
Tuuut...
Evan :
Lo dimana?
ucap Evan bertanya tegas sembari menatap ke seberang jauh disana.
Teo :
Lagi di luar Gue.
Kenapa?
jawab Teo tanpa curiga.
Evan :
Lo sama anak - anak?
tanya Evan lagi.
Teo :
Enggak...
Ada apa?
jawab Teo, Evan langsung mematikan panggilan telepon tersebut.
Tut... Tut... Tut...
" Gimana? " tanya Richie karena Evan tak meloadspeaker panggilannya dengan Teo tadi.
" Dia cuma bilang lagi di luar. " jawab Evan sembari terus menatap ke arah Teo yang masih bersama dengan Perempuan yang tadi.
" Pasti kelanjutannya ke club baru lanjut ke hotel. " lanjut Evan sembari terus mengamati pergerakan Teo.
" Lo kaya apal banget... " ucap Eric sambil menahan tawanya.
" Apal orang temennya main, biasanya main bareng." sambung Richie, Evan yang digoda hanya diam saja sambil terus mengamati Teo.
Evan langsung menuju ke tempat Richie dan Eric berada setelah keluarganya beranjak pulang. Dan disinilah mereka berlima sekarang... Sedang mengintai Teo dari sedikit kejauhan. Bukan karena mereka ingin mencampuri urusan pribadi Teo, tapi mereka adalah tetap Sahabat baik. Mereka juga saling mengenal dekat dengan masing - masing keluarga mereka. Mereka hanya ingin para Sahabat mereka tetap berada di jalur yang benar meski dulu sebelum menikah mereka bisa bergonta - ganti pasangan sesuka hati.
" Kalian pulang aja kalau mau pulang... Biar Gue yang buntutin Teo. Bentar lagi mall tutup, pasti tu anak bawa Perempuan itu ke club dulu baru ngeroom. Pasti lama nungguin tu bocah. " ucap Evan sembari menyesap dalam rokoknya.
" Sea sama Vivian aja biar pulang. Gue sama Eric ikut sama Lo. " jawab Richie.
" Kak Sea tolong kasih tau Rayne, ya... Kalau aku telepon sekarang pasti nggak bakalan percaya. Malah ngira aku janjian sama Teo pasti. " ucap Evan pada Sea, Sea langsung mengangguk.
" Ya udah ayo kita pulang, Vi... " ucap Sea pada Vivian, ketiga Pria ini pun mengangguk bersamaan dengan Vivian yang juga menganggukkan kepalanya.
" Kirimin fotonya Teo tadi ke aku, Pi... Biar aku ada bukti buat ngomong sama Rayne. " ucap Sea pada Eric.
" Iya. " jawab Eric.
" Kamu bawa pulang aja mobilnya, aku bareng Evan sekalian. " ucap Richie sembari menyerahkan kunci mobilnya pada Vivian, Vivian menerimanya sembari mengangguk.
__ADS_1
Cup...
Cup...
" Awas salah cium... " celetuk Evan jahil sembari menghembuskan asap rokoknya ke udara ketika Eric dan Richie berbarengan mengecup kening Istri masing - masing, Sea dan Vivian langsung melirik sinis pada Evan, bahkan Sea sampai mengerucutkan bibirnya kesal.
" Sini Lo Gue cium... " ucap Richie, Evan langsung menunjukkan ekspresi bergidig ngerinya.
" Ya udah kita duluan... " ucap Vivian, ketiganya kembali mengangguk, Sea dan Vivian pun langsung beranjak dan pulang dengan mobil masing - masing.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Setelah beberapa lama mereka bertiga terus mengamati peegerakan Teo dari kejauhan akhirnya mereka pun beranjak seiring dengan pergerakan Teo bersama Perempuan tersebut. Bukan mereka tak mau menugaskan anak buah mereka, tapi mereka ingin melihat dan memastikan sendiri apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Karena sudah sejak lama, sejak Teo menikahi Sandra, Teo dinyatakan pensiun dari dunia Cassanovanya.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Bener nih... Pasti ke club Gue. " ucap Evan sembari ia mengemudi dan membuntuti mobil Teo yang sedang melewati jalanan menuju club malam milik Evan, Richie duduk di samping Evan dan Eric duduk di belakang tapi Eric memajukan tubuhnya sehingga ia berada di tengah - tengah ruang sempit di tengah - tengah jok mobil yang Evan dan Richie duduki.
" Yakin, Lo? " tanya Richie sembari terus menatap ke depan.
" Yakin. Kita bisa lebih mudah ngawasinnya. " jawab Evan, Eric dan Richie pun kembali diam.
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Hubungin anak buah Lo di club, Dek... Suruh awasin Teo. " celetuk Eric.
" Kita bisa cek dari cctv club aja. " lanjut Evan, Eric dan Richie pun mengangguk setuju dan terus mengikuti arah mobil Teo melaju.
Mobil yang dikendarai Teo akhirnya sampai di tempat yang seperti Evan duga sebelumnya. Teo memarkirkan mobilnya di area parkir club malam milik Evan. Setelah Teo terlihat masuk ke dalam club bersama Perempuan tersebut, Evan yang sempat menghentikan laju mobilnya di tepian jalan di depan club malam miliknya untuk memberi jeda agar tidak sampai terlihat oleh Teo akhirnya kembali menginjak pedal gasnya dan memarkirkan mobil tersebut juga disana. Ketiganya pun langsung turun dengan tampang gaharnya.
Trap... Trap... Trap...
" Selamat malam, Bos... " sapa para Bodyguard yang sedang berjaga di depan club malam milik Evan tersebut sembari membukakan pintu mobil yang dikendarai Evan, ketiga Sultan ini pun hanya terlihat menganggukkan kepalanya tanpa menjawab, ketiga Sultan ini pun langsung beranjak masuk ke dalam dan para Bodyguard itu kembali berjaga.
Trap... Trap... Trap...
" Langsung ke ruangan Gue aja. " ucap Evan, Eric dan Richie mengangguk sembari terus mengikuti Evan menuju ruangan pribadinya.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Kriiing...
" Adoooh! " teriak Evan frustasi setelah ia melihat layar poselnya menyala dan tertera nama Rayneku di layarnya, ia pun meletakkan sebotol minuman beralkohol yang baru saja diambilnya dari lemari pendingin itu di meja sembari menyalakan komputernya untuk tetap memantau pergerakan Teo dari kamera cctv.
" Hahaha... " tawa Richie menggema seketika karena ia tak sengaja melirik ke arah ponsel Evan.
Evan :
__ADS_1
Iya, Sayangku...
ucap Evan sambil mengapit ponselnya diantara telinga dan bahunya kemudian mencari akses cctv vlib malam miliknya ini, nadanya terdengar malas tapi ia berbicara dengan nada sok semanis mungkin, Richie dan Eric nampak terkikik berjamaah.
Rayne :
Kamu beneran nggak janjian sama Teo kan, Mas?
hardik Rayne bertanya tegas, Evan yang sedang mencari keberadaan Teo di layar monitornya langsung mengubah panggilan telepon tersebut menjadi panggilan video.
Evan :
Nih...
Mau maen pedang - pedangan sama Kak Eric sama Kak Ici.
jawab Evan malas sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah Richie dan Eric yang masih saja terkikik.
Rayne :
Itu kamu di dalem ruangan, pasti lagi nungguin Perempuannya datang nyamperin kalian.
tuduh Rayne ketus.
Evan :
Kalau kamu Perempuannya aku bakalan seneng banget.
Dan aku bakalan langsung ngusir mereka berdua.
jawab Evan santai meski sebenarnya sedikit kesal karena Istrinya tak percaya, Rayne langsung melengos dan mencebik kesal, Eric dan Richie semakin terkikik hingga memegangi perutnya yang semakin terasa kaku.
Harusnya tadi yang aku ajak itu Ayah biar kamu nggak sampai mikir macem - macem.
Berhubung mereka berdua yang tau duluan ya jadinya sama mereka.
ucap Evan setelah menjeda sesaat ucapannya, Rayne masih saja terlihat kesal karena sebenarnya ia khawatir jika Suaminya itu akan kembali bermain gila dengan Perempuan lain.
Ini aku lagi cari keberadaan Teo disini dari cctv.
Kamu juga bisa awasi aku dari rumah.
Ke ruang kerja aku sana daripada mikir yang enggak - enggak.
Nyalain komputernya dan cari di folder cctv club.
Passwordnya tanggal lahir kamu.
Kurang cinta gimana coba aku sama kamu!
jelas Evan serius.
Tut... Tut... Tut...
Rayne langsung saja memutuskan sepihak panggilan video tersebut, jelas saja Evan langsung geleng kepala.
" Hahahaha... " Eric dan Richie pun akhirnya terbahak juga sembari terus memegangi perut mereka yang semakin terasa kaku.
__ADS_1
" Sumpah! Adek Lo bener - bener bikin Gue pusing. " ucap Evan pada Richie sembari geleng kepala, Richie dan Eric pun masih saja tertawa meski sudah tak sekencang tadi.