
Trap... Trap... Trap...
" Selamat malam Baliii!!! Selamat malam semuanyaaa!!! " teriak Doni kencang sembari berlari ke atas stage, ia menyapa seluruh tamu undangan yang sudah berdatangan, Doni adalah Pembawa Acara pada perayaan hari jadi Sandra malam ini.
Prok... Prok... Prok...
Tepuk tangan dari para tamu undangan pun mengalun kencang saling bersahutan dengan penuh semangat.
" Sebelum kita mulai pada acara inti kita malam hari ini, saya ingin menyapa kalian semua yang berada disini terlebih dahulu. " ucap Doni dengan antusias, para tamu undangan yang notabenenya juga adalah para Sahabat dari Sandra dan Teo pun kebanyakan juga mengenal siapa Doni yang memang adalah sahabat Sandra dan Teo ketika SMA.
" Apa kabar semuanya? " teriak Doni kencang penuh semangat.
" Baiiiiik... " ucapan mereka yang menjawab dan saling bersahutan, Doni pun langsung menyambut jawaban dari para tamu undangan itu dengan senyum merekah dan tepuk tangan yang kembali membuat acara terlihat semakin meriah.
" Oke... Sebelum kita melanjutkan acara ini, kita sambut penampilan spesial dari... " teriak Doni kencang meski kalimatnya menggantung, seolah tengah memanggil Penyanyi pengisi acara.
" Tepuk tangan yang meriaaah... " teriak Doni lagi menginterupsi, para tamu undangan pun kembali berptepuk tangan bersahutan, dan suara piano pun terdengar beriringan dengan terucapnya sebuah lantunan lagu.
Aku dihadapkan pilihan
Antara benar dan salah
Aku mencintai kamu
Sangat mencintai
Kamu berjalan bersamanya
Selama kamu denganku
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa
Cinta
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah cintamu?
Kita berawal karena cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri
Ho-o-o-o-ooo
Ho-o-o-o-ooo
__ADS_1
Sesaat setelah Doni si Pembawa Acara kawakan ini menaiki panggung dan membuka acara perayaan Ulang Tahun Sandra, Sandra pun terlihat perlahan masuk ke dalam ballroom diiringi oleh iringan musik lirih sembari menyanyikan sebuah lagu berjudul Sebuah Rasa milik Agnez Mo. Berjalan anggun penuh ketenangan meski isi hatinya sudah hancur berantakan tak bisa lagi diselamatkan. Mendengar suara yang seperti tak asing baginya, Teo yang sedang duduk bersama dengan Dygta dan Aga beserta para Istri dan anak - anaknya itu pun langsung menolehkan kepalanya, mengedarkan pandangannya ke segala arah hingga akhirnya terhenti pada sesosok Perempuan yang baru saja memasuki area ballroom lengkap dengan iringan musiknya hingga Perempuan tersebut sampai di atas pentas, dan berdiri menatap ke arah tamu undangannya dengan anggun di sebelah seorang Pria tampan yang tengah memainkan jarinya di atas keyboard piano disana.
Jadilah aku, kamu, dan dirinya
Berada di dalam dusta yang tercipta
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah cintamu?
Kita berawal karena cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri
Ho-o-o-o-ooo
Ho-o-o-o
Ho-o-o-o
Mengapakah harus kurasa?
Sepenting itukah egomu?
Kita berawal karena cinta
Biarlah cinta yang mengakhiri
Kamu dihadapkan pilihan
Begitu rumitnya dunia
Hanya karena sebuah rasa
Cinta
Dengan iringan perlahan, lampu - lampu sorot pun mulai menunjukkan kolaborasinya. Lampu yang menyorot ke atas stage pun perlahan menyala dan menampilkan Evan yang ternyata sedari tadi mengiringi Sandra dengan lantunan pianonya. Terlihatlah Sandra yang berdiri anggun di samping Evan yang tengah duduk berpiano.
Prok... Prok... Prok...
Trap... Trap... Trap...
Tepuk tangan spontan dari tamu - tamu undangan kembali menggema seusai Sandra dan Evan berkolaborasi untuk pertama kalinya ini. Doni pun langsung menghampiri keduanya dan kembali melanjutkan tugasnya membawa acara perayaan Ulang Tahun Sandra.
" Seperti yang kita semua ketahui, inilah sosok spesial kita di malam yang indah ini... " ucap Doni kembali bersuara setelah memeluk Sandra dan Evan beriringan dengan singkat, Sandra nampak tersenyum anggun dan tetap menatap ke depan, tepuk tangan kembali mengaung mengudara.
" Selamat ulang tahun, Sahabatku... Semoga selalu sehat dan bahagia dalam limpahan kasih sayang orang - orang tercinta. " ucap Doni memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Sandra, keduanya pun kembali berpelukan tapi agak lama hingga akhirnya pelukan itu pun terurai dan Sandra nampak menyeka air matanya kemudian keduanya kembali menatap ke depan.
" Thanks, Don... " jawab Sandra dan tetap terlihat santai tapi anggun.
" Terima kasih juga buat Lo yang udah mau nyempetin dateng kesini demi Gue... " lanjutnya, Doni mengangguk - angguk semangat sambil tersenyum dan mengusap pundak Sandra.
__ADS_1
" Terima kasih buat Evan dan Rayne juga keluarga Kalandra yang juga sudah dibuat repot dengan acara mendadak ini... Gue makasih banyak sama kalian. " lanjutnya dan menatap sekilas kepada Evan kemudian kembali menatap ke depan.
" Lanjut boleh deh, Don... Nanti kita ngobrol lagi. " ucap Sandra yang sudah kembali kepada Doni, Doni pun mengangguk dan langsung menggandeng Sandra turun dari stage, lantunan lagu pun kembali mengiringi.
Trap... Trap... Trap...
Aku mencintaimu setulus hatiku
Aku menyayangimu dengan sepenuh jiwaku
Aku mengasihimu sepanjang usiaku
Aku menginginkanmu lebih dari apapun
Meski 'tak seindah yang kau mau
'Tak sesempurna cinta yang semestinya
Namun aku mencintaimu, sungguh mencintaimu
Aku mencintaimu setulus hatiku
Aku menyayangimu dengan sepenuh jiwaku
Begitu erat (begitu erat), begitu lekat (begitu lekat)
(Perasaanku kepadamu) Oh...
'Tak bisa 'ku hentikan
'Tak mampu 'ku tepiskan ('tak mampu 'ku hentikan)
Meski 'tak seindah yang kau mau
'Tak sesempurna cinta yang semestinya
Namun aku mencintaimu, sungguh mencintaimu
Meski 'tak seindah yang kau mau
'Tak sesempurna cinta yang semestinya
Namun aku mencintaimu, sungguh mencintaimu
Meski 'tak seindah yang kau mau
'Tak sesempurna cinta yang semestinya
Namun aku mencintaimu, sungguh mencintaimu
Namun aku mencintaimu, sungguh mencintaimu
Lagu dari Naff ini dinyanyikan oleh Evan dengan diiringi juga oleh awak band yang ada disana. Tepuk tangan pun tak henti - hentinya mengudara menyambut suara Evan yang turut memeriahkan acara. Setelah selesai menyayikan lagu ini, Evan pun langsung kembali ke tempat duduknya untuk bergabung dengan Istri dan pasukan Anaknya. Bergantilah kini tugas di atas panggung diambil alih oleh band pengisi acara. Dan Sandra bersama Doni juga sudah terlihat berbaur dengan para Sahabat Sandra yang lainnya. Doni kini duduk tenang diantara para Sahabat sementara Sandra dan Maura melanjutkan untuk menyapa tamu undangannya. Tapi di satu sisi yang lain, saat ini Dygta semakin merasakan sesak melihat Evan yang tengah bernyanyi dan sesekali menatap mesra ke arah Rayne. Tapi Dygta juga tetap berusaha tenang dan terus berusaha mengendalikan sikapnya agar tidak terlihat di mata semua orang.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Sementara Teo yang sedari tadi tak henti menatap Sandra langsung berdiri dari tempat duduknya dan beranjak mendekat kepada Sandra dan Maura. Ketiganya pun akhirnya bergabung menyambut kedatangan para tamu undangan. Nampak seperti keluarga kecil yang berbahagia meski kini ketiganya tengah bergelut dengan luka di dalam dada. Ketegaran Sandra pun membuat Maura semakin terlihat lebih tenang dari sebelumnya meski sejujurnya Maura sangat tidak menginginkan kedua Orang Tuanya berpisah. Tapi meskipun demikian kerasnya keinginan Maura untuk tetap mempersatukan kedua Orang Tuanya, Maura juga tidak berani untuk terus mendesak sang Mama yang jelas ia ketahui merasakan sakit yang teramat sangat akibat perbuatan sangat menyakitkan yang ditorehkan sang Papa.