Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 34 - Bertemu Kepala Sekoah (2)


__ADS_3

Perkenalkan ini Pak Salman Hilal Razaf dan Ibu Syahnaz, serta putrinya Alexandra. Sepertinya Alexandra juga akan berada dalam satu kelas yang sama dengan Raynevandra. ucap Bapak Kepala Sekolah pada Rayne dan Evan, Rayne dan Evan pun mengangguk kemudian saling berjabat tangan, tapi Raynevandra dan Alexandra nampak masih saling melempar pandang sedari tadi, tangan Siswi baru ini pun nampak saling bertaut sembari ia menatap pada Raynevandra.


Kriiiiiiiiiing...


" Ehem... " deheman Evan yang beriringan dengan bel sekolah berbunyi itu membuyarkan tatapan Raynevandra pada Alexandra.


" Bel masuk udah bunyi, Momm... Ray masuk kelas dulu. " ucap Raynevandra yang langsung menoleh pada Rayne kala mendengar dering bel sekolah tapi juga menatap datar pada Daddynya sembari menyerahkan kunci mobil Daddynya dengan berat hati.


" Ya sudah, kamu masuk dulu saja. Masukin dulu bajunya. " jawab Rayne sambil menatap Putra Bungsunya yang kemudian diangguki oleh Putra Bungsunya itu.


" Ajak Alexandra sekalian, Ray... Kalian satu kelas. " ucap Bapak Kepala Sekolah, kembali lagi Raynevandra mengangguk meski seolah kaku.


Cup...


Cup...


Kembali lagi Raynevandra mengecup singkat bibir Mommy dan Daddynya di depan mereka semua baru ia salim kepada kedua Orang Tuanya. Setelahnya, Raynevandra pun membungkukkan badannya berpamitan hormat dan beranjak keluar dari ruang Kepala Sekolah sembari saling mencuri pandang kepada Siswi baru tersebut, tapi tetap saja mata tajam Evan tak melewatkan hal itu. Keduanya pun beranjak setelah Alexandra juga berpamitan kepada kedua Orang Tuanya.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Sepertinya kami berdua juga harus pamit terlebih dahulu, Pak... " ucap Pak Salman pada Bapak Kepala Sekolah.


" Kami menitipkan Putri kami disini kepada Bapak Kepala Sekolah dan para Dewan Guru. " lanjutnya, Bapak Kepala Sekolah pun tersenyum dan mengangguk sembari menatap Pak Salman.


" Terima kasih telah mempercayakan Alexandra untuk melanjutkan pendidikan di sekolah kami. Saya dan juga seluruh jajaran Dewan Guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pendidikan terbaik kepada Alexandra juga Siswa Siswi lainnya. " jawab tegas Bapak Kepala Sekolah.


Trap... Trap... Trap...


Setelah sepasang Orang Tua ini pamit undur diri, tinggallah Bapak Kepala Sekolah beserta Rayne dan Evan yang masih berada di dalam ruang Kepala Sekolah.



" Raynevandra aman, Pak? " tanya Evan memulai obrolan santai mereka setelah ia melepas jasnya lalu menyulut rokoknya dan menghisapnya dalam, Bapak Kepala Sekolah ini pun sudah paham jikalau Evan adalah perokok berat dan ia juga memakluminya.


" Ya namanya juga anak - anak, apa lagi seusia Raynevandra yang berada di bangku SMA... Kalau soal ramai di kelas atau ribut soal hal - hal kecil di Sekolah itu adalah hal yang sudah biasa. Apa lagi Raynevandra itu sangat aktiv, anaknya suka usil dan sering menjahili teman - temannya. Tapi yang penting selama anaknya tetap berada di jalur aman, itu tidak akan menjadi masalah. " lanjutnya menjelaskan, Rayne dan Evan mengangguk saja, Evan nampak mengepulkan asapnya ke arah samping karena Bapak Kepala Sekolah itu duduk di depannya.


" Untuk akademik masih aman, Pak? " tanya Evan memastikan lagi setelah ia kembali menghisap dalam rokoknya.


" Aman sekali, Pak Evan... Seluruh tugas juga pelajaran selalu dikerjakan dengan baik oleh Raynevandra. Tetap bintang kelas juga bintang lapangan Basket. " jawabnya sambil tersenyum sumringah, Evan menatap Rayne sambil menarik sebelah sudut bibirnya.

__ADS_1


" Circle pertemanan Raynevandra sendiri di Sekolah bagaimana, Pak? " lanjut Evan bertanya lebih jauh lagi.


" Terbilang aman, Pak Evan... Beberapa Siswa yang seringkali bersama Raynevandra diantaranya adalah Aaron, Putra dari Pak Axelle Wijaya. Juga si kembar Brylee dan Bradley, Putra Pak Bennsley Harris. Dan yang lainnya adalah Putra Donatur sekolah. " jelasnya.


" Baiklah kalau begitu... Kebetulan juga hari ini kami datang kemari, jadi sekalian saja kami juga akan menyerahkan donasi untuk sekolah. " ucap Evan lagi setelah menjeda sekejap obrolannya.


" Apa tidak jadi masalah, Pak Evan? Untuk bulan ini sudah dikirmkan beberapa minggu yang lalu. " tanya Bapak Kepala Sekolah sungkan, Evan langsung menggelengkan kepalanya.


" Tidak masalah, Pak... Kalaupun bulan depan kami tetap menyerahkan jatah donasi untuk bulan depan anggap saja itu rejeki untuk anak - anak. " lanjutnya, Bapak Kepala Sekolah ini pun hanya bisa tersenyum haru dan langsung mengangguk, Rayne pun langsung merogoh tasnya dan menyerahkan sejumlah uang yang sudah dimasukkan ke dalam amplop sedari tadi, ia sudah hafal jika Evan mengajak ke Sekolah anak - anaknya pasti sekalian memberikan donasinya, Evan pun meletakkan puntung rokok yang sudah pendek itu di asbak yang ada di meja.


Sekolah tempat Raynevandra bersekolah sekarang ini adalah Sekolah tempat Evan dan Rayne dulu ketika mereka berdua mengenyam pendidikan SMA. Dan ini juga sebenarnya adalah salah satu tugas dari Kalandra Fondation yang digagas oleh Almarhum Harsaka Kalandra yang ditujukan untuk para Menantunya agar mengelola bidang ini, dan kali ini Rayne lah yang menjadi Pemimpin dari Kalandra Fondation. Para Sahabat dekat Evan dan Pengusaha lainnya juga banyak yang menjadi Donatur tetap di sekolah elite ini. Maka tak ayal jika Putra dari para Sahabat Evan juga teman - teman Evan yang lain banyak juga yang bersekolah di tempat ini. Meski Devandroe dan Stevano juga Zeevanea tidak terdaftar pada SMA tempat sekolah Mommy dan Daddynya dulu, setidaknya kini Raynevandra lah yang meneruskan langkah Evan dan Rayne untuk mengenyam pendidikannya di Sekolah yang tetap elite ini meski usia sekolah tersebut bahkan jauh lebih tua dari usia Evan. Karena Evan dan Rayne memang tidak pernah memaksa anak - anaknya untuk Sekolah dimana asalkan Sekolah yang anak - anaknya pilih adalah sekolah - sekolah dengan pendidikan terbaik. Dan donasi rutin ini sejatinya memang ditujukan untuk para Siswa Siswi kurang mampu yang mempunyai kecerdasan lebih diantara teman - temannya yang lain.


" Terima kasih banyak atas waktunya... Kami berdua mohon pamit. " ucap Evan kemudian berdiri diikuti oleh Rayne, tak lupa Rayne memakaikan kembali jas Evan.


" Kami selaku Pengurus Sekolah yang harusnya menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Evan dan Ibu. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pak Evan dan Ibu. " ucap Bapak Kepala Sekolah sambil tersenyum, Rayne pun tersenyum juga tapi Evan hanya menganggukkan kepalanya.


" Saya terima ya Pak, Bu... " ucap Bapak Kepala Sekolah dengan menatap Rayne dan Evan bergantian, Rayne dan Evan pun menganggukkan kepalanya.


Rayne dan Evan pun akhirnya berdiri dan pamit undur diri. Setelah keduanya saling berjabat tangan dengan Bapak Kepala Sekolah, keduanya langsung beranjak. Dan Bapak Kepala Sekolah ini pun mengantarkan mereka berdua hingga ke tempat mobil terparkir. Sesekali Bapak Kepala Sekolah ini juga membicarakan perihal kondisi Sekolah ini dengan Evan dam Rayne saat mereka menuju ke tempat mobil Evan terparkir.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


__ADS_2