Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 202 - Kekecewaan Devandroe


__ADS_3

Acara spesial di kediaman Evan dan Rayne hari ini akhirnya sudah berada di penghujung acara. Dimana mereka semua yang masih tinggal keluarga inti Evan dan Rayne juga keluarga Alexandra mendapatkan jamuan makan malam bersama sebagai penutup acara. Acara makan malam ini pun berjalan lancar meski Raynevandra dan Devandroe juga tetap diam tak saling sapa. Zeevanea pun juga semakin merasa terabaikan karena sejak kepulangan Evan dari Rumah Sakit tapi Evan masih saja mendiamkannya. Zeevanea sendiri pun seolah malas untuk kembali berdebat dengan Daddy-nya maka dari itu Zeevanea juga diam saja mengikuti semua acara yang dilakukan oleh keluarga besarnya.


" Ray... Papi titip Lexa, ya... Mulai saat ini, Papi serahin tugas Papi untuk Lexa kepadamu. " ucap Papi Salman kepada Raynevandra, Raynevandra pun mengangguk dengan serius.


" Kalian berdua masih sama - sama muda dan masih berego tinggi. " lanjut Papi Salman dan menjeda sejenak ucapannya.


" Jadi Papi harap, kalau suatu hari nanti kalian berdua bersitegang, bicarakan dengan baik - baik... Jangan sampai mementingkan ego kalian masing - masing karena kalian berdua sekarang adalah satu. " lanjutnya menjelaskan inti dari wejangannya.


" Papi percaya kamu bisa menjadi pemimpin keluarga yang baik. " imbuhnya sambil menepuk pelan bahu Raynevandra yang duduk di depannya, Raynevandra duduk di depan Papi Salman berdempetan dengan Evan dan Stevano.


" Ray sangat berterima kasih atas kepercayaan Papi... Ray akan selalu berusaha untuk membahagiakan Putri Bungsu Papi yang sekarang sudah menjadi tanggung jawab Ray sepenuhnya. " jawab Raynevandra tegas setelah sebelumnya menatap singkat kepada Evan.


" Papi percaya... Doa Papi dan Mami menyertai kalian. " ucap Papi Salman, Raynevandra langsung berdiri dan memeluk Papi Mertuanya dengan perasaan haru yang mendalam, Alexandra dan Mami Syahnaz yang duduk bersama Papi Salman pun langsung ikut menimpali pelukan mereka berdua, sementara Rayne pun nampak bergerak berpindah tempat dan memeluk leher Evan dari belakang, menyandarkan kepalanya di pundak Evan, suasana pun kembali mengharu biru.


" Kalau begitu kami pamit... " ucap Papi Salman setelah pelukan mereka terurai, Raynevandra dan Alexandra pun mengangguk patuh.


" Jadilah Istri yang berbakti... Tunjukkan baktimu dengan perilaku terbaikmu kepada Suami-mu. " ucap Mami Syahnaz berpesan kepada Alexandra, Alexandra langsung menghambur memeluk Mami-nya diiringi dengan deraian air mata yang kembali menderas, sang Kakak pun nampak mengusap lembut punggung Alexandra dan Mami-nya.


" Doakan kami, Mi... " ucap Alexandra memohon, Mami Syahnaz pun mengangguk sembari menyeka air matanya yang baru saja menetes, memang terasa berat melepaskan Putrinya yang baru saja menikah.


Setelah keluarga Alexandra berpamitan dan diantarkan ke teras, seluruh keluarga besar Evan pun kembali ke ruang keluarga.


Trap... Trap... Trap...


" Ada yang masih musuhan ini, Kek... " ucap Evan kepada Ayah Rudi, Ayah Rudi yang baru saja menyulut rokoknya langsung menoleh menatap Evan karena perihal pertikaian Devandroe dan Raynevandra masih belum diketahui oleh keluarga besar mereka.


" Siapa? " tanya Ayah Rudi, Evan hanya mengangkat bahunya seolah meminta Devandroe dan Raynevandra untuk berucap dengan sendirinya, Devandroe langsung menunduk sementara Raynevandra nampak mencebik dan langsung membuang muka, keluarga mereka pun jadi menatap Evan dengan penuh tanya.


" Ray sama Andru bertengkar, Yah... " jawab Rayne setelah menatap Evan, Devandroe, dan Raynevandra secara bergantian.


" Kenapa, Nak? " tanya Ayah Rudi sambil mengusap lembut kepala Devandroe yang duduk di sebelahnya, Ayah Rudi duduk di sofa panjang diapit oleh Stevano dan Devandroe.

__ADS_1


" Dadd... " panggil Devandroe kepada Evan, Evan langsung mendongakkan wajahnya seolah berucap apa kepada Devandroe, mereka semua nampak bingung karena Devandroe malah mamanggil Evan.


" Aku mau pindah sekolah. " jelas Devandroe.


" Memangnya sekolahmu kenapa? " tanya Evan penasaran.


" Aku mau pindah ke London. Aku mau tinggal sama Papi Eric. " jelasnya.


" Selesaikan dulu masalahmu dengan Adikmu... Baru Daddy bisa memberikan kepitusan. " jawab Evan tegas dengan menatap Devandroe dan Raynevandra bergantian.


" Daddy tidak pernah mengajarkan kepada kalian untuk melarikan diri dari masalah. " lanjutnya menegaskan.


" Kita nggak ada masalah, Dadd... Cuma salah paham aja. " jawab Devandroe pelan, malas rasanya berdebat dengan Raynevandra, Evan nampak menatap Devandroe sembari menghela nafas berat.


" Alexandra sudah menikah dengan Adikmu. " ucap Evan menggantung, keluarga besarnya mulai bingung dengan ucapan Evan yang malah menyebut nama Alexandra.


" Kalau kamu benar - benar menginginkan kebahagiaan untuk Perempuan yang kamu cintai tapi tidak bisa kamu miliki, kamu pasti bahagia melihatnya berbahagia dengan siapa pun juga yang menjadi pilihannya. " tegas Evan, seluruh anggota keluarga besar mereka nampak mulai paham akan adanya cinta segitiga diantara Raynevandra dan Devandroe dengan Alexandra, Devandroe hanya diam dengan tatapan kosongnya.


" Aku memang udah lama sayang sama Ale... Dan aku sudah berusaha merelakan perasaanku saat aku mengetahui Ale bahagia bersama Ray. " ucap Devandroe dan menjeda ucapannya.


" Tetapi yang membuat aku tidak terima itu karena Ray tega membuat masa depan Ale hancur berantakan. " lanjutnya menjelaskan.


" Kalau nggak tau ceritanya nggak usah sembarangan ngomong, Bangsat! " pekik Raynevandra yang langsung tersulut emosi.


" Belum waktunya kamu bicara. " tegas Evan kepada Raynevandra yang duduk di sampingnya, suasana yang semula mengharu biru itu pun kini sudah berubah menjadi suasana penuh ketegangan, Evan mengutarakan permasalahan ini kepada Ayah Mertuanya karena ingin memantabkan apakah yang sedang dipikirkannya ini salah atau benar.


" Terlepas dari kesalahan Adikmu yang kamu anggap merusak masa depan Alexandra... " ucap Ayah Rudi sambil menatap Devandroe dengan penuh keseriusan, ia sudah dapat menyimpulkan jikalau Devandroe yang juga mencintai Alexandra itu sangat kecewa karena Raynevandra yang menghamili Alexandra di saat masih sekolah.


" Sebesar apa pun kekecewaanmu terhadap Adikmu, ini semua tidak akan pernah terjadi tanpa adanya campur tangan takdir di dalamnya. " lanjutnya.


" Kakek tidak bermaksud untuk membenarkan perbuatan Adikmu yang salah... " lanjutnya lagi.

__ADS_1


" Tapi kalau memang ternyata sudah digariskan seperti itu ya kita semua bisa apa? " tegasnya.


" Kakek tidak mengharuskanmu untuk langsung menerima dengan lapang atas semua kekecewaanmu terhadap kesalahan Adikmu ini. " lanjutnya lagi.


" Kakek tau semua ini butuh proses... Kekecewaanmu pun pasti tidak akan mengurai begitu saja secara instan. " lanjutnya lagi.


" Berdamailah dengan hatimu meski kamu belum bisa maafkan Adikmu... Terima Alexandra sebagai Adikmu juga. Maka hatimu akan lebih tenang meski kekecewaanmu masih sangat mendalam. " tukasnya tegas.


" Tidak ada yang harus meminta maaf dan memaafkan, Kek... " ucap Devandroe yang sengaja mengalah dan juga tidak mau jika harus disuruh meminta maaf kepada Raynevandra, ia berharap agar bisa segera pergi dari kerumunan ini, Raynevandra berdecih merasa Devandroe terlalu naif.


" Aku memang kecewa karena Perempuan yang selama ini aku cintai dalam diam ternyata malah dirusak oleh orang terdekatku sendiri. Tak seharusnya aku mengungkapkannya karena memang selama ini aku juga tidak berani mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya. lanjutnya berucap dengan buncahan kesakitan yang teramat mendalam.


" Aku mohon jangan bahas lagi tentang hal ini... Aku sadar bahwa perasaanku hanyalah perasaan cinta yang bertepuk sebelah tangan. " lanjutnya dengan menatap dalam kepada Alexandra dengan tatapan sendunya.


" Aku permisi. " tukasnya merasa pembicaraannya susah selesai dan langsung beranjak pergi ke kamarnya dengan menahan air mata kepedihannya.


Trap... Trap... Trap...


" Kalau kalian biarkan saja bakalan nggak saling sapa itu... " ucap Ayah Rudi kepada Evan dan Rayne.


" Aku nggak salah sama Andru, Kakek! " sahut Raynevandra tidak terima dan seolah memberitahukan jika ia tidak mau meminta maaf kepada Devandroe, Ayah Rudi dan Evan langsung menatap tajam kepada Raynevandra.


" Andru-nya tertutup, Ray-nya bengal kaya Bapaknya. Nggak akan ada yang mau ngalah. " lanjut Ayah Rudi mencibir Evan.


" Izinkan saja kalau memang Andru pengen pindah ke London. Dia pasti sakit melihat Raynevandra dengan Alexandra. " lanjutnya lagi.


" Kalau Devandroe pergi sama juga dengan lari dari masalah... " sahut Richie menimpali, Evan dan Ayah Rudi nampak bersitatap dalam.


" Maaf, Kek... Saya akan coba bicara sama Devan untuk berbaikan dengan Ray. Saya juga jadi merasa tidak enak. " sela Alexandra merasa tak enak hati.


" Coba saja... Asalkan Suami-mu mengizinkannya. " jawab Ayah Rudi.

__ADS_1


" Big No! " tegas Raynevandra mengucapkan keputusan tegasnya.


__ADS_2