Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 15 - Double


__ADS_3

Selesai mereka dari sirkuit balap mobil tersebut, Evan dan Eric berpisah arah dengan para krucil Lelakinya karena para krucil tersebut masih akan melanjutkan langkah untuk ngopi bersama dengan gerombolannya. Sementara Rayne dan Sea yang sedari tadi sudah pulang berbelanja langsung berkutat di dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka karena sekarang hari sudah sore. Cello dan Ara pun juga sudah berada di rumah Ryane dan Evan, keduanya tengah menonton film di bioskop mini yang ada di lantai atas.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Ray sama Andru kok belum pulang, Rayne? " tanya Sea.


" Belum ada yang mau pulang kayanya, Kak... : jawab Rayne seadanya.


" Biarin aja, lagian Mama juga sendirian. " lanjut Rayne karena si kembar kecil itu memang sering menginap lama di rumah utama Keluarga Kalandra, Sea pun menganggukkan kepalanya.


" Rumah di Menteng jadi kapan ditempati? " tanya Sea lagi.


" Rencananya sih Zee yang mau tempati... Tapi nanti nunggu dia lulus. Mas Evan juga nggak mau pindah kesana. Lebih deket dari sini kalau mau ngantor katanya. " jawab Rayne, Sea pun kembali mengangguk.


" Kak Bianca gimana sama Nala? " kini gantian Rayne yang bertanya.


" Masih sama... Seperti yang kamu tau selama ini. " jawab Sea sembari menghela nafas berat.


" Nala mana pernah mau deket sama Maminya lagi setelah Maminya nikah dengan Papi sambungnya. " jelas Sea, mata keduanya nampak menyendu dan benar adanya jika hubungan Nala dan Bianca memang sudah lama renggang sejak Bianca dengan mantab memberikan keputusan untuk menerima lamaran dari Kekasihnya yang usianya beberapa tahun lebih muda dari Bianca, hal itu lah yang membuat Nala tak setuju meski pada akhirnya Bianca tetap kekeh menikah dengan Kekasihnya, Bianca merasa ia juga membutuhkan kasih sayang dari seorang Suami yang benar - benar tulus menyayanginya.


" Aku suka nggak tega lihat Nala... Apa lagi kalau Bianca ngjnjungin dia ke rumah. Selesai Bianca dateng Nala pasti murung. Kasian juga sih lihat Bianca dicuekin sama Nala. " lirih Sea, Rayne pun juga sama, Rayne menganggukkan kepalanya kemudian.


" Eric kasih tau perkara Nala ini. Dan pas Bianca tau soal perkara Nala ini, Bianca langsung dateng ke rumah dan marah - marah. Bianca nyalahin aku sama Eric karena dinilai nggak becus ngurus Nala. Semakin marah juga Nala sama Maminya karena Maminya nyalahin aku sama Eric aku. Ya meski aku sama Eric memang salah karena lalai ngurus Nala. Meskipun sebenernya kita berdua juga selalu berusaha untuk selalu perhatian sama Nala juga selalu berusaha untuk kasih yang terbaik buat Nala. " lanjutnya lagi.


Trap... Trap... Trap...


" Assalamualaikum... " ucap Eric yang baru saja datang bersama Evan, obrolan Rayne dan Sea pun terhenti seketika.

__ADS_1


" Waalaikum salam. " balas Rayne dan Sea kompak bersamaan, keduanya pun langsung meletakkan apa yang kini sedang dikerjakan dan menyerahkan kepada Pembantu yang sedari tadi membantu mereka berdua memasak kemudian langsung beranjak menyambut kedatangan Suaminya masing - masing.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


Cup...


Kecupan singkat Eric mendarat di kening Sea setelah Sea mencium punggung tangannya. Sedangkan Rayne, setelah ia mencium punggung tangan Evan langsung dihadiahi kecupan mesra di bibirnya oleh Evan karena memang itu sudah jadi kebiasaan di rumah Evan. Setelah para Istri melakukan penyambutanya, mereka berempat pun langsung melangkah menuju kamar masing - masing.


Trap... Trap... Trap...


" Mas sama Kak Eric tadi ketemu anak - anak, nggak? " tanya Rayne pada Evan ketika mereka berjalan menaiki tangga menuju lantai atas.


" Ketemu... Kita sempet ke tempat Accellio juga. Tapi anak - anak lanjut pergi main. " jawab Evan.


" Ketemu BH juga tadi. " ucap Evan, Rayne dan Sea saling tatap sambil mengerutkan keningnya, Eric pun langsung menggelengkan kepalanya.


" Ben maksud kamu, Van? " sela Sea bertanya.


" Iya. " jawab Evan.


" Maksudnya BH? " tanya Rayne yang masih tak paham juga.


" Namanya Ben kan Bennsley Harris, panggil aja BH. " jawab Evan santai, Rayne pun ikut terkikik setelah paham.


" Jangan panggil nama orang sembarangan. " ucap Rayne.

__ADS_1


" Orang dia juga seenaknya aja panggil aku Panci. " jawab Evan.


" Itu kan memang panggilan sayang mereka buat kamu dari dulu, Dek... " timpal Eric, Evan langsung mencebik sementara Rayne dan Sea langsung terkikik.


" Ray sama Andru belum pulang? " tanya Evan, Rayne lagsung menggeleng.


Setelah berpisah di depan pintu kamar mereka, kedua Istri tersebut sama - sama sibuk mempersiapkan air hangat untuk mandi Suaminya kemudian menyiapkan juga pakaian ganti untuk Suaminya.


" Oughhh!!! " pekik Rayne kaget, ia sedang menunduk membungkuk untuk mengambilkan ****** ***** Evan yang terletak di laci bawah tapi Evan sudah langsung menyibak cepat dress milik Rayne beserta segitiga pengamannya dan langsung memasukkan miliknya yang berukuran jumbo itu ke dalam bagian inti milik Rayne.


Rayne tak menolak meski ia terkejut. Adegan di dalam walk in closet ini pun berlanjut. Tak berselang lama, pakaian Rayne pun sudah teronggok begitu saja di lantai sementara Evan memang sudah melepaskan pakaiannya di dalam kamar tadi sebelum ia merayap masuk ke dalam walk in closet tanpa se0engetahuan Rayne dan langsung memberikan serangan dadakan kepada Istrinya.


" Ough! Mashhh... Akhhh... Akhhh... " rintih Rayne yang sudah mulai menggila akibat hujaman cepat gencatan senjata yang dilakukan Evan.


" Daddy! Akhhh... Oughhh... " rancunya terus menerus memanggil Evan.


" Ough... Akhhh... " rancuan itu semakin menguar dan semakin terdengar nakal, sementara Evan hanya melenguh merasakan kenikmatan dari penyatuan keduanya.



Sementara Evan dan Rayne sedang panas - panasnya, Eric dan Sea pun sepertinya sepemikiran dengan Evan. Keduanya kini juga tengah melakukan penyatuannya di dalam kamar yang mereka huni di dalamrumah Evan. Nampak Sea yang tengah duduk di atas meja rias dengan kedua kaki yang ditekuk ke atas, dengan Eric yang berposisi di bawahnya, menenggelamkan kepalanya diantara kedua kaki yang tengah terangkat ke atas.


" Oughhh yeahhh... Oughhh... Yeahhh... " lenguhan menggoda menguar bagitu saja dari bibir Sea sembari meremas rambut Eric, merasakan sensasi nikmat yang diberikan oleh Suaminya.


" Oughhh... Eungh... Eungh... " lenguahan itu kian bertambah seiring dengan bertambah terasanya kenikmatan yang Sea rasakan, kepalanya kian mendongak - ndongak, tubuhnya melengkung indah ke belakang meresapi cecapan nikmat di bawah sana yang diaplikasikan oleh Suami tercintanya yang sangat lihai memberikannya kenikmatan tiada tara.


Setelah puas menyelami lembah indah milik Istrinya, Eric pun kembali berdiri dengan tegak. Kemudian, bibirnya pun langsung menyambar bibir Istrinya dengan begitu rakusnya. Senjata berbahaya yang sudah siap tempur sedari tadi itu pun langsung disarangkan dengan sempurna ke dalam sarang sempit kesukaannya. Kembali lagi tubuh ramping Sea dibuat melengking ke belakang dengan begitu indahnya seiring dengan maju mundurnya tubuh Eric yang mengukungnya dengan tautan ciuman yang hanya sesekali terlepas ketika keduanya menjeda untuk mengambil nafas dan kembali berkolaborasi lagi setelahnya. Dalam waktu tempuh lebih dari dua jam lamanya, dua kubu pasangan halal ini pun sama - sama terkapar penuh kepuasan. Butiran derasnya keringat yang menjadi saksi bisu panasnya atraksi bercucuran deras mebasahi kepolosoan tubuh mereka.

__ADS_1


__ADS_2