Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 85 - Alay Kaya Jablay


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


" Itu Nico bukan, Steve? " tanya Nala pada Stevano, mereka kini sedang duduk berdua menemani Maura dan Zeevanea yang asik berfoto di sekitar Pantai, Stevano pun langsung menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Nala, Stevano pun mengangguk setelah yanh dilihatnya memang benar adalah Nicholas.


" Cantik Cewenya Nico... " ucap Nala lagi sambil menatap ke arah Nicholas yang sedang berjalan dengan seorang Gadis di tepi pantai tak jauh dari mereka, Stevano langsung geleng kepala.


" Buruan cari Cewe sana... Biar nggak dikira Cowonya Zeevanea. " ucap Stevano memberi saran pada Nala.


" Mana ada orang ngira Gue Cowonya Zeevanea... " sanggah Nala heboh.


" Yang ada juga Zeevanea itu udah kondang jadi Sugar Babynya Daddy. " lanjutnya.


" Sumpah gara - gara mulut Lo asal percaya sama omongan Nico semuanya jadi heboh. " ucap Stevano kembali geleng kepala.


" Ya kan kita sama - sama nggak tau kalau yang dimaksud Nico itu Daddy sama Zeevanea. " sanggah Nala tak mau disalahkan.


" Makanya Lo juga jangan asal tuduh. " pekik Stevano, Nala hanya menggedigkan bahunya acuh tak mau disalahkan.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


" Main air, yuk... " ajak Maura pada Stevano, Maura dan Zeevanea baru saja kembali menghampiri Nala dan Stevano setelah keduanya bermain air di tepi pantai.


" Bosen ah, Baby... " jawab Stevano jujur.


" Tiap hari disini main air mulu. " lanjutnya, Maura nampak mengerucutkan bibirnya.


" Kamu main air aja sama Zeevanea, aku tungguin disini. " imbuhnya sambil mengecup kening Maura di depan Nala dan Zeevanea.


" Kalau ke Bali nggak dipuasin main air terus mau ngapain Kakakku Sayangku Cintaku? " sahut Zeevanea menyolot kesal tapi wajahnya dimainkan selucu mungkin sambil menatap Stevano yang tengah memeluk Maura dari samping.


" Kalau di Bali bosen main air ya mending Lo main kuda - kudaan di kamar sama Maura sana. " sahut Nala, Stevano pun langsung menonyor kepala Nala sambil menatap jengah.


" Abang! " pekik Zeevanea kesal karena Nala menyinggung soal ranjang dengan santainya.

__ADS_1


" Lo apaan sih, Dek! " ketus Nala pada Zeevanea, Zeevanea terlihat geram dengan Nala.


" Kita ini udah pada gede, Adekku Sayang... Kita hidup juga kebanyakan bebasnya di Luar Negeri, bentar lagi kita juga pada lulus kuliah... Lo jangan norak dan pakai teriak segala kalau Gue lagi ngomongin begituan. " lanjutnya mendengus kesal, Zeevanea semakin menatap Nala kesal sembari mengerucutkan bibirnya.


" Abang nggak malu apa ngelakuin itu sebelum nikah? " ucap Zeevanea dengan mengerucutkan bibirnya tapi wajahnya terlihat sendu.


" Alay Lo, ah! " pekik Nala, Zeevanea masih menatap sama pada Nala.


" Abang tau kan kalau Daddy dulu pernah ngelakuin itu sama Mommy sebelum mereka nikah dan Daddy bilang kalau Daddy malu sampai sekarang sama Mommy... Kenapa Abang malah santai sih? " ucap Zeevanea.


" Gue bukan Daddy! " sanggah Nala dengan wajah menjengkelkannya.


" Tapi apa yang Daddy dan Mommy alami bisa dijadikan pelajaran, Bang... Jangan malah gonta ganti terus kaya Abang. Nggak baik, Bang... " lirih Zeevanea mengingatkan Nala.


" Kalau sekedar ngomong emang gampang Zeevanea... Makanya cari Cowo sana biar nggak alay kaya jablay! " imbuhnya kemudian terkikik sendiri karena mengatakan Zeevanea jablay.


" Mulut Lo ngeselin sumpah! " ketus Zeevanea dan langsung meremat mulut Nala dengan wajah geram dan marah.


" Hahaha... " Stevano dan Maura terbahak seketika melihat Nala yang terus diremat - remat bibirnya oleh Zeevanea, meski Nala juga terkikik diperlakukan seperti itu oleh Zeevanea, tapi rematan tangan barbar tersebut langsung terhenti kala mata indah Zeevanea tak sengaja menangkap sebuah objek menarik yang berasal dari tepian pantai di hadapan mereka.



" Kakak cinta nggak sih sama Maura? " tanya Zeevanea pada Stevano, Maura dan Stevano bersitatap seketika kemudian menatap Zeevanea bersamaan.


" Pertanyaanmu nggak ada yang lain, Sayang... " jawab Stevano sambil terkikik, Maura pun tersenyum sambil geleng kepala, gemas dengan Zeevanea.


" Lo mendadak jatuh cinta apa pakai sok - sok'an nanyain soal cintanya Steve sama Maura... " sahut Nala dengan wajah menjengkelkannya, Zeevanea langsung menatap tajam pada Nala, Stevano dan Maura kembali tertawa tanpa suara melihat mereka.


Cup...


" Kakak cinta sama Maura, Sayang... " jawab Stevano sambil mengecup kening Zeevanea tulus penuh kasih sayang, sebelah tangannya tak lepas menggenggam tangan Maura.


" Selama ini Kakak sengaja menyembunyikan hubungan Kakak dengan Maura karena Kakak ingin langsung melamar Maura setelah Kakak kerja nanti. " jelasnya serius dan saling melempar senyum tulus dengan Maura.


" Noh minta ajarin jatuh cinta sama Steve... " sahut Nala lagi dengan wajah menjengkelkannya, dengan santainya menggoda Zeevanea.

__ADS_1


" Lo bego Lo piara, ya! " ketus Zeevanea dan langsung bangkit dari pangkuan Stevano.


" Mana ada jatuh cinta diajarin! " ketusnya sambil menatap jengah pada Nala, Nala hanya mengerucutkan bibirnya monyong - monyong meledek Zeevanea.


Trap... Trap... Trap...


" Hai... " sapa Nicholas yang tiba - tiba menghampiri gerombolan Nala.


" Hai, Nic... " balas Nala langsung, Stevano dan Maura hanya tersenyum, sementara Zeevanea langsung melengos.


" Lo dari mana aja? Tiba - tiba ngilang dari kemaren dan sekarang ketemu lagi udah gandeng Cewe aja... " tanya Nala pada Nicholas, Nicholas tersenyum dan melirik singkat pada Zeevanea yang terlihat acuh.


" Kenalin, Adek Gue... " jawab Nicholas pada Nala tapi matanya menatap Zeevanea yang masih enggan menatapnya, Nala dan Stevano juga Maura pun mengangguk pahan.


" Ini Joana, anaknya Papi Dygta sama Mami Kinan. " jelasnya, Nala pun langsung mengulurkan tangannya disusul Stevano dan Maura untuk berjabat tangan dengan Joana.


" Hai, Kakak Zee... Aku Joana, anaknya Papi Dygta sama Mami Kinan, Adeknya Abang Nicki... " sapa Joana sembari menjelaskan siapa dirinya pada Zeevanea sambil mengulurkan tangannya, Joana langsung menebak jika itu Zeevanea saat Steavno dan Maura sudah memperkenalkan dirinya.


" Eh, iya... Gue Zeevanea. " jawab Zeevanea sok santai sambil membalas singkat uluran tangan Joana, Nicholas pun langsung mengajak Joana bergabung dengan gerombolan ini.


" Zeevanea... " panggil Nicholas, Zeevanea mendengar tapi malas menoleh dan tetap menatap ke sembarang arah.


" Zeevanea... " ucap Nicholas lagi setelah sesaat terdiam menunggu jawaban dari panggilannya kepada Zeevanea yang tak mendapat jawaban.


" Nico ngajakin ngomong Lo, noh. " sahut Nala kesal sambil menyenggol pundak Zeevanea.


" Gue denger. " ketus Zeevanea.


" Ya udah ngomong aja kenapa sih! " lanjut Zeevanea ketus, Joana menatap Zeevanea dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Rencananya setelah lulus ini Joana mau ambil jurusan kuliah Fashion Designer di Paris, dia cari temen sharing buat itu. " jelas Nicholas to the point dengan menatap Zeevanea, Joana pun paham siapa yang kemarin sempat disebutkan oleh Abangnya itu.


" Lo kuliah jurusan itu, kan? " lanjutnya bertanya pada Zeevanea.


" Iya. " jawab Zeevanea ketus pada Nicholas tapi langsung berpindah menatap Joana sambil mengulas senyum, mereka yang menyadari sikap Zeevane pada Nicholas hanya diam menahan tawanya.

__ADS_1


Zeevanea dan Joana pun akhirnya berbincang santai mengenai jurusan Fashion Designer yang rencananya akan dipilih oleh Joana selepas lulus SMA sembari yang lainnya juga mengobrol santai membicarakan hal lain, tapi juga sesekali terlihat obrolan mereka saling menimpali.


__ADS_2