Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 104 - Tegang


__ADS_3

Tamu - tamu undangan yang sebelumnya telah menerima undangan dari Sandra pun semakin banyam berdatangan di Lux Resort. Sandra memesan penuh seluruh kamar yang tersedia di Lux Resort untuk tempat tinggal sementara para tamu undangannya. Mereka semua yang kebanyakan saling mengenal pun saling bertegur sapa dan mengobrol bersama. Para anak - anak dari Sahabat Sandra dan Teo pun juga turut berada disana mengikuti ajakan Orang Tuanya.


Trap... Trap... Trap...


" Weitttzzz... Anaknya Pak Presdir yang Bungsu sudah berani gandeng Cewe ini... " celetuk Jeffry yang tak lain adalah salah satu Sahabat dekat dari Evan juga Teo dan Sandra, Raynevandra pun langsung mencium punggung tangan Jeffry dan Istrinya sambil tersenyum.


Trap... Trap... Trap...


" Apa kabar, Uncle, Aunty? " tanya Raynevandra, Evan juga nampak menyusul Raynevandra yang baru saja keluar ballroom bersama Alexandra.


" Baik, Jagoan... " jawab Jeffry sambil mengacak kasar rambut Raynevandra.


" Aunty baik, Ray... " jawab Istri Jeffry beriringan dengan jawaban Jeffry.


" Salim dulu, gih... Mereka ini Ortunya Grace. " ucap Raynevandra pada Alexandra, Alexandra pun langsung mencium punggung tangan Jeffry dan Istrinya bergantian.


" Grace mana, Uncle? c tanya Raynevandra.


" Udah ketemu belahan jiwanya tadi di depan... " jawab Jeffry sambil terkikik, Evan yang ternyata sudah berdiri di belakang Raynevandra pun langsung mencebik sambil menatap Jeffry.


" Muka Lo kenapa, hah? Kusut banget kaya baju nggak pernah disetrika. " candra Jeffry pada Evan, Raynevandra dan Alexandra nampak bingung, tak paham maksud Jeffry, juga tak tau jika Evan berdiri di belakang mereka.


" Ya gimana nggak kusut orang semaleman Gue nggak tidur. " jawab Evan, Raynevandra dan Alexandra pun langsung menoleh ke belakang setelah mendengar suara Evan.


" Kalau gitu aku ke depan dulu cari temen - temen ya, Dadd... " sela Raynevandra pada Evan, Evan langsung mengangguk dan keduanya pun langsung beranjak keluar.


Trap... Trap... Trap...


" Lembur nih ceritanya semaleman nggak tidur? " ledek Jeffry pada Evan, Evan pun kembali mencebik, Jeffry dan Istrinya nampak tertawa.


Trap... Trap... Trap...


" Siang, Om Evan... " sapa Nicholas yang tiba - tiba berada disana, Evan pun mengangguk, Nicholas juga nampak tersenyum pada Jeffry dan Istrinya meski tidak saling kenal.


Trap... Trap... Trap...


" Teo! " teriak Jeffry yang melihat Teo berjalan ke arah lain, Evan langsung melengos sementara Nicholas ikut menatap ke arah mata Jeffry memandang, dengan langkah malas Teo pun menghampiri Jeffry.


Trap... Trap... Trap...


" Lo kapan dateng? " tanya Teo pada Jeffry dan langsung berpelukan, Teo melirik sekilas pada Evan yang menatap ke arah lain.


" Baru aja. " jawab Jeffry.


" Hai, Om Teo... " sapa Nicholas pada Teo sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan, Teo pun langsung menoleh dan terkejut ketika melihat Nicholas bersama Evan.

__ADS_1


" Loh, Nic... Kamu sama siapa? Papi mana? " tanya Teo sambil membalas jabat tangan dari Nicholas.


" Papi sama Mami baru aja dateng, Om... Mereka lagi istirahat kayanya. " jawab Nicholas ramah.


" Anaknya siapa? " tanya Jeffry penasaran karena ia sebelumnya sama sekali tak pernah bertemu dengan Nicholas.


" Anaknya Dygta... " jawab Teo.


" Hwakakaka... " Jeffry langsung terbahak seketika dan langsung menatap Evan.


" Kalau begitu saya permisi dulu. " pamit Nicholas kemudian beranjak setelah mereka ini mengangguk.


Trap... Trap... Trap...


" Lo musuhan sama Bapaknya tapi deket sama anaknya... " ledek Jeffry pada Evan, Evan langsung menonyor kepala Jeffry kencang sembari mendengus kesal, Jeffry malah semakin tertawa ngakak.


Trap... Trap... Trap...


" Hai, Mas Daddy... " sapa Nadine dan Moza barbar menyapa Evan, Evan kembali melengos sambil mencebikkan bibirnya.


" Queen mana? " tanya Nadine sambil memeluk Evan singkat, kemudian Dante dan Moza juga Suami Moza ikut memeluk Evan juga Jeffry beserta Istrinya dan juga Teo.


" Nggak ada yang namanya Queen! " jawab Evan ketus, Nadine dan Moza nampak mencebik sambil terkikik bersamaan.


Trap... Trap... Trap...


" Btw, yang ulang tahun mana ini? " tanya Galang sambil menatap para Sahabatnya bergantian dan terakhir menatap Teo yang terlihat datar.


" Yang ulang tahun lagi ngambek sampai mau gugat cerai Suaminya. " jawab Evan menyindir Teo yang tak sadar jika hari ini adalah hari ulang tahun Istrinya, tatapan mereka semua langsung mengarah pada Teo, tapi Teo malah menatap tajam kepada Evan.


" Maksud Lo apa, hah? " pekik Teo yang langsung emosi, terus menatap tajam pada Evan, teman - teman mereka nampak terlihat bingung dengan sikap Teo, Evan hanya menjawab dengan tersenyum sinis sambil menggedigkan bahunya, menatap malas pada Teo yang benar - benar membuatnya muak.


" Lo mau jebak Gue? " tanya Teo lagi, tatapannya semakin tajam pada Evan, para Sahabat mereka semakin terlihat bingung dengan sikap mereka berdua.


" Nggak ada untungnya Gue jebak Lo! Yang ada malah reputasi Gue sama Resort ini bakalan anjlok kalau Gue mempublikasikan skandal bejat menjijikkan yang Lo lakuin disini! " jawab Evan sambil tersenyum sinis kemudian langsung beranjak pergi dan menyempatkan menabrak bahu Teo saat ia baru saja melangkah.


Trap... Trap... Trap...


" Berhenti Lo, Bangsat! " pekik Teo emosi, Dante yang berdiri di samping Teo langsung mencekal tangan Teo, ia menginginkan penjelasan dari Evan dan Teo, bagaimanapun juga mereka bersahabat dekat sejak lama.


" Ada apa Lo sama Evan? " tanya Dante tegas.


" Evan jebak Gue! " jawab Teo yang tetap emosi sambil tetap menatap punggung Evan yang kian menjauh dari pandangannya.


" Lo nggak asal ngomong, kan? " sahut Galang serius, Teo langsung menggeleng.

__ADS_1


" Kan tadi Evan bilang kalau nggak ada untungnya jebak Lo. " sahut Jeffry bingung.


" Lo sama Evan sebenernya kenapa, sih? " timpal Dante lagi bertanya jengah, Teo hanya diam dan tetap dengan emosinya.


Trap... Trap... Trap...


" Lo pada kenapa? Tegang banget kelihatannya... " celetuk Ben bertanya pada mereka semua karena para Sahabatnya ini nampak tegang, Ben baru saja datang bersama Istrinya, juga dengan Axelle dan Istrinya.


" Teo ribut sama Evan. " jawab Dante.


" Rebutan ****** Lo berdua? " ledek Ben bercanda sambil menatap jahil pada Teo.


" Hahaha... " Dante dan Jeffry langsung terbahak seketika.


" Evan udah tobat lama, Bego! Rayne juga hamil lagi sekarang. " jawab Dante setelah tertawa.


" Buset tu anak, udah umur masih terus nyemprot aja! " celetuk Axelle sambil geleng kepala.


" Beneran Rayne hamil lagi? " tanya Irish Istri Ben seolah tak percaya.


" Mbak Mantan dibilangin nggak percaya juga. " sahut Nadine meledek Irish, Irish malah langsung tertawa sambil menatap Nadine.


" Gue nggak percaya aja, Nad... " jawab Irish sambil terkikik.


" Udah lima loh anak mereka kehitung sama Geeva. " lanjut Irish yang masih seolah tak percaya.


" Enam kali anaknya Rayne sebenernya... " sahut Moza ikut bicara.


" Lah yang satu? " tanya Irish bingung.


" Yang keguguran di Paris waktu itu nggak Lo itung? " jawab Moza.


" Yang keguguran di Paris itu anaknya Dygta bukan anaknya Evan, Mozaaa... " sanggah Dante sebelum Irish sempat menjawab.


" Ya sama aja kan anaknya Queen juga, Queen Istrinya Evan. " sanggah Moza ngotot.


" Kita ini lagi ngomongin Evan, bukan pagi ngomongin Rayne! Gimana sih Lo, Moo! " sahut Dante lagi, Moza pun langsung mencebikkan bibirnya.


" Udah, udah... Ngopi aja yuk daripada ribut... " ucap Ben melerai perdebatan mereka.


" Aku mau istirahat aja, Pi... Kalian ngopi aja kalau mau ngopi. " sela Irish menyahut.


" Ya udah kamu istirahat aja... Aku mau ngopi dulu. Udah lama nggak ngopi bareng mereka. " jawab Ben sambil mengusap lembut kepala Istrinya, dan berpisah arah lah mereka semua...


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


__ADS_2