
Seusai makan malam bersama di kediaman Eric, Evan sekeluarga pun memutuskan untuk pulang. Tinggallah kini keluarga Eric saja yang berada di rumah. Evan juga tak lupa mengantongi rokok yang dibelikan oleh Penjaga rumah Eric.
Trap... Trap... Trap...
" Papi kenapa? Dari tadi Mami lihatin kayanya lagi mikirin sesuatu... " ucap Sea yang menghampiri Eric ke dalam ruang kerjanya, Sea baru saja selesai bebersih dan kini sudah menggunakan kimono tidurnya untuk bersiap tidur.
" Aku kepikiran Zeevanea... " ucap Eric pelan dan langsung memangku Sea.
" Memangnya Zeevanea kenapa? " tanya Sea sembari memutar kepalanya agar bisa berhadapan dengan Suaminya, tatapan keduanya nampak beradu dalam, Sea paham jika bukan karena perkara penting pasti Suaminya tidak akan bersikap seperti ini.
" Zeevanea pacaran sama Nicholas anaknya Dygta... " jawab Eric pelan kemudian memijit pelan pelipisnya, Eric merasa frustasi ternyata Zeevanea benar - benar keras kepala seperti Evan, sudah diperingatkan untuk langsung pulang ke Kemang nyatanya masih juga pulang ke Menteng, sementara mata Sea nampak membola diiringi dengan mulut yang menganga.
" Kenapa diem? Kaget? " tanya balik Eric setelah melihat wajah terkejut Istrinya sembari menjawil dadu lancip Istrinya.
" Aku kaget... " jawab Sea seadanya dan memang Sea terkejut, Eric nampak tersenyum tipis meski sebenarnya merasa miris.
" Masa sih, Pi? Aku nggak percaya rasanya karena setahuku mereka itu masih musuhan. Zee sih yang sepertinya masih marah sama Nico karena dituduh jadi Sugar Baby-nya Evan... " lanjut Sea mengutarakan isi pikirannya, dengan perlahan Eric pun menceritakan apa yang diketahuinya kepada Sea dan keduanya nampak larut dalam obrolan serius dengan Zeevanea yang menjadi pembahasannya.
" Kasih tau Rayne aja kayanya, Pi... Biar bisa bantu bujuk Evan. " ucap Sea setelah keduanya selesai mengobrol serius membahas Zeevanea dan Nicholas, tapi kini keduanya juga masih membahas dua sejoli itu meski dengan sedikit santai.
" Posisi Rayne nggak aman. " jawab Eric logis, jelas Evan akan langsung menuduh Rayne yang tidak - tidak jika sampai masalah yang berhubungan dengan keluarga Nitinegara ini langsung melibatkan Rayne.
" Ya terus gimana kalau nanti Evan tau dari orang lain? Malah makin runyam masalahnya... " jawab Sea.
" Jalan terbaik satu - satunya ya suruh Zee sama Nicholas ngadep langsung secepetnya sama Evan. " jawab Eric logis.
" Evan pasti marah besar, Pi... " ucap Sea sendu.
" Evan akan lebih marah lagi kalau Evan tau dari mulut orang lain. " tegasnya, Sea pun mengangguk setuju.
" Sudah resiko mereka berdua... " lanjut Eric, Sea hanya diam bergelut dengan pikirannya yang jadi ikut resah.
" Aku mau temui Zee dulu... Zee pulang ke sebelah. " ucap Eric sambil mengusap lembut kepala Sea kemudian menurunkan Sea dari pangkuannya.
" Mami ikut. " jawab Sea cepat, keduanya pun langsung bergegas dengan bergandengan tangan, Sea bahkan tak kepikiran jika sekarang ia hanya mengenakan pakaian untuk tidur.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Gredek... Gredek... Gredek...
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Beneran Zee pulang kesini? " tanya Sea kepada Eric karena rumah Evan nampak sepi sedari keduanya yang membuka gerbang sendiri sampai di tempat ini, Eric hanya mengangguk sembari terus melanjutkan langkahnya menuju ke lantai tiga.
Trap... Trap... Trap...
Eric menolehkan kepalanya, mengkode Sea dengan dagunya untuk mengetuk pintu kamar Zeevanea. Sea mengangguk paham dan langsung mengetuk pintu kamar Zeevanea.
Tok... Tok... Tok...
" Siapa? " teriak Zeevanea dari dalam kamarnya.
" Sebentar, Mi... Adek masih ganti baju. " teriak Zeevanea menjawab, Eric pun langsung mengajak Sea untuk duduk di sofa yang letaknya tak jauh dari kamar Zeevanea.
Trap... Trap... Trap...
Setelah duduk sesaat, Eric nampak berdiri kemudian berjalan ke arah balkon di ruang keluarga tersebut dan langsung menyulut rokoknya sembari menatap ke sekeliling area disana.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Mamiku... " teriak Zeevanea girang kala melihat Sea sedang duduk santai di sofa, Sea langsung terkikik melihat tingkah Barbar Zeevanea, keduanya pun langsung berpelukan, Zeevanea langsung memeluk Sea yang duduk di sofa.
" Mami nggak pengen hamil lagi gitu, biar sama kaya Mommy? " tanya Zeevanea sambil nyengir.
__ADS_1
" Udah cukup anaknya. Udah banyak. " jawab Sea dan kembali terkikik sambil geleng kepala, Eric yang baru saja menyulut rokoknya langsung berjalan masuk setelah mendengar suara Zeevanea.
Trap... Trap... Trap...
" Mami sama sia...pa? " ucap Zeevanea terbata setelah menoleh karena mendengar langkah kaki Eric mendekat ke arah mereka.
" Itu... Sama Papi... " jawab Sea santai sambil mendongakkan dagunya untuk menunjuk Eric, Eric langsung duduk di meja yang ada di hadapan Zeevanea dan Anya, dada Zeevanea pun langsung berdegup kencang tak karuan merasa seolah Eric akan menyidangnya, Zeevanea pun langsung menunduk karena takut, telapak tangannya pun langsung terasa berkeringat sementara Sea langsung menatap Eric sembari menggeleng agar tidak terlalu bersikap tegas setelah melihat ekspresi ketakutan Zeevanea yang kini bahkan sudah nampak meremat ujung dress pendeknya.
" Kenapa menunduk, hmmm? " tanya Eric datar, Zeevanea hanya diam semakin ketakutan, Sea menggenggam tangan Eric yang tak memegangi rokok.
" Karena kamu tidak mau mendengarkan ucapan Papi tadi pagi hampir saja Daddy-mu memergoki kalian waktu kalian baru saja pulang dari Puncak. " ucap Eric pelan tapi terdengar tegas, Eric tadi juga tak lupa menceritakan hal ini kepada Sea.
" Da...dd...ddy... kesi...ni? " tanya Zeevanea terbata dan dengan perlahan mengangkat wajahnya, menatap takut pada Eric yang tengah menatapnya datar.
" Daddy dan Mommy-mu di rumah Papi waktu kamu pulang. Dan Daddy-mu sedang duduk di depan pos Satpam rumah Papi waktu kamu datang. " jawab Eric menjelaskan dengan tegas.
" Beruntungnya Daddy-mu menghadap ke rumah Dygta dan membelakangi posisi kalian. " lanjutnya dengan menatap kian dalam kepada Zeevanea.
" Pulang ke Kemang sekarang juga. Secepatnya bicarakan hubungan kalian dengan Daddy-mu. " tegas Eric lagi.
" Ini udah malem, Pi... " sela Sea yang akhirnya ikut angkat bicara.
" Kalau nggak mau pulang ke Kemang, pulang ke rumah Papi. Tidur di rumah Papi. " ucap Eric kepada Zeevanea, sedikit memberikan toleransi.
" Aku khawatir Nicholas dan Zeevanea menjadikan rumah ini sebagai persembunyian untuk bertemu di belakang Evan. " lanjutnya berucap kepada Sea, Sea pun kembali diam dan setuju dengan apa yang Suaminya katakan.
" Papi sudah katakan kalau Papi tidak akan ikut campur urusan kalian. Akan tetapi kalau seperti ini akhirnya Papi terpaksa harus bertindak sebelum kamu membohongi Daddy-mu semakin dalam karena hal itu juga akan semakin menyulitkanmu sendiri dan pasti akan menyeret Mommy-mu juga ke dalamnya. " imbuhnya menegaskan kepada Zeevanea, Zeevanea hanya diam dan kembali menundukkan kepalanya.
" Sudah... Lebih baik sekarang ayo ikut Papi sama Mami pulang ke rumah... Kamu disini juga sendirian. " ucap Sea yang kembali menyela untuk menengahi, Eric sama sekali tidak terlihat tersenyum ketika membicarakan hal ini, Sea juga paham kalau Eric juga mengkhawatirkan Zeevanea.
" Di rumah ada Kakak Ara sama Abang Cello... Kamu ada temennya mereka. " lanjut Sea menenangkan Zeevanea yang nampak tegang, Zeevanea pun langsung menurut, Sea langsung menggandeng tangan Zeevaneanea untuk pulang ke rumah mereka sementara Eric sudah berjalan keluar terlebih dahulu.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1