Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 65 - Makin Cinta


__ADS_3

Malam pun tiba... Raynevandra baru saja terbangun dari tidurnya. Bibirnya melengkung indah bak lengkungan bulan sabit di atas langit nan indah. Raynevandra semakin bahagia kala ia melihat Alexandra masih terpejam dengan posisi yang sama, yaitu tidur dengan saling berpelukan mesra dengan Raynevandra. Dan tak lama kemudian Alexandra pun nampak mengerjapkan matanya. Menyusul Raynevandra yang sudah membuka mata. Senyum simpul Alexandra pun timbul ketika baru saja ia membuka mata dan nampaklah wajah tampan Raynevandra yang tengah tersenyum menatap dalam kepadanya. Semakin ditatap, semakin salah tingkah saja Alexandra. Ia pun kembali beringsut masuk ke dalam dada Raynevandra untuk menyembunyikan semburat rona merah malu - malu yang kini nampak pada wajah cantiknya. Raynevandra pun terkikik, merasa gemas dengan Alexandra.


" Kenapa, Baby? " tanya Raynevandra sambil terkikik dan menatap wajah Alexandra yang bersembunyi pada dada bidangnya, Alexandra tak menjawab, ia hanya tersenyum malu sembari terus menundukkan wajahnya yang tengah merona.


" Hei... Whats wrong? " tanya Raynevandra yang semakin merasa gemas dengan tingkah Alexandra yang sangat terlihat kentara jika ia sedang tersipu malu, Raynevandra berucap sembari mengusap lembut kepala Alexandra penuh kasih sayang.


" Aku malu tau ditatap kaya gitu sama kamu... " ucap Alexandra jujur dengan suaranya yang pelan karena memang merasa malu dengan Raynevandra dan masih menyembunyikan wajahnya, Raynevandra hanya geleng kepala sembari tersenyum gemas.


" Untuk apa malu? " tanya balik Raynevandra dengan santainya.


" Ih... pentilannya kena aku. Langsung bikin aku merinding. " ucap Raynevandra sarkas sebelum Alexandra sempat menjawab, semakin malu saja Alexandra, tanpa kata Alexandra pun langsung beringsut dan membalikkan badannya membelakangi Rynevandra.


" Baby... " panggil Raynevandra merayu karena Alexandra membelakanginya sembari menyelundupkan kepalanya pada ceruk leher Alexandra dari arah belakang.


" Kenapa punggungin aku, hmmm? " tanyanya lembut.


" Malu, Baby... " ucapnya lirih sembari bergerak ke bawah kian menundukkan wajahnya yang memerah merona seperti kepiting rebus, Raynevandra tersenyum tipis.


" Stop it, Baby! Geli... " ucap Alexandra lagi merasakan pergerakan tiba - tiba dari belakang pangkal pahanya.


" Geli kenapa? " tanya balik Raynevandra yang merasa tidak melakukan apa - apa bahkan jiga tidak merasa sedang menggelitiki Alexandra.


" Jangan digerak - gerakin terus... Bikin aku geli. " rengeknya memanja tapi Raynevandra yang polos ini pun masih terlihat cengo dan tak paham akan maksud Alexandra.

__ADS_1


" Aku nggak gelitikin kamu... " ucap Raynevandra jujur dan polos.


" Itunya bikin aku geli... " ucap Alexandra memperjelas, Raynevandra masih terdiam bingung, tapi kemudian ia merasakan pergerakan di pangkal pahanya itu bergerak sendiri dan menyentuh bagian belakang pangkal paha Alexandra, Raynevandra pun akhirnya paham.


" Ya udah... Aku numpang mandi sekalian ya, Baby... " ucap Raynevandra dan langsung beranjak pergi ke kamar mandi tanpa menunggu persetujuan si pemilik kamar mandi dengan kepolosan tubuhnya sembari memunguti pakaiannya yang sudah berserakan di lantai kamar sejak tadi sebelum keduanya tidur.


Sejujurnya Raynevandra juga merasa malu karena tak sadar jika burung elang itu tiba - tiba bangkit dan langsung menyapa Alexandra tanpa disadari olehnya. Maka dari itu ia langsung beringsut melarikan diri ke kamar mandi.


Trap... Trap... Trap...


Alexandra nampak mendesah lega... Pasalnya Raynevandra sudah pergi ke kamar mandi. Kemudian Alexandra membuka selimut tebal yang sedari tadi membalut tubuhnya, ia menengok ke bawah dan melihat jika hingga kini keadaannya masih polos tanpa sehelai pakaian pun yang melekat di tubuhnya. Tapi kemudian ia terlihat tersipu malu... Membayangkan Raynevandra yang selalu bersikap lembut dan penuh cinta kepadanya, ditambah dengan perlakuan Raynevandra yang selalu lembut ketika keduanya melakukan penyatuan cintanya. Alexandra merasa beruntung dicintai oleh seorang Raynevandra Gamyara Kalandra yang jelas terlihat dan sudah terbukti sangat mencintainya. Dan kian hari cinta Alexandra kepada Raynevandra pun kian bertambah besar seiring dengan siraman pupuk cair kehidupan yang setiap hari menyembur pada ladang tandus kepunyaan Alexandra. Dan sekian lamanya ia melamunkan hal - hal indah yang dilewatinya bersama Raynevandra setiap harinya, kedatangan Raynevandra kembali ke kamar pun langsung membuyarkan lamunan nakalnya.


Trap... Trap... Trap...


" Ngelamunin apaan, Neng? " tegur Raynevandra sambil duduk di samping Alexandra sembari ia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang dibawanya dari kamar mandi, seketika itu juga wajah Alexandra kembali merona malu, dan tersenyum kikuk pada Raynevandra.


" Emang nggak boleh apa ngelamunin Pacar sendiri? " tanya balik Alexandra sambil tersipu malu.


" Apanya lagi yang dilamunin orang Pacarnya nemenin disini dari tadi... " jawab Raynevandra sambil terkikik, Alexandra langsung mencebik tapi ia juga tak menampik jika kini wajahnya sering bersemu malu - malu.


" Kiss nih kalau mecucu... " goda Raynevandra dengan santainya, Alexandra nampak menatap tajam pada Raynevandra sekejap kemudian kabur ke dalam kamar mandi dengan menggulung kepolosan tubuhnya dengan bedcover yang sedari tadi menutupi keseksian tubuhnya, Raynevandra pun terkikik sambil geleng kepala dan sangat gemas dengan Alexandra.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1



Raynevandra menunggu Alexandra mandi sambil rebahan dan memainkan ponselnya. Memeriksa seluruh notifikasi yang masuk ke ponsel pintarnya yang baru kini bisa diperiksanya. Konsentrasinya ketika membaca pesan - pesan whassap pun buyar kala melihat Alexandra masuk kembali ke dalam kamar hanya dengan lilitan handuk yang membalut tubuhnya. Raynevandra terus memperhatikan Alexandra. Dan saat Alexandra sudah duduk di depan meja riasnya dan baru akan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, Raynevandra pun berinisiatif untuk mendekat dan membantunya.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


Cup...


" So sweeeeet... " ucap Alexandra kala Raynevandra baru saja mengangkat tubuhnya dan mendudukkan di atas meja rias, dan berhasil merebut hair dryer dari tangannya kemudian membantu mengeringkan rambut Alexandra.


Aku tuh perhatian tau... ucapnya sambil tersenyum, senyum keduanya nampak bertemu di layar cermin di hadapan mereka.


" Makasih, ya... Baby aku ini emang yang terbaik, perhatian banget sama aku. " jawab Alexandra dan langsung mengecup singkat pipi Raynevandra.


" Jadi makin cinta... " lanjutnya berbinar kemudian memeluk Raynevandra yang masih berdiri di depannya sembari memegang hair dryer.


" Aku juga makin cinta sama kamu... " balas Raynevandra setelah meletakkan hair dryer itu di meja rias yang tengah diduduki oleh Alexandra dan merampas lembut bibir Alexandra yang tengah tersenyum kepadanya itu.



Peraduan bibir keduanya pun kembali bertaut... Saling membelitkan lidah untuk bisa saling menyesap. Memberikan bukti cinta dengan ciuman yang sedang berlangsung. Tapi lama kelamaan, Raynevandra dan Alexandra kembali terlihat penuh akan kabut gairah yang membuncah. Raynevandra langsung menggendong Alexandra dan membawanya kembali ke atas ranjang. Dengan ciuman yang masih tak terlepaskan hingga keduanya menjeda sesaat ketika sudah berada di atas ranjang.

__ADS_1



Dan terjadilah kembali pertarungan penuh cinta di atas ranjang milik Alexandra yang sedari siang tadi sampai beberapa kali diguncang gempa buatan. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Alexandra dan Kekasih tercintanya, Raynevandra Gamyara Kalandra.


__ADS_2