
Evan dan Rayne yang baru saja selesai berolahraga ekatrim di bawah kolong meja langsung bergerak cepat untuk merapikan kembali dandanan mereka yang sudah hancur berantakan. Rayne pun kembali menggerutu karena Evan tadi merobek underwearnya. Tapi keduanya tetap bergerak cepat untuk segera keluar dari bawah kolong meja. Nampak rasa lega di benak Evan, seelah mereka selesai tapi acara dansa belum selesai. Mereka pun segera keluar dan kembali bergabung berdansa dengan yang lain hingga acara dansa ini pun usai.
Trap... Trap... Trap...
Semua Peserta dansa kini telah kembali duduk di kursi semula, begitupun Rayne dan Evan. Dan nyala lampu yang semula redup gelap itu pun kini sudah kembali menyala terang seperti sedia kala.
" Kalian berdua kusut banget... " ucap Richie pada Evan dan Rayne sambil menatap keduanya bergantian, Evan hanya diam menghela nafas panjang, sementara Rayne pun juga hanya diam karena masih kesal dengan Evan karena merobek underwearnya.
" Kenapa, sih? Kok pada dieman? " lanjut Richie beranya kian penasaran.
" Adek Lo minta ditidurin. " jawab Evan malas, sontak saja Rayne langsung memelototi Evan dan mencubit paha Evan dengan sekuat tenaga.
" Auh! Sakit tau nggak! " bentak Evan yang reflek berbicara sedikit kencang karena kesakitan, Richie dan Vivian langsung geleng kepala sambil menahan tawa.
" Bukannya kamu mual deket Evan, Dek? " tanya Richie berpindah pada Rayne, Rayne langsung menggedigkan bahunya dan tetap memasang wajah malas.
Kembali pada acara pesta dansa... Pembawa acara kembali berdiri bersama Sandra juga dengan Teo serta Maura dan Stevano. Mereka akan memilih pasangan dansa terbaik yang tadi mengikuti dansa. Ada beberapa orang juga disana yang didaulat untuk mengamati para Peserta dansa.
" Marcello Ricsea Kalandra dan Anggita Pramesti Danandjaya... " teriak Doni si Pembawa acara mengumumkan pemenang dari acara dansa, sontak saja Eric dan Evan beserta yang lain langsung menoleh terkejut ke arah Pembawa acara.
" Cello kita? " ucap Evan terkejut sambil membulatkan mata serta mulutnya, menatap pada Marcello dan Anggita yang baru saja beranjak naik ke atas panggung.
" Iya, Mas. " jawab Raka yang duduk searea meja dengan Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Stevano kalah sama Cello... " celetuk Doni jahil sambil menatap Stevano.
" Aku nggak pernah dansa, Uncle... " jawab Stevano seadanya, Doni dan lainnya pun langsung tersenyum.
" Kak Eric sama Kak Sea tadi ikut nggak? " lanjut Doni bertanya sambil matanya menerawang mencari keberadaan Eric dan Sea, Eric langsung mengangkat tangannya ke atas dan melambai, Erix memang tidak ikut berdansa.
" Coba tadi ikut bisa battle disini... " lanjut Doni, Eric kembali tersenyum.
Setelah menyerahkan bingkisan untuk pemenang dansa, acara ulang tahun Sandra pun diakhiri karena acara dansa ini memang acara penutup. Dan semua orang perlahan beranjak keluar dari area ballroom Lux Resort.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
" Udah berani gandeng Cewe ini... " goda Evan pada Cello yang menghampiri Papinya yang duduk tak jauh dari Evan.
" Ray aja berani masa aku enggak, Dadd... " ledek Cello sambil tersenyum.
" Hahaha... " para Orang Tua pun langsung tertawa, sementara yang muda hanya Nala yang berani ngakak.
" Lo ketawa kaya punya Cewe aja. " cibir Evan pada Nala.
" Aki - aki sewot. " ledek balik Nala pada Evan, Evan langsung mencebik.
" Pi, Mi... Kenalin ini Anggi... " ucap Maecello kepada Sea dan Eric, Marcello memperkenalkan Kekasihnya pada kedua Orang Tuanya.
Marcello pun langsung memperkenalkan Kekasihnya. Sea langsung menyambut hangat dan memeluk Anggita, sementara Eric hanya tersenyum sambil menerima uluran tangan Anggita yang memberi hormat kepadanya dengan mencium punggung tangannya. Kemudian Anggita pun juga menyalami beberapa Orang Tua yang tergabung di area meja tersebut.
" Eh... Lo murid sekolah model di Queen, kan? " ucap Zeevanea pada Anggita.
" Iya, Miss Zee... " jawabnya sambil tersenyum kepada Zeevanea.
" Masa sih, Princess? Kok Mommy nggak tau... " ucap Rayne bertanya juga kaget, Anggita pun tersenyum dan mengangguk sambil menatap pada Rayne.
" Benar, Miss Rayya... " sahut Anggita, Rayne pun kembali mengangguk.
" Momnymu gimana sih Zee, punya anggota baru nggak tau. " ledek Nadine pada Rayne, Rayne langsung nyengir.
" Panggil Mommy aja, Sayang... Biar sama kaya Abang El. " jawab Rayne, Anggita pun mengangguk dan tetap tersenyum ramah.
" Kesini sama Ello aja apa sama Orang Tua, Sayang? " ucap Sea ikut bertanya.
" Sama Orang Tua saya, Tante... Kebetulan Papa dan Mama saya juga berteman dengan Om Teo dan Tante Sandra. " jawabnya.
" Anaknya siapa? " sahut Evan.
" Pandu Danandjaya, Om... " jawabnya, Evan nampak berpikir.
" Selamat datang di keluarga Kalandra... " ucap Nala jahil, mereka semua langsung tertawa.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
" Abang... " panggil Bianca pada Nala, Bianca menghampiri meja mereka bersama Suaminya, Nala langsung menoleh, begitupun yang lainnya.
" Ikut Mami jalan, yuk... Mami kangen Abang. " ucap Bianca langsung tapi tak berani memeluk Nala karena Putranya itu selalu saja menjaga jarak kepadanya.
" Lusa aja Nala nginep di rumah Mami. Abis ini Nala mau jalan sama temen, udah terlanjur janji. " jawab Nala beralasan malas.
" Ikut sana... " sela Evan serius, Eric hanya diam karena hubungannya dengan Bianca memang tidak begitu baik semenjak mereka berdua memutuskan berpisah.
" Daddy nggak denger Nala barusan ngomong apa? " tanya sinis Nala pada Evan, Evan langsung berdiri dari duduknya.
" Sini ngomongnya ngadep Daddy! " tegas Evan dan langsung menatap tajam pada Nala.
" Udah, Van... Gue nggak papa. Lusa juga nggak papa kok. " sela Bianca pasrah.
" Kamu bengal boleh, tapi bukan berarti kamu kurang ajar sama Orang Tua! " tegas Evan, Nala hanya diam tak berani menatap Evan.
" Daddy didik kamu keras bukan berarti kamu jadi seenaknya dan nggak tau tata krama! " imbuhnya, Nala tetap diam karena memang saat kecil ia lebih banyak bersama Evan dibandingkan bersama kedua Orang Tuanya yang notabenenya memang sudah berpisah.
Cup...
" Mami pulang dulu, Sayang... Lusa Mami tunggu di rumah. " ucap Bianca dan memberanikan diri mengecup kening Putranya.
" Kita duluan, ya... " pamit Bianca pada mereka semua, mereka pun mengangguk dan tersenyum pada Bianca kecuali Eric dan Nala, Rayne dan Sea langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Bianca.
" Cium tangan Mamimu! " hardik Evan pada Nala, Bianca nampak tertegun trenyuh mendengar ucapan Evan.
" Iya, iya! " jawab Nala malas tapi tetap melaksanakan, ia berdiri dan mencium punggung tangan Maminya singkat dan langsung beranjak tanpa kata, Evan langsung mengejarnya.
Trap... Trap... Trap...
" Gue titip Nala, ya... " ucap Bianca pada Sea dan Rayne, keduanya mengangguk kemudian berpelukan bertiga dan Bianca pun langsung beranjak bersama Suaminya.
Trap... Trap... Trap...
Mereka semua pun akhirnya juga ikut beranjak karena memang di area ballroom ini pun juga sudah sepi dari tamu yang sudah beranjak keluar sejak tadi.
Trap... Trap... Trap...
" Mas... " ucap Rayne yang memanggil Evan yang tadi beranjak mengejar Nala.
__ADS_1