Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 198 - Nakal


__ADS_3

Meski sama - sama menangani Perempuan yang tengah hamil muda, tapi Raynevandra dan Alexandra jelas lebih terlihat romantis apabila dibandingkan dengan Stevano dan Maura yang malah bertengkar setelah mengetahui kabar kehamilan Maura. Sebenarnya bukan maksud Stevano untuk tidak mau mengakui langsung janin di dalam kandungan Maura itu adalah darah dagingnya, tapi belakangan ini hubungan keduanya memang sedang tidak baik - baik saja. Hubungan mesra keduanya itu kini terasa hambar tak seperti biasanya. Meski baru kali ini Stevano mengungkapkan tentang adanya sosok orang ketiga yang masuk ke dalam hubungannya dengan Maura dan membuat Mama Sandra juga Maura jadi terkejut setengah mati dengan ucapan Stevano yang jelas tidak main - main.


Sejak sampai di rumah Alexandra, Raynevandra langsung disambut oleh suasana hangat penuh cinta di dalam rumah calon Istrinya itu. Tidak dari Alexandra saja, tetapi kedua Orang Tua Alexandra beserta Kakak Perempuan Alexandra pun terlihat wellcome dengan keberadaan Raynevandra. Saat baru saja sampai disana, Mami Syahnaz langsung memerintahkan Raynevandra untuk bebersih terlebih dahulu sebelum Raynevandra mendekati Alexandra karena memang Raynevandra baru saja pulang dari Rumah Sakit. Dan setelah selesai dengan bebersihnya di kamar mandi yang ada di dalam kamar Alexandra serta berganti dengan pakaiannya yang memang beberapa helai sengaja ditinggalkan di dalam almari Alexandra, dan setelah Raynevandra juga membantu menenangkan Alexandra yang terus mengalami muntah - muntah, sekarang Raynevandra tengah menemani Alexandra sembari mengobrol santai di dalam kamar Alexandra. Keduanya duduk di atas ranjang dengan Raynevandra yang duduk bersandar pada headboard ranjang dan Alexandra duduk di depan Raynevandra dengan menyandarkan punggungnya pada dada bidang Raynevandra. Obrolan - obrolan keduanya yang membicarakan kondisi Evan juga obrolan yang lainnya itu kian terasa hangat dengan posisi pelukan mesra Raynevandra pun melingkari perut Alexandra yang berisikan janin benih cinta mereka berdua. Usapan - usapan lembut itu pun terus terlihat sebagai notifikasi sapaan dari sang Ayah untuk calon penerus keturunannya yang masih berada di dalam kandungan.


Hoam...


" Perutmu udah kelihatan semakin mbelendung ya, Ma... " ucap Raynevandra sambil memasukkan tangannya ke dalam sweater dress yang tengah dikenakan oleh Alexandra agar telapak tangan kekarnya bisa merasakan bersentuhan langsung dengan kulit perut yang terlihat lebih menonjol sedikit dari sebelumnya itu, sementara kepalanya setengah menunduk serong karena terhalang kepala Alexandra yang duduk di depannya setelah sebelumnya nampak menguap dan menghadalkan kepalanye ke belakang.


" Itu tandanya anak Papa tumbuh dengan sehat di dalam sini. " balas Alexandra dengan tersipu malu karena sampai detik ini Alexandra selalu merasa berdebar tak karuan kala Raynevandra memanggilnya dengan sebutan Mama meski Alexandra sendiri sudah pernah mengatakan menginginkan panggilan Papa Mama untuk mereka kelak, Alexandra juga turut memasukkan tangannya ke dalam sweater dress yang dikenakan untuk mendekap dan mengikuti gerak tangan Raynevandra yang terus memberikan usapan lembut pada perutnya.


" Rasanya aku udah nggak sabar pengen gendong mereka... " ucap Raynevandra sambil terkikik geli membayangkan dirinya yang masih di usia SMA tapi sudah momong bayi, Alexandra masih hamil muda saja tapi Raynevandra malah seolah sudah tak sabar untuk menimang anaknya.


" Ya gendong Mama-nya aja kalau gitu untuk sementara waktu sambil nunggu bayi-nya lahir... Kan sama aja, digendong juga jadinya. " jawab Alexandra sambil menahan tawa, Raynevandra langsung mengernyitkan keningnya.


" Males ah kalau gendong Mama-nya... " jawab Raynevandra sekenanya dan hanya bercanda, kepala Alexandra nampak mendongak menengok ke atas agar bisa menatap wajah Raynevandra.


Cup...


Hoam...


" Ya males aja orang Mama-nya cuma mau digendong kalau pas lagi gituan aja... " lanjut Raynevandra berucap setelah mengecup singkat bibir calon Istrinya yang nampak menganga merekah ketika matanya sedang menatapnya.


" Papa nakal ya, Dek... " ucap Alexandra yang sok mengadu kepada janin di dalam kandungannya sambil menarik tangan Raynevandra agar menyingkir dari perutnya dan kini ia mengusap sendiri perutnya, Alexandra merasa ucapan Raynevandra tak tepat jika diucapkan ketika mereka sedang mengobrol dengan calon Baby mereka.

__ADS_1


" Mama yang nakal ya, Dek... " balas Raynevandra yang jelas tak mau kalah dari Alexandra.


" Tangan Papa disingkirin nih nggak boleh megang Adek. " lanjutnya ngotot.


" Nanti kalau Adek bayi udah lahir Papa jangan dibiasain lagi suka ngomong seenaknya. " tegur Alexandra kepada Raynevandra yang memang ceplas - ceplos seperti Evan, Raynevandra pun paham akan ucapan Alexandra yang mengatainya nakal.


" Lah emang iya... Emang kamunya mau digendong kalau kita lagi main aja. " jawab Raynevandra yang masih ngotot juga meski sudah paham maksud ucapan Alexandra tapi Raynevandra tetap tak mau kalah.


" Ih, Papa! Dibilangin juga! " jawab Alexandra kesal diiringi dengan gerakan mengerucutkan bibirnya.


Cup...


Cup...


Cup...


" Geli, Baby! Akh! " teriak Alexandra sembari meronta dari dekapan Raynevandra.


" Hahaha... " tawa Raynevandra menggema saking gemasnya disela kegiatannya yang semakin asik menggelitiki Alexandra.


" Papa, geli! Stop!!! " lanjut Alexandra yang memang kegelian karena Raynevandra malah semakin semangat menggelitiknya.


" Papa, no! Ampun, Pa!!! Geli!!! " pekik Alexandra sambil menjengit kian tak karuan karena Raynevandra masih saja terus menggelitikinya dengan gemas.

__ADS_1


Brughhh!!!


Hingga beberapa saat kemudian Raynevandra masih sangat asik menggelitiki Alexandra dan membuat Alexandra kian bergerak meronta kesana - kemari karena merasakan gelitikan Raynevandra yang belum juga terhenti meski Alexandra merasa sudah ingin kencing di celana. Tawa lepas Alexandra sungguh membuat Raynevandra bahagia. Sejenak ia dapat melupakan kesakitan yang kini dialami oleh Daddy kesayangannya. Hingga akhirnya Alexandra pun ambruk bersama Raynevandra dibatas ranjang dengan nafas yang sama - sama ngos - ngosan.


" Bobo, gih... Udah malem. " ucap Raynevandra sambil menggeser tubuhnya agar tidak sampai menindih perut Alexandra karena memang posisi Raynevandra yang berada di atas tubuh Alexandra.


" Kamu mau pulang? " tanya Alexandra dengan nada sedikit kecewa.


" Iya... Hoam... " jawab Raynevandra sambil mengangguk dan mengusap lembut rambut Alexandra serta menguap.


" Ini udah malem kenapa nggak nginep aja? " tawar Alexandra yang sebenarnya juga mengkhawatirkan Raynevandra yang nampak sudah mengantuk itu untuk mengemudi sendirian, sedari tadi juga beberapa kali menguap tapi Raynevandra tetap diam tak memberitahukan rasa kantuknya tapi entah kenapa Alexandra tetap memgetahuinya.


" Ya udah aku temenin. " jawab Raynevandra pasrah juga tak tega melihat wajah memelas Alexandra yang mengharapkan untuk menemaninya.


Cup...


" Selamat malam anak - anak Papa... Malem ini kita bobo bareng. " ucap Raynevandra sambil mencium perut Alexandra, Alexandra tersenyum sembari mengusap lembut kepala Raynevandra, ia semakin terpesona melihat betapa romantisnya sosok Raynevandra saat memperlakukannya.


Cup...


" Udah... Sekarang Mama-nya bobo juga... " ucap Raynevandra lagi dan sudah membawa tubuh Alexandra berbaring dengan benar kemudian mengecup singkat bibir Alexandra.


" Good night, Papa... " ucap Alexandra kemudian mengecup lembut bibir Raynevandra yang berada di hadapannya.

__ADS_1


" Good night, Mama... " balas Raynevandra mesra.


__ADS_2