
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Barbar, bangun! " ucap Nala membangunkan Zeevanea di dalam kamar Nicholas dengan menepuk pelan pundak Zeevanea.
" Hei, bangun dulu! " ucap Nala lagi, nampak perlahan Zeevanea membuka matanya.
Brughhh!!!
Hiks... Hiks... Hiks...
" Loh kok malah nangis! Lo kenapa, sih? " tanya Nala penasaran.
" Daddy jahat, Bang! " pekik Zeevanea sembari terisak dalam pelukan Nala, Nicholas yang berdiri di samping Nala pun menjadi semakin paham jika sumber tangisan Zeevanea adalah berasal dari Evan, Nicholas beranjak sebentar untuk mengambilkan air minum buat Zeevanea, dan tak lama kemudian ia pun kembali kesana dengan membawa segelas air putih di tangannya.
" Emang Daddy ngapain sampai bikin Lo nangis gini? " tanya balik Nala yang memang tidak tau menau, Zeevanea semakin menangis terisak dan tak mau menjawab pertanyaan Nicholas.
Trap... Trap... Trap...
" Minum dulu... " ucap Nicholas sembari berjongkok agar bisa membantu Zeevanea untuk minum, Nala yang meraih gelas itu kemudian mengurai pelukan dan menyodorkan minun untuk Zeevanea, setelahnya Nicholas kembali mengambil gepas tersebut dan meletakkannya di atas nakas.
" Daddy kenapa? " tanya Nala ketika Zeevanea sudah terlihat sedikit tenang, Zeevanea duduk bersandar pada headboard ranjang, Zeevanea tidak menajawab, ia hanya menatap Nala dengan berderai air mata.
" Udah, biarin aja kalau Zee nggak mau cerita. Biar dia tenang dulu. " sela Nicholas dan langsung duduk di tepian ranjang yang juga ditempati Zeevanea.
" Ganti baju dulu, ya... Nala udah ambilin piyama buat kamu. " ucap Nicholas lembut kepada Zeevanea sambil menyodorkan sebuah paper bag yang sudah sejak tadi dibawanya kepada Zeevanea.
" Lo beneran mau tidur disini? " tanya Nala heboh memastikan ucapan Nicholas sebelumnya, Zeevanea langsung mengangguk.
" Kalau Daddy cari aku bilang aja Gue minggat! " ketusnya, Nala langsung membelalakkan mata sementara Nicholas nampak menahan tawa.
" Lo tidur disini nggak takut diapa - apain sama ni Bocah? Tidur kamar Gue aja, ayok! " ucap Nala sewot.
" Sebejat - bejatnya Gue, Gue Abang Lo, Gue nggak bakalan apa - apain Lo. " lanjutnya.
__ADS_1
" Eh, eh! Sembarangan kalau ngomong! " sela Nicholas tidak terima.
" Kalaupun Gue mau udah Gue lakuin dari tadi! Nah ini buktinya Gue malah ngomong sama Lo kalau Zeevanea mau tidur disini! " sungut Nicholas tak terima dituduh Nala, Nala hanya mencebik sambil tersenyum jahil.
" Udah, ih! Ribut aja kalian! " ketus Zeevanea kesal dengan perdebatan Nala dan Nicholas.
" Ya udah ganti dulu bajunya, biar enak kalau bobo. " ucap Nicholas pada Zeevanea, Zeevanea pun mengangguk kemudian beranjak ke kamar mandi.
Trap... Trap... Trap...
" Lo apain si Barbar jadi anteng sama Lo? " tanya Nala penuh selidik, Nicholas langsung terkikik.
" Udah Lo apa - apain ini pasti! " tegas Nala berapi - api, Nicholas yang masih terkikik itu langsung menggelengkan kepalanya.
" Nggak Gue apa - apain, sumpah. Lo dibilangin beneran juga masih ngeyel aja. " tegas Nicholas sambil menonyor kepala Nala.
" Mana berani Gue ngapa - ngapain orang serem gitu kalau marah. " lanjutnya.
Trap... Trap... Trap...
Cup...
" Night, Baby... " ucap Nicholas sambil mengecup singkat kening Zeevanea, mata Nala terbelalak seketika melihat Nicholas.
" Ish! Lo berani cium Adek Gue? " sungut Nala tak terima juga kaget.
" Lo juga dicium Nico anteng aja, biasanya disenggol dikit aja langsung teriak - teriak kaya orang kesurupan! " lanjutnya kesal dengan Zeevanea yang terlihat anteng.
" Apa tadi Lo juga bilang? " tanya Nala menggebu - gebu mendengar Nicholas memanggil Zeevanea dengan sebutan Baby dan ditambah Nicholas juga mencium kening Zeevanea, tapi Zeevanea sama sekali tidak meronta ketika Nicholas menciumnya, tanda tanya besar pun langsung bersarang di otak Nala.
" Biasa aja kali muke, Lo! " ketus Nicholas pada Nala karena wajah Nala masih nampak sangat - sangat terkejut.
" Kita berdua pacaran... " lanjutnya berucap jujur kepada Nala, semakin membelalak saja mata belo milik Nala.
" Tapi please jangan sampai Om Evan tau dulu... Kita berdua masih pacaran sembunyi - sembunyi karena Zeevanea belum siap. " lanjutnya, Nala masih saja diam dengan keterkejutannya.
__ADS_1
" Serah Lo berdua dah! Pusing pala Gue! " pekiknya yang tak habis pikir dengan mereka berdua, kemudian langsung beranjak keluar dari dalam kamar Nicholas.
Trap... Trap... Trap...
Cup...
" Aku bobo disini juga, ya... Sofanya kurang panjang. " ucap Nicholas meminta izin kepada Zeevanea, meski mata Zeevanea terpejam tapi ia belum tidur, tapi ia juga enggan menjawab.
" Selamat beristirahat, Sayang... Aku mencintaimu. " ucap Nicholas mesra kemudian langsung berbaring di ranjang yang sama dengan Zeevanea, tak lupa kecupan mesra itu tak luput mendarat indah di kening Zeevanea.
Nicholas pun langsung melabuhkan tangan kekarnya untuk melingkar mesra di perut Zeevanea yang tengah berbaring terlentang. Nicholas merangkulnya mesra dan perlahan keduanya pun terbang menyusuri indahnya alam mimpi.
Sementara Evan dan Dygta serta Aga kini malah kian berulah, suasana di area lobby Lux Resort itu nampak semakin keruh. Jelas Evan tidak terima ketika mendengar Dygta mengungkapkan perasaannya yang masih sama terhadap Istrinya, sama seperti kejadian berpuluh tahun lalu yang sangat membuatnya terluka sangat dalam dan masih bebrbekas hingga sekarang. Dan sekarang, Suami mana yang akan tinggal diam jika melihat Istri tercintanya berada dalam pelukan hangat seorang Pria lain apa lagi Pria tersebut adalah mantan Kekasih dari Istrinya yang sampai kini masih menyimpan cinta untuk Istrinya.
Evan yang semakin kalap langsung mengayunkan kaki jenjangnya untuk mendepak Dygta yang masih betah memeluk Istrinya. Aga yang sedang bersama mereka pun terlihat semakin frustasi. Masalahnya dengan Keyra saja belum kelar dan kini malah ditambah lagi dengan rumitnya permasalahan lama sang Kakak dengan Evan yang nyatanya masih awet hingga sekarang, bahkan luapan emosi Evan pun kini kian membara.
" Cukup! " teriak suara Perempuan dengan begitu kencangnya, beruntungnya Dygta yang tengah memeluk Rayne tak sampai terkena lemparan kaki Evan yang mengarah kepada Dygta, mereka semua pun langsung menoleh ke arah sumber teriakan.
Trap... Trap... Trap...
Dygta nampak tertegun melihat sosok cantik yang kini tengah berjalan mendekat ke arahnya. Bahkan ia sendiri sampai tak sadar jika kini ia masih mendekap Rayne di dalam pelukan hangatnya. Dan kesadaran Dygta pun langsung kembali sempurna kala menyadari pergerakan dari Rayne yang ditarik paksa oleh Evan. Aga langsung meremas kasar rambutnya seolah dibuat kian frustasi oleh kejadian tak terduga ini.
" Puas pelukan sama Suami orang dengan sadar dan dengan sengaja di depan mata kepala Suamimu sendiri? " cibiran pedas Evan langsung terucap kepada Rayne, Rayne menatap Evan dengan tangis yang kian tumpah sembari menggeleng kepala juga merasa bersalah.
" Selama ini aku selalu berusaha ngelakuin semua yang terbaik buat kamu, buat anak - anak kita, tapi semua ini apa??? Aku udah jujur tapi kamu tetep nggak percaya, dan sekarang kamu malah pelukan sama Bajingan tengik itu di depan mata kepalaku! Kamu nganggep aku nggak sih, Sayang? Lalu apa bedanya kamu sama Keyra, hah??? " lanjut Evan bertanya membentak kencang juga panjang lebar.
" Cukup, Mas! " pekik Rayne menjawab dengan bibir dan suara bergetar.
" Aku kecewa sama kamu! " ucap Evan pelan penuh penekanan, Evan menatap Rayne dalam dan sedikit menyunggingkan senyum sinis, keadaan yang semula menyudutkan Evan kini berubah menyudutkan Rayne.
" Kamu tau bukan kalau luka lama itu masih membekas hingga sekarang! " tegas Evan pelan penuh penekanan sambil menatap mata Rayne dalam.
" Aku sadar diri kalau aku memang bukan Pria yang baik. Dulu aku juga sering bermain Perempuan saat kamu pergi meninggalkanku. Tapi setidaknya aku mampu membuktikan kepadamu dan anak - anak kita untuk tetap menjadi sosok setia hingga detik ini juga. " tukasnya dengan sangat tenang, Evan langsung beranjak pergi dan meninggalkan Rayne begitu saja, Rayne pun langsung mengejar Evan dengan air mata yang berlinang.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...