanya dan mengerjap. Setelah melirik jam dinding di dalam kamarnya, ia pun langsung bergegas mandi. Setelah dua puluh menit berjibaku dengan air dan sabun di dalam kamar mandi, langsung saja ia berganti pakaian. Tak lupa melirik kembali tas ransel yang sebelumnya juga sudah disiapkannya.
Saat langit mulai petang, ia pun beranjak turun dari unit apartemennya. Tentunya langsung bergegas menuju ke Bandara karena ia akan bertolak ke Paris sebelum ia nantinya akan bergegas kembali ke tanah kelairannya, Indonesia...
Ups... Tanah kelahirannya di London, Gaes... Hehehe...
Saat langit mulai petang, ia pun beranjak turun dari unit apartemennya. Tentunya langsung bergegas menuju ke Bandara karena ia akan bertolak ke Paris sebelum ia nantinya akan bergegas kembali ke tanah Indonesia.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Tuuut...
..... :
Hai, Cintaku...
sapa seseorang di seberang telepon sana.
Pemuda :
Hai...
jawabnya sambil tersenyum simpul.
Gue udah di Bandara nungguin take off, buruan siap - siap.
Gue nggak mau ketinggalan pesawat selanjutnya.
__ADS_1
ucap Pemuda menjelaskan dengan tegas.
..... :
Siyap...
Aku on the way sekarang.
jawabnya semangat.
Pemuda :
Cek lagi barang - barang yang mau dibawa...
Jangan lupa juga pamit dulu sama Aunty.
ucapnya.
..... :
Udah beres semuanya, tenang aja.
Ini Gue juga lagi sama Aunty sama Uncle.
jawabnya seadanya.
Pemuda :
Ya sudah...
Sampai ketemu di Charles de Gaulle.
ucapnya lagi.
..... :
Okay...
See ya...
jawabnya, panggilan telepon pun terputus.
Tut... Tut... Tut...
__ADS_1
Seiring dengan terputusnya sambungan telepon tersebut, si penerima telepon ini pun langsung bergegas setelah berpamitan kepada Aunty dan Unclenya yang sebenarnya ingin mengantarkannya ke Bandara tapi dicegah olehnya dengan alasan ia sudah besar dan ingin belajar mandiri.