Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 69 - Kepergok


__ADS_3

Finally... Setelah mendapatkan kedatangan dari Paramedis ke ruang perawatan Zeevanea, Zeevanea masih diharuskan untuk menunggu hingga sore hari tiba, untuk mendapatkan keakuratan dari hasil observasi Dokter yang menangani Zeevanea. Karena untuk saat ini Zeevanea juga masih berada dalam waktu observasinya. Dan menunggulah mereka semua yang sedari tadi menemani Zeevanea di Eumah Sakit tersebut.


Kriiing... Kriiing... Kriiing...


Raynevandra yang kini berada di Jakarta mendapati deringan ponselnya yang terus - menerus. Tapi ia masih tidak menggubrisnya dikarenakan ia masih melakukan misi penting dengan Alexandra. Apa lagi kalau bukan kegiatan panas mereka berdua...


Sepulang sekolah jika tak ada kegiatan ekstra kurikuler, Raynevandra memang kerap kali menghabiskan waktunya bersama Alexandra. Selain karena kedua Orang Tuanya masih berada di Bali, kedua Orang Tua Alexandra pun masih berada di Seoul. Dan karena hal itu lah yang membuat Raynevandra dan Alexandra merasa semakin bebas untuk melakukan apa pun bersama - sama.


" Oh, Ray... Ini gila, Ray.. Akh.... Ray... Ogh... Baby... " rancu Alexandra yang jadi terus menerus merengek dan mendesah manja nan nikmat kepada Raynevandra, baru pertama kalinya ini ia mendapatkan serangan cepat dari Raynevandra meski keduanya sudah seringkali melakukan kegiatan panasnya.


Bukan tanpa alasan jika kini keduanya bermain dengan tempo yang berubah dari kalem dan dalam menjadi cepat dan kencang. Ini semua dikarenakan sebelum memulai aksi panasnya tadi, keduanya memiliki ide bermacam gaya menakjubkan karena sebelumnya telah mendapatkan sebuah contoh real video plus - plus yang mempertontonkan beragam visualisasi video gaya panas. Dan kini, Alexandra merasa semakin dibawa terbang ke awang - awang ketika Raynevandra menghujamnya dengan ritme yang kencang dan bertenanga. Begitupun Raynevandra yang juga jelas merasakan sensasi yang lebih menggelora dibandingkan dengan sensasi yang didapatkan dari permainan beritme pelan yang acapkali dilakukan sebelumnya. Keduanya sama - sama berpeluh keringat penuh nikmat tiada tara bersama - sama. Keduanya sama - sama merasakan terbang bebas mengelilingi kenikmatan surga dunia yang sampai tidak dapat dijabarkan dengan kata - kata.


Lebih dari dua kali sudah keduanya mencoba hal yang baru saja didapatinya ini selama keduanya bertarung seusai pulang sekolah tadi. Keduanya nampak semakin bersemangat dan mulai terlihat tidak begitu malu - malu kucing ketika melakoni perannya hari ini. Meski tak dapat dipungkiri, dalam hati kecil keduanya juga masih merasa malu - malu kucing. Tapi kini setelah merasakan sensasi yang lebih menakjubkan dari sebelumnya, kesan malu - malu itu pun sepertinya akan segera pudar dengan semakin seringnya keduanya menghabiskan waktu berdua di atas ranjang panas. Kini, saat hari sudah berpindah sore, keduanya nampak masih bergulung mesra di atas ranjang dan dalam selimut yang sama. Bunyi deringan ponsel yang siang tadi terdengar memekakkan telinga itu pun benar - benar diabaikan oleh keduanya.


Dan akhirnya, setelah sekian lama terlelap bersama akhirnya Alexandra pun terlihat mulai mengerjapkan matanya. Dipandanginya sosok muda nan tampan yang beberapa hari ini berada di atas ranjang dan dalam selimut yang sama dengannya. Senyum tipis di bibirnya pun terbit sembari ia terus memandangi wajah tampan tanpa cela itu yang masih terlelap penuh damai sembari memeluknya penuh cinta. Tangan lentiknya itu pun perlahan menurunkan selimut tebal yang membalut kepolosan keduanya hingga di bawah dada Raynevandra.

__ADS_1


Raynevandra ikut terbangun beberapa saat lalu dan berdiam mencuri - curi pandang saat matanya masih terlihat terpejam. Alexandra tak menyadari hal itu saking fokusnya ia menatap penuh cinta kepada Raynevandra. Raynevandra pun diam - diam menyunggingkan senyumnya sembari menatap Alexandra yang sedang asik menatap ke arah dada bidangnya. Meski dada bidang itu masih belum begitu kentara bentuknya yang kotak - kotak seperti milik Evan, tapi pahatan dada nan indah itu sudah mulai terlihat timbul disana. Raynevandra akhirnya merasa tak tahan berdiam setelah mendapatkan kode alam di bawah tubuhnya. Ia nampak menjahili Alexandra dengan gerakan jahil dari bawah sana yang ternyata sudah kembali menunjukkan kegagahannya setelah sebelumnya bergerak sendiri menunjukkan keberadaannya. Gelitikan jahil itu pun digencarkannya seolah tanpa dosa seperti kemarin kala gelitikan itu tiba - tiba menyapa Alexandra.


" Astaga! Dia bangun... Kelihatan besar sekali kalau dia lagi bangun gini... " gumam Alexandra dalam hati sembari menatap tiang yang tiba - tiba menjulang dari balik selimut tebal itu, Raynevandra nampak diam sembari menatap Alexandra yang belum menyadari jika Raynevandra sudah terbangun daei tidurnya.


Dengan perlahan, tangan lentik itu pun merambat ke bawah untuk menggapai tiang pertahanan bertegangan tinggi yang sudah menyembul di balik selimut tebal itu. Raynevandra pun semakin tersenyum menatap Alexandra. Dan dengan sedikit gemetaran, Alexandra pun semakin mendekatkan tangannya untuk bisa menyentuh sesuatu yang berhasil membawanya terbang melayang mengelilingi nikmatnya surga dunia.


Happp!!!


Alexandra langsung terkejut kala tangannya sudah nyaris menyentuh sesuatu yang sudah on fire itu tapi si empunya malah bangun dan mengagetkannya. Alexandra pun langsung terlihat salah tingkah di depan Raynevandra. Mukanya memerah bukan karena malu - malu mau, tapi kini karena ia benar - benar merasa malu. Betapa malunya Alexandra yang terpergoki langsung oleh Raynevandra kala tangannya sudah nyaris menyentuh benda berharga yang sudah menyembul di balik selimut itu.



" Aa...aaku... " ucap Alexandra terbata saking malunya, Raynevandra hanya cengar - cengir santai saja.


" Aku apa hayo? " tanya Raynevandra dengan senyum dan wajah jahilnya yang kian membuat wajah Alexandra merah padam saking malunya.

__ADS_1


" Ssel...imutn...ya nyem...bul... " ucapnya polos dan terbata dan tak berani mendongak penuh, dan hanya berani menatap sekilas pada Raynevandra yang sudah pasti kini tengah menatapnya sambil tersenyum jahil, ia mencari alasan sekenanya saja dan semakin membuat Raynevandra gemas.


" Baby!!! " teriak Alexandra yang langsung menutupi wajahnya dengan selimut tebal itu kala Raynevandra dengan santainya malah membuka selimut yang membalut kepolosannya itu, nampak sudah apa yang menyembul di balik selimut tebal itu.


" Baby mau lagi, hmmm? Baby mau dibikin jejeritan lagi sama dia? " ucap Raynevandra yang semakin fulgar menggoda Alexandra diiringi dengan wajah jahilnya.


" Baby!!! " rengek Alexandra saking malunya dan memukul - mukul pelan dada Raynevandra karena Raynevandra langsung menyingkap selimut yang dipakai Alexandra untuk menutupi wajahnya hingga selimut itu pun teronggok ke lantai begitu saja.


" Nih... Udah aku buka selimutnya... " ucap Raynevandra lagi dengan santainya, Alexandra kian kalang kabut dibuatnya.


" Baby tadi mau pegang, kan? Boleh, kok... Tenang aja, ini cuma punya kamu dan cuma kamu yang boleh menyentuhnya. " ucap Raynevandra lagi, rasanya semakin tak punya muka saja si Alexandra saking malunya setelah kepergok tadi, dan kini Raynevandra malah dengan santainya mengucapkan jika Alexandra tadi ingin memegang benda itu.


Jlebbb!!!


" Akhhh, Babyh!!! " jerit Alexandra tiba - tiba, ia terdiam malu dan tak berani menjawab ucapan Raynevandra, tapi Raynevandra malah bergerak cepat dan memasukkan kembali benda itu ke dalam sarangnya yang jelas dimiliki oleh Alexandranya tercinta.

__ADS_1


Tanpa banyak kata, Raynevandra pun langsung kembali menghentak dengan gagahnya. Alexandra nampak menggigit bibir bawahnya karena saking malunya. Tanganentik Alexandra pun nampak meremat sprei disana. Raynevandra pun semakin asik berpacu di atas Akexandra yang kian kelimpungan saking malunya hingga tak berani mengeluarkan suara indahnya.


__ADS_2