Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 148 - Karma Masa Lalu


__ADS_3

Cup...


Cup...


" Daddy sama Mommy mau kemana? " tanya Devandroe kepada Rayne dan Evan yang terlihat akan pergi keluar.


" Daddy sama Mommy mau ke rumah Oma. " jawab Evan.


" Kamu mau ikut? " tanya Rayne menimpali.


" Nggak, deh... Tugas aku banyak banget hari ini. " jawab Devandroe.


" Kakakmu kemana? " timpal Evan yang ikut bertanya.


" Ngegame bareng di kamar Kakak Zee. " jawabnya.


" Ya sudah, kalau gitu Daddy sama Mommy berangkat dulu. " ucap Evan, keduanya pun langsung bercipika - cipiki ala keluarga Evan sebelum Rayne dan Evan bergegas.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Semenjak Raynevandra tidak pulang ke rumah, rumah megah ini nampak kehilangan separuh nyawanya. Ketiga anak Evan dan Rayne pun sebenarnya merasakan tanda tanya besar yang bersarang di otak mereka perihal Raynevandra meski hanya berani bergumam bertiga tanpa berani bertanya kepada kedua Orang Tuanya. Selain kedua Orang Tuanya yang masih bungkam akan perkara ini, Raynevandra pun juga sama bungkamnya saat mereka bertiga mencoba mengkorfirmasi kepada Raynevandra perihal kejadian yang membuat penasaran ini. Maka dari itu Stevano, Zeevanea, dan Devandroe hanya bisa menyimpan tanda tanya besar ini di dalam otak kecilnya.


Dan setelah hampir satu jam lamanya berkendara menyusur jalanan Ibu Kota yang masih dalam mode kemacetannya, akhirnya sampai juga Evan dan Rayne di kediaman utama keluarga Kalandra. Keduanya pun masuk ke dalam sambil bergandengan mesra.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


" Assalamualaikum... " ucap Rayne memberi salam saat Evan membuka pintu kayu berukuran besar tersebut.

__ADS_1


" Waalaikum salam. " balas mereka yang berada di dalam rumah, Rayne dan Evan pun berjalan ke arah mereka dengan tetap bergandengan mesra seolah tidak memiliki permasalahan.


Evan dan Rayne pun langsung bergabung dengan Mama Rosa dan Eric juga Sea serta Richie yang kebetulan juga berada disana setelah mereka semua bercipika - cipiki dan saling sapa menyapa.


" Kalian udah makan malam belum? Kalau belum makan malam dulu sana baru gabung disini, kita semua baru selesai makan malam bareng. " ucap Mama Rosa sambil mengusap lembut kepala Evan yang langsung direbahkan di atas pangkuan Mama Rosa, permasalahan mereka sebelumnya seolah dienyahkan dan tak lagi diperdebatkan oleh keduanya, kini mereka semua tengah berada di ruang keluarga.


" Udah kok, Mam... Tadi abis makan malam dengan anak - anak berangkatnya. " jawab Rayne, Mama Rosa pun mengangguk.


" Anak - anak kok nggak ikut? " tanya balik Mama Rosa.


" Devandroe banyak tugas, Zee sama Steve main game di kamar nggak tau kalau aku sama Mas Evan kesini. " jawab Rayne.


" Terus Ray? " tanya Mama Rosa lagi karena merasa nama salah seorang Cucunya belum diucapkan oleh Rayne.


" Kita kesini mau ngomongin soal Raynevandra. " potong Evan dan langsung berpindah posisi menjadi duduk di samping Mama Rosa, Evan duduk diapit oleh Mama Rosa juga Rayne.


Cup...


" Pacar Ray hamil. " ucap Evan datar tapi jelas sejelas - jelasnya disertai dengan tatapan nanar, memandang setiap orang di ruangan tersebut secara bergantian, pancaran wajah sendu penuh kekecewaan bercampur malu pun juga menghiasi wajah Evan.


" Lo nggak lagi bercanda, kan? Ini nggak lucu, Van. " sela Richie yang ikut bicara, sementara Eric dan Mama Rosa nampak tercengang dengan penuturan Evan.


" Keadaan udah kaya gini Lo pikir Gue masih bisa bercanda? " tanya balik Evan disertai helaan nafas berat.


" Sebenernya Gue malu harus ngomongin soal ini sama kalian. " tegas Evan dan meraup kasar wajahnya.


" Gue pulang bentar, Ayah harus kesini. Ayah harus tau sebelum tau dari luar. " ucap Richie dan langsung berlari keluar menuju kediaman Armaya.


Trap... Trap... Trap...


" Terus Ray sekarang dimana? " tanya Mama Rosa sambil memegangi dadanya yang kian berdegub kencang.

__ADS_1


" Di Rumah Sakit... Alexandra pendarahan. " jawab Evan dan langsung memeluk Rayne yang jelas terlihat sedang dalam mode kesedihan mendalamnya.


" Ya Allah, Dek... Gue nggak nyangka kalau sampai kaya gini... " ucap Eric penuh sesal, Mama Rosa dan Rayne nampak sudah menitikkan air mata merasakan kemelut yang tengah dihadapi oleh keluarga Evan dan Rayne.


" Dihajar terus kali sama Ray. " jawab Evan frustasi sembari meremas kasar rambutnya.


" Terus sekarang keadaan Pacar Ray sama calon Cicit Mama gimana? " tanya Mama Rosa sambil menyeka air matanya.


" Udah baikan. " jawab Evan.


Trap... Trap... Trap...


" Gimana bisa Ray sampai hamilin anak orang? " pekikan tajam Rudiansyah Armaya yang baru saja datang bersama Bunda Sekar dan Richie, Richie memang sudah memberitahukan topik yang akan mereka bahas mendadak malam ini saat ia memanggil Ayahnya.


" Kalian berdua nggak becus ngurus anak! " teriaknya kian lantang menyalahkan Evan dan Rayne.


" Aku sama Rayne nggak kurang - kurang wanti - wanti semua anak - anak aku, Yah... Aku sama Rayne kecolongan. " jawab Evan yang juga ikut berteriak, Rayne malah semakin merapatkan dirinya pada Evan, Rayne ketakutan tak berani menatap Ayahnya, Evan yang terlihat ikut emosi pun juga tetap memperhatikan Rayne, Evan terus mengusuk punggung Rayne agar Rayne merasakan sedikit ketenangan.


" Kita berdua memang nggak pernah mengekang mereka meski penjagaan mereka tetap ketat. Kita juga tetap membebaskan anak - anak untuk menjalani hari - harinya agar mereka bisa mengeksplore penuh dirinya selama dalam koridor yang benar. " lanjut Evan berapi - api.


" Dan kalau nyatanya malah kejadian kaya gini, ini semua udah di luar dugaan aku sama Rayne. " tegas Evan.


" Penjagaan macam apa yang kalian berdua berikan, hah? Penjagaan macam apa? " teriak Rudiansyah Armaya kian murka, Bunda Sekar pun langsung menatap Ayah Rudi dengan maksud agar tidak semakin terbawa emosi karena Rayne dan Evan tidak bisa mendidik Raynevandra dengan benar hingga terjadi seperti ini.


" Mungkin ini karma untuk Evan dan Rayne, Mas... " ucap Bunda Sekar lirih, menyela pembicaraan panas ini meski sebenarnya Bunda Sekar juga merasa bersedih atas keadaan yang menimpa Cucunya ini, semua orang nampak menatap Bunda Sekar dan hanya Rayne saja yang tetap meringkuk dalam pelukan Evan.


" Ingatkah kalian jika Evan dan Rayne juga melakukan hal terlarang yang sama dengan Raynevandra meski Rayne tidak sampai hamil di luar nikah? " lanjutnya.


" Bunda tau, kamu pasti menyalahkan Raynevandra atas kejadiaan ini. Tapi Bunda mohon jangan sampai menghakiminya secara sepihak. Bunda tau kamu adalah kepala keluarga yang baik meski kamu juga selalu tegas dan keras. " ucap Bunda Sekar pada Evan.


" Terlebih untuk kamu dan Rayne, Evan... Ingatlah jikalau dulu kalian juga melakukannya sebelum menikah. Jadi bisa saja ini karma atas perbuatan kalian di masa lalu. " tegasnya bijak.

__ADS_1


__ADS_2