
Makan malam di rumah Rayne dan Evan baru saja usai. Seperti biasanya, setelah makan malam keluarga ini selalu menyempatkan untuk duduk bersama. Dan malam ini, nampak Devandroe dan Raynevandra tengah sibuk dengan PR nya, sementara si kembar besar juga tengah asik dengan permainan Mobile Legendnya. Evan dan Rayne terlihat duduk tenang bersama mereka semua. Tawa canda pun tak henti mengiringi kegiatan santai mereka malam ini meski keempat anak tersebut sibuk dengan kegiatannya masing - masing.
" Oiya, Dadd... Teo tadi gimana? " tanya Rayne spontan, Stevano yang tengah asik dengan permainannya langsung pasang telinga meski ia juga tak menunjukkan ekspresi apa - apa, tetap terlihat asik dengan gamenya.
" Ya gitu itu... " jawab Evan malas karena ada anak - anaknya disana tapi hal itu semakin membuat Rayne penasaran.
" Gitu itu gimana maksudnya? " tanya Rayne.
" Ya emang iya kaya gitu... " jawab Evan penuh tanya, Rayne pun langsung mengernyitkan keningnya karena Suaminya malah mengajaknya main teka - teki seperti ini.
" Done! " ucap Raynevandra yang baru saja selesai mengerjakan tugas Matematikanya, ia pun langsung merenggangkan otot - ototnya dengan menarik kedua tangannya ke atas, Rayne pun langsung menoleh pada Raynevandra.
" Ray... " panggil Rayne, Raynevandra langsung menoleh.
" Yazz, Momm... " jawabnya sembari mengambil kue kering dari toples dan berpindah duduk di antara Rayne dan Evan sembari memangku toplesnya.
" Kalau beneran sayang dijaga baik - baik ya, Nak... Orang sayang itu dilindungi juga dijaga, bukan dirusak. Masa depan kalian masih panjang, masih banyak mimpi yang harus kalian kejar. Masa remaja adalah masa - masa paling indah, dan itu tak akan pernah terulang. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena tak bisa menikmati masa - masa remaja kalian. " tegas Rayne pelan penuh kelembutan, sudah jelas Raynevandra paham akan arah pembicaraan Mommynya, Evan pun ikut menyimak penuturan Rayne, Raynevandra pun mau tak mau akhirnya menganggukkan kepala meski rasanya kelu.
" Jangan digodain mulu anak orang, nanti bisa kebablasan... " timpal Evan santai tapi syarat akan makna ketegasan.
" Kalau malah Ray yang digodain gimana, Dadd? " ucapnya bertanya kembali dengan wajah menjengkelkan seperti Evan.
" Ya jangan tergoda! " potong Rayne cepat, Evan langsung terkikik sembari mengusap lembut kepala Putranya itu.
" Goda balik. " batin Evan, ia hanya tersenyum tak berani mengutarakan isi hatinya karena Istrinya pasti akan menceramahinya.
" Mommy sama Daddy ngomongin apaan, sih? " Kayanya serius bener. tanya Zeevanea dan langsung duduk di pangkuan Daddynya.
" Kepo! " ketus Raynevandra, Zeevanea langsung memelototkan matanya sebal dengan sang Adik yang sama ngeyelan dengannya.
__ADS_1
" Ngomongin kamu... " sela Evan, Zeevanea langsung mencebik karena ia juga mendengar jika bukanlah dirinya yang menjadi topik pembicaraan.
" Anak - anak dengar Mommy... " ucap Rayne tegas, keempatnya langsung menoleh kemudian berpindah duduk untuk mendekat kepada Rayne dan memperhatikan dengan seksama, Zeevanea juga berpindah duduk di samping Devandroe agar lebih dekat dengan Mommynya.
" Mommy nggak akan ngelarang kalian berempat Pacaran. Mommy paham, pada usia kalian sekarang ini adalah usia yang sudah mulai menunjukkan adanya ketertarikan pada lawan jenis. " tegasnya pelan, keempat buah hatinya mendengarkan dalam diam.
" Mommy hanya ingin kalian berempat paham akan batasan kalian... Jangan sampai kalian terjerumus dalam pergaulan bebas di luar sana. Apalagi Stevano sama Zeevanea yang notabenenya kalian hidup di Luar Negri yang memang negara bebas dan ditambah kalian berdua jauh dari Mommy dan Daddy. Mommy dan Daddy memberikan kebebasan terhadap kalian bukan berarti kalian bisa seenaknya. Tetap ingatlah pada batasan kalian. " jelasnya diiringi dengan tatapan tegas kepada keempat buah hatinya, keempatnya pun menganggukkan kepalanya.
" Terus Daddy ngizinin kalau kita Pacaran? " tanya Raynevandra.
" Kaya Lo punya Pacar aja tanya kaya gitu sama Daddy! " pekik Zeevanea memotong pembicaraan Raynevandra, Raynevandra hanya menjulurkan lidahnya meledek Zeevanea.
" Enggak. " tegas Evan, tapi terlihat Evan menahan tawanya.
" Loh kenapa enggak? " lanjutnya bertanya penasaran.
" Kan Mommy cuma bilang kalau Mommy ngizinin, Mommy nggak bilang kalau Daddy juga ngizinin. " jawabnya logis sesuai perkataan Rayne.
" Kalau Mommymu sudah mengatakan seperti itu, lalu buat apa diulang lagi? " tanya balik Evan.
" Iya, Daddy... Tapi kan yang dibilang Mommy tadi cuma Mommy aja yang ngizinin. Daddynya nggak disebutin. " jawabnya ngeyel memperjelas, menginginkan jawaban pasti dari Daddynya.
" Kalau Daddy beneran bilang enggak emang kamu mau mutusin Cewemu? " tanya balik Evan dengan wajah menjengkelkannya.
" Ya jangan, dong... Masa masih belum jalan seminggu udah disuruh putus tanpa sebab. " jawab Raynevandra nyolot, ketiga saudara Raynevandra nampak kaget dengan pernyataan ini, dan mereka bertiga baru ngeh akan pembicaraan Rayne dan Evan jika pembicaraan ini berawal dari Raynevandra.
" Daddy setuju sama Mommy... " ucap Evan tegas, Raynevandra pun langsung tersenyum, ketiga lainnya pun nampak lega.
" Cukup Daddy dan Mommy saja yang dulu pernah melakukan kesalahan itu. Tidak untuk kalian. " tegas Evan, keempatnya nampak terkejut.
__ADS_1
" Perlu kalian berempat ketahui dan cukup dijadikan pelajaran untuk kalian... Perjalanan Daddy dan Mommy sampai bisa berkumpul dengan kalian sekarang ini, di rumah ini, itu tidaklah mudah. Oma kalian menentang keras hubungan Daddy dan Mommy waktu itu. Daddy terpaksa meminta Mommy untuk setuju melakukan hal tercela itu karena Daddy ingin terus bersama Mommy ubtuk berusaha meluluhkan kerasnya hati Oma. Daddy dan Mommy berharap dengan adanya bayi di dalam kandungan Mommy, tak akan membuat Oma memisahkan Daddy dan Mommy. " jelasnya, matanya terlihat berkaca - kaca mengingat untaian memori masa lalunya bersama Rayne yang tak mudah dijalani, wajah Rayne dan keempat buah hati mereka pun berubah menyendu.
" Walaupun akhirnya Daddy tetap mempertanggung jawabkan perbuatan Daddy kepada Mommy dengan Daddy benar - benar menikahi Mommy secepat itu, menikahi Mommy dengan alasan kebohongan kehamilan Mommy yang Daddy pikir akan berhasil membuat Oma luluh. Tapi apa yang Daddy dan Mommy pikirkan ternyata salah besar. " lanjutnya, Evan menjeda ucapannya sejenak, ditariknya nafas panjang, kembali lagi anak - anak ini dikejutkan dengan penjelasan Evan.
" Bukannya Oma kalian luluh dengan alasan kehamilan Mommy... Tapi Oma masih saja terus mendesak Mommy, menyuruh Mommy meninggalkan Daddy dan Oma mengatakan akan memberikan berapapun yang Mommy minta... Sampai pada akhirnya emosi Daddy memuncak saat Oma hampir saja mencelakai Mommy kalian yang saat itu sudah benar - benar menangandung Stevano dan Zeevanea. Mommy hampir jatuh dari tangga di rumah Oma karena Oma memaksa Mommy meninggalkan Daddy saat itu juga. " imbuhnya, air matanya perlahan menetes membasahi wajahnya, segera diusapnya sendiri air mata itu, Rayne pun turut menitikkan air matanya, Raynevandra lah yang menghapus air mata Mommynya, Stevano juga Zeevanea dan Devandroe semakin tertegun mendengar hal ini.
" Meski semua itu terasa berat, tapi ada satu hal lain yang terasa lebih berat daripada itu buat Daddy... " imbuhnya, Evan menatap Rayne dalam, Rayne pun sama, ia juga menatap Evan dalam.
" Rasa malu dan rasa bersalah yang Daddy rasakan hingga sekarang karena memaksa Mommy kalian untuk melakukan hubungan terlarang itu sebelum Daddy dan Mommy menikah. " tukasnya, Rayne langsung beringsut dan menghambur dalam pelukan Evan.
Hiks... Hiks... Hiks...
" Maafin Mas ya, Dek... " ucap Evan sembari memeluk Rayne erat sembari mengecupi kepala Rayne, keduanya kembali menangis bersama mengingat perjalanan pahit sejarah kehidupannya, Zeevanea ikut menitikkan air matanya, ketiga Pria kecil mereka hanya berkaca - kaca.
" Mas yang maksa kamu untuk melakukan dosa besar itu. " lanjutnya semakin terisak dalam, Rayne langsung menggeleng - gelengkan kepalanya yang berada dalam pelukan Evan.
" Jangan terus menyalahkan diri sendiri seperti ini, Mas... Bukan salah Mas sepenuhnya. Aku juga salah karena aku juga menyetujui ide Mas untuk melakukan hal itu sebelum kita menikah. " ucap Rayne sembari mengusap air mata Evan.
" Biar kita berdua saja yang menanggung dosa besar itu, Mas... Jangan sampai anak - anak kita melakukan hal yang sama seperti yang dulu pernah kita lakukan sebelum kita menikah. " imbuhnya, Evan pun menganggukkan kepalanya meski masih saja terisak, Raynevandra dan Stevano seolah tertampar dengan pernyataan sang Mommy.
" Terus Opa? " tanya Raynevandra penasaran setelah isakan kedua Orang Tuanya mereda.
" Opa lah orang pertama yang menyuruh Daddy untuk segera menikahi Mommy. " jawab Evan.
" Panggilan semua orang kepada Mommy kalian sebagai Menantu kesayangan Opa itu benar adanya. Mommy kalian adalah Menantu kesayangan Almarhum Opa kalian, Harsaka Kalandra. " jelasnya, air matanya kembali menderas seketika.
" Lalu Mami Bi sama Mami Sea? Apa Opa tidak sayang dengan mereka juga? " tanya Devandroe.
" Yang jelas Mommy kalian lah Menantu kesayangan Opa. " jawab Evan.
__ADS_1