
" Rayne... Temenin Gue ke mall, yuk... Ada yang mau Gue beli, nih. Males juga kalau ngemall sendirian. " ucap Sandra, mereka baru saja selesai dengan acara arisan sosialita yang digagas oleh Irish sejak lama.
" Boleh, ayuk... Aku bilang Mas Evan dulu, ya... Soalnya tadi katanya mau jemput kesini. " jawab Rayne, Sandra pun mengangguk dan Rayne pun langsung mengirimkan pesan kepada Suaminya untuk mengabarkan hal ini.
Trap... Trap... Trap...
" Mau kemana Queen? Buru - buru amat. " cegat Nadine yang tak lain adalah Istri Dante, dulu juga adalah mantan Asisten Pribadi Rayne di Galeri.
" Ikut, yuk... Sandra minta dianterin belanja. " jawab Rayne.
" Ayuk... Ajak yang lain sekalian kali ada yang mau ikut juga. " jawab Nadine semangat.
" Arisannya pindah tempat lagi ceritanya, ya... " sela Noela, Istri Raka.
" Ariasan season dua. " ucap Sandra sambil terkikik.
Mereka berempat pun akhirnya beranjak menuju mall. Irish (Istri Ben), Jennie (Istri Axelle), Vivian (Istri Richie), Alea (Istri Marvell), Vanessa (Istri Romeo), dan Nathalie (Istri Jeffry) pun ikut bersama mereka.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Mobil Bapaknya anak - anak bukan sih ini? " ucap Rayne kala mereka semua baru saja tiba di parkiran mall.
" Mobil Laki, Lo... Bu Presdir. " pekik Nadine sambil geleng kepala karena Nadine sudah melihat tempelan stiker yang ada pada sudut kaca mobil berlambangkan huruf K dan L yang merupakan lambang dari Kalandra Group, sebutan Ibu Presdir memang melekat pada Rayne karena Evan memang yang lebih dulu menjabat sebagai Presiden Direktur di Perusahaan keluarganya di saat teman - teman Evan yang lain masih sebagai tangan kana para Orang Tuanya.
" Eh, iya... " ucap Rayne sambil nyengir.
" Udah, ayo... Nanti juga pasti ketemu di dalem. Palingan juga Evan ada meeting di luar. " potong Sandra, mereka pun segera beranjak masuk ke dalam mall beramai - ramai.
Trap... Trap... Trap...
Brughhh!!!
" Akh!!! " pekik Rayne karena terjatuh setelah bertabrakan dengan seorang Perempuan sexy yang nampaknya sedang terburu - buru, Sandra yang berada di samping Rayne langsung membantu Rayne berdiri, langkah Ibu - Ibu Sosialita ini pun terhenti sejenak.
" Lo nggak papa, Queen? " tanya Nadine sambil memperhatikan Rayne, Rayne langsung menggeleng.
" Punya mata nggak sih, Lo! " bentak si penabrak dengan lantangnya, Rayne hanya diam sambil mengernyitkan keningnya.
" Lo tuh jalan yang bener! " teriak Irish barbar.
" Orang Lo yang nabrak Rayne juga malah Lo maki - maki seenaknya. Punya otak nggak sih, Lo! " lanjut Irish geram.
" Nggak usah sok ikut campur Lo, ya! " hardik si penabrak sambil menunjuk Irish dengan telunjuknya.
" Turunin tangan Lo sebelum Gue lipet sampai patah! " pekik Irish tak mau kalah tapi si penabrak tetap menatap nyalang pada Irish, keduanya sama - sama saling beradu tatapan tajam.
" Udah, udah... Yang waras ngalah. " ucap Sandra tiba - tiba tapi nadanya sinis, matanya juga menatap sinis pada si penabrak.
__ADS_1
" Ayok masuk, nggak usah diladenin lagi. " lanjut Sandra, gerombolan Ibu - Ibu Sosialita ini pun kembali melanjutkan langkahnya, tak lagi memperdulikan teriakan si penabrak yang terus berteriak mengumpat kepada mereka.
Trap... Trap... Trap...
" Rayne... " panggil Vivian, Rayne yang semula berjalan di sebelah Nadine langsung menoleh ke belakang.
" Itu tadi yang nabrak kamu bukannya Perempuan yang sama Teo? " tanya Vivian dengan berbisik, Rayne langsung diam berpikir kemudian mengambil ponselnya dan melihat sebuah foto.
" Apaan, sih? " tanya Nadine penasaran.
" Nanti aku ceritain. " jawab Rayne pada Nadine tapi Rayne masih nampak berpikir keras.
" Aduuuh... Ibu - Ibu bertiga ini kenapa malah berhenti, sih... " ucap Vanessa yang kebetulan tak sengaja menoleh ke belakang dan mendapati ketiganya tertinggal.
" Sorry... " ucap Vivian sambil nyengir.
" Ngafe dulu, yuk... Aus Gue abis maki - maki tuh orang tadi. " ucap Irish yang masih sedikit kesal.
" Hahahaha... " Sandra dan Nadine tertawa paling kencang.
" Turutin, Bu Ibu... Sebelum diaduin sama Pak Ben. " ucap Alea sambil terkikik.
" Ya udah, ayok. " ucap Rayne, mereka pun langsung melanjutkan langkahnya.
Trap... Trap... Trap...
Cup...
" Mas... " panggil Rayne pada Evan, Evan pun langsung menoleh, Rayne mendekat kemudian mengecup singkat bibir Evan yang dipeluknya dari belakang.
" Kamu kok nggak ngabarin kalau mau nyusulin kesini, Sayang? " tanya Evan dan langsung menarik Rayne duduk di pangkuannya.
" Ini udah di wassap belum dibaca sampai sekarang. " jawab Rayne sembari membuka pesannya di hp Evan yang digeletakkan di meja, Evan langsung nyengir.
" Gabung sini aja kalau gitu. Nggak usah belanja, abis - abisin duit aja. " ucap Romeo, para Ibu - Ibu ini pun langsung bergabung bersama deretan Suami mereka.
Trap... Trap... Trap...
" Anakmu lagi ngedate, tuh... " bisik Evan pada Rayne, keduanya duduk berdampingan.
" Mana? " tanya Rayne penasaran.
" Itu... Sama Aaron, Bradley, Brylee, Grace. " jelas Evan sembari matanya mengarah ke tempat duduk Raynevandra.
" Baru dibebasin udah langsung gandeng Cewe aja kembaranmu itu, Mas... " ucap Rayne sambil geleng kepala, pasangan yang lain pun kini tengah membahas anak - anak mereka yang tengah duduk bersama pacar - pacarnya hingga beberapa saat.
" Minuman Gue lama banget sih... " gerutu Irish kesal saking merasa hausnya.
" Sabar kenapa sih, Mi... Minum punyaku kalau nggak tahan aus. " ucap Ben.
" Enggak, deh. Kopi. " ucap Irish setelah melirik cangkir kopidi depan Suaminya.
__ADS_1
" Gedeg tau nggak, Pi. Aku jadi aus banget gara - gara abis maki - maki orang. " lanjutmya menjelaskan dengan nada menggebu - gebu.
" Hahaha... " tawa para Bapak ini pun menggema mendengar cerita Irish.
" Lagian mulut Lo mana bisa diem meskipun nggak maki - maki orang. Sama kaya Nadine sama Sandra noh. Untung aja Ben sama Teo nggak sampai budeg. " sahut Evan dengan santainya, Nadine langsung memelototkan matanya, sementara Sandra ikut tertawa.
" Hahaha... " para Bapak ini pun kembali tertawa.
" Gue tadi belain Rayne tau nggak! Eh sekarang Lo malah ngeledekin Gue. Dasar! " ketusnya mengumpat pada Evan.
" Emangnya kamu kenapa, Sayang? " tanya Evan lembut pada Rayne.
" Tadi di parkiran nggak sengaja tabrakan sama orang... Orangnya yang nabrak tapi orangnya juga yang maki - maki aku. Terus Irish yang teriak balik. " jelas Rayne sambil menjauhkan tangan Evan yang merengkulnya dengan mengapit rokok di sela jarinya.
" Tapi kamu nggak kenapa - kenapa, kan? Kenapa nggak maki - maki balik? " tanya Evan sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian tubuh Istrinya, Rayne langsung menggelengkan kepalanya, Evan pun mengangguk kemudian.
" Lo nyuruh Queen maki - maki orang kaya Queen bisa aja! " sahut Nadine berteriak.
" Weitzzz!!! Jangan salah... " jawab Evan santai dengan wajah menjengkelkannya.
" Pinter banget nih dia sekarang maki - maki Gue kalau abis Gue hajar sampai pagi. " lanjutnya menjelaskan sambil terkikik, Rayne pun langsung melengos.
" Hahaha... " tawa mereka semua langsung menggema seirama.
" Makasih ya Ibu Irish, udah mau belain mantan rivalnya... " canda Evan sambil terkikik, Irish langsung mencebik.
" Panci! " teriak Ben geram, yang lainnya nampak langsung geleng kepala.
" Gue ke toilet sebentar. ucap Teo yang tiba - tiba berdiri dari duduknya, mereka semua mengangguk dan Teo langsung bergegas, tapi Rayne langsung menyenggol lengah Evan.
" Ikutin. " bisik Rayne, Evan menggeleng lalu Rayne mengetikkan sesuatu di ponselnya.
" Yang nabrak aku tadi Cewe yang di foto sama Teo. " tulisnya dan langsung memberikan ponselnya pada Evan, Evan langsung berdiri sembari menarik tangan Raka agar ikut bersamanya.
Trap... Trap... Trap...
" Gue duluan, ya... Richie nggak kesini kayanya. " ucap Vivian sembari berdiri.
" Itu Anya masih sama Zee, Kakak nggak mau barengan? " tanya Rayne.
" Anya sama Brian... Nggak enak nanti kalau aku gangguin. " jawab Vivian.
" Kakak ati - ati, ya... " ucap Rayne, Vivian pun mengangguk kemudian mencium pipi Rayne dan bercipika - cipiki dengan Ibu - Ibu lainnya, barulah ia beranjak.
Trap... Trap... Trap...
" Eh... Gue beli bedak bentar di dalem. " ucap Sandra kemudian berdiri.
" Gue ikut, San... " timpal Vanessa, keduanya pun langsung berjalan bersama masuk ke dalam mall tersebut.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...