
Malam ulang tahu Sandra pun akhirnya akan dihelat juga. Dengan persiapan yang super mendadak itu, beruntungnya Evan berhasil bekerja sama dengan seluruh anak buahnya yang berada di Lux Resort demi menuruti request acara yang Sandra inginkan. Meskipun acaranya masih nanti malam, tapi Evan dan crew inti penanggung jawab acara ulang tahun Sandra ini sudah semakin sibuk sejak pagi hari. Bahkan Evan juga belum sempat tidur dari semalam. Dan banyaknya tamu undangan yang telah diundang oleh Sandra pun juga sudah perlahan tiba di Bali.
Trap... Trap... Trap...
Hoek... Hoek... Hoek...
Rayne berjalan cepat menuju ke kamar mandi dan memuntahkan seisi perutnya perdana di pagi hari ini. Morning sickness rupanya menyerang Rayne yang sedang mengandung kali ini.
Tuuut...
Evan :
Iya, Sayang...
jawab Evan setelah mengangkat panggilan telepon dari Istrinya.
Rayne :
Mas dimana?
Aku lemes banget abis muntah - muntah.
ucap Rayne.
Evan :
Aku di Resort, Sayang...
jawab Evan mulai panik setelah mendengar ucapan Istrinya.
Suruh anter anak - anak kesini, ya...
Istirahat disini aja kalau kamu cari aku biar nggak perlu nunggu lama.
lanjut Evan.
Rayne :
Nggak mau dianter anak - anak, Mas...
Maunya dijemput Mas Evan...
jawab Rayne yang tiba - tiba merajuk.
Evan :
Oke tunggu sebentar.
Mas jalan sekarang.
jawab Evan dan langsung mematikan panggilan telepon itu secara sepihak kemudian langsung beranjak tanpa kata.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Evan mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh saking khawatirnya dengan keadaan sang Istri yang tengah hamil muda ini. Beruntungnya jalanan di Bali tidak semacet di Jakarta, jadi hanya dengan menempuh perjalanan selama lima belas menit saja Evan sudah sampai di Everic Hotel. Evan pun langsung berlari menuju ke kamarnya.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Masih mual, hmmm? " tanya Evan langsung kepada Rayne setibanya ia di dalam kamar, Rayne pun mengangguk dan langsung memeluk Evan.
" Sini Mas cium... Biar mualnya reda. " ucap Evan yang sudah hafal kebiasaan Istrinya ketika sedang hamil, tapi Rayne langsung menggelengkan kepalanya.
" Mau dipeluk aja sambil dielus perutnya. " ucap Rayne manja, Evan pun semakin mengeratkan pelukannya.
Trap... Trap... Trap...
Hoek... Hoek... Hoek...
Trap... Trap... Trap...
Pelukan itu belum lama tapi Rayne langsung beringsut dan kembali berjalan cepat menuju ke tempat wastafel. Rayne langsung memuntahkan seluruh isi perutnya yang hanya berisi cairan kental itu dengan susah payah. Evan pun langsung sigap membuntuti Istrinya dan langsung memijat tengkuknya.
" Mas pakai parfum apa, sih? Bau tau, nggak! " ucap Rayne bertanya dengan penuh emosi dan langsung menjapit hidungnya, sambil menjauhkan tubuhnya dari Evan, Evan nampak bingung dan langsung mengendus aroma parfum di tubuhnya.
" Parfum biasanya... " jawab Evan polos dengan menatap Rayne setelah ia mengendus aroma parfum yang melekat awet di tubuhnya.
" Oke Mas mandi sekarang, abis itu kita langsung ke Resort. " potong Evan cepat, ia enggan berdebat dengan Ibu hamil yang memang disadarinya kadang - kadang bisa bersikap aneh, Evan pun langsung beranjak ke kamar mandi.
Trap... Trap... Trap...
Setelah selesai mandi Evan langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Rayne. Setelah keduanya siap, keduanya pun langsung kembali menuju Lux Resort. Evan tetap bersikap sabar meski Istrinya terus mengomel dan menjauh dari Evan karena merasa terganggu dengan aroma parfum yang Evan gunakan. Evan sudah paham jika kondisi Ibu hamil itu memang seringkali berubah - ubah. Ia pun memilih mengalah kepada Istrinya. Dan tanpa terasa, sampailah mereka di Lux Resort.
Trap... Trap... Trap...
" Ayo Mas anter ke kamar. " ucap Evan langsung kala keduanya sudah berjalan menuju lobby.
Meski berjalan berdua, tapi keduanya nampak berjalan terpisah karena Rayne yang terus saja mengeluhkan bau badan Evan yang dirasanya tidak sedap meski sebenarnya parfum yang dipakai Evan juga parfum biasanya. Hingga akhirnya mereka sampai di dalam kamar dan Evan langsung kembali keluar untuk melihat persiapan acara ulang tahun Sandra yang akan digelar malam nanti.
Trap... Trap... Trap...
" Lo lecek banget, Van... " ucap Richie yang baru datang bersama anggota pasukan mereka yang sebelumnya berada di Everic, kecuali Sandra dan Maura.
" Dari semalem Gue belum tidur. " jawab Evan jujur kemudian menyulut rokoknya.
" Masa iya lagi hamil muda udah Lo hajar aja semalaman? " tanya Richie mencibir.
" Enak aja! Orang dideketin malah marah - marah katanya Gue bau! " sanggah Evan dengan wajah menjengkelkannya.
__ADS_1
" Disuruh tidur di sofa Gue semalem. " lanjutnya bercerita sambil mengerucutkan bibirnya.
" Hahaha... " Richie, Eric, Vivian, dan Sea langsung terbahak seketika, sementara para anak - anak hanya diam menahan tawanya.
" Tumben lagi hamil nggak mau Lo deketin... Biasanya nggak bisa jauh sama Lo. " sahut Eric sambil terus terkikik.
" Gue juga bingung. " jawab Evan malas sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara.
" Dideketin ngomel - ngomel katanya Gue bau, dijauhin muntah - muntah minta Gue peluk. " lanjutnya, para Orang Tua ini pun nampak masih tertawa.
" Semaleman juga nggak bisa tidur dia, muntah - muntah terus. Hampir Subuh baru bisa tidur terus langsung Gue tinggal kesini biar dia bisa istirahat. Nggak tega Gue lihatnya. " lanjutnya menjelaskan keadaan Istrinya yang berbeda kali ini ketika sedang hamil, keempat orang dewasa ini nampak serius mendengarkan cerita Evan.
" Terus ya tadi pagi itu telepon minta dijemput. " imbuhnya.
" Rayne di kamar, ajakin sarapan sekalian. Gue masih mau lanjutin lihat persiapan di ballroom dulu. " ucap Evan, Richie dan Eric pun mengangguk, mereka semua langsung bergegas menuju kamar yang ditempati oleh Rayne.
Trap... Trap... Trap...
" Temenin Mommy sana... Kasihan Mommy. " ucap Evan pada Raynevandra yang masih berdiam di tempatnya bersama Alexandra.
" Aku nemenin Daddy aja... " jawab Raynevandra sambil tersenyum pada Daddynya, Evan pun langsung mengajak sepasang Kekasih ini menuju ballroom.
Trap... Trap... Trap...
" Ya sudah, cari tempat duduk sana. Kasihan Alexa diajak berdiri terus. " ucap Evan dan sekilas menatap pada Alexandra, Raynevandra pun mengangguk dan langsung mencarikan tempat duduk untuk Alexandra tapi kemudian ia langsung menghampiri Evan kembali.
Trap... Trap... Trap...
" Ray bisa bantuin Daddy apa? " tanya Raynevandra pada Evan.
" Nggak usah... Daddy juga cuma lagi ngawasin yang lagi kerja aja. " jawab Evan sambil mengusap kepala Raynevandra.
" Seruan mana sih Dadd pegang Kalandra sama Gamyaraa? " tanya Raynevandra penasaran.
" Sama aja... Kan bidang pekerjaannya juga sama. " jawab Evan.
" Cuma bedanya kalau Gamyaraa konsennya kan memang cuma di Media dan Event Organizer aja, kalau Kalandra bukan cuma di Media dan Event Organizee tapi banyak bidang kerja lainnya juga. " jawab Evan menjelaskan, Raynevandra pun mengangguk paham.
" Kamu tertarik yang mana? " lanjut Evan bertanya.
" Aku sih lebih tertarik ke Gamyaraa sebenernya karena sudah jelas yang digarap di bidang Media. Mungkin kalau ke Kalandra karena aku memang belum paham apa aja bidang kerjanya jadinya aku lebih condong ke Gamyaraa. " jawab Raynevandra serius.
" Sekolah yang bener... Nanti kuliah ambil jurusan sesuai impian kamy aja mau jadi apa nantinya. Siapin diri juga buat pegang Gamyaraa. " ucap Evan antusias dan langsung membuka tangannya lebar - lebar untuk memberikan kesempatan kepada Raynevandra, Raynevandra pun tersenyum haru menatap Daddynya yang langsung memberikan kesempatan untuknya.
" Sebenernya Ray udah ada kerjaan sampingan di bidang itu juga sama temen - temen... " ucap Raynevandra jujur, kening Evan nampak langsung berkerut.
" Uang jajanmu kurang? " tanya Evan dengan wajah menjengkelknnya, Raynevandra pun kembali tersenyum.
" Karena uang saku Ray kebanyakan makanya Ray patungan sama temen - temen Ray untuk bikin Event Organizer kecil - kecilan. " jawab Raynevandra sambil nyengir, Evan nampak terkejut karena baru mengetahui jika si Bengal ini ternyata sudah memiliki usaha sendiri.
" Kaget banget rupanya Pak Presdir... " cibir Raynevandra sambil terkikik, Evan langsung melengos dan menonyor pundak Raynevandra karena gemas juga bangga.
__ADS_1
" Daddy bangga sama kamu, Dek... " ucap Evan dengan menatap teduh pada Raynevandra.
" Tapi inget, Ray... Sekolah tetap nomer satu. " lanjutnya menegaskan, Raynevandra pun mengangguk patuh.