
" Jelaskan apa maksud perkataan Stephen, Dygta! " tegas Papi Wirya sambil menatap Dygta, Papi Wirya merasa lebih penasaran dengan cerita Stevano perihal pelukan Dygta dan Rayne dibandingkan dengan permasalahan yang sudah lebih jelas membelit Aga dan Keyra, Dygta yang sudah tegang sejak tadi terlihat lebih tegang lagi meskipun ia tetap bersikap sok tenang.
" Apa benar kamu masih mencintai, Queen? " lanjutnya bertanya lebih pada intinya dengan penuh ketegasan karena Dygta masih mendiam tanpa kata.
" Jujur aja, Kak! Meskipun sakit tapi itu lebih baik. " sela Aga dan sekilas menatap pada Kakak Iparnya, Kinan.
" Perasaan Dygta untuk Queen tetap sama, Pih... Dygta memang masih mencintai Queen sama seperti dulu saat kami masih bersama. " jawabnya jujur meski jelas akan menyakiti Istri dan anak - anaknya, ia merasa tetap harus berkata jujur dan ia merasa sudah tak bisa lagi terus bertahan dengan pernikahannya yang ternyata sampai saat ini tak bisa mengalihkan cintanya kepada sosok cantik Rayne Ayyara Armaya di dalam hatinya meski ia juga memikirkan anak - anaknya.
" Sudah kuduga! " pekik Kinan menyela pelan penuh penekanan, matanya menatap Dygta dengan berkaca - kaca sementara Joana langsung memeluk Nicholas dengan berjuta kesedihannya, Dygta hanya melirik sekilas pada Kinan kemudian kembali menundukkan kepalanya, menatap genggaman kedua tangannya yang menyatu.
" Ceraikan aku, Dygta! " tegas Kinan yang nampaknya sudah menyerah.
" Tidak akan pernah ada perceraian diantara kalian berdua! " tegas Papi Wirya menatap marah kepada sang Putra pertama.
" Lihat Istrimu, lihat anak - anakmu! Pertanggung jawabkan pernikahan kalian dengan benar! " tegas Papi Wirya lagi yang langsung menolak tegas permintaan Kinan.
" Jangan hanya setelah bertemu dengan Queen kamu mengorbankan keluarga kecilmu. " lanjutnya tegas kepada Dygta.
" Jika kamu melanggar dan menyetujui permintaan Kinan untuk berpisah, silahkan angkat kaki dari keluarga Nitinegara! " tegasnya lagi dengan tatapan tegas dan tajam.
" Bertahan, Pih... Mamih cinta sama Papih... Papih nggak boleh nyakitin Mamih lagi. Aku sama Abang nggak mau Papih sama Mamih berpisah. Kita sekeluarga haeus tetap bersama, kita harus tetap kompak. " sela Joana yang sudah berderai air mata meski Nicholas langsung menghapusnya.
" Tante Rayne sudah bahagia dengan Om Evan, Pih... Papih sadar... Mamih sangat mencintai Papih. Mohon buka hati Papih untuk Mamih yang terus berusaha memahami Papih dengan vinta dan kesabarannya yang begitu besar untuk Papih... Hargai ketulusan Mamih, Pih... " lanjutnya.
" Papih nyakitin Mamih dengan kebohongan Papih... Padahal Papih udah bilang kalau Mamih sana aku dan Abang adalah masa depan Papih. " imbuhnya berapi - api, air matanya kian berderai, sementara Dygta nampak diam berpikir.
" Sekarang bagaimana dengan keputusanmu, Ga? " lanjut Papi Wirya yang langsung berpindah berbicara kepada Aga.
" Keputusan Aga tetap sama, Pih. Keputusan Aga sudah sudah bulat. Aga tidak pernah mentolerir pengkhianatan. " tegasnya sambil menatap sinis pada Keyra.
__ADS_1
" Apa tidak bisa diperbaiki lagi, Sayang? " sela Mami Dina sedih, Aga langsung menggeleng dan tetap dengan keputusannya.
" Tidak bisa dan tidak akan pernah, Mih! " tegasnya.
" Apa lagi sosok spesial di masa lalu Rere itu adalah seorang Evano Gamya Kalandra yang telah menghancurkan Kak Dygta hingga sedemikian rupa! " tegasnya lagi penuh amarah, dendamnya akan Evan di masa lalu mereka masih melekat kuat di benak Aga.
" Papih menyerahkan keputusan ini kepadamu. " sela Papi Wirya yang sebenarnya tidak juga pasrah tapi juga menatap Aga resah, Aga memang sangat keras dan sangat membenci Evan yang dirasa menjadi sosok awal mula kehancuran Dygta, Papi Wirya pun tak dapat memungkiri kehancuran Dygta di masa lalu juga sedikit banyak berasal dari Evan.
" Ini nggak adil, Pih! " sela Keyra berapi - api, mereka semua langsung berpindah menatap pada Keyra yang nampak berantakan, matanya terlihat sembab akibat terlalu lama menangis.
" Papih nggak ngizinin Kak Dygta cerai tapi Papih seolah mengiyakan keputusan Aga untuk menceraikan aku. " lanjutnya menjelaskan dengan cepat dan dengan gemuruh di dada yang kian membuncah, ia merasa seolah ia terpojokkan disana.
" Papih dan Mamih sebenarnya sangat menyayangkan kejadian pelik pada kalian ini, Re... " jawab Papi Wirya yang sebenarnya juga sedih melihat kemelut prahara yang menimpa Rumah Tangga Aga dan Keyra saat ini.
" Papih juga sangat berharap Aga akan tetap mempertahankan Rumah Tangga kalian berdua. Tapi kebencian Aga terhadap Evan memang sudah mendarah daging. " lanjutnya diiringi dengan desah nafas berat.
" Aku sudah minta maaf, Ga... Tolong jangan seperti ini. " mohon Keyra memelas berharap belas kasihan dari Suaminya, Aga yang semula menatap ketika ia berbicara langsung melengos ketika ia selesai berbicara.
" Daddy kasih kesempatan buat Mommy untuk perbaiki kesalahannya, Dadd... Maafin, Mommy... " ucap Bisma mengiba kepada Daddynya.
" Lihat Bisma dan Brian, Ga... Pertimbangkan lagi keputusanmu. " sela Mami Dina dengan mendesahkan nafad berat.
" Mereka berdua juga akan terluka kalau kamu tetap keras seperti ini. " tegas Mami Dina resah, sangat merasa sedih akan keadaan yang menimpa Rumah Tangga kedua Putranya secara bersamaan.
" Aga mungkin bisa saja mempertimbangkan dan memaafkan Rere kalau saja Pria itu bukan Evan, Mih... " jawab Aga tenang dan penuh ketegasan meski rasanya di dalam dadanya seolah terbakar dengan amarah.
" Kebencian lama Aga yang sudah mendarah daging terhadap Evan itu menjadi kian membesar setelah kejadian ini. " lanjutnya dengan menatap nyalang kepada Istrinya.
" Dulu Kak Dygta juga hancur karena Evan... Dan sekarang? Evan juga lah yang mengoyakkan Rumah Tangga Aga meskipun Evan tidak bertindak secara langsung untuk mengusiknya. Tapi tetap saja, Evan adalah akar masalahnya! " lanjutnya berucap frustasi.
__ADS_1
" Memang bukan Evan yang mendekati Rere, tapi tetap saja Aga nggak akan pernah terima jika semua itu berhubungan dengan Evan! " tegasnya tetap kekeh untuk menceraikan Keyra.
" Daddy, please! Aku nggak mau Mommy sama Daddy pisah. " sela Brian angkat berbicara.
" Jangan seperti ini, Dadd... Aku sama Bisma nggak akan setuju jika Daddy dan Mommy berpisah. " tukasnya menatap sendu pada Aga.
" Jangan hanya karena kehadiran sosok di masa lalu Mommy sehingga membuat Daddy memutuskan untuk meninggalkan kami. Kasihani kami, Dadd... " imbuhnya mengiba, hati Aga seolah terasa tersayat mendengar Putranya mengibakan belas kasihan kepadanya, Aga hanya diam dan langsung beranjak keluar dari dalam kamar yang ditempati oleh kedua Orang Tuanya.
Trap... Trap... Trap...
" Duduk! " hardik Papi Wirya karena Aga langsung beranjak setelah Putranya selesai mengucap permohonan kepadanya, Aga pun berhenti berjalan dan memperhatikan pembicaraan serius ini dengan berdiri bersandar pada pintu kamar.
" Ucapan Brian benar, Papih setuju... " ucap Papi Wirya.
" Benar untuk Aga dan Rere juga benar untuk Dygta dan Kinan. " lanjut Papi Wirya dengan serius menatap kedua Putra Mahkotanya secara bergantian karena memang sumber perkara mereka kali ini adalah Mantan Pacar mereka dahulu kala.
" Jangan hanya karena kehadiran sosok di masa lalu kalian menjadikan Rumah Tangga kalian berdua tercerai berai seperti sekarang. " lanjutnya penuh ketegasan.
" Papih sudah putuskan. " lanjut Papi Wirya berucap dan menjeda sekejap ucapannya.
" Papih tidak akan menghendaki perceraian diantara pernikahan kalian berempat dan Papih tidak menerima bantahan. " lanjutnya tegas tak mau dibantah.
" Tidak ada perceraian! " tukasnya berucap pelan penuh penekanan sembari menatap kedua Anak dan Menantunya secara bergantian dengan penuh keseriusan, Aga yang sudah berdiri di depan pintu kamar itu pun langsung bergegas setelah dirasanya pembicaraan ini telah usai.
Trap... Trap... Trap...
" Aku minta maaf, Mih, Pih... Aku akui kalau aku salah... Aku benar - benar khilaf. Tolong bantu aku bujuk Aga. Aku nggak mau pisah sama Aga... Aku benar - benar menyesal. " lirih Keyra yang kembali memohon bantuan dari kedua Mertuanya.
" Aga keras... Susah rasanya untuk membujuk Aga, apa lagi jika sudah berhubungan dengan Evan. " lanjut Papi Wirya gusar, apalagi Aga malah pergi begitu saja.
__ADS_1
" Tapi Papih dan Mamih akan berusaha semampu kami untuk mempertahankan Rumah Tangga kalian. " jawab Papi Wirya tegas, sementara Mami Dina langsung memeluk Keyra.
Sementara Keyra sedant berusaha mencari pertolongan kepada kedua Orang Tua Aga, Dygta dan Kinan masih nampak mendiam di tempatnya. Nicholas pun masih terus menenangkan Joana yang semakin terisak. Pertanyaan dan godaan di awal perihal Nicholas yang menggandeng Gadis cantik yang ternyata Zeevanea tadi itu pun menguar begitu saja karena kini keluarga Nitinegara tengah dihujani dua masalah pelik yang menerpa Rumah Tangga kedua Putra Mahkotanya.