
" Sudah... Mommy nggak usah lanjutin lagi ceritanya. " ucap Raynevandra yang langsung memeluk Rayne erat, tak tega melihat Mommyya menangis dan Daddynya tetap tak menghiraukan, Evan masih terlihat cuek dan angkuh.
" Momm... " panggil Raynevandra setelah Rayne kembali tenang dalam pelukannya, Rayne pun langsung mendongak menatap Raynevandra.
" Ray mungkin cuma anak kecil yang tak paham apa arti cinta yang sebenarnya... Tapi Ray bisa melihat dan merasakan betapa besarnya cinta Mommy untuk Daddy selama ini. Cinta Mommy dan Daddy sama - sama begitu besar. Maka dari itu pula kecemburuan pada Mommy dan Daddy juga sama - sama besarnya karena Mommy dan Daddy memang saling mencintai sepenuh hati. Semoga cinta Mommy dan Daddy abadi selamanya dan hanya maut yang akan memisahkan Mommy dan Daddy. " ucapnya tulus, Rayne sangat terharu mendengar Raynevandra mengucapkan kata - kata seserius ini, begitupun yang lainnya termasuk Evan juga tapi Evan tetap bersikap datar.
" Amiiin... " ucap Raynevandra, Devandroe, Zeevanea, Stevano, dan Rayne sementara Evan hanya mengamini dalam hati.
" Manusia bukanlah makhluk yang sepenuhnya sempurnya meski manusia dikatakan sebagai makhluk yang paling sempurna. Manusia adalah tempatnya salah, tak ada satu pun manusia yang selalu benar. Sekotor apa pun Mommy di masa lalu... Mommy tetaplah Mommy terbaik kami, Mommy melebihi berlian di hati kami... Terima kasih telah bersedia dengan ikhlas untuk bertaruh nyawa demi melahirkan kami ke dunia, dan dengan penuh kesabaran Mommy bersedia membesarkan kami dengan limpahan kasih sayang yang tak pernah ada habisnya. " lanjutnya tulus penuh kelembutan.
" Jangan sedih lagi... Seperti kata Mommy tadi, masa lalu cukup dikenang dan dijadikan pelajaran. Raynevandra sayang Mommy... " tukasnya, keduanya pun kembali berpelukan dan sama - sama menangis terharu.
Trap... Trap... Trap...
" Devandroe juga sayang Mommy... " ucap Devandroe yang kemudian mendekat dan ikut memeluk Rayne dengan Raynevandra, Zeevanea pun beringsut dari pelukan Stevano dan berpindah untuk ikut memeluk Mommynya.
" Terima kasih, Sayang... " lirih Rayne dengan terisak dan menciumi pucuk kepala Zeevanea, Raynevandra, dan Devandroe bergantian, sedangkan Evan dan Stevano masih saling melempar pandang dalam diam.
" Zee juga sayang Mommy... Terima kasih, Mommy... " ucap Zeevanea tulus dengan berderai air mata, Rayne hanya mengangguk sembari memeluk ketiganya penuh keharuan.
Cup...
" Sudah malam, Sayang... Ayo semua istirahat biar besok pagi nggak ada yang terlambat. " ucap Rayne sembari mengurai pelukannya dan menatap ketiganya bergantian, setelahnya menatap pada Stevano sekilas dan akhirnya menatap pada Evan yang masih saja bungkam, Rayne menyudahi acara sesi curhat masa lalu malam ini.
" Andru bobo dulu, Mommy juga harus istirahat. " ucap Devandroe patuh, Rayne pun mengangguk kemudian mengecup singkat kening dan bibir Devandroe, Devandroe pun berpindah menghampiri Daddynya, setelah mencium Daddynya ia langsung beranjak ke kamarnya.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
Cup...
" Ray juga bobo ya, Momm... Mommy nggak boleh sedih lagi. Mommy juga cepet istirahat, Mommy pasti lelah. " ucap Raynevandra pada Rayne, Rayne pun mengangguk.
" Semakin tua semakin cinta Mommy Daddy... Tak akan ada lagi prahara yang akan menggoyahkan keutu0han keluarga kita. " lanjutnya, Rayne kembali tersenyum haru, kemudian Raynevandra mengecup singkat kening dan bibir Rayne, baru berpindah pada Zeevanea, Evan, dan Stevano dan Raynevandra pun beranjak.
Trap... Trap... Trap...
Raynevandra memanglah anak yang paling romantis diantara ketiga saudara kandungnya yang lain. Meski Raynevandra yang paling mewarisi sikap Evan yang angkuh dan arogan tapi juga suka jahil, tapi jangan lupakan juga jika sosok Evan juga adalah sosok Pria yang romantis dan sangat penuh cinta. Sangat mencintai seluruh keluarganya dengan seluruh jiwa raganya.
" Zee sayang Mommy... Mommy nggak boleh sedih lagi. Zee juga berharap Mommy selalu bahagia. Bahagia punya Daddy kita dan bahagia juga punya kita. " ucap Zeevanea, Rayne mengangguk sembari tersenyum sendu.
" Dari cerita Mommy barusan, akhirnya sekarang Zee paham tentang semua yang membuat Zee bingung ketika Zee masih kecil dulu. " ucapnya sembari menggenggam tangan Rayne.
" Meski dulu Mommy dan Daddy Dygta pernah bersama tapi Mommy dan Daddy Dygta tidak lah sepenuhnya bersalah karena Mommy dan Daddy Dygta memang tidak mengetahui jika Mommy masih Istri sah Daddy Vanvan. Dan kedekatan Mommy dan Daddy Dygta tidak akan terjadi kalau saja Daddy Vanvan tidak terlebih dahulu melakukannya dengan Wanita dalam foto yang Mommy bilang itu. Meski Zee tak pernah melihat foto itu tapi Zee seperti ikut merasakan sakit atas apa yang Daddy Vanvan perbuat. " tukasnya, Rayne langsung merengkuh Zeevanea ke dalam pelukannya.
" Berhenti memanggil Bajingan tengik itu seperti kamu memanggil Daddy! " tegas Evan datar, Zeevanea langsung menatap Evan.
" Daddy... Istri mana yang tidak akan terluka jika melihat Suami yang amat sangat dicintainya sedang mencumbu mesra Wanita lain, Dadd? " tanya balik Zeevanea dengan menatap Evan seolah tak ada takutnya.
" Sama halnya Mommy... Daddy juga pasti terluka dan murka jika Daddy sampai melihat Mommy sedang bercumbu mesra dengan Pria lain. Dulu aja Daddy marah sekali setiap ketemu Papi Dygta. " lanjutnya tenang dan merubah panggilan kepada Dygta dengan Papi.
" Itu berbeda, Zee! " pekik Evan.
" Sudah, Sayang... Mommy kan sudah bilang kalau itu semua karena Mommy salah paham. Mommy yang salah. " sela Rayne, Zeevanea menggelengkan kepalanya kepada Rayne tapi masih saling tatap tajam dengan Evan.
" Salah pahamnya dimana? " tanya Zeevanea lagi penuh ketegasan dengan tetap saling bersitatap dengan Evan.
__ADS_1
" Foto itu hanyalah kejadian one night stand! " tegas Evan datar.
" Karena hanya dengan membuatnya mabuk dan melakukan cara itu Daddy bisa menjebak Wanita itu dan mendapatkan seluruh bukti dari kelicikan yang dirancangnya bersama seseorang yang masih saudara jauh dengan kita untuk mencurangi bisnis yang Daddy kerjakan. " jelasnya, Zeevanea nampak tersenyum miring.
" Jadi... Dengan cara seperti itu Daddy melindungi pekerjaan Daddy? Lalu sudah berapa Wanita yang Daddy tiduri untuk melindungi bisnis Daddy? " tanya Zeevanea sinis, wajah Evan nampak memerah.
" Dengan cara kotor seperti itu juga Daddy melukai hati Mommy sehingga Mommy memutuskan untuk pergi meninggalkan Daddy? Iya? " lanjutnya bertanya semakin mendesak Evan untuk segera memberikan jawaban kepadanya.
" Zeevanea harap kejadian seperti ini tidak akan pernah Daddy lakukan lagi. Mengorbankan perasaan Mommy demi pekerjaan Daddy. " tegasnya kemudian berlalu begitu saja menuju ke kamarnya setelah mengecup singkat bibir Rayne dan Evan bergantian.
Trap... Trap... Trap...
" Zeevanea! " pekik Evan meradang, Zeevanea yang sudah akan menapaki anak tangga langsung menghentikan langkahnya dan menoleh menatap Evan.
" Itu semua tidak akan pernah terjadi lagi! " tegas Evan, Zeevanea hanya diam menatap Daddynya.
" Baguslah... " jawab Zeevanea enteng.
" Kasihan Andru sama Ray kalau sampai mereka berdua juga merasakan di bully nggak punya Daddy seperti Zeevanea dan Kakak Steve waktu itu. Cukup Zeevanea dan Kakak Steve saja. " jawabnya angkuh kemudian kembali melenggang naik menapaki setiap undakan anak tangga tanpa memperdulikan Evan yang masih menatapnya, tapi dalam langkah diamnya itu Zeevanea menangis mengingat masa kecilnya yang sering dibully karena dianggap tidak memiliki Ayah.
Trap... Trap... Trap...
" Steve bobo dulu... Mommy sama Daddy bobo juga, udah malem. " ucap Stevano yang akhirnya kembali angkat bicara setelah beberapa saat mendiam memperhatikan obrolan, Rayne mengangguk.
Cup...
Stevano mengecup bibir Daddy dan Mommynya bergantian kemudian beranjak ke kamarnya.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Maafkan aku, Sayang... Aku mencintaimu.