Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 106 - Wanna Try???


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Hiks... Hiks... Hiks...


" Maafin Papa sama Mama, Baby... Aku tau kamu kecewa, tapi kamu pasti bisa melewati semua ini. " ucap Stevano sambil membalas pelukan Maura, Maura yang semula akan beranjak bersama Sandra langsung membelokkan langkahnya kepada Stevano, Maura kembali menangis dalam dekapan Kekasihnya, kini tatapan mata semua orang yang ada disana langsung berpindah kepada mereka berdua yang juga kaget dengan perlakuan manis Stevano kepada Maura.


" Aku pernah berada di posisimu meski aku belum mengerti saat itu... " lanjutnya berucap sembari mengusap lembut kepala Maura.


" Dan aku juga yakin, kamu pasti bisa melewatinya. Aku akan selalu ada buat kamu. " imbuhnya penuh ketulusan, Maura sama sekali tidak menjawab, ia hanya terus menangis terisak dalam pelukan Stevano.


" Mama bawa Maura ke kamar dulu ya, Kak... " sela Sandra yang sudah tidak tahan lagi untuk menahan tangisnya tapi tak mau menangis lagi di depan mereka semua.


" Iya, Ma... Mama juga harus sabar. Mama dan Maura pasti kuat. " jawab Stevano trenyuh, Sandra pun mengangguk kemudian langsung membawa Maura yang sudah tak lagi dipeluk oleh Stevano, betapa sendu dan mencekamnya situasi di tempat ini sekarang.


Trap... Trap... Trap...


Sandra dan Maura yang beranjak menuju ke kamar sekilas menatap kepada Dygta beserta Istri dan kedua anaknya yang berada tak jauh dari tempat gerombolan itu berada.


" Sabar, ya... " ucap Dygta sambil mengusap pelan bahu Sandra yang berjalan pelan di depannya, Sandra tersenyum sekilas dan kembali melanjutkan langkahnya, Dygta beserta Istri dan kedua Anaknya sudah berada disana sejak Stevano memeluk Maura.


Trap... Trap... Trap...


Stevano langsung memeluk Rayne dan Evan yang berdiri di dekatnya. Ia merasa terluka melihat Kekasihnya bersimbah air mata. Tangan Evan yang semula bersidekap itu pun langsung terurai dan menjulur untuk memeluk Stevano dan Rayne bersamaan.


" Apa jadinya Maura Dadd kalau sampai nanti Maura tau Daddy tidak menyetujui hubungan kami? " lirih Stevano dengan perasaan pilu.


" Aku nggak tega, Dadd... Maura sudah sehancur ini sekarang... Ini semua bukan salah kami berdua, Dadd... Tolong restui kami berdua, Daddy... Jangan membuat Maura semakin terluka... " lanjutnya memohon restu kepada Evan di depan mereka semua.


" Dengar Daddy, Jagoan! " ucap Evan tegas dan langsung mengurai pelukan mereka bertiga kemudian menatap dalam pada Stevano, Rayne hanya diam sembari bersimbah air mata.


" Daddy terpaksa melakukan semua ini dengan alasan yang jelas. Maafkan Daddy yang saat ini tetap tidak bisa memberikan restu untuk kalian berdua. " jelas Evan tegas.


" Restui mereka, Van! Jangan sangkut pautin sama Gue! " sahut Teo, Evan langsung tersenyum sinis kepada Teo.

__ADS_1


" Mereka berdua nggak salah! " pekiknya melanjutkan ucapannya.


" Ya emang mereka berdua nggak salah... " jawab Evan enteng, malah dengan santainya Evan mengambil rokok dari kantong celananya kemudian menyulutnya.


" Gue bisa apa kalau Lo sendiri juga nggak bisa berbuat apa - apa? " tanya balik Evan tegas tapi juga sangat sinis.


" Dikhianatin itu sakit, O... Lebih sakit dari pernikahan tanpa restu dari Orang Tua. " ucap Evan lagi setelah keduanya sama - sama terdiam beberapa saat, baru kali ini ia mengomentari kemelut Rumah Tangga kedua Sahabatnya ini, Teo dan Sandra, Evan menghisap lalu menghembuskan asap rokoknya dengan santai ke depan wajah Teo di hadapannya.


" Lo tau jelas apa alasan Gue nggak mau ngerestuin pernikahan mereka berdua. " lanjutnya.


" Terus sekarang mau Lo apa, hah? " tanya Teo jengah, Evan yang baru saja menghisap kembali rokoknya langsung menghembuskan asap rokoknya ke wajah Teo lagi.


" Emang Lo bisa kasih Gue apa? " tanya balik Evan dengan wajah menjengkelkannya sambil memutar - mutar batang rokok di tangannya, Teo nampak menahan amarahnya, merasa Evan sangat berbelit - belit.


" Gue nggak mau apa - apa dari Lo! Gue udah punya semuanya lebih dari apa yang Lo punya! " jawab Evan arogan dengan wajahnya yang semakin terlihat angkuh dan menjengkelkan, ia menghisap dan mendongak kemudian menghembuskan asap rokoknya ke udara.


" Bangsat! " teriak Teo murka dan langsung mengayunkan tangannya untuk menghantam Evan tapi Evan sudah terlampau sigap sehingga langsung mencekal tangan Teo yang sudah melayang di udara.


" Teo, stop! " teriak Rayne beriringan dengan ayunan tangan Teo ke udara, Evan langsung menepikan Rayne yang maju ke depannya sembari tetap menatap tajam pada Teo.


" Keputusan ada di tangan Lo! Gue hanya mengikuti keputusan Lo! " tegas Evan yang semakin menatap tajam pada Teo sambil meremat kencang tangan Teo yang berada dalam genggamannya kemudian langsung menghempaskannya dengan kasar, Rayne pun langsung menggandeng tangan Evan dan membawa pergi Evan dari kerumunan itu.


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Evan mengapit rokoknya di bibir, lalu membuka satu kancing pada kemeja di pergelangan tangan kemeja berlengan panjang yang dikenakannya, menggulung kemeja lengan panjangnya di depan Stevano dan Teo, kemudian menunjukkan luka bekas sayatan di pergelangan tangannya ke hadapan mata Stevano.


" Wanna try? " tanya Evan tegas dengan menatap Stevano lekat dan menunjukkan luka bekas sayatan di pergelangan tangannya itu di depan mata Stevano, rokok yang semula diapit di bibirnya itu sudah kembali dihisap dan diapit lagi diantara jarinya.


" Jangan pernah mengancam Daddy kalau akhirnya hanya membuat Mommymu bersedih! " tegas Evan sambil menatap tajam kepada Stevano.


" Daddy sendiri yang akan menembak kepalamu kalau sampai membuat Mommymu bersedih karena tindakan bodohmu! " tegasnya dan menurunkan kembali tangannya.


" Daddy juga tidak akan segan untuk menembak kepala Mommymu kalau Mommymu menyakitimu dan adik - adikmu! " imbuhnya, kembali lagi Evan menghisap dalam rokoknya.

__ADS_1


Hiks... Hiks... Hiks...


" Daddy, udah! " pekik Zeevanea yang langsung menangis setelah Evan mengatakan akan menembak kepala Rayne, kenangan pahit masa kecilnya dulu itu kini kembali menari di dalam otaknya.


" Tugas kalian berempat hanya mendampingi Daddy membahagiakan Mommy... Begitupun Mommy kalian. Mommy kalian hanya bertugas mendampingi Daddy membahagiakan kalian berempat. Tidak ada yang lain! " tegas Evan dan menatap keempat buah hatinya secara bergantian dan terakhir menatap kepada Rayne.


" Anak Gue berani kasih nyawanya demi anak Lo! Lo berani kasih apa buat anak Lo sendiri? " ucap Evan tegas kembali berpindah menatap kepada Teo sembari menunjuk wajah Teo dengan tangannya yang masih mengapit sebatang rokok itu, karena Teo hanya diam tak menjawab, Evan pun akhirnya mengampiri Rayne kembali dan langsung beranjak.


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Brak!!!


" Evan awas! " teriak Dante kala melihat Teo beranjak akan memukul Evan dari belakang.


" Teo, stop!!! " teriak Ben, Galang, Axelle, dan Richie bersamaan dengan teriakan Dante, yang lainnya langsung melompat cepat mendekat ke arah keduanya.


" Rayne!!! " teriak Eric histeris kala melihat Rayne lah yang terkena pukulan Teo saat Evan akan menariknya.


" Queen!!! " teriak Dygta bersamaan dengan teriakan yang lain dan langsung ikut khawatir, Istri dan kedua anaknya langsung menatap Dygta bersamaan.


" Mas Evan!!! " teriak Rayne kaget karena langsung terhuyung dan terlepas dari cekalan tangan kekar Evan, dengan cepat Evan merengkuh Rayne kembali sehingga Rayne tak sampai terjatuh, Eric langsung mengambil alih Rayne dari Evan dan membawanya mundur ke belakang.


" Aaaaaakkkkk! " jerit para Perempuan disana yang juga ikut terkejut.


Trap... Trap... Trap...


" Lo jangan gila! " hardik Galang tegas kepada Teo dan mencekal Teo yang kini sudah bersitatap penuh permusuhan dengan Evan, Raka juga sudah mencekal Evan agar tidak bisa bergerak menyerang Teo.


" Lepas! " bentak kedua orang yang tengah dicekal ini secara bersamaan, tapi yang mencekal sama sekali tak menghiraukan dan malah semakin mempererat cekalannya.


" Mas Evan jangan pukul orang, Mas! Kak Rayne hamil, Mas! " ucap Raka dengan tegas pada Evan, wajah Dygta berubah memucat setelah mendengar ucapan tegas Raka.


" Kalian bisa bicara baik - baik, Man! Lo berdua nggak harus ribut kaya gini! " tegas Galang menengahi pertikaian kedua Sahabatnya ini.

__ADS_1


" Percuma Gue ngomong baik - baik sama dia. " jawab Evan malas menghisap dalam rokokoknya dan langsung membuangnya asal kemudian langsung beranjak setelah menghampiri Rayne yang sedang dipeluk Kakaknya.


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2