Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 210 - Menjahili Evan


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


" Jam tangan Daddy mana? " todong Evan langsung kepada Raynevandra, Evan dan Rayne baru saja turun dari lantai atas setelah mandi dan berganti pakaian seusai pulang bekerja sore ini.


" Ray jual buat modal. " jawab Raynevandra sekenanya, semua orang yang sedang berada disana langsung terlihat membelalakkan matanya bersamaan, Devandroe yang semula diam acuh itu pun nyatanya sampai ikut membelalakkan mata juga, Zeevanea yang sebenarnya juga kaget tapi langsung melengos malas, sementara Alexandra nampak menarik jaket yang dikenakan Suaminya untuk mengkode agar Raynevandra tidak berucap aneh - aneh karena Alexandra merasa sungkan dengan keluarga Raynevandra.


" Anakmu ini, Sayang!!! " pekik Evan diiringi dengan erangan penuh kegeraman mengadu kepada Istrinya, Rayne jadi bingung celingukan dan bingung juga harus berkata apa padahal seharian ini Raynevandra juga tidak pergi kemana - mana, Mama Rosa pun menatap Rayne dengan tatapan bingungnya karena tadi Mama Rosa mendengar pengakuan yang berbeda dari Raynevandra kala Rayne mempertanyakan jam tangan milik Evan.


" Hahahaha... " saat Evan sedang terlihat frustasi tapi Raynevandra malah langsung tertawa, semua orang pun kembali menatap Raynevandra bersamaan dengan tatapan yang berbeda - beda.


" Makanya kalau melotot itu tetap fokus... Masa jam tangan Ray pake gini masih ditanya kemana jam tangannya. " lanjut Raynevandra menjelaskan dengan selipan ledekan untuk Evan.


" Sialan, Lo! " umpat Evan sambil menonyor kepala Raynevandra dan Raynevandra masih meringis jahil kepada Evan, Evan pun langsung duduk di tempat duduknya.


" Mas! " pekik Rayne kesal karena Evan main tonyor kepala Putranya tapi Evan malah hanya menatap sekilas kepada Rayne.


" Aku sama Lexa izin keluar, ya... Nanti malem nggak ikut makan malem bareng di rumah. Sekalian pinjem mobil Daddy juga. " ucap Raynevandra setelah berhenti tertawa dan menjelaskan maksud ucapannya.


" Mau kemana? " tanya Evan.


" Mau jual jam tangan sama jual mobil sekalian. Hahaha... " jawab Raynevandra sekenanya diiringi dengan gelak tawanya, Alexandra mencubit pelan pinggang Raynevandra tapi Raynevandra langsung menggenggam tangan Istrinya.


" Sini, lepas! " pekik Evan meminta Raynevandra melepaskan jam tangan Evan yang sedang dipakai dan langsung menatap tegas kepada Putra Bungsunya itu.


" Galak amat Opa... " ledek Raynevandra kepada Evan, Evan semakin menatap tajam kepada Raynevandra karena memanggilnya Opa.


" Oppa - Oppa Korea, Dek? " sahut Stevano sambil menahan tawa karena memang Evan tetap mau dipanggil Daddy oleh Cucunya nanti.


" Nih berdua udah mau jadi Bapak masih jahil aja sama Daddy. " ucap Evan kesal, Stevano langsung diam kala Evan menyinggung soal kata Bapak meski obrolan ini hanya candaan saja, Zeevanea nampak tersenyum kecut dan Devandroe pun nampak menghela nafas kasar.


" Daddy malah udah mau jadi Opa tapi tetep jahil juga. " sahut Raynevandra tak mau kalah, skak mat buat Evan jadi Evan pun langsung mencebikkan bibirnya.


" Cucu Daddy pengen diajak keliling pakai mobil Opa-nya. " bisik Raynevandra kepada Evan.

__ADS_1


" Kalau Lo terus manggil Gue Opa nggak bakalan Gue izinin pakai harta benda Gue, Bocah! " hardik Evan emosi karena terus diledek dengan panggilan Opa oleh Raynevandra.


" Mas! " pekik Rayne lagi karena Evan dengan santainya berucap Lo Gue kepada Putranya.


Cup...


" Terus mau dipanggil apa? Kakek? Aki? Eyang? " goda Raynevandra lagi sambil menatap sok serius kepada Evan.


" Kakekmu nggak ada disini. " jawab Evan ketus, Mama Rosa pun jadi geleng - geleng kepala melihat tingkah Evan besar dan Evan kecil yang tengah berdebat ini.


" Pinjem mobil, ya... " ucap Raynevandra lagi mengulangi perkataannya sambil menampilkan puppy eyes dengan wajah sok memelas lucu kakunya.


" Pakai sana... Jangan malam - malam, kasihan Istrimu. " jawab Evan dengan nada yang masih terdengar kesal.


" Thank you, Mas Evan... " jawab Raynevandra sumringah dan melabuhkan kecupan singkatnya di pipi Daddy-nya.


" I love you, Mommy... " lanjutnya berucap kepada Rayne dan mengecup bibir Rayne singkat karena Rayne juga sedang menghadap ke arahnya.


" Love you more, calon Papa... " balas Rayne sambil tersenyum dan menatap sekilas kepada Suaminya, Zeevanea semakin malas dengan suasana menyesakkan ini tapi ia hanya umek dengan cebikannya sendiri tanpa berniat menimpali sekalipun.


" Steve belum kepikiran, Oma... " jawab Stevano sambil terkikik hambar.


" Panggilnya Daddy aja, Kak... " sahut Raynevandra sambil melirik sekilas kepada Evan.


" Sini jam tangan Gue! " sahut Evan cepat dan setengah berteriak kepada Raynevandra.


" Mas Evan... " lirih Rayne yang kembali mencoba menasihati Evan agar tidak terus - terusan berkata seperti itu kepada Putra mereka.


" Ambil sendiri kalau bisa... " ledek Raynevandra sambil berancang - ancang untuk kabur karena tangannya yang sudah menggenggam tangan Alexandra, tanpa kata Evan pun langsung berdiri dan bergegas mengejar Raynevandra.


Trap... Trap... Trap...


" Bye, semua... " teriak Raynevandra heboh sambil berlari keluar.

__ADS_1


" Istrimu hamil, Ray! " teriak Rayne kencang karena Evan dan Raynevandra sudah berlarian karena Raynevandra juga menarik tangan Alexandra, Mama Rosa jadi mengkhawatirkan Alexandra yang dibawa lari oleh Raynevandra.


" Mas, berhenti! " lanjut Rayne memekik lagi memanggil Evan agar tidak melanjutkan mengejar Raynevandra, Evan pun langsung berhenti di ambang pintu sambil berkacak pinggang dan sesaat kemudian kembali pada kerumunan keluarganya.


Trap... Trap... Trap...


Suasana nampak hening kala Evan kembali ke ruang keluarga. Semua orang disana nampak sibuk sendiri dengan ponsel di tangan masing - masing, kecuali Rayne dan Mama Rosa karena Evan yang baru saja duduk bergabung disana juga langsung mengeluarkan ponselnya dan memainkannya sambil rebahan berbantalkan paha Istrinya. Rayne dan Mama Rosa hanya diam saling pandang. Jelas keduanya paham jika di dalam kubu keluarga Evan memang masih menyisakan perang dingin antara Zeevanea dan Evan serta Devandroe dan Raynevandra.


" Galeri tadi gimana, Kak? " tanya Rayne kepada Zeevanea untuk mencoba mencairkan keadaan beku ini.


" Hmmm? " tanya Stevano menyahut karena mendengar Rayne mengucap kata Kakak.


" Zeevanea maksudnya, Steve... " jelas Rayne, Stevano pun langsung diam dan kembali asik dengan ponselnya.


" Biasa aja. " jawab Zeevanea datar, Evan langsung melirik ke atas untuk melihat wajah Rayne kala Rayne masih berdiam menatap Zeevanea.


" Jual aja galerimu... " sela Evan dan sudah kembali menatap ponselnya.


" Nggak usah repot - repot kerja... Aku udah kerja lagi. " lanjutnya berucap dengan tanpa menatap kepada Istrinya.


" Jangan lah, Mas... Sayang kalau dijual. " jawab Rayne sambil mengusap lembut kepala Suaminya.


" Kalau gitu mending serahin full sama Noela aja. Kamu tinggal terima bersih kaya galeri yang dipegang Moza. " lanjut Evan yang tetap memberikan pilihan kepada Istrinya.


" Terus aku di rumah mau ngapain? Aku di rumah nggak ngapa - ngapain juga... " tanya balik Rayne dengan polosnya.


" Tugas seorang Istri itu cuma satu... " jawab Evan yang nampaknya mulai akan kembali berceramah, Rayne menunduk dan Evan mendongak agar bisa saling bersitatap.


" Berbakti kepada Suami... " jelas Evan padat dan singkat.


" Bantu aku mengasuh anak - anak kita... " lanjutnya melirih tapi masih terdengar ketegasannya.


" Kita sudah gagal dengan kesalahan yang dilakukan oleh Stevano dan Raynevandra. " lanjutnya kian serius.

__ADS_1


" Alangkah baiknya jika kamu di rumah tanpa memikirkan pekerjaan di galeri... Agar lebih bisa mengontrol anak - anak kita yang lain. " tukasnya memohon dengan tegas.


__ADS_2