Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 40 - Terima Kasih, Daddy...


__ADS_3

Raynevandra langsung menggendong Alexandra ke ruang UKS setelah keduanya selesai menuntaskan adegan terlarang itu. Raynevandra sengaja menggendong Alexandra karena Alexandra mengatakan jika ia masih merasakan sakit di area sensitifnya. Jadilah Raynevandra menggendongnya ke ruang UKS.


Trap... Trap... Trap...


" Kamu bobo aja, istirahat... Aku temenin disini. " ucap Raynevandra setelah merebahkan Alexandra di tempat ridur yang ada di ruang UKS, Alexandra pun mengangguk barulah Raynevandra menarik sebuah kursi dan duduk di samping tempat pembaringan Alexandra.


Raynevandra pun menemani Alexandra hingga ia terlelap. Tapi tanpa disadari, lama kelamaan Raynevandra pun turut terlelap juga. Kepalanya sudah direbahkan di atas ranjang yang sama dengan tempat Alexandra berbaring. Raynevandra ketiduran sambil duduk dengan kepala berada di atas ranjang.


" Papa!!! " teriak Alexandra histeris, Raynevandra yang semula tertidur langsung gelagapan saking kagetnya.


" Kenapa, Baby? Kamu cari Papa kamu? " ucap Raynevandra dengan dada naik turun akibat masih terkejut, Alexandra langsung menggeleng - gelengkan kepalanya dengan deru nafas yang tersengal, keringat dingin pun nampak membasahi seluruh wajah dan sekujur tubuhnya.


Raynevandra bangkit lalu duduk di atas tempat tidur yang digunakan Alexandra untuk berbaring. Alexandra juga bangun, kini posisinya sedang duduk. Tanpa ragu, Raynevandra langsung merengkuh tubuh bergetar Alexandra ke dalam pelukan hangatnya. Alexandra pun mencari kenyamanan di dalam pelukan hangat tersebut sembari mengendus - endus aroma parfum maskulin yang menjadi ciri khas Raynevandra.


" Kamu mimpi apa? " tanya Raynevandra ketika kondisi Alexandra sudah agak tenang.


" Jangan pernah tinggalin aku Baby. " lirih Alexandra dengan bibir bergetar dan hampir menangis saking takutnya Raynevandra akan meninggalkannya.


" Aku nggak akan ninggalin kamu. " jawab Raynevandra sembari mengusap lembut kepala Alexandra.


" Kamu mimpi apa, hemmm? Cerita sama aku biar kamu lega. " lanjut Raynevandra mempertanyakan, Alexandra langsung menggelengkan kepalanya karena ia menganggap mimpinya barusan hanyalah bunga tidur belaka.


" Ya sudah... Bobo lagi aja kalau udah nggak pusing. " ucap Raynevandra menenangkan Alexandra.


" Aku mau dipeluk... " ucapnya manja dan langsung merangsek kembali ke dalam pelukan hangat Raynevandra, Raynevandra pun langsung terkikik sembari mengusap lembut kepala Kekasihnya.


" Udah nggak pusing? " tanya Raynevandra lagi memastikan kondisi Kekasihnya.


" Aku nggak pusing lagi setelah cium aromamu. " ucap Alexandra jujur, Raynevandra yang semula terkikik langsung tertawa meski tanpa suara.


" Gombal. " ucap Raynevandra.


" Beneran. " pekik Alexandra tak terima, Raynevandra semakin dibuat gemas dengan sikap Kekasihnya.


Detik - detik berlalu, menit pun ikut berganti, pagi pun kini sudah berubah siang yang terik. Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Raynevandra dan Alexandra juga sudah kembali bergabung di kelas mereka setelah istirahat jam pertama berlalu. Kini keduanya nampak berjalan menuju keluar gedung sekolah bersama dengan Aaron, Brylee, dan Bradley.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


" Duaan mulu dari tadi, jangan - jangan jadian... " celetuk Brylee sambil menatap jahil pada Alexandra dan Raynevandra.


" Lo kepo amat. " ucap sinis Raynevandra sementara Alexandra nampak tersipu malu.


" Yeee... Kita ikut seneng keles kalau Lo berdua emang beneran jadian. " ucap Brylee sewot, Bradley dan Aaron hanya terkikik.


" Iya... Kemaren kita jadian. Puas Lo. " tegas Raynevandra, ketiga Sahabatnya yang tak lain adalah anak - anak dari Sahabat Daddy dan Mommynya ini pun nampak menganga saking kagetnya, sementara Alexandra hanya cengar - cengir dengab tersipu malu.


" Gue ikut seneng liat Lo jadian sama Alexa... " ucap Brylee lagi.


" Tapi Gue juga kasihan sama si Andong. " lanjutnya memanggil Devandroe dengan sebutan Andong, Raynevandra pun ikut tertawa.


" Masa iya kita berempat udah pada laku tapi dia aja yang jomblo sendiri. " lanjutnya.


" Nggak pantes banget dibilang anaknya Uncle Evan yang kata Mami Gue dulu itu Daddy Lo cassanova banget. Mami Gue juga bilang kalau Mami Gue dulu kan juga mantan pacarnya Daddy Lo waktu mereka SMA. " timpal Bradley, Raynevandra langsung menonyor kepala Bradley sambil menatapnya sinis.


" Itu masa lalu, Bro... Yang penting sekarang Daddy Gue setia sama Mommy Gue. " ucap Raynevandra pongah.


" Mulut Lo asal ngejeplak aja! " sungut Raynevandra yang semakin tak terima.


" Noh... Udah ditungguin Uncle Bram, noh... Pengawal Pribadi Lo. " goda Aaron lagi sambil menoleh sekilas kepada Bram yang sedang duduk bersandar di mobil Alexandra.


" Uncle Bram nganterin mobilnya Alexa. Lagian Gue bawa mobil, kok. " ucap Raynevandra santai.


" Pagi tadi Lo jemput Ray, Lexa? " tanya Aaron, Alexandra langsung mengangguk.


" Beruntungnya Gue yang malah diizinin bawa mobil setelah Daddy Gue tau Alexa jemput Gue. " timpal Raynevandra pongah, teman - temannya hanya tertawa saja.


Mereka berlima pun akhirnya berpisah arah setelah sampai di Parkiran. Raynevandra pulang sendiri dengan mobilnya tadi pagi, sementara Bram yang ditugaskan oleh Evan untuk mengantarkan mobil Alexandra ke sekolah kembali pulang ke rumah Evan dengan menggunakan mobil yang lain karena Bram datang bersama Bisma.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


__ADS_1


Setengah jam kemudian, mobil yang dikendarai Raynevandra pun akhirnya sampai di rumah dengan selamat. Setelah memasukkan mobilnya ke dalam garasi basement, Raynevandra langsung beranjak menuju kamarnya.


Trap... Trap... Trap...


" Ini kunci mobilnya, Dadd... " ucap Raynevandra yang langsung mengembalikan kunci mobilnya kepada Evan, Evan pun menerimanya.


Cup...


Raynevandra mencium punggung tangan Evan kemudian mengecup singkat bibir Evan. Barulah ia beranjak ke kamarnya.


Trap... Trap... Trap...


Saat malam tiba, seluruh keluarga Evan pun berkumpul seperti biasanya untuk melaksanakan makan malam. Dan melanjutkan untuk bercengkrama bersama setelah acara makan malam mereka usai.


" Nih kunci mobilmu... " ucap Rayne yang diperintahkan oleh Evan untuk menyerahkan kembali kunci mobilnya.


" Ray udah selesai pakai, Momm... " ucap Ray.


" Iya, Ray... Daddy udah bolehin kamu ke sekolah bawa kendaraan sendiri lagi. " jawab Rayne.


" Ya udah aku pakai motor aja, Momm... Lebih cepet. " jawab Raynevandra.


" Daddy masih nggak ngizinin kamu bawa motor lagi. " potong Evan cepat.


" Ya udah deh, nggak papa. " jawab Raynevandra sedikit lega karena tak lagi dikawal.


" Terus aku? " timpal Devandroe bertanya dengan wajah sendu penuh harap.


" Ambil sendiri kunci mobilmu di laci meja kerja Daddy. Daddy lupa kasih tau Mommymu untuk bawakan sekalian. " jawab Evan, Devandroe pun nampak tersenyum bahagia juga karena diperbolehkan ke sekolah dengan membawa kendaraan sendiri tanpa diantarkan lagi oleh Bram ataupun Bisma.


" Ati - ati bawa mobilnya. Kalau ada apa - apa ngomong terus terang sama Daddy. " ucap Evan tegas, Raynevandra dan Devanrdroe pun mengangguk bersamaan dengan berbinar bahagia, Stevano dan Zeevanea pun turut bahagia melihat adik - adiknya bahagia.


" Makasih, Daddy... " ucap Raynevandra dan Devandroe bersamaan sembari menghambur dalam pelukan Evan, Evan hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum serta mengusap lembut pada kepala kedua Putranya bergantian.


Setelah mendapatkan kunci mobilnya, Raynevandra nampak terlihat bahagia, tak lagi murung seperti biasanya. Tapi Evan juga tetap dengan pendiriannya semula yang masih saja tidak mengizinkan Raynevandra untuk peegi ke sekolah dengan mengendarai motor sportnya.

__ADS_1


__ADS_2