
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Momm... " lirih tegas Stevano yang menghampiri Rayne ke dalam kamar bersama si kembar kecil setelah mereka dan Nala baru kembali dari melihat CCTV, tapi Nala langsung memutus arah untuk menghampiri Zeevanea yang diduganya masih bersama dengan Nicholas, Rayne yang sedang duduk di tengah ranjang bersandarkan pada headboradnya langsung mendongak sembari menghapus cepat linangan air matanya, Alexandra yang dititipkan oleh Raynevandra kepada Rayne sedang bersama Grace dan anak - anak yang lain.
" Aku mau ketemu Papi... Aku mau minta Papi untuk minta maaf sama Daddy. " lanjutnya menjelaskan sambil berjalan mendekati Mommynya dengan perasaan yang penuh akan rasa bersalah kepada Daddynya.
" Nggak usah, Sayang... Mommy takut nanti mereka malah ribut. " cegah Rayne khawatir.
" Daddy kalian hanya butuh menenangkan diri sejenak. " lanjutnya.
" Papi itu masih cinta sama Mommy! Dan ini salah, Momm! Ini nggak bisa dibiarin! " tegas Stevano berapi - api diiringi ucapan dengan nada yang meninggi.
" Kasihan Daddy... " lanjutnya melirih dan menatap dalam kepada Rayne.
" Kita semua udah salah karena nuduh Daddy yang enggak - enggak. Dan sekarang malah ditambah sikap Papi yang jelas semakin menyakiti Daddy. " lanjutnya lagi.
" Mereka berdua pasti ribut, Kak... " lirih Rayne mengiba, bukan ia tak mau langsung menyetujui perkataan Stevano tapi ia hanya tak mau membuat suasana kembali ribut jika Dygta dipertemukan dengan Evan.
" Papi sama Daddy udah sama - sama dewasa, Momm! Mereka berdua harus bisa menyikapi segala sesuatu dengan tenang tanpa kekerasan. " jawab Stevano yang tetap ngotot.
" Kakak ada benernya, Momm... " sela Devandroe bijak menyetujui perkataan sang Kakak, Rayne malah terlihat semakin gelisah.
" Jangan ya, Sayang... Mommy nggak mau membuat keadaan ini semakin runyam. Daddy kalian pasti tidak akan bisa menahan diri untuk tidak bersikap arogan. " jawab Rayne yang tetap menolak, Stevano terlihat frustasi dan langsung berkacak pinggang dengan hanya sebelah tangan sementara satu tangannya yang lain sedang menyugar kasar rambutnya.
" Mommy ngelarang Kakak bukan karena Mommy juga masih cinta sama Mantan Selingkuhan Mommy itu, kan? " tanya Raynevandra menghardik, Rayne dan Stevano langsung membelalak seketika karena ucapan frontal ini.
" Jangan ngomong sembarangan, Raynevandra! " tegas Rayne.
" Ya Mommy bayangin aja gimana kacaunya perasaan Daddy sekarang! Udah kita semua seenaknya nuduh Daddy yang enggak - enggak, Mommy juga malah diem aja dipeluk orang itu di depan Daddy! Udah pasti Daddy sakit hati! " jawab Raynevandra emosi.
" Apa lagi coba kalau Mommy bukan masih cinta sama orang itu? " tukasnya bertanya dengan tatapannya yang sengit, sesengit tatapan Evan yang memang sangat mirip dengannya.
" Itu semua masa lalu, Raynevandra! " tegas Rayne dengan menatap tegas pada Raynevandra.
__ADS_1
" Justru karena itu adalah bagian masa lalu yang menyakitkan untuk Daddy makanya Mommy harus bertindak tegas! " potong Raynevandra tegas menghardik Mommynya.
" Ray emang nggak pernah tau bagaimana kejadian waktu itu... Tapi dari cerita yang Ray pernah dengar dari Mommy dan Daddy itu Ray bisa menyimpulkan betapa hancurnya Daddy waktu itu. " jawab Raynevandra tegas.
" Rasanya jika Mommy berlutut di bawah kaki Daddy saja pun tidak akan pernah cukup untuk mengobati seluruh kesakitan yang Daddy rasakan dari dulu hingga sekarang. " tukasnya tegas dan langsung beranjak keluar dari dalam kamar.
Trap... Trap... Trap...
" Sebaiknya sekarang Kakak cari Daddy aja, biar aku disini nemenin Mommy. " ucap Devandroe bijak, Stevano pun langsung beranjak, ia memang tidak bisa seceplas - ceplos Raynevandra ataupun Evan ketika ia berucap, tapi Evan dan Stevano juga Zeevanea dan Raynevandra mempunyai jalan pikiran yang sama kerasnya.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Mommy nangis aja kalau memang nangis bisa membuat Mommy lebih lega... Kasihan Adik bayi juga kalau Mommy terlalu larut dalam kesedihan. " lirih Devandroe yang bersikap tetap tenang di tengah pertengkaran besar di dalam keluarganya, Devandroe memeluk Rayne sembari terus mengusap punggungnya.
" Itu semua masa lalu, Sayang... Mommy tak pernah sedikitpun mempunyai niatan untuk menghiati Daddy lagi. " lirih Rayne sambil terisak, Devandroe terlihat tenang sembari tetap mendengarkan seksama.
" Andru percaya Mommy... Tapi kekacauan ini memang harus diluruskan. " jawab Devandroe dengan bijak.
" Andru yakin, Daddy yang sangat pencemburu itu juga pasti sama terlukanya seperti Mommy saat ini. " imbuhnya keduanya pun terdiam menyelam dalam aliran pemikirannya.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Ebuset! " pekik Nala kala ia baru saja masuk ke dalam kamar Nicholas, Nicholas yang sedang menyuapi Zeevanea pun langsung menoleh tapi Zeevanea tetap terlihat acuh tak memperdulikan kedatangan Nala.
" Mommy nangis - nangis tuh, sedih nyariin Lo setelah Gue bilang semalem Lo minggat! " pekik Nala kesal karena Zeevanea malah asik pacaran di kamar Nicholas.
" Mommy nangis kan karena Daddy kepergok ciuman sama Mantannya bukan karena Gue. " jawab Zeevanea enteng.
" Eh si Barbar dibilangin juga malah nggak percaya. " jawab Nala jengah.
" Nih, satu suap lagi... Abis itu temuin Tante Rayne sama Om Evan. " sela Nicholas, Zeevanea langsung membuka kembali mulutnya menerima suapan dari Nicholas tanpa membantah.
__ADS_1
" Terus Daddy sekarang kemana? Kenapa nggak nyariin Gue? Nggak khawatir juga kalau Gue beneran minggat? " tanya Zeevanea enteng juga penasaran.
" Ya gimana mau nyari Lo orang Daddy aja dibuat patah hati sama Mommy. " jawab Nala seadanya tapi juga ada benarnya.
" Yang kepergok ciuman kan Daddy, kenapa malah Daddy yang patah hati? Mommy minta cerai emangnya? " lanjutnya terus bertanya dan tetap menyalahkan Evan.
" Sembarangan! " ketus Nala sambil melemparkan topi yang dipakainya ke aeah Zeevanea tapi langsung ditangkis Nicholas, Nicholas pun langsung menatap Zeevanea dan menggelengkan kepalanya seolah melarang Zeevanea untuk tidak berbicara yang tidak - tidak.
" Ya gimana nggak patah hati orang Bokapnya Nico pelukan sama Mommy di depan mata kepalanya. Bokapnya Nico kan yang gagal nikah sama Mommy dulu? " lanjut Nala dengan berapi - api, Zeevanea dan Nicholas pun langsung membelalakkan mata bersamaan.
" Udah gitu pakai ngungkapin cinta, lagi! " lanjutnya ikut kesal.
" Kan gila! " lanjutnya frustasi, sepasang Kekasih ini pun nampak diam berpikir disela keterkejutan yang nyata.
" Alah palingan juga sekarang Daddy lagi jalan sama Selingkuhannya itu. " jawab Zeevanea yang memang asal jeplak.
" Bodo amat, Gue kagak tau dan kagak mau tau itu Perempuan siapa dan Gue lagi nggak bahas soal itu. " ucap Nala meradang.
" Tapi yang jelas disini, gara - gara itu Perempuan Daddy Gue jadi dimusuhin sama Lo semua. " lanjutnya memekik kian geram karena semua anak - anak Evan menyalahkan Evan begitu saja.
" Lo emang nggak tau gimana sedihnya Daddy waktu Mommy bawa Lo berdua pergi... Dan waktu itu Gue juga masih kecil. " ucap Nala menggantung, ia kesal tapi juga sedih jika mengingat masa kecilnya yang lebih banyak dihabiskan bersama Evan.
" Dulu Gue yang selalu nemenin Daddy selama kalian pergi. Gue sedih lihat Daddy, Gue kecil yang nggak paham akan apa masalah berat yang menimpa Daddy cuma ngerasain gimana sedihnya Daddy tanpa bisa membantu. " lanjutnya.
" Sekarang Gue jadi tau, Gue ikut ngerasain gimana rasanya jadi Daddy yang dipaksa untuk tetap kuat di depan semua orang sementara Istri dan anak - anaknya malah menuduhnya tanpa kejelasan. " tegasnya emosi.
" Ditambah kelakuan Mommy yang menyakitkan di depan mata kepalanya. " lanjutnya dan berucap dengan nada meninggi.
" Gue bersumpah, kalau terjadi sesuatu sama Daddy Gue, Mommy sama Lo berempat yang harus tanggung jawab! Terutama Lo sama Ray! " pekik Nala dengan gemuruh di dada yang membara meluapkan amarah di dada kemudian langsung beranjak bersama amarahnya yang membuncah.
Trap... Trap... Trap...
Jedarrr!!!
__ADS_1
Pintu kamar Nicholas dibanting keras oleh Nala, Nicholas pun langsung memeluk Zeevanea setelah melihat Zeevanea yang asalnya terkejut dengan kemarahan Nala jadi semakin terkejut dengan suara hentakan pintu yang dibanting oleh Nala.