Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 32 - Stop!!!


__ADS_3

" Pagi, semua... " sapa Raynevandra lesu yang turun paling terakhir.


" Pagi... " jawab yang lain kecuali Rayne dan Evan, Evan hanya menatap sekilas pada Raynevandra kemudian tersenyum pada Rayne yang tengah meletakkan kopi hitam miliknya di meja.


" Pagi, Sayang... " balas Rayne yang baru saja selesai menyuguhkan kopi hitam milik Evan dan langsung menghampiri Raynevandra.


" Pagi - pagi jangan ditekuk dong wajahnya... Nanti ilang gantengnya Bungsunya Mommy. " ucap Rayne yang paham akan kegundahan hati Raynevandra yang masih saja dilarang pergi ke sekolah sendiri apalagi jika ia pergi dengan mengendarai motor sportnya.


" Aku boleh bawa mobil sendiri nggak, Momm? " tanya Raynevandra mencoba bernegosiasi dengan tatapan mengiba kepada sang Mommy, setelah berhari - hari berlalu tapi masih saja tak diizinkan memakai motornya oleh Evan, Rayne langsung menoleh menatap pada Evan, tanpa disangka Evan langsung memutus tatapan Istrinya dan langsung beranjak dari duduknya, Evan masih mendiamkan Raynevandra jika Raynevandra membicarakan perihal motor karena Evan belum mendapatkan jawaban yang jelas perkara pecahnya helm yang bukan helm abal - abal milik Raynevandra.


Trap... Trap... Trap...


" Mas... " lirih Rayne dengan tatapan mengiba juga, Evan yang baru saja akan menaiki tangga hanya menoleh acuh sembari menyulut rokoknya dan kembali melangkah naik ke lantai atas.


Trap... Trap... Trap...


" Sabar ya, Sayang... " ucap Rayne sambil memeluk Raynevandra yang kian hari kian nampak mendiam dan menyendu, hanya tangannya yang bergerak untuk merapatkan pelukannya di pinggang Mommynya.


" Makanya jelasin yang jelas sama Daddy helm mu itu sebenernya kenapa. " sela Stevano pelan berbicara pada Raynevandra.


" Aku kan udah jelasin berkali - kali Kak kalau helmnya jatuh! " teriak Raynevandra membentak tiba - tiba tersulut emosi karena Evan masih saja bersikap demikian kepadanya, Stevano langsung tersulut emosi juga lalu dengan cepat melangkah mendekat pada Raynevandra, Rayne langsung menatap kedua Putranya bergantian dengan dada yang berdegub kencang.


" Teriak lagi Gue sobek mulut Lo! " hardik Stevano tegas penuh penekanan, tatapan tajam Stevano dan Raynevandra yang masih berada dalam pelukan Mommynya beradu.


" Stop!!! " teriak Rayne kencang, mata indahnya mulai terasa memanas, dadanya terasa sesak dengan bergemuruh tak karuan mencium adanya pertengkaran antara kedua Putranya, nafasnya sampai tersengal naik turun saking ia menahan gejolak rasa di dalam hatinya.


" Kalau Daddy udah dapet alesan Lo yang masuk akal, Daddy pasti izinin Lo pakai motor Lo lagi. " tegas Stevano kemudian mengecup bibir Mommynya dan langsung berangkat ke kantor dengan keadaan yang masih emosi.


Trap... Trap... Trap...


Hiks... Hiks... Hiks...


Air mata yang sedari tadi ditahan pun akhirnya tumpah juga. Rayne menangis terisak sembari tetap memeluk tubuh Raynevandra yang lebih tinggi darinya. Memang ada benarnya perkatan Stevano pikir Rayne. Evan pun juga tak salah karena bertindak tegas terhadap Putra mereka. Rayne dan Evan juga sudah hidup bersama mengarungi pahit getirnya badai gelombang Rumah Tangga bertahun lamanya jadi Rayne juga jelas paham jika Rayne sependapat dengan Stevano. Tapi entah mengapa si Bungsu ini masih tetap bungkam meski Rayne pun sudah seringkali mempertanyakan hal tersebut ketika keduanya tengah duduk berdua, tapi tetap saja si Bungsu yang sangat kental akan potokopian Daddynya ini hanya menjawab jika helmnya terjatuh saja. Masuk akal kah jika helm yang separah itu keadaannya hanya terjatuh saja?


" Maafin Ray, Momm... " lirih Rayne dan ikut menitikkan air mata sembari mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Maafin Ray udah bikin Mommy nangis. " lanjutnya merasa bersalah karena membuat Mommynya menangis.


" Devandroe berangkat duluan aja sama Uncle Bisma ya, Sayang... Biar Adekmu bareng sama Mommy. " ucap Rayne berpindah pada Devandroe yang tetap duduk diam bersama Zeevanea dan Anya, Raynevandra masih menangis tanpa suara dalam dekap hangat Mommynya.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


" Aku berangkat dulu, Momm... Assalamualaikum. " ucap Devandroe kemudian mengecup bibir Queen dan salim kemudian langsung bergegas keluar, Zeevanea dan Anya mendekat ke arah Rayne dan Raynevandra, Devandroe pun mengecup singkat kedua bibir Kakak Perempuannya juga barulah ia keluar.


" Waalaikum salam. " balas Anya dan Zeevanea, sementara Rayne hanya mengangguk saja.


Trap... Trap... Trap...


" Mommy bareng aku? " tanya Zeevanea sembari mengusap lembut pundak Mommynya.


" Kamu duluan aja, Sayang... Mommy anter Adek dulu sama Daddy. " jawab Rayne, Zeevanea pun mengangguk.


" Lo mau di rumah apa gimana, Kak? " lanjut Zeevanea bertanya pada Anya.


Cup...


Cup...


Zeevanea mengecup singkat bibir Rayne dan salim, lalu mengecup juga bibir Raynevandra yang terasa basah karena terkena linangan air mata.


Cup...


Zeevanea mengecup singkat bibir Anya juga yang hampir kelupaan kemudian langsung bergegas keluar untuk berangkat ke galeri.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Berhenti nangisnya... Mommy panggil Daddy dulu di atas setelah itu anter kamu ke Sekolah. " ucap Rayne sambil merenggangkan pelukan Raynevandra dan mengusap sisa basahan air mata di wajah Raynevandra, Raynevandra hanya mengangguk lesu.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


Rayne naik ke lantai atas guna memanggil Suaminya karena ia akan mengajak Suaminya itu untuk mengantarkan si Bungsu ke Sekolah. Anya yang ada bersama Raynevandra langsung memeluk Raynevandra. Ia juga sadar, tidak akan pernah mudah beralasan pada Evan jika alasannya terbilang tidak masuk akal.


" Sabar ya, Ray... Lo kaya nggak kenal Daddy kaya gimana. " lirih Anya ikut berbicara pada Raynevandra, Raynevandra pun hanya mengangguk.


Trap... Trap... Trap...



" Mas... " panggil Rayne kala ia masuk ke dalam ruang kerja Evan, Evan sudah melepas jasnya dan kini hanya mengenakan kemeja dasi saja.


" Hmmm... " sahut Evan cuek tanpa menoleh, Rayne pun semakin mendekat ke arah Evan duduk.


Trap... Trap... Trap...


" Kita anterin Raynevandra Sekolah, yuk... " ucap Rayne lembut sembari menggenggam tangan kanan Evan yang sedang memegangi mouse komputernya, Evan tetap fokus dengan layar komputer di hadapannya dan tangannya yang sudah digenggam oleh Rayne itu pun tetap digerakkan sesuai pekerjaannya.


" Ada Bram di bawah. " jawab Evan tetap acuh sambil membaca ulang tulisan yang sudah di blok di layar komputernya.


" Kan kamu Daddynya... " ucap Rayne tetap berusaha berbicara lembut meski sebenarnya Rayne serasa ingin menangis saat itu juga.


" Mommy pengen anterin Raynevandra ke Sekolah sama Daddy... " lanjutnya, tapi Evan masih diam saja dan tetap konsentrasi pada pekerjaanya.


Cup...


Rayne langsung melepaskan tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan Evan yang sibuk menggenggam mouse komputernya kemudian langsung duduk di pangkuan Evan tanpa ragu atau takut meski sebenarnya ia juga takut karena Evan masih marah. Dikecupnya singķat bibir mengerucut milik Suaminya itu dengan pelan kemudian menatap mata tajam Suaminya dengan penuh kelembutan tapi masih nampak jelas bagi Evan jika mata indah Istrinya itu kini tengah memerah berkaca - kaca.


Cup...



Evan menatap singkat jarum jam pada arloji mahal yang bertengger di pergelangan tangan kirinya kemudian langsung menurunkan Rayne dari pangkuannya dan langsung menarik cepat tangan Rayne. Dipepetnya Rayne pada tembok ruang kerja tersebut hingga tatapa keduanya pun beradu. Rayne hanya menggeleng, takut Suaminya melakukan hal lebih. Evan mengecup agak lama bibir Rayne. Setelahnya, Evan pun akhirnya menggandengnya keluar dari ruang kerjanya tanpa kata. Rayne merasa sedikit lega meski Evan masih mendiam. Setidaknya Evan sudah mau beranjak mengantarkan Raynevandra ke Sekolah pikir Rayne.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


__ADS_2