Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 77 - Mendiam


__ADS_3

Sementara Devandroe yang tadinya masuk terpaksa ke dalam villa ini langsung mencari si empunya villa dan memaksanya untuk mengajaknya segera kembali ke Jakarta. Bukan tanpa alasan paksaan ini terlontar dari bibir Devandroe, tapi ia seolah sudah kehilangan muka di depan Raynevandra. Ia merasa bersalah karena menuduh Raynevandra tanpa bukti. Hanya berdasar penuturan tak berbukti yang diucapkan oleh Sarah sehingga membuat Devandroe terhasut dan terlena, dan tanpa sadar sikapnya itu bagaikan tabuhan genderang perang kepada Raynevandra atas tuduhan tak berdasarnya.


" Listrik masih mati, Ndong... Sabar dulu. " ucap Aaron.


" Tas - tas kita juga nggak tau pada dimana. Terus gimana kita besok mau sekolah kalau tas kita ada yang ketinggalan? " jelas Aaron logis.


" Yang lainnya mana? " tanya Devandroe meski ia telah menerawang dalam ruang gelap itu, tadi sebelum ia ke belakang untuk mencari Raynevandra gerombolan tiga pasangan Pacaran itu masih riuh bercanda disana.


" Mana Gue tau... " jawab Aaron sambil menggedigkan bahunya, Devandroe pun duduk kembali meski hatinya kembali merasa gusar, Sarah pun turut duduk di dekat Devandroe dengan kegelisahannya.


" Maaf... " lirih Sarah dan langsung mencari tangan Devandroe untuk digenggamnya.


" Jangan minta maaf sama Gue... Minta maaf sama Ray dan Ale. " jawabnya datar dan langsung menghempas kasar tangan Sarah yang baru saja menggenggam tangannya, Sarah pun mendiam sendu, ia langsung menundukkan kepalanya sembari menahan tangis.


Kini Sarah merasa menyesal telah menyampaikan apa yang tadi dilihatnya dengan jelas itu malah menjadi senjata makan tuan untuknya. Ia bingung harus bersikap bagaimana kepada Devandroe yang terlihat jelas tidak percaya dan tengah kecewa kepadanya. Ia yang semula hanya ingin memberi tahu Devandroe tentang perbuatan Alexandra dan Raynevandra tapi kini malah ia sendiri yang diacuhkan oleh Devandroe.


Clak!!!


" Alhamdulillaaaaah... " ucap Aaron dan Rania penuh kelegaan, Devandroe pun langsung berdiri dari duduknya setelah listrik yang padam itu sudah menyala kembali.


" Ayo beres - beres dulu. Baru kita cari yang lain. " ucap Aaron pada Rania, keduanya pun langsung mencari tas sekolahnya dan bersiap, Devandroe sudah bergerak mencari keberadaan Sahabatnya yang lain sementara Sarah langsung mencari tasnya.


Trap... Trap... Trap...


" Lainnya mana? " tanya Raynevandra membuka suara, Aaron dan Rania duduk setelah menemukan tasnya.


" Nggak tau pada kemana. " jawab Rania jujur.


" Lo cari tadi ada nggak, Ndong? " tanya Aaron pada Devandroe.


" Nggak ada di ruang tamu sama di depan. " jawab Devandroe jujur.


" Ngorok kali, kekenyangan... " ucap Raynevandra pada Aaron, Aaron pun bergegas memeriksa satu persatu kamar yang ada disana.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


" Balik, yuk... " ucap Aaron setelah menemukan Brylee di bukaan pintu kamar ke tiga.

__ADS_1


" Ayok. " jawab Brylee yang baru saja terlihat masuk dari balkon bersama Audrey, mereka berlima pun beranjak keluar bersama - sama untuk mencaei Bradley dan Grace.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


Ceklek...


Ceklek...


Ceklek...


Ceklek...


" Akkkkk!!! " teriak Grace kencang saat melihat pintu kamar tersebut tiba - tiba terbuka.


" Bradley!!! Grace!!! " teriak Aaron menghentak kencang karena saking kagetnya.


" Berisik Lo pada! " ketus Bradley dengan wajah kesalnya, mereka yang baru saja masuk ke dalam kamar tersebut masih diam di depan pintu, Grace pun langsung beringsut.


" Bentar lagi Gue keluar. " tegasnya tanpa memperdulikan tatapan mata kelima orang yang mengarah kepadanya dan Grace itu, mau tak mau kelima orang yang masih berada di ambang pintu ini pun langsung pergi meninggalkan keduanya yang masih berada di dalam kamar.


Trap... Trap... Trap...


" Mereka pulang duluan. " jawab Sarah dan menatap sekilas pada Devandro setelah ia menatap Rania.


" Ya udah, ayo langsung balik aja kalau semua udah siap. " potong Aaron, nampak baru saja turun dari lantai atas Bradley dan Grace menyusul mereka ke ruang keluarga dengan bergandengan mesra.


Trap... Trap... Trap...


Setelah mereka semua bersiap dengan barang bawaan masing - masing, mereka pun langsung pamit dengan Penjaga villa milik keluarga Aaron ini terlebih dahulu barulah mereka yang empat pasang ini beranjak pulang.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Raynevandra dan Alexandra yang sudah bergegas lebih dulu kini tengah berada di daerah yang menjual beraneka ragam jajanan juga makanan berat yang ada disana. Keduanya berhenti karena Alexandra mengatakan jika ia ingin membeli asinan buah dan asinan sayur untuk dibawanya pulang. Raynevandra pun mengiyakannya dan langsung menemani Alexandra mencari apa yang diinginkan oleh Alexandra.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Udah? Mau kemana lagi? " tanya Raynevandra saat mereka sudah berkeliling kesana kemari mencari jajanan yang Alexandra inginkan, Alezandra pun langsung menganggukkan kepalanya.


" Udah... Langsung pulang aja. " jawabnya.


" Oke... " jawab Raynevandra dan langsung menggandeng kembali tangan Alexandra dan sebelah tangannya nampak menenteng kantong kresek berisikan makanan - makanan jajan yang tadi diinginkan oleh Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


Tin... Tin...


Ketika Raynevandra baru saja masuk ke dalam mobilnya, terdengan beberapa kali bunyi klakson mobil bersahutan seolah menyapanya. Dan setelah Raynevandra menoleh ternyata benar adanya. Jika suara klakson mobil itu berasal dari iring - iringan keempat mobil para Sahabat juga Saudara kembarnya yang juga terlihat sudah pulang dari villa milik keluarga Aaron. Raynevandra pun langsung menghidupkan mesin mobilnya kemudian melaju membelah jalanan di area Puncak Bogor untuk kembali pulang ke Jakarta.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Sesaat setelah melalui perjalanan terpisah, akhirnya mobil yang dikendarai Raynevandra pun kembali terlihat melaju beriringan dengan empat mobil yang lain milik gerombolannya tadi. Dan iring - iringan ini pun tetap teratur hingga mereka sampai kembali di Jakarta dan mengantarkan pulang Kekasih mereka terlebih dahulu ke rumah Kekasih masing - masing. Setelahnya, jelas sudah jika kelima Pemuda ini pun baru pulang ke rumahnya sendiri masing - masing.


Ketika Raynevandra sampai di rumahnya, nampak mobil Devandroe juga terlihat sampai disana. Keduanya melaju teratur menuju ke parkiran basement rumah megah milik Evano Gamya Kalandra ini. Setelah sampai di basement, keduanya langsung memarkir mobilnya di tempat semula dan langsung beranjak menuju kamar masing - masing tanpa bertegur sapa sama sekali.


Trap... Trap... Trap...


" Eh, Den Andru sama Den Ray baru pulang... " ucap Susi yang tak sengaja berpapasan dengan keduanya di ruang keluarga, Ansru hanya tersenyum kemudian duduk di sofa dan langsung melepas sepatunya.


" Daddy sama Mommy belum pulang, Mbak? " tanya Raynevandra yang baru akan menaiki tangga.


" Belum, Den... Den Steve sama Non Zee juga belum pulang. Mungkin pulang dari Bali sama - sama. " jawab Susi, Raynevandra pun mengguk kemudian berbalik badan akan melangkah ke lantai atas.


" Jangan lupa makan malam dulu Den Ray dan Den Andru. " ucap Susi, Raynevandra hanya mengangguk kemudian langsung melanjutkan langkahnya menapaki anak tangga, sementara Devandroe yang sudah selesai melepas sepatunya masih duduk diam di tempat duduknya, Susi pun kembali beranjak menuju ke Paviliun depan untuk mengecek pintu - pintu disana.


Trap... Trap... Trap...


Sesaat terdiam sendiri di ruang keluarga, Devandroe pun akhirnya naik ke lantai atas untuk segera mandi kemudian makan malam karena perutnya juga sudah keroncongan. Tak lupa membawa tas punggung juga sepatu yang tadi sudah dilepasnya itu. Ketika langkahnya sampai di tengah - tengah undakan tangga, Devandroe berpapasan dengan Raynevandra. Devandroe menatap Raynevandra yang berjalan tanpa memperdulikannya. Kemudian Devandroe pun kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Trap... Trap... Trap...


Raynevandra yang tiba sendirian di ruang makan langsung mengambil sendiri makanan untuk disantapnya malam ini. Setelah piringnya terisi dengan menu makan malamnya, ia pun langsung menyantapnya dan tak lupa untuk mengucap doa sebelum makan.


Berbeda dengan Raynevandra yang sudah selesai makan malam tapi masih duduk di tempat makannya sembari memainkan ponsel pintar, Devabdroe yang baru saja selesai mandi pun akhirnya terlihat turun ke lantai bawah untuk makan malam juga. Tapi ketika langkah Devandroe sudah sampai di ruang makan, Raynevandra yang semula sedang memainkan ponselnya langsung berdiri dan beranjak begitu saja meski Devandroe menatapnya. Raynevandra terlihat acuh, tak menghiraukan keberadaan Devandroe. Devandroe pun akhirnya makan malam sendirian setelah Raynevandra kembali ke lantai atas. Ia benar - benar merasa bersalah kepada Raynevandra karena tadi ia sempat terpancing oleh ucapan Sarah yang mengatakan jika Sarah baru saja melihat Raynevandra dan Alexandra tengah melakukan perbuatan terlarang di balkon villa belakang milik keluarga Aaron.


.

__ADS_1


__ADS_2