
" Jalan, yuk... " ajak Nicholas yang tiba - tiba menghampiri Zeevanea dan langsung mengajaknya jalan - jalan, Zeevanea hanya menatap sekilas pada Nicholas kemudian kembali menatap ke arah lainnya.
" Zeevanea... " panggil Nicholas lagi karena Zeevanea sengaja mengabaikannya.
" Zeevanea, please... Sekali ini aja. " lirih Nicholas lagi.
" Aku mau ngajakin kamu jalan sebagai permohonan maaf aku secara pribadi sama kamu. " tegasnya untuk menjelaskan maksud ajakannya, Zeevanea berdiri dari duduknya dan berjalan ke depan, Nicholas nampak mengacak kasar rambutnya karena Zeevanea terus saja mengabaikannya, tapi bahasanya berpindah aku kamu.
Trap... Trap... Trap...
" Nikita gimana sih kok malah bengong! " pekik Zeevanea dari tempatnya berdiri memanggil Nicholas dengan panggilan Nikita.
" Lets go!!! " pekik Nicholas antusias dan langsung berlari menghampiri Zeevanea yang ternyata berhenti untuk menunggunya, bahkan saking bahagianya ia sampai tak ngeh jika Zeevanea memanggilnya Nikita.
Trap... Trap... Trap...
Setelah berjalan sebentar ke parkiran untuk mengambil mobil, Nicholas dan Zeevanea pun akhirnya pergi berdua.
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Setelah tadi tanpa sengaja mereka bertemu di pantai, Nicholas meminta nomor ponsel Zeevanea dan Zeevanea pun memberikannya meski dengan raut wajah dilipat - lipat. Dan setelah pulang dari pantai tadi, kini Nicholas kembali menjemput Zeevanea untuk mengajaknya pergi ke suatu tempat.
Perjalanan dalam keheningan, keduanya saling mendiam tanpa bertegur sapa dan saling bergulat dengan angan pikirannya sendiri. Tapi wajah keduanya sama - sama terlihat tenang seolah tidak sedang bersitegang. Dan tanpa terasa, mobil yang dikendarai Nicholas pun akhirnya berhenti di suatu tempat. Sampailah mereka di tempat tujuan. Nicholas menahan tangan Zeevanea yang nampak akan membuka pintu mobil. Setelah memberikan isyarat, Nicholas pun langsung keluar terlebih dahulu barulah membukakan pintu mobil untuk Zeevanea. Zeevanea hanya diam, menurut saja setelah melihat tempat yang mereka kunjungi terbilang bukan tempat membahayakan. Nicholas pun langsung mengajak Zeevanea masuk ke dalam.
Trap... Trap... Trap...
" Cantiknya... " gumam Zeevanea saat langkahnya terhenti di tempat yang ditunjukkan oleh Nicholas.
" Kamu suka? " tanya Nicholas, Zeevanea mengangguk sembari tetap menatap keindahan senja di hadapannya.
" Makasih ya kamu mau aku ajak kesini... " ucap Nicholas dan berdiri di samping Zeevanea, sama - sama menatap pada indahnya langit senja dan keduanya terdiam hingga beberapa saat untuk benar - benar memanjakan matanya menikmati indahnya langit senja di momen ini.
" Zeevanea Gamyara Kalandra... " ucap Nicholas memanggil nama lengkap Zeevanea, Zeevanea pun langsung menoleh dan menatap dalam kepada Nicholas.
" Sekali lagi aku minta maaf... Aku sudah salah mengira terhadapmu. " ucap Nicholas tulus dengan tatapan yang sama - sama dalam.
" Aku mohon maafkan aku... " lanjutnya menggantung dan menatap penuh harap kepada Zeevanea.
" Dan di bawah langit senja yang indah ini juga aku akan kembali memohon kepadamu... " lanjutnya kembali menggantungkan ucapannya, Zeevanea tetap terlihat tenang meski sebenarnya ia merasa sangat penasaran.
" Bersedialah menjadi Kekasihku... " tukasnya tegas dan jelas juga dengan tatapan mata yang berubah kian dalam, Zeevanea nampak mengangkat sebelah sudut bibirnya sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
" Aku serius, Zeevanea... Aku langsung jatuh cinta sama kamu sejak saat pertama melihatmu. " ucap Nicholas tegas dan langsung menggenggam kedua tangan Zeevanea, mendekap erat tangan kecil itu di dalam tangan kekarnya.
__ADS_1
" Daddy Gue nggak bakal setuju. " jawab Zeevanea acuh tapi logis dan langsung melepaskan genggaman tangan Nicholas.
" Aku tau itu... " ucap Nicholas dan kembali meraih tangan Zeevanea dan menggenggamnya kembali.
" Setidaknya berikan kesempatan itu buat aku... " lanjutnya penuh harap.
" Aku akan tunjukkan kepada Om Evan kalau aku bisa membahagiakanmu. " tegasnya.
" Bukan perkara kebahagiaan yang menjadi masalahnya... " jawab Zeevanea, Nicholas masih menatap penuh harap kepada Zeevanea.
" Tapi karena Lo itu Nitinegara. " tegas Zeevanea dan kembali melepaskan genggaman tangannya dari genggaman tangan Nicholas.
" Kita bisa pikirkan itu bersama, Zeevanea... " ucap Nicholas pantang menyerah.
" Kalau kamu terima aku, kita akan menghadapinya berdua... Kita akan menghadapinya sama - sama. " tegas Nicholas yang kembali menginginkan jawaban cinta dari Zeevanea.
" Kamu mau terima cintaku? " tanya Nicholas yang kembali lagi mengulangi pertanyaannya.
" Kita jalani dulu saja dengan mencoba berteman... Bahkan kita saja belum saling mengenal satu sama lain. " jawab Zeevanea datar, jawaban itu seolah mematahkan hati Nicholas, tapi ia tak mau menyerah begitu saja.
" Rasanya aneh aja kalau kita yang nggak kenal ini tiba - tiba Pacaran. " imbuhnya serius.
" Kita akan lebih mudah saling mengenal setelah kita Pacaran, Zeevanea... " jawab Nicholas.
" Dari hubungan Pacaran itu kita akan dekat... Dan dari situ lah tanpa sadar hati kita berdua terikat... Dari hubungan itu pula hati kita berdua akhirnya tertambat. " lanjutnya tetap berjuang meluluhkan keangkuhan hati Zeevanea.
" Astaga, Zeevanea! " pekik Nicholas frustasi, Zeevanea masih terkikik.
" Gue ngomong sepenuh hati tapi Lo malah bilang Gue cuma gombal. " lanjutnya menjelaskan dan kembali menggunakan kata Lo Gue.
" Gue deg - deg an tau nggak ngomong kaya gitu sama Lo! " tegasnya jujur, Zeevanea malah semakin terkikik sampai memegangi perutnya yang terasa kaku karena tertawa.
" Untung Gue cinta! " lanjutnya menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya.
" Kalau enggak... " ucapnya belum selesai tapi langsung terpotong oleh ucapan Zeevanea yang kembali barbar.
" Kalau enggak apa? " sambar Zeevanea cepat dengan tatapan menantangnya, keduanya pun saling bersitatap.
Cup...
" Nikita!!! " teriak Zeevanea kencang, Nicholas nampak tersemyum penuh dengan kemenangan.
********************
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
Ceklek...
Mata Devandroe membelalak seketika kala ia baru saja membuka pintu kamar milik Raynevandra. Ia sangat terkejut melihat Raynevandra sedang bersama Alexandra di dalam kamar berdua saja. Tapi ia langsung menggeleng - gelengkan kepalanya seolah mengenyahkan seliweran ucapan Sarah yang nyatanya berhasil mengganggu pikirannya.
Trap... Trap... Trap...
" Ale... " ucap Devandroe pelan sembari menepuk - nepuk pundak Alexandra yang sama - sama terlelap bersama Raynevandra.
" Ale... " panggil Devandroe lagi, tetap mencoba membangunkan Alexandra yang tertidur sambil duduk di kursi di samping Raynevandra yang tertidur dengan berbaring di ranjangnya.
" Eungh... " Alexandra melenguh dan langsung bergerak pelan.
" Eh, Dev... " ucapnya kikuk melihat keberadaan Devandroe disana, Devandroe tersenyum kepada Alexandra.
" Ray demam... Tadi kita abis nonton jadinya aku temenin dia dulu. " jelas Alexandra jujur meski terlihat kikuk, Devandroe pun langsung menempelkan punggung tangannya di kening Raynevandra yang semula dikompres dengan handuk oleh Alexandra.
" Dek, bangun... Makan malam dulu. " ucap Devandroe berpindah membangungkan Raynevandra, perlahan Raynevandra pun bergerak.
" Kamu masih disini, Baby? " tanya Raynevandra pada Alexandra, karena tadi saat sudah sampai di rumah, Raynevandra yang mendadak tidak enak badan langsung menyuruh Bram untuk mengantarkan Alexandra pulang.
" Aku nggak tega ninggalin kamu sakit gini di rumah sendirian... Jadi aku balik lagi. " jawab Alexandra sendu, tangan keduanya masih saling menggenggam dan itu terlihat mata Devandroe.
" Eh nggak taunya aku malah ketiduran juga. " lanjutnya malu.
" Aku nggak papa, Baby... " jawab Raynevandra sembari tersenyum juga mengusap lembut pipi Alexandra, jadu nyamuk sudah keberadaan Devandroe disana.
" Kita makan malam dulu, Dek... Ajak Ale juga. " sela Devandroe karena niat awalnya mencari Raynevandra ke kamar memang akan mengajak Raynevandra makan malam.
" Suruh Mbak Susi bawain makanan kesini aja deh, Kak... Gue masih rada pusing, males turun. " jawab Raynevandra jujur.
" Ya udah biar dibawain Mbak Susi kesini. " jawab Devandroe.
" Ale, Lo mau makan bareng Ray disini apa di bawah sama Gue? " tanya Devandroe pada Alexandra, Alexandra langsung menatap Raynevandra, Devandroe menatap keduanya.
" Biar aku yang ambilin makanan kamu aja, ya... Abis itu kita makan berdua disini. " ucap Alexandra pada Raynevandra.
" Boleh... Aku tungguin. " jawab Raynevandra, keduanya saling melempar senyum teduh penuh cinta, lagi - lagi Devandroe disuguhkan oleh pemandangan uwu dari Saudara kembarnya.
" Ya udah... Ayo Le, ke bawah dulu... " ajak Devandroe pada Alexandra, keduanya pun beranjak bersama - sama.
Trap... Trap... Trap...
" Mata Lo dijaga, Ndong... Alexandra punya Gue itu. " teriak Raynevandra dengan wajah menjengkelkannya saat langkah Devandroe dan Alexandra hampir mendekati pintu.
__ADS_1
" Bawel. " gerutu Devandroe cuek kemudian langsung melanjutkan langkhnya, Alexandra menatap Raynevandra sekilas sambil tersenyum kemudian membuntuti Devandroe kembali.
Trap... Trap... Trap...