
Malam ini seluruh keluarga Evan baru saja selesai makan malam. Mereka semua nampak berkumpul bersama di ruang keluarga. Raynevandra sedang bermain paly station dengan Zeevanea. Stevano sedang bermain ponsel. Devandroe sedang mengerjakan PR juga disana. Rayne dan Evan duduk berdua di sofa yang ada disana sembari menemani anak - anak mereka.
" Kamu nggak ada PR, Ray? " tanya Evan pada Raynevandra, Raynevandra hanya menggelengkan kepalanya karena sedang asik dengan perminan yang dimainkan bersama Zeevanea, Rayne nampak rebahan di paha Evan, Evan pun mengusap lembut rambut juga pundak Istrinya yang rebahan sambil menghadap ke depan melihat anak - anak mereka, tapi sesekali tangan kekar itu juga nampak meremas gundukan Rayne begitu saja, Rayne hanya melotot tak mau jika anak - anak mereka sampai melihat kemesuman Daddynya.
" Gantian dong, Dek... " ucap Stevano tiba - tiba pada Raynevandra.
" Bentar. " jawab Raynevandra sembari tetap menatap layar televisi besar di hadapannya, Zeevanea terlihat sangat fokus dengan permainan tersebut sampai tidak bersuara sama sekali, dan Stevano pun menunggu gilirannya sambil ikut duduk di karpet tebal yang sedang diduduki oleh ketiga Adiknya itu.
Kriiing...
Ponsel Raynevandra yabg diletakkan di samping posisi duduk Raynevandra berdering, dengan gerak cepat Stevano langsung mengambilnya diam - diam setelah Stevano hanya melihat gambar hati yang menyala - nyala pada layar ponsel Adik Bungsunya itu.
Klik...
Stevano mendekat pada tempat duduk Evan dan Rayne sembari membawa ponsel Raynevandra yang masih tak menyadari jika ponselnya berdering. Evan pun ikut jahil dan langsung menggeser tombol hijau yang menyala - nyala tersebut dengan santainya.
Alexandra :
Malem, Baby...
Kamu lagi apa?
sapa Alexandra lembut yang tak mengetahui jika bukan Raynevandra yang menjawab panggilan teleponnya, Stevano dan Evan saling menatap sembari menahan tawanya, sementara Rayne langsung melotot dan memberikan kode pada Evan agar memberikan kembali ponsel Stevano.
" Baby Ray... Telepon, nih... " goda Stevano pada Raynevandra sambil tetap menahan tawanya, Alexandra yang mendengarnya langsung mendiam kaku karena tak menyangka yang menjawab panggilan teleponnya bukanlah sang Kekasih hati, Raynevandra langsung meletakkan stik gamenya dan melompat ke arah Stevano, wajah Evan sudah berubah datar kala tatapan Raynevandra dan tatapan Evan beradu, Rayne masih saja memelototi Evan.
" Balikin, nggak! " pekik Raynevandra emosi karena Stevano malah berdiri dengan mengangkat tinggi tangannya yang memegang ponsel Raynevandra itu.
__ADS_1
" Apaan sih, Ray... Ini hape Gue kali. " ucap Stevano yang masih saja menggoda Adiknya.
" Stevano balikin... " ucap Rayne menyela, tapi Stevano masih kekeh dengan posisinya untuk menggoda sang Adik yang baru saja tercium keluarga ini jika Raynevandra sudah memiliki Kekasih.
" Balikin, Bangsat! " teriak Raynevandra marah karena Stevano dirasa mengusik hal pribadinya.
" Biasa aja kali mulut Lo! " tegas Stevano dan langsung melemparkan ponsel Adiknya ke sembarang arah, Rayne kembali berdebar dan langsung duduk di samping Evan, kembali lagi ia harus melihat Stevano yang bersitegang dengan Raynevandra seperti pagi tadi, ponsel Raynevandra yang dilempar asal oleh Stevano itu jatuh di tangkap Evan karena ponsel tersebut mengarah ke kepala Rayne, Stevano langsung duduk di samping Zeevanea tanpa memperdulikan lagi, sementara Devandroe langsung menepikan bukunya yang tak sengaja terinjak oleh Raynevandra.
Evan langsung menyodorkan ponsel Raynevandra dan Raynevandra pun langsung meraihnya. Wajah Evan dan Raynevandra terlihat sama - sama datar tanpa ekspresi.
" Bangsat, Lo! " teriak Raynevandra murka sembari menendang punggung Stevano yang menggantikannya bermain play station.
" Auwww! " jerit Zeevanea dan Rayne bersamaan, keduanya sama - sama terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Raynevandra, Evan tetap memperhatikan keduanya sembari diam bersidekap di dada.
" Elo yang Bangsat! " balas Stevano yang langsung bangun dan tak mau kalah, Stevano langsung berdiri setelah terhuyung ke depan.
" Minta maaf sama Adikmu. " ucap Rayne pada Stevano, Stevano hanya diam saja tak menanggapi ucapan Rayne.
" Stevano... " ucap Rayne lagi setelah beberapa saat diam menunggu reaksi Stevano.
" Ambil pistol Daddy di kamar, Zeevanea... Kasih mereka berdua. " ucap Evan lagi mengulangi perkataannya tadi karena Evan masih melihat adanya tatapan penuh kemarahan diantara kedua Putranya, Zeevanea langsung menatap Evan dan Rayne bergantian, Devandroe nampak merapikan bukunya dan langsung beranjak meninggalkan ruang keluarga tanpa kata, Evan pun langsung berdiri dari duduknya, air mata Rayne langsung banjir seketika meski Rayne telah menangis tanpa suara.
Trap... Trap... Trap...
" Mau sampai kapan berdiri kaya gini? " ucap Evan pelan penuh penekanan, keduanya masih mendiam sembari beradu tatapan tajam.
" Daddy minta maaf, Ray... Daddy yang geser tombol hijaunya. " ucap Evan mengaku pada Raynevandra, Raynevandra masih diam saja tak menanggapi ucapan permintaan maaf Evan, sportif tindakan yang dilakukan oleh Evan, Evan tetap bersedia meminta maaf kepada Putranya meski Evan lebih tua, karena Evan sadar jika ia juga turut andil dalam kejahilan Stevano.
__ADS_1
" Bukan Daddy membela Kakakmu, tapi Kakakmu cuma berniat bercanda. " lanjutnya, tapi kedua Putranya tetap kekeh dengan pendirian masing - masing dan nampak tak ada yang mau mengalah.
Hiks... Hiks... Hiks...
" Cukup! " teriak Rayne frustasi, Rayne berteriak dengan suara serak sembari berlinang air mata, ia begitu sedih karena hal kecil seperti ini sampai menjadi masalah, Evan langsung menoleh menatap Istrinya yang semakin terisak, tapi ketika Evan akan memeluk Rayne yang menangis terisak, sudah ada Zeevanea yang terlebih dahulu memeluk Mommynya.
" Stevano dan Raynevandra sama - sama minta maaf. " ucap Rayne lagi dengan berusaha menguatkan hatinya, ia sangat sedih melihat anak - anaknya bertengkar, sudah dua kali ini ia melihat Stevano dan Raynevandra bertengkar.
" Ayo sama - sama minta maaf... Jangan bikin Mommy kalian tambah sedih. " ucap Evan pelan penuh penekanan, sesaat kemudian nampak Raynevandra melirik sinis pada Stevano kemudian ia beranjak menghampiri Mommynya.
Trap... Trap... Trap...
" Ray minta maaf sama Mommy... Maafin Ray udah dua kali bikin Mommy nangis hari ini. " ucap Raynevandra tulus sembari mengusap lembut lelehan air mata yang membasahi wajah Mommynya yang masih dipeluk Zeevanea, jangan lupakan Raynevandra yang memang mewarisi sifat dan watak Evan, Raynevandra pun yang terbilang paling romantis kepada Rayne diantara Stevano dan Devandroe, Evan nampak mengerutkan keningnya mendengar penuturan Raynevandra.
" Ray sayang Mommy... Maafin Ray ya, Momm... Mommy jangan nangis lagi. " lanjutnya dan ikut memeluk Rayne meski Zeevanea masih memeluk Rayne, ketiganya pun berpelukan bersama, Evan nampak melirik Stevano yang masih saja mendiam di tempatnya semula.
" Makanya jangan emosian kalau nggak mau lihat Mommy nangis. " sungut Zeevanea geram dengan emosi Raynevandra yang meledak - ledak seperti itu.
" Iya, iya! Aku juga kan udah minta maaf sama Mommy. " jawab Raynevandra dengan wajah yang ditekuk kesal dan masih saja tak memperdulikan Stevano, Rayne masih saja diam sembari menatap Stevano yang juga sedang dikirik oleh Evan sedari tadi.
" Lo juga, Kak! Lo tega banget lihat Mommy kita nangis. " sungut Zeevanea berpindah menghardik Stevano, Stevano pun akhirnya mendekati Mommynya.
Trap... Trap... Trap...
" Maafin Steve ya, Momm... Steve nggak terima Ray teriak dan main tendang aja. " ucap Stevano pada Rayne, Rayne yang semula menatap Stevano langsung berpindah menatap Raynevandra.
Stevano pun akhirnya memeluk si Bungsu. Mereka berlima pun akhirnya berpelukan bersama.
__ADS_1