Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 158 - Makan Malam Bersama


__ADS_3

Saat kendaraan mewah beroda empat ini sudah kembali membelah ramai riuh jalanan kota Jakarta selama hampir empat puluh menit, sampailah mereka semua kembali di rumah Evan dan Rayne. Keempatnya langsung turun dan bergegas masuk bersama - sama.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


" Assalamualaikum... " ucap Rayne di depan pintu rumahnya beriringan dengan Evan yang membuka pintunya.


" Waalaikum salam... " jawab Zeevanea dan Stevano bersamaan, mereka semua pun langsung bertegur sapa.


" Lo dari mana aja, Bocah? " ketus Zeevanea sambil menjewer telinga Raynevandra.


" Adoh! Sakit, Barbar! " pekik Raynevandra yang langsung menarik kembali tangan Kakak Perempuannya itu dengan kasar.


" Udah, kalian nggak usah ribut. Ayo sekarang kita langsung makan malam aja, Mommy udah laper. ucap Rayne melerai, mereka semua pun langsung menuju ruang makan bersama - sama.


Trap... Trap... Trap...


" Devandroe mana? " tanya Evan sambil celingukan mencari kembaran Raynevandra yang tidak terlihat batang hidungnya disana.


Pergi sama Arkana. jawab Stevano karena memang tadi Devandroe berpamitan kepada Stevano.


" Kemana? " tanya Evan penasaran.


" Futsal katanya. " jawab Stevano lagi, Evan pun mengangguk.


Acara makan malam ini pun dimulai dan dengan Alexandra yang turut bergabung bersama keluarga Evan dengan Evan sendiri yang memimpin doanya. Seperti biasa, hanya dentingan peralatan makan yang terdengar suaranya hingga acara makan malam usai. Dan mereka langsung berpindah ke ruang keluarga setelahnya.


Trap... Trap... Trap...


" Kak... Maaf aku tadi pinjam baju Kakak dan baru ngomong sekarang. " ucap Alexandra dengan menatap sungkan pada Zeevanea.


" Pakai aja... " jawab Zeevanea sambil tersenyum santai.


" Makasih, Kak... " jawab Alexandra sungkan, Zeevanea pun mengangguk.


" Lexa tadi beli gaun nggak, Sayang? " tanya Rayne sambari melihat - lihat isi belanjaan Alexandra dan Raynevandra yang diletakkan di atas sofa tunggal yang ada di ruang keluarga.


" Enggak, Momm... Cuma dress aja sama tas sama sepatu. " jawabnya merincikan belanjaannya kepada Rayne.


" Ya sudah, besok pulang sekolah langsung ke galeri aja. Mommy tunggu di galeri. " jawab Rayne, Alexandra langsung menatap Raynevandra dengan wajah bingung.


" Iya. " ucap Raynevandra yang menjawab, wajah Alexandra nampak semakin bingung tapi ia hanya diam saja.

__ADS_1


" Aku besok mau ke Bandung... Daddy mau ikut? " tanya Stevano pada Evan saat Evan beranjak akan merokok di teras.


" Mau ngapain ke Bandung? " tanya balik Evan sebelum menjawab sembari mengeluarkan sebatang rokok dari wadahnya.


" Urusan kantor sama perusahaan dari Bandung. Papi sibuk jadi aku yang disuruh berangkat. " jelasnya.


" Ya udah berangkat aja. Daddy di rumah aja. " jawab Evan kemudian memasukkan sebatang rokok tersebut ke dalam capitan bibirnya, dan menyulutnya sembari berjalan ke teras.


Trap... Trap... Trap...


" Aku besok juga pulang ke rumah Menteng ya, Momm, Dadd... Kan kita pamerannya besok di daerah sana, jadi cepet sampai rumah kalau aku ikutan Aunty Noela nungguin pameran sampai malem. " ucap Zeevanea yang ikut meminta izin juga.


" Sebenernya besok itu Mommy sama Daddy mau ajak kalian semua ke rumah Alexa. Tapi kalau kalian semua sibuk ya sudah Mommy nggak masalah. Terserah kamu juga saja gimana praktisnya mau pulang kemana... " jawab Rayne dengan menjelaskan.


" Mommy besok juga paling cuma sampai siang aja di galeri. Makasih ya Sayang udah bantuin galeri kita. " lanjutnya.


" Santai aja, Mommy... Aku seneng kok bantuinnya. " jawab Zeevanea bahagia.


" Lain kali aja aku ikut ke rumah Lexa... " jawab Zeevanea dengan wajah merasa bersalah, Rayne pun mengangguk.


" Nggak papa kan, Dek? " lanjutnya bertanya pada Alexandra.


" Nggak papa kok, Kak... " jawab Alexandra.


" Nggak usah, Momm... Lagian udah ada Pembantu di rumah Menteng. " jawab Zeevanea, Rayne pun menyetujui saja.


" Aku mau anter Lexa pulang dulu kalau gitu. " ucap Raynevandra dan langsung berdiri diikuti oleh Alexandra.


" Pulang loh, Ray! " tegas Zeevanea dengan memasang wajah tegas.


" Iya Barbar! Nanti Gue bobo sama Lo kalau Lo nggak percaya. " jawab Raynevandra malas, yang lain hanya tersenyum melihatnya.


" Adek yang sopan ah ngomong sama Kakak. " sela Rayne, Raynevandra hanya nyengir santai tanpa dosa.


" Ogah banget Gue bobo sama Lo! La kalau bobo suka ngorok kaya Daddy! " pekik Zeevanea dengan ketus.


" Sok tau! " ketus Raynevandra, Zeevanea langsung tertawa karena ia memang hanya berbicara asal - asalan.


" Tapi nanti malem Gue tunggu Lo di kamar Gue. Ada yang mau Gue sama Kakak Steve tanyain ke Lo. " tegas Zeevanea.


" Males banget! " jawab Raynevandra dengan terkikik kemudian berpamitan kepada mereka semua yang ada disana juga pada Evan yang sedang duduk merokok sendirian di teras kemudian langsung bergegas pergi mengantarkan Alexandra.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Perut kamu masih sakit, Baby? " tanya Raynevandra pada Alexandra ketika mereka sudah berada dalam perjalanan.


" Udah enggak kok. " jawab Alexandra.


" Syukur deh kalau udah nggak sakit lagi perutnya... Aku jadi lebih tenang. " jawab Raynevandra, Alexandra pun tersenyum menatap Alexandra.


" Baby... " panggil Alexandra sesaat kemudian.


" Hemmm... " jawab Rayenvandra dan menoleh sekilas kepadanya.


" Kata Dokter kemaren gimana? Aku belum sempet tanya sama kamu. Malu banyak orang mau tanyain soal itu. " ucap Alexandra menanyakan perihal Raynevandra yang sempat dipanggil ke ruangan Dokter Kandungan dan waktu di Rumah Sakit Raynevandra hanya mengatakan garis besar pembicaraannya saja.


" Selain membicarakan soal kondisi kamu dan Baby kita, aku juga dikasih tau tentang Ibu hamil, tentang yang dianjurkan dan yang menjadi pantangan untuk Ibu hamil. " jawab Raynevandra seadanya.


" Apa boleh kita melakukannya saat aku sedang hamil? " tanya Alexandra penasaran meski wajahnya terlihat malu karena mempertanyakan perkara hubungan intim dengan Kekasihnya meski tak bisa dipungkiri jika mereka berdua juga sudah seringkali melakukannya dan berbagi keringat bersama.


" Kata Dokter kemaren yang rawan itu di kehamilan trimester pertama. Trimester pertama itu dari diketahui hamil sampai usia kandungan menhinjak tiga bulan, itu batas trimester pertama. " jelasnya perlahan menirukan penjelasan Dokter yang disampaikan kepadanya waktu di Rumah Sakit, Alexandra mengangguk - angguk memperhatikan penjelasan Raynevandra.


" Ini usia kehamilan kamu udah lima belas minggu berarti udah lebih dari tiga bulan, sudah melewati trimester pertama. Babynya bertumbuh kondisinya juga semakin kuat. Jadi, jikalau nanti kita melakukannya boleh saja, tapi tetap harus diingat kalau posisi melakukannya saat hamil tidak boleh posisi yang membahayakan. Nggak bisa grasah - grusuh juga. Kalau grasah - grusuh jadinya kaya kita kemaren, kamu sampai pendarahan. Aku merasa bersalah sekali, hampir saja aku melenyapkan nyawa anak - anak kita. " lanjutnya menjelaskan secara perlahan dan sedetail mungkin sesuai ucapan Dokter dengan wajah penuh kesenduan dan rasa bersalah, Alexandra pun kembali mengangguk sembari mencerna penjelasan Raynevandra.


Tak lama berselang, mobil yang dikendarai Raynevandra pun masuk ke area halaman rumah Alexandra. Keduanya masuk ke dalam rumah setelah Raynevandra membukakan pintu mobilnya untuk Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


" Malem, Pi, Mi... Kak... " ucap Raynevandra saat sudah masuk ke dalam rumah Alexandra dan keluarga Alexandra nampak sedang bercengkrama disana.


" Malem, Ray... " jawab mereka kompak.


Oiya Pi, Mi... Daddy sama Mommy besok malem mau datang kesini. " ucap Raynevandra yang langsung to the point.


" Kami tunggu kedatanganmu dan Orang Tuamu. Terima kasih sudah menyampaikan pesan Papi. " ucap Papi Salman kepada calon Menantunya, Raynevandra pun mengangguk.


" Aku pulang dulu, besok pagi aku jemput. " ucap Raynevandra berpindah pada Alexandra.


" Anterin aku ke kamar dulu, elusin perutku sebentar. " jawab Alexandra jujur, Raynevandra nampak celingukan sungkan.


" Ayooo... " rengeknya, Raynevandra nampak semakin sungkan dengan keluarga Alexandra.


" Temenin dulu, Ray... Kasihan nanti Babynya ikutan sedih. " ucap Mami Alexandra, Raynevandra pun mengangguk dan menuruti kemauan Alexandra meski sebenarnya ia merasa sungkan kepada keluarga Alexandra.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2