
" Cantik banget, Cewe siapa ini? " goda Raynevandra sambil mengecupi pipi Alexandra, Raynevandra langsung melompat dari rebahannya setelah melihat Alexandra sudah selesai bersiap, dilingkarkan kedua tangannya di perut Alexandra sambil terus mengusapnya.
" Cewe aja gitu, bukan calon Is...tri...? " tanya balim Alexandra yang sengaja dinadakan pelan terbata.
" Bentar lagi Gue halalin Lo, tenang aja. " balas Raynevandra sambil terkikik dan setengah berteriak saking girangnya, keduanya pun tertawa bersama - sama meski masih terasa akan kesenduan di dalam hati mereka.
" Papa sayang kalian... Sayang Mama juga... Baik - baik di dalam perut Mama ya, Nak... " lirih Raynevandra yang susah berpindah berjongkok di depan Alexandra sembari menciumi perut Alexandra yang sudah nampak sedikit membuncit meski masih belum begitu kentara.
Tes...
Cup...
" Loh, kenapa nangis? " ucap Raynevandra kaget setelah tetesan air mata Alexandra mengenai keningnya, Raynevandra langsung berdiri mensejajarkan diri dengan Alexandra, langsung diusapnya lembut pula air mata Alexandra yang malah semakin menderas.
" Aku bahagia sekali rasanya, Baby... " ucap Alexandra dengan sesenggukan.
" Aku bahagia sekali karena Daddy telah merestui kita dan menerimaku dengan segenap kasih sayang dan ketulusannya layaknya Menantu yang datang tanpa kesalahan yang teramat besar. " lanjutnya.
" Aku juga bahagia sekali rasanya sama sepertimu, aku juga sangat bersyukur akhirnya Daddy membuka kedua tangannya lebar - lebar untuk memeluk kita bersama. " jawab Raynevandra penuh ketulusan dan keharuan serta sudah memeluk mesra Alexandra.
" Udah ya nangisnya, ayo turun. Daddy sama Mommy pasti udah nungguin kita. " ajaknya kemudian, Alexandra pun mengangguk, mereka jadi agak lama karena memang Alexandra terlelap dan Raynevandra bingung harus membangunkan atau membiarkan Alexandra beristirahat meski akhirnya Alexandra terusik dengan gerakan gelisah Raynevandra.
" Besok pulang sekolah aku boleh bobo siang disini lagi? " tanyanya pada Raynevandra, Raynevandra langsung tertawa gemas.
" Boleh banget... " jawab Raynevandra kemudian mengecup singkat kening Alexandra.
" Mamanya apa Babynya ini yang kerasan di kamar Papa? " goda Raynevandra.
" Mama sama Baby... " jawab Alexandra dengan wajah bersemu setengah malu tapi tetap berkata jujur, keduanya pun langsung bergegas keluar dari kamar.
Trap... Trap... Trap...
" Udah siap, Sayang? " tanya Rayne pada Alexandra dan Raynevandra, Rayne dan Evan sudah menunggu mereka di ruang tamu.
" Sudah, Momm... " jawab keduanya kompak meski tak janjian, mereka bertiga nampak terkikik kecuali Evan yang sibuk sendiri dengan ponsel di tangannya.
__ADS_1
" Ayo, Mas. " ajak Rayne pada Evan, Evan langsung berdiri tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel dalam genggamannya.
Trap... Trap... Trap...
" Assalamualaikum... " ucap Devandroe yang baru saja datang setelah pulang sekolah plus basket tentunya.
" Waalaikum salam. " balas Rayne dan Alexandra, sedangkan Evan dan Raynevandra yang mempunyai kemiripan perangai hampir seratus persen ini hanya diam saja tapi menatap ke arah sumber suara.
" Pada mau kemana? " tanya Devandroe langsung setelah mencium punggung tangan dan mengecup singkat bibir Mommynya.
" Mommy mau belanja. Kamu mau ikut? " jawab Rayne.
" Enggak, deh... Aku capek. " jawabnya setelah mencium punggung tangan serta mengecup singkat bibir Evan.
" Loh... Ale... " ucap Devandroe kaget setelah Raynevandra mencium punggung tangan serta mengecup singkat bibir saudara kembarnya, Alexandra langsung tersenyum tipis dan terlihat kikuk karena lirikan mata Raynevandra yang menatap penuh kecemburuan ke arahnya, Evan mengernyitkan keningnya melihat ekspresi kedua Putranya yang kembar ini nampak berbeda dari biasanya.
" Hai, Dev... " sapanya sungkan setelah menatap sekilas pada Raynevandra.
" Kamu kenal Alexa sebelumnya? " tanya Evan, Devandroe langsung mengangguk.
" Dulu sebelum penjurusan kita satu kelas. Tapi setelah itu kita beda kelas karena jurusan yang kita ambil beda, Ale jadi sekelas sama Arka di IPA. " terangnya sejujurnya.
" Deket sebagai Sahabat aja, Dadd... Dulu sering main bareng berempat, sama Arkana sama Sarah. Tapi setelah Ale pindah kita bertiga yang di sekolah loose contact. Dan nggak sengaja ketemu lagi itu waktu di villanya Uncle Axelle, Ale dateng sama Ray. " jawab Devandroe serius tapi kikuk juga jujur sambil garuk tengkuk yang tak gatal, tapi Evan juga tak mempertanyakan kepada Alexandra perihal panggilan Alexandra pada Devandroe yang juga berbeda dari yang lainnya.
" Ohhh, begitu... " ucap Evan sambil melirik sekilas pada Raynevandra yang nampak berubah dingin sesaat setelah kedatangan Devandroe.
" Iya. " jawab Devandroe sambil tersenyum canggung, ia juga sadar ketika Evan melirik pada Raynevandra, Devandroe pun menoleh sekilas pada Raynevandra.
" Aku naik dulu, ya... " pamitnya dan menoleh kembali sekilas pada Raynevandra yang tetap diam tanpa berkomentar ataupun meninpali obrolan, setelah Evan dan Rayne mengangguk Devandroe pun bergegas.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Kenapa diem aja? " tanya Evan pada Raynevandra saat mobil yang dikemudikan Raynevandra sudah berjalan keluar dari komplek perumahan elite yang mereka tinggali.
__ADS_1
" Nggak papa. " jawab Rayenvandra malas.
" Jangan jadi kompor! " bisik Rayne jengah, meski diam saja ternyata Rayne juga memperhatikan apa yang terjadi pada anak - anak serta Suami tampannya.
" Cari panggilan sayang dong buat calon Istri... " ucap Evan menyindir halus, Evan merasa jika Raynevandra tak suka dengan kata panggilan yang Devandroe lontarkan pada Alexandra.
" Emang Daddy punya panggilan sayang buat Mommy? " tanya balik Raynevandra setengah meledek Evan.
" Ada dong. " jawab Evan semangat sambil menahan tawa ketika menatap wajah cemburu Putra Bungsunya.
" Apa coba? Kenapa Ray nggak pernah tahu? " jawabnya bertanya ketus.
" Rayneku... " jawab Evan santai.
" Ya itu kan emang namanya Mommy! " protes Raynevandra.
" Yang penting kan panggilan sayang... " jawab Evan sok sewot.
" Lah kamu? " lanjut Evan yang kembali bertanya kepada Raynevandra.
" Mommy punya panggilan sayang buat Daddy? " tanya Raynevandra berpindah pada Rayne dan belum menjawab ucapan Evan sebelumnya.
" Ada, Sayang... " jawab Rayne.
" Apa? " tanya Raynevandra kembali.
" Evanku... " jawab Rayne, Evan yang duduk di samping kemudi Raynevandra langsung menoleh pada Raynevandra kemudian menoleh pada Rayne sambil terkikik, Raynevandra pun kian terlihat kesal karena merasa kalah dengan kedua Orang Tuanya.
" Iya nanti Ray panggil Lexa Mama Baby. " pekik Raynevandra yang sudan tersulut emosinya, Evan langsung menatap keluar jendela mobil Raynevandra sambil menahan tawanya sementara Rayne nampak menghembuskan nafas berat berkali - kali, dan Alexandra hanya diam menjadi pendengar.
" Ray... " ucap Rayne dengan nada pelan tapi syarat akan ketegasan, Rayne bermaksud mengingatkan Raynevandra agar tidak terbakar emosi, tapi Raynevandra hanya diam saja.
" Nanti Ray panggil Lexa Mama Baby depan Andong biar Andong pingsan karena cintanya sama Lexa yang bertepuk sebelah tangan ditambah Lexa sekarang lagi hamil anak Ray! " batin Raynevandra kesal yang sudah terbakar oleh pancingan kompor Daddynya.
Dan tanpa terasa setelah hampir empat puluh menit mengitari jalanan Ibu Kota, mobil mewah milik Putra kelima Evano Gamya Kalandra ini pun terparkir sempurna di sebuah mall ternama di Jakarta. Jangan lupakan Geevandrio Gamyara Kalandra yang juga bagian dari anak - anak Evan meski usianya hanya sebentar saja setelah Rayne melahirkannya ke dunia.
__ADS_1
Memang meskipun Alexandra sudah pernah bergabung bersama keluarga Evan di Bali beberapa waktu lalu tapi Evan tidak pernah melihat kedekatan Devandroe dan Alexandra. Dan Evan pun juga baru tau beberapa saat lalu perihal panggilan berbeda Devandroe kepada Alexandra. Dan yang semakin membuat Evan tergerak untuk bertanya adalah sikap Raynevandra yang nampak berubah dingin seperti dirinya kala sedang dilanda badai kecemburuan