
Balik lagi ke Jakarta...
Raynevandra baru saja keluar dari sekolahnya karena memang sudah waktunya jam pulang di sekolah Raynevandra.
Trap... Trap... Trap...
" Ray... " panggil Anastasya ketika Raynevandra dan Alexandra sedang berjalan menuju ke parkiran bersama Aaron, Bradley, dan Brylee, Raynevandra tetap berjalan acuh tak memperdulikan Anastasya yang terus membuntuti langkahnya, sementara Aaron, Bradley, dan Brylee nampak menahan tawanya.
" Ray, please! Gue mau ngomong sama Lo. " tegas Anastasya, Alexandra langsung mencekal tangan Raynevandra agar Raynevandra berhenti dan menyelesaikan perkaranya dengan Anastasya, dengan malasnya Raynevandra pun menuruti kode dari Alexandra yang mencekal tangannya, ketiga Lelaki muda yang bersama Raynevandra dan Alexandra ini pun ikut memberhentikan langkah juga sembari menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Anastasya.
" Ray... Gue minta maaf sama Lo soal kemarin... " ucap Anastasya to the point dengan menatap dalam kepada Raynevandra yang tengah membuang muka, enggan menatap wajah Anastasya.
" Terserah kalau Lo masih mau benci atau apa sama Gue. Tapi yang pasti Gue tetep cinta sama Lo, Ray! " tegas Anastasya.
" Sekarang Gue nggak akan ngomong lagi untuk bilang kalau Gue cinta banget sama Lo. Tapi jika suatu saat nanti Alexandra dan Lo bubar, Gue siap dampingin Lo, Ray... Gue akan selalu ada buat Lo dan Gue akan selalu care sama Lo. Gue siap meskipun nantinya Lo cuma jadiin Gue pelarian Lo aja. " imbuhnya tegas dengan suara bergetar dan mata berkaca - kaca.
" Thanks... " jawab Raynevandra cepat dan ambigu diiringi dengan senyum keangkuhannya kemudian menggandeng tangan Alexandra dan langsung pergi begitu saja, ketiga Sahabatnya itu pun langsung membuntutinya lagi dengan terkikik setelah mendengar jawaban singkat yang diucapkan Raynevandra kepada Anastasya.
Trap... Trap... Trap...
Raynevandra dan Alexandra pun berpisah tujuan dengan Aaron, Bradley, dan Brylee ketika mereka sudah sampai di parkiran karena mereka akan pulang ke rumah masing - masing. Raynevandra dan Alexandra pun langsung masuk ke dalam mobil Raynevandra dan langsung tancap gas menuju rumah Alexandra.
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Baby... " panggil Alexandra yang sedari masuk ke dalam mobil langsung bersandar pada sebelah bahu Raynevandra.
" Hemmm... " jawab Raynevandra.
" Main ke rumah lagi, yuk... Temenin aku di rumah. Soalnya Papi sama Mami tadi pagi berangkat ke Seoul. Aku di rumah sendirian jadinya. " ucap Alexandra yang notabenenya memang anak Bungsu dari dua bersaudara sementara Kakaknya sedang menempuh pendidikan tinggi di Luar Negeri, jadi seringkali Alexandra merasa kesepian karena kedua Orang Tuanya juga Pebisnis yang seringkali sibuk dengan pekerjaanya.
" Okay... Aku temenin... " jawab Raynevandra sambil mengusap lembut kepala Alexandra dengan sebelah tangannya dan saling melempar senyum juga.
" Mamacih... " jawab Alexandra memanja menirukan suara anak kecil, Raynevandra pun tersenyum bahagia sembari terus melajukan mobilnya menuju ke rumah Alexandra.
Karena jalanan sedikit macet di jam siang ini, maka hampir satu jam lamanya keduanya menyusuri jalanan Ibu Kota keduanya baru tiba di rumah Alexandra. Setelah turun dari mobil, keduanya langsung bergandengan mesra masuk ke dalam rumah.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Baby... " panggil Alexandra mesra, keduanya sudah duduk di sofa yang kemarin mereka duduki berdua, bahkan Alexandra sudah langsung duduk di pangkuan Raynevandra.
" Yazz, Baby... " jawab Raynevandra tak kalah mesra, tatapan dalam penuh cinta yang terpancar dari sorotan mata keduanya pun beradu.
Alexandra yang ditatap dalam oleh Raynevandra jadi salah tingkah seketika itu juga. Wajahnya yang sudah bersemu semakin terlihat memerah karena merasa malu - malu juga kikuk dengan Raynevandra. Dan tanpa sadar, posisi duduk yang semula tenang itu pun langsung goyah, bergerak - gerak pinggulnya akibat salah tingkah dengan tatapan mata Raynevandra yang seolah menghunus menelanjanginya dalam diam. Raynevandra yang terkejut dengan gerakan mendadak dari Alexandra itu pun langsung terdiam sembari mendongakkan wajahnya menatap ke atas, ke arah langit - langit rumah. Mulutnya sesekali menganga merasakan kenikmatan yang mulai terasa dari pergerakan yang ditimbulkan oleh gerakan Alexandra. Alexandra yang masih sama polosnya dengan Raynevandra pun jadi bingung sendiri juga. Ia hanya berani bertanya dalam hati perihal tingkah Raynevandra yang tiba - tiba terlihat gelisah tak tenang.
" Aku ganti baju dulu... " ucap Alexandra kikuk serta bersemu malu, Raynevandra pun mengangguk.
" Aku ambil baju ganti juga kalau gitu. " jawab Raynevandra, gantian Alexandra yang mengangguk sambil tersenyum kikuk.
" Ganti baju di kamarku juga aja... Kamarku di lantai atas yang letaknya paling ujung. " ucapnya menjelaskan, Raynevandra kembali mengangguk, keduanya pun langsung berpisah arah dan janji temu di kamar Alexandra.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Aduh! Pakai acara bangun segala lagi. " umpat Raynevandra bingung kala ia melepas celana seragamnya dan akan menggantinya dengan celana santai, tapi ia langsung melihat burung elang itu tengah mendongak mengepakkan sayapnya.
" Gimana ini...? " lanjutnya bertanya - tanya seorang diri di dalam kamar mandi sembari menatap dan menyentuhnya perlahan sembari berpikir sejenak bagaimana caranya membenamkan kepakan sayap elangnya kembali agar tidak terlihat menyembul keluar, karena tak juga mendapatkan ide akhirnya Raynevandra pun memakai celana santainya.
" Masih keliatan... " gumamnya lagi sembari menekan - nekan bagian yang menyembul keluar itu dengan kasar.
" Malu nih kalau Alexandra sampai ngelihat ini. " lanjutnya sembari terus menekan kasar bagian yang menyembul itu.
__ADS_1
" Auh!!! Malah sakit lagi! " lanjutnya nggerundel sendiri karena burung elang itu malah terasa kian mengepakkan sayapnya di dalam sana.
" Perasaan tadi waktu Alexa belum duduk di pangkuan Gue si elang aman - aman aja. Sensi amat Lo, elang! " lanjutnya sembari terus berpikir sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Bodo amat, ah! " kesalnya dan akhirnya mengganti baju atasan seragamnya dengan kaos polos berwarna putih kemudian langsung keluar dari dalam kamar mandi sembari mendekap si elang dengan kedua tangannya.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Makan siang, yuk... " ajak Alexandra langsung saat Raynevandra baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
" Aku masih kenyang, makan salad sama rujak buah tadi. " jawab Raynevandra dan benar adanya jika mereka memakan bekalnya tadi ketika jam istirahat kedua, meski memakan bekal bersama - sama dengan teman - temannya juga tapi Raynevandra memang merasa masih kenyang.
" Ya udah kalau gitu... Nanti kalau laper bilang, ya... " jawab Alexandra dengan tersenyum kepada Raynevandra, Raynevandra pun mengangguk sembari membalas senyuman itu, Alexa pun langsung rebahan di ranjang sambil memainkan ponselnya, Raynevandra mengikutinya dan memainkan ponselnya juga.
Cup...
Ketika keduanya tengah asik bermain ponsel masing - masing, Alexandra yang merasa sedikit mengantuk langsung meletakkan ponselnya dan kembali berbaring sembari menatap dalam pada Raynevandra. Raynevandra yang merasa ditatap oleh Kekasihnya itu pun membalas tatapan itu dengan lekat, tatapan keduanya pun bertemu hingga akhirnya bibir keduanya pun menyatu. Hilang sudah rasa kantuk yang sempat mendera Alexandra. Kini keduanya nampak saling berpangut dan bertukar saliva seiring dengan pergulatan lidahnya di dalam rongga mulut keduanya. Tangan keduanya pun serempak tanpa sadar menjelajah ke sembarang arah.
" Akh!!! " pekik Alexandra kala bibir dan jemari Raynevandra sudah mengusik kedua choco chips di dadanya, tapi Alexandra juga menikmatinya, ia membiarkan Raynevandra mengeksplor ke segala penjuru tubuhnya, sementara Raynevandra yang merasa tidak mendapatkan penolakan dari si empunya aset berharga langsung konsentrasi penuh dengan apa yang dilakukannya.
" Oh... Baby... Akh... Ray... " rintih Alexandra yang kian melayang akan sentuhan Raynevandra yang pelan tapi terasa.
" Akh... Akh... Akh... " rintihan itu semakin terdengar menderu tak karuan.
Setelah puas bermain - main sebagai permulaan, Raynevandra pun masuk kepada permainan intinya.
Jleb!!!
" Akh!!! " jerit Alexandra yang langsung merasakan sesak juga panas pada inti tubuhnya.
Raynevandra berhenti sejenak dan langsung mencium Alexandra dengan pelan dan perlahan. Bergerak perlahan dengan penuh cinta agar Alexandra juga merasakan kenyamanan dan kenikmatan seperti yang Raynevandra rasakan, tanpa merasa kesakitan dari setiap hentakan yang tercipta. Dan tanpa diduga, permainan mereka kali ini berulang hingga berkali - kali tanpa henti. Keduanya seolah terhanyut dalam deburan asmara yang kian menyatu di dalam jiwa. Dan berhenti kala keduanya susah terkapar puas bersimbah keringat yang menderas. Tidurlah keduanya di ranjang yang sama dengan berpelukan mesra tanpa busana.
__ADS_1