
Larutnya malam tadi sudah berpindah menjelang dini hari... Keyra nampak menangis sesenggukan sendiriab di dalam kamar Resort yang ditempati bersama Suaminya. Aga marah besar tentunya! Aga yang sangat membenci Evan atas kejadian masa lalu yang pernah melibatkan antara Evan, Rayne, dan Dygta itu kini semakin berkecamuk dengan amarah yang membuncah. Ditambah lagi kejadian malam tadi yang membuatnya harus menanggung malu untuk berhadapan dengan sesosok Pria angkuh dan arogan yang selama ini dicap sebagai musuh bebuyutannya.
Setelah menyeret Keyra pergi dari lobby Lux Resort semalam, keduanya bertengkar hebat di dalam kamar. Bahkan Keyra pun juga dengan berani mengakui jika dirinyalah yang melabuhkan ciuman kepada Evan. Dan setelah kemurkaan Aga memuncak, Aga pun langsung menegaskan jika Aga akan segera mengurus perceraian untuk mereka. Luruh lah sudah air mata Keyra... Ia yang semula seolah tak ada takutnya dengan Aga itu pun kini sudah menangis tak karuan. Aga sendiri langsung pergi entah kemana setelah tadi mengatakan akan mengurus perceraian mereka secepatnya.
Sementara Dygta dan Kinan yang juga sudah kembali ke kamar mereka setelah perdebatan besar tadi berakhir, kini keduanya juga tengah berdebat dalam diam. Istri mana yang tidak tersayat hatinya ketika mendengar dan melihat dengan mata kepalanya sendiri jikalau Suami yang teramat sangat dicintainya dengan sangat penuh cinta mengungkapkan perasaan cintanya kepada Perempuan lain dengan begitu mesranya dan syarat akan cinta. Hancur sudah hati Kinan... Perjuangannya selama ini seolah tak ada guna lagi. Ia yang dengan tulus membantu Dygta untuk bangkit dan selalu setia mendampingi Dygta sejak Dygta berada pada titik terendah di dalam hidupnya tapi malam ini ia sangat dikejutkan oleh penuturan Dygta yang dengan jelas mengungkapkan bahwa cinta pertamanya itu tetap utuh dan tak akan pernah luntur.
Hancur hati Kinan... Meski ia sadar jika selama ini Suaminya masih sulit melupakan bahkan masih terlihat menyimpan cinta untuk sosok Rayne, tapi setidaknya ia tidak begitu terluka karena tak ada pengungkapan visual langsung di depan mata. Tapi sekarang? Dengan mata dan kepalanya sendiri ia menyaksikan live pengungkapan besarnya cinta Suami tercintanya kepada Rayne... Istri mana yang tidak tercabik hatinya? Istri mana yang tak terluka melihatnya? Pelukan itu nyata, ucapan itu pun juga tersirat dalam penuh makna... Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Suami tercintanya memeluk Rayne dengan begitu mesra dan tak segan mengungkapkan cintanya kepada Rayne di depan banyak orang. Evan sekalipun yang notabenenya adalah Suami dari Rayne pun seolah tak dihiraukan oleh Suaminya. Ia merasa usahanya selama ini untuk membantu Dygta bangkit dari kepurukan terbesarnya sia - sia. Cintanya yang teramal besar nyatanya tak mampu mengalahkan tahta seorang Rayne Ayyara Armaya di dalam hati seorang Lingga Pradygta Nitinegara. Evano Gamya Kalandra yang terkenal dengan keangkuhan dan arogansinya pun dilewatkan begitu saja. Apa lagi dirinya yang hanya seorang Kinanti Haidar Rosmala yang lemah?
" Aku siap terima surat cerai dari kamu kalau memang usahaku selama ini nyatanya masih belum bisa membuatmu berpaling darinya. " ucap Kinan dengan pelan, ia tetap berusaha untuk bersikap tegar di hadapan Dygta, Dygta yang semula duduk diam di sofa langsung mendongak menatap Kinan yang sedang duduk menatapnya dari atas tempat tidur.
" Jangan berbicara yang tidak - tidak! " sanggah Dygta pelan penuh penekanan.
" Awalnya aku meyakini, dengan perubahan sikapmu yang melembut kepadaku itu kamu bisa benar - benar menaruh hatimu kepadaku... Tapi ternyata itu semua salah. " jawab Kinan sembari menyungging senyum penuh kegetiran.
" Setelah tahun - tahun berlalu aku selalu sabar mendampingimu, menemanimu berjuang melawan rasa sakit dan keterpurukanmu hingga kebahagiaan akan kehadiran Joana datang diantara kita... Tapi nyatanya, hingga saat ini aku tetap menerima kenyataan pahit atas ketulusan cintaku kepadamu yang tetap bertepuk sebelah tangan. " tegasnya sambil menatap Dygta dengan mata yang terlihat berkaca - kaca.
__ADS_1
" Apa kurangku, Dygta? " tanya Kinan dengan suara bergetar, Dygta tak bergeming, ia hanya menatap Kinan dalam diam.
" Katakanlah... Aku akan memperbaiki kekurangan itu jikalau kamu bersedia belajar untuk menaruh hatimu kepadaku dengan penuh ketulusan. " imbuhnya, bagaimanapun sakit hatinya kini tapi Kinan tetap berusaha mempertahankan cintanya yang tulus kepada Dygta, terlebih lagi ada Joana dan Nicholas diantara mereka berdua yang membuat Kinan tetap berusaha bertahan meski tak dapat dipungkiri akan besarnya rasa sakit yang ia dapatkan.
" Bohong rasanya kalau aku mengelak tidak berusaha membuka hati untukmu. " ucap Dygta yang mulai membuka suara, Kinan nampak mengusap lembut air matanya dengan tisu.
" Selama ini aku selalu berusaha untuk membuka hati kepadamu. Tapi tetap saja, penyesalan dan rasa bersalahku kepada Queen dan calon anak kami masih tetap menyelimuti hatiku. " lanjutnya.
" Bahkan sudah ada Joana diantara kita yang memang mengalihkan rasa sedihku, kehadiran Joana di tengah - tengah kita sangat membuatku bahagia meski aku juga terluka pernah membunuh calon anakku sebelumnya. " lanjutnya lagi dengan tatapan yang nanar.
" Aku cemburu. " jawab Dygta datar, tak mungkin juga ia mengatakan jika ia murka setelah mendapati tanda merah di belakang telinga Rayne yang dibuat oleh siapa lagi kalau bukan Evan.
" Sama Evan? " tanya Kinan lagi, Dygta pun mengangguk samar.
" Aku tak bisa pungkiri jika cinta yang dimiliki Evan untuk Queen begitu besarnya... Aku pun juga sangat mencintai Queen dengan sepenuh hatiku. " jawabnya.
__ADS_1
" Aku sangat bahagia karena saat itu akan menjadi seorang Ayah meski sebelumnya aku sempat meragu setelah tak sengaja mengetahui jika Evan belum menanda tangani surat gugatan cerai yang diajukan oleh Queen... Kehadiran calon bayi itu menyadarkanku, membuat kebahagiaan kami semakin lengkap meski sudah ada Stevano dan Zeevanea diantara kami yang saat itu sedang lucu - lucunya. " lanjutnya dengan mengingat kembali masa lalunya bersama Rayne.
" Tapi itu semua masa lalu... " imbuhnya, Kinan nampak menatap Dygta semakin dalam.
" Sekarang sudah ada Joana dan Nicholas, juga ada kamu... Kalian adalah masa depanku. " lanjutnya sendu tapi datar.
" Lalu apa maksud perkataanmu yang mengatakan bahwa cintamu tak pernah luntur untuknya? " tanya Kinan frustasi, nadanya sedikit meninggi.
" Kapan lagi aku bisa membalas rasa sakit hatiku kepada Evan langsung dengan memeluk mesra sembari mengungkapkan kata cinta untuk Istrinya di hadapan Evan kalau tidak memanfaatkan keadaan tadi? " tanya balik Dygta seolah penuh ketenangan, jelas ia berbohong karena sejatinya ia memang masih mencintai Rayne hingga saat ini juga, ia hanya ingin Kinan tidak terlalu jauh mempertanyakan soal Rayne.
" Terserahmu saja kalau masih tidak percaya. " tukasnya.
" Buktikan kalau memang aku dan anak - anak kita adalah masa depanmu! " jawab Kinan tenang tapi tegas, Kinan seolah tidak bisa mempercayai begitu saja ucapan Dygta.
" Apa kebersamaan kita selama ini belum cukup membuktikan kepadamu? " tanya Dygta pelan dan menatap tajam pada Kinan, Dygta beranjak dari duduknya dan mendekat kepada Kinan yang tetap duduk di tepian tempat tidur.
__ADS_1