
Trap... Trap... Trap...
" Sayangku... " teriak Zeevanea heboh saat ini ketika ia menyusul Evan dan Stevano ke Lux Resort, ia datang bersama Maura tentunya, mata Nicholas menajam seketika ke arah Zeevanea, Maura mengikuti Zeevanea.
Evan dan Dygta yang baru selesai berkeliling meninjau keadaan Resort dengan ditemani Manager Lux Resort langsung menoleh ke arah teriakan nyaring Zeevanea. Dygta nampak tertawa tanpa suara melihat tingkah Zeevanea, sementara Evan langsung geleng kepala sembari terkikik menatap ke arah Putrinya. Setelah berada di depan Evan, Zeevanea pun langsung mengecup singkat bibir Evan tanpa malu meskipun ada Dygta dan ada banyak orang disana. Setelah Zeevanea mengecup singkat bibir Evan, Evan langsung mengecup kening Zeevanea. Dygta merasa turut bahagia melihat kedekatan dan keharmonisan yang terjalin diantara Evan dan Zeevanea. Mata Nicholas langsung membelalak tertuju pada Zeevanea.
" Papi nggak di kiss juga nih ceritanya? " goda Dygta, saat Evan selesai mencium kening Zeevanea.
" Boleh? " tanya Zeevanea izin pada Evan, Evan langsung melengos membuang muka, sementara Dygta hanya tersenyum saja.
" Jangan, deh... Nanti dikira orang aku Sugar Babynya Daddy sama Papi. " celetuk Zeevanea sambil nyengir, Evan langsung menghela nafas kasar sembari melirik Zeevanea, Dygta hanya tersenyum sambil geleng kepala, Zeevanea langsung mencium punggung tangan Evan dan Dygta bergantian dan tetap sambil nyengir tanpa dosa, Maura ikut cium tangan mereka juga seperti Zeevanea.
" Vava, Steve? " tanya Aga pada Stevano sembari matanya menatap lekat pada Zeevanea yang sedang mengobrol bersama Dygta dan Evan, Stevano pun mengangguk.
" Samperin, yuk... Resek si Princess rupanya. " celetuk Aga mengajak Stevano dan Nicholas, keduanya pun langsung mengikuti Aga.
Trap... Trap... Trap...
Cup...
Aga langsung mengecup kening Zeevanea di depan Evan dan Dygta tanpa takut pasa Evan. Mata Nicholas semakin membelalak tajam tak suka dengan sikap Zeevanea yang dikiranya benar - benar Sugar Baby Evan ini.
" Cantiknya ini Princess kecil Uncle... " ucap Aga santai sambil mengusap lembut kepala Zeevanea.
" Cantik, dong... Kan Mommy cantik. " jawab Zeevanea sekenanya, Aga langsung terkikik lagi, sementara Evan tetap terlihat sewot, tak terima dengan keakraban Zeevanea dengan Aga dan Dygta.
" Uncle apa kabar? " tanya Zeevanea pada Aga.
" Baik, dong... Kamu sama Mommy gimana? " jawab Aga santai.
__ADS_1
" Aku sama Mommy baik, Uncle. " jawab Zeevanea sambil tersenyum.
" Oiya, Princess... Kenalin ini Anaknya Papi. " timpal Dygta memperkenalkan Nicholas kepada Zeevanea, Zeevanea san Nicholas saling melempar tatapan tajam nan sengit seketika itu juga, Aga dan Evan juga Dygta nampak mengernyitkan kening berjamaah.
" Udah kenal! " ketus Zeevanea dan Nicholas kompakan berbarengan menjawab dengan nada tak suka.
" Beneran kamu kenal sama Zeevanea? " tanya Dygta antusias.
" Iya. " jawab Nicholas pendek dan ketus, Zeevanea masih terlihat tak suka dengan Nicholas meski sebenarnya Zeevanea juga tak menyangka jika Nicholas adalah Putra dari Dygta.
" Kenal dimana? " tanya Dygta kian penasaran, bingung juga sebenarnya karena sikap keduanya seperti tak akur saja meski menjawab sudah kenal.
" Dikenalin sama Nala waktu itu. " jawab Nicholas jujur tapi nadanya ketus, Evan dan Stevano semakin terlihat mengernyit bingung.
" Kalau udah kenal kenapa ketus gitu? " celetuk Aga yang tanggap akan sikap keduanya yang seperti orang bermusuhan, Evan hanya diam memperhatikan meski sebenarnya ia malas berlama - lama dengan Dygta dan Aga.
" Aku nggak suka kalau ada orang yang suka ngerusak hubungan orang. " jawab Nicholas masih bernada ketus menyampaikan uneg - unegnya.
" Ini nih Steve yang pernah Gue ceritain sama Lo... " ucap Nicholas pada Stevano, Stevano menatap Nicholas penuh tanya.
" Cewe yang Gue ceritain pernah cium Bokap Lo ya Cewe ini. " jelas Nicholas antusias, Stevano, Maura, Aga, dan Dygta nampak tercengang dan menatap Evan dengan ekspresi yang sama, sementara Zeevanea langsung membekap mulutnya yang menganga.
" Makanya kalau nggak tau apa - apa itu jangan asal ngejeplak aja itu mulut Lo! " pekik Zeevanea dengan nada meninggi.
" Ya emang pada kenyataannya Lo yang cium Bokapnya Stevano di depan umum! Ditambah lagi Gue juga pernah ngelihat Lo makan siang bareng Bokap Gue di mall! Mau godain Bokap Gue juga, Lo? " sungut Nicholas tak mau kalah, Evan langsung menatap tajam pada Zeevanea, Stevano dan Maura mulai terlihat curi - curi pandang kepada Daddynya, tak berani menatap langsung.
" Nggak bisa jawab kan, Lo? Jadi nggak salah dong kalau Gue bilang Lo Sugar Baby orang tingkah Lo aja Barbar gitu sama Om Evan sama Papi Gue juga! " lanjut Nicholas menggebu - gebu, Evan berpindah menatap Dygta seketika itu juga dengan tatapan tajam dan penuh kebencian, Zeevanea jadi ketar - ketir karena Nicholas mengungkapkan hal ini di depan Daddynya, jadilah Zeevanea langsung menundukkan kepalanya.
" Nicki ayo minta maaf sama Pak Evan sama Zeevanea juga... " ucap Dygta tegas juga tak enak hati dengan Evan, Nicholas nampak bingung tapi ia langsung menatap Evan dan Stevano, Stevano yang sebenarnya ingin tertawa karena kesalah pahaman Nicholas mengurungkannya mengingat kalimat terakhir Nicholas tadi pasti akan menimbulkan amarah Evan memuncak.
__ADS_1
" Anak Lo nabuh genderang perang sama Kalandra... " ucap Aga pada Dygta sembari geleng kepala mengomentari ucapan Nicholas yang menuduh Zeevanea adalah Sugar Baby Evan.
" Kalau sama Om Evan aku mau, Pi... Tapi kalau sama si Barbar ini ogah banget. " jawab Nicholas sambil melirik sinis pada Zeevanea.
" Kasihan Istrinya Om Evan dong kalau si Barbar ini sampai ngerusak rumah tangga Om Evan. Papi juga harusnya tau, kasihan Mami kalau Papi sampai terjerat sama si Barbar ini juga. " jelas Nicholas dengan segudang emosinya.
" Kenapa nggak mau minta maaf sama Zeevanea? " timpal Aga bertanya.
" Males, Daddy... " ucap Nicholas sambil menatap malas pula pada Aga.
" Benci gini awas nanti jadi cinta lo, ya... " cibir Aga, Nicholas dan Zeevanea kembali saling bersitatap dengan sengit.
" Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. " sela Evan menjawab sengit menyatakan penolakannya, Dygta dan Aga langsung menatap Evan dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Kita pulang! " ucap Evan tegas pada Zeevanea, Stevano, dan Maura bahkan Evan langsung menarik tangan Zeevanea saat itu juga tanpa berkata - kata, Stevano menatap sekilas pada Aga dan Dygta kemudian beranjak juga menyusul Daddynya dan Zeevanea dengan menggandeng mesra tangan Maura.
Trap... Trap... Trap...
" Cepat kejar Zeevanea minta maaf sama dia! " hardik Dygta tegas, Nicholas langsung menunjukkan wajah jengah.
" Nicki nggak mau! " jawabnya tegas juga ketus.
" Kenapa nggak mau? Kamu mau bikin Papi malu sama Pak Evan, iya? " sentak Dygta emosi karena Putranya yang biasanya kalem dan sopan ini tiba - tiba berubah keras kepala dan berbicara menuduh Zeevanea tanpa tau kebenarannya.
" Papi, please! Aku nggak suka Papi belain Sugar Baby Barbar kaya dia! " tegas Nicholas berapi - api.
" Kamu tau siapa yang kamu sebut sugar Baby Barbar itu? " tanya balik Dygta penuh ketegasan, Nicholas hanya diam menatap Papinya.
" Zeevanea Gamyara Kalandra... Saudara kembar Stevano Gamyara Kalandra! Putri Evano Gamya Kalandra! " pekik Dygta tegas penuh penekanan, Nicholas langsung menggeleng - gelengkan kepalanya tak mau percaya begitu saja kemudian langsung pergi dengan segudang emosi, Dygta dan Aga langsung menghela nafas kasar setelah melihat keangkuhan Nicholas.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...