Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 60 - Salad Dan Rujak Buah


__ADS_3

Pagi hari Raynevandra sudah bersiap rapih dengan seragam sekolahnya setelah melewati beberapa menit mual muntah sesaat setelah ia bangun dari tidurnya Rayne dan Devandroe nampak sudah duduk manis menunggu Raynevandra di ruang makan karena mereka baru saja akan sarapan bersama.


Trap... Trap... Trap...


" Morning My Lovely Momm and My Lovely Big Bro... " sapa Raynevandra sumringah.


" Morning, Baby... " balas Rayne sambil tersenyum.


" Morning 'Lil Bro... " balas Devandroe bersamaan dengan Rayne.


" Buruan Ray, Gue ada meeting basket dulu sebelum kelas mulai. Lo Laki dandan lama amat. " ucap Devandroe serius juga menggerutu.


" Ya udah Lo sama Mommy makan aja, ngapain nungguin Gue kalau Lo buru - buru. " jawab Raynevandra santai dengan wajah menjengkelkan seperti Evan biasanya.


" Gue lagi nggak nafsu makan. " lanjutnya, jujur karena perutnya masih terasa tidak enak jadi ia memilih tidak sarapan daripada kembali muntah seperti pagi tadi.


" Jangan nggak sarapan gitu dong, Sayang... Kalau muntah - muntah lagi kaya kemaren gimana coba? " ucap Rayne khawatir.


" Bekelin salad ini aja deh, Momm... Biar nanti Ray makan di sekolah. " ucap Raynevandra sambil melongokkan kepalanya ke meja makan, menatap potongan buah - buahan segar yang sudah membuatnya ingin meneteskan air liurnya pagi ini.


" Hahaha... " Devandroe langsung terbahak setelah mendengar Raynevandra ingin membawa bekal ke sekolah, sementara Rayne hanya tersenyum saja.


" Kenapa, Lo? " tanya kesal Raynevandra pada Devandroe.


" Lo nggak inget waktu Daddy nyuruh Lo ke sekolah bawa bekal? " tanya balik Devandroe sambil tertawa, Raynevandra langsung melengos dan mengambil sepotong buah melon di atas meja, Rayne hanya tersenyum sambil geleng kepala.


" Mau disiapin sekarang apa nunggu Mommy selesai sarapan, Sayang? " tanya Rayne pada Raynevandra.


" Mommy sarapam dulu aja. Aku tungguin. " jawabnya sambil mengambil alih mangkok besar berisikan potongan buah - buahan segar itu dan memangkunya kemudian menikmatinya dengan begitu santainya.


" Ya udah, Mommy sarapan dulu. Jangan lupa minum susunya kalau kamu nggak mau sarapan. " jawab Rayne, Raynevandra pun mengangguk sembari tetap mengunyah, Rayne dan Devandroe pun segera sarapan setelah Devandroe memimpin doa sebelum makan.

__ADS_1


Sembari menunggu Devandroe dan Rayne sarapan, Raynevandra asik sendiri menikmati potongan - potongan buah segar itu dengan begitu santainya dan begitu lahapnya, terlihat Raynevandra begitu sangat menikmatinya meski itu hanya potongan buah - buahan segar yang sesekali dicocolkan pada mayonais yang sudah dicampur dengan susu kental manis yang diletakkan terpisah pada mangkuk di sebelahnya. Kunyahan Raynevandra baru berhenti kala Rayne sudah selesai sarapan dan sudah selesai juga memasukkan potongan - potongan buah - buahan segar itu ke dalam sebuah kotak bekal yang dipersiapkannya untuk Raynevandra. Setelah semua kegiatan di meja makan berakhir, si kembar kecil ini pun langsung bergegas berangkat ke sekolah masing - masing, dan Rayne pun langsung berangkat ke galeri, hari ini dengan diantarkan oleh Bisma yang merangkap sebagai Sopir juga Bodyguard yang ditugaskan oleh Evan.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Cup...


Cup...


Seperti biasanya, Raynevandra menjemput Alexandra terlebih dahulu baru berangkat ke sekolah berdua. Kecupan mesra Raynevandra menukik di kening dan bibir Alexandra kala Alexandra sudah masuk ke dalam mobil Raynevandra. Kini keduanya sudah duduk tenang di dalam mobil yang dikendarai oleh Raynevandra.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...



" Bawa apaan? " celetuk Raynevandra yang tak sengaja melihat Alexandra memangku kotak bekal.


" Kamu kok jadi sering makan rujak buah... " ucap Raynevandra yang memang selalu memperhatikan Alexandra.


" Nggak tau nih, pengen banget gitu aja sih. " jawab Alexandra jujur.


" Tapi kamu udah sarapan, kan? " tanya Raynevandra khawatir, Alexandra mengangguk, Raynevandra pun juga mengangguk kemudian kembali fokus dengan kemudinya menuju ke arah sekolah mereka, dan setelah sampai di sekolah keduanya langsung berjalan bersama menuju ke kelas.


Berbeda di Jakarta, berbeda pula di Bali pagi ini meski terdapat selisih waktu satu jam antara Jakarta dan Bali. Zeevanea yang sudah dikeluarkan dari dalam kamar mandi oleh Evan kini sedang berada dalam perawatan medis dikarenakan pagi ini Zeevanea diketemukan dalam keadaan pingsan di dalam kamar mandi. Evan sungguh tidak menyangka jika Zeevanea sampai pingsan di dalam kamar mandi. Betapa panik dan sedihnya Evan dan Stevano juga Maura yang ada disana. Evan pun langsung memutuskan untuk membawa Zeevanea ke Rumah Sakit. Dan kini, Zeevanea masih ditangani oleh Paramedis di dalam ruang IGD.


Stevano nampak mendiamkan Evan... Stevano marah dengan Evan yang semalam sudah diperingatkan untuk mengeluarkan Zeevanea dari dalam kamar mandi tapi Evan tetap acuh tak memperdulikan ucapan Stevano juga tak memperdulikan keadaan Zeevanea yang dikurung di dalam kamar mandi kamar hotel yang ditempati oleh Evan. Evan nampak duduk di kursi tunggu yang ada di depan IGD, sementara Stevano dan Maura berdiri di depan pintu IGD yang masih tertutup rapat itu dengan segudang kekhawatirannya.


Kriiing... Kriiing... Kriiing...


Ponsel di saku celana Evan berdering, dengan gontai Evan mengambilnya dan sudah menduga siapa yang menghubunginya dengan nada dering yang sengaja dibedakan dari nada dering panggilan yang lain, Stevano nampak menatap Daddynya dengan mata menajam.

__ADS_1


Evan :


Ya, Momm...


ucapnya lesu saat menjawab telepon dari Istrinya.


Rayne :


Pagi, Dadd...


Udah sarapan, belum?


Anak - anak gimana?


Daddy sama anak - anak baik - baik aja, kan?


cerocos Rayne bertanya tanpa jeda, Evan nampak menghela nafas berat seolah tak sanggup mengatakan keadaannya saat ini.


Evan :


Zeevanea masuk Rumah Sakit, Momm...


jawab Evan lirih penuh penyesalan.


Tut... Tut... Tut...


Panggilan telepon itu terputus begitu saja. Evan menatap ponselnya dalam diam. Rayne yang mendengar kabar ini terkejut seketika, tapi ia tetap bisa tenang dan segera bergerak cepat. Rayne menghubungi Richi dan menjelaskan semuanya kemudian keduanya terbang ke Bali dengan menggunakan Jet pribadi milik Armaya.


Ibu mana yang tidak khawatir setelah mendengar kabar seperti ini. Rayne pun sangat khawatir setelah ia mendengar ucapan Evan yang mengatakan jikanZeevanea masuk ke Rumah Sakit. Sepanjang penerbangan menuju ke Bali mulutnya terus saja komat - kamit berdoa untuk Zeevanea sembari ia terus menangis dalam pelukan sang Kakak tercinta. Richie terus berusaha menenangkan Rayne yang sudah berderai air mata.


Berbeda pula keadaannya dengan keadaan Dygta sekarang. Dygta memutuskan menemui Evan hari ini dengan tujuan untuk meminta maaf kepada Evan dan Zeevanea atas kelancangan Putranya perihal ucapan mengejutkan yang Putranya lontarkan semalam. Bukan karena Dygta takut dengan Evan, tapi Dygta sungguh merasa tak enak hati dengan Evan dan Zeevanea karena Putranya telah menuduh Zeevanea sebagai Sugar Baby Evan. Setelah berbicara dengan Aga, Aga pun mengizinkan sang Kakak untuk menemui Evan untuk meminta maaf kepada Evan dan Zeevanea. Bagaimanapun juga disini memang Nicholas lah yang bersalah. Tapi berhubung pagi ini Dygta masih harus menyelesaikan pekerjaannya, Dygta pun merencanakan akan menemui Evan saat pekerjaannya telah selesai.

__ADS_1


__ADS_2