Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 2 - Fashion Design & Creation Program


__ADS_3

Mendengar kata Paris Perancis pasti terbersit dibenak kita semua adalah sebagai salah satu pusat kota mode dunia. Bagaimana tidak, banyak brand terkenal dan mendunia lahir dari kota tersebut. Banyak sekali Perancang mode Perancis yang berhasil menciptakan mode design yang terkenal dan pastinya laris di pasar global. Tentunya seorang Perancang mode akan menciptakan mode dengan memberikan sentuhan estetik dengan rangkaian dari barbagai macam aspek yang dipadukan menjadi satu karya.


Paris juga adalah salah satu kota terindah di dunia. Dengan kota yang begitu indah, jangan berharap universitas di kota ini menjadi kurang baik. Pendidikan disini pun sangat mumpuni. Selain terkenal dengan kampus jurusan Kuliner dan perhotelannya, negara Perancis juga menyumbang kampus terbaik dalam bilang Fashion Design-nya. Sudah diakui dunia bahwa Perancis merupakan negara pusat mode terkenal yang dikagumi banyak orang. Menjadi kiblat mode fashion dunia membuat Perancis memiliki banyak sekali sekolah Fashion Design yang semakin maju dan inovatif.


The École Supérieure des arts et technique de la mode atau ESMOD adalah salah satu sekolah mode swasta Perancis. ESMOD merupakan sekolah Fashion Design pertama sekaligus tertua di Perancis. Bahkan ESMOD sendiri sudah dijuluki sebagai kampus fashion design terbaik di Perancis. Perusahaan ini didirikan di Paris pada tahun 1841 oleh Alexis Lavigne. Dan kini sudah memiliki cabang di Bordeaux, Lyon, Paris, Rennes, dan Roubaix di Perancis dan di sejumlah kota di negara lain. ESMOD sendiri berfokus pada jurusan Fashion Design dan Fashion Business. Selain itu ada beberapa dari banyak program yang dicetus oleh ESMOD termasuk didalamya pelatihan dasar dalam fashion design dan bisnis, perancangan busana hingga program Sarjana, Pascasarjana ada di kampus ini. ESMOD juga membuka kesempatan magang bagi mahasiswa Fashion Designer di perusahaan paling bergengsi yakni Chanel dan Hermes. Alumni ESMOD yang sudah berhasil berkarir gemilang di dunia fashion design salah satunya Thierry Mugler.


Nampaklah kini seorang Gadis belia yang tengah menginjak semester akhir di salah satu Universitas fashion terkenal di Paris, dengan menempuh program studi Fashion Design & Creation Program. ESMOD Paris adalah tempatnya kini menimba ilmu. Dimana program studi ini mengkhususkan diri dalam bidang Fashion Design. Dengan tujuan agar Mahasiswa dapat menciptakan koleksi pakaian dan produk fashion di industri kreatif, hingga dapat menciptakan Brand mereka sendiri. Tujuannya, sudah jelas merancang dan menciptakan produk kreatif dengan signature yang unik dan dapat digunakan khususnya di industri fashion.


Program studi ini sungguh sangat mendukung sepak terjang si Gadis yang sudah mulai menapaki dunia fashion sejak ia masih berusia dini dan belum menapakkan kakinya di Universitas ini. Karena salah satu basic dari bisnis Orang Tuanya juga bergelut di bidang fashion. Jadi sepertinya tujuan si Gadis menempuh studi ini adalah untuk lebih belajar mengasah serta mempermulus kemampuannya untuk benar - benar memiliki bekal yang cukup jikalau suatu saat nanti ia harus melanjutkan bisnis Orang Tuanya. Selain nama besar keluarga, kemampuannya pun juga harus sempurna baginya. Jadi ia memang benar - benar berusaha keras untuk mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin agar ia juga dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuannya dengan maksimal juga tentunya. Karena nama besar saja tanpa bekal ilmu pengetahuan rasanya juga tak ada artinya bukan...


Trap... Trap... Trap...


Aku berangkat dulu, Aunty, Uncle... " pamitnya sembari memeluk bergantian kepada Paman dan Bibinya yang sedari tadi menemaninya di rumah setelah mendengar kabar jika ia akan bertolak kembali ke Jakarta.


" Udah ditungguin ini sama Cintanya... " canda sang Paman sembari tersenyum dan mengusap lembut kepalanya.


" Iya, nih... Bakalan ngomel - ngomel dia nanti kalau sampai kita ketinggalan pesawat gegara aku telat. " jawabnya sambil nyengir, karena memang ia suka lupa waktu ketika ia berdandan, Paman dan Bibinya pun langsung menggeleng bersamaan juga gemas melihat tingkah si Gadis yang tetap terlihat manja.


" Lagian juga, ya... Keluarga kalian itu punya jet pribadi, harusnya pulang naik jet pribadi biar bisa leluasa mau berangkat kapan aja dan nggak takut telat. " jawab Bibinya.


" Hehehe... Belum waktunya berfoya - foya sebelum bekerja dengan sempurna. " jawabnya santai sambil nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.


" Ya sudah, ayo... Biar Aunty sama Uncle antar ke Bandara. " ucap Pamannya.

__ADS_1


" Nggak usah, nggak usah, Uncle... Aku naik taxi aja. Aku juga udah pesen taxi. " jawabnya antusias.


" Beneran ini nggak mau dianterin ke Bandara? " sela


Bibinya bertanya, ia pun menganggukkan kepalanya dengan semangat.


" Beneran aku naik taxi aja... Lagian udah lama juga hidup disini masa iya masih mau nyasar. " jawabnya santai dan terkekeh sendiri.


" Terserah kamu lah, Dek... Percuma juga Aunty sama Unclemu seharian disini tapi kamunya nggak mau dianterin ke Bandara. " jawab Bibinya pasrah karena si Gadis ini memang selalu belajar mandiri setiap waktu setiap saat selama ia berada di Paris, berjauhan dengan kedua Orang Tuanya yang tetap stay di Jakarta meski sesekali Orang Tuanya juga mengunjunginya ke Paris.


" Udah tua nggak boleh ngambekan... Nanti keriputnya kelihatan. " candanya sembari mencium pipi Bibinya, Bibinya pun jadi melotot sembari geleng kepala melihat tingkahnya yang menggemaskan.


" Enak aja ni bocah... Wajah masih cantik, kenceng gini dibilang keriputan. " sanggahnya tak terima diledek oleh si Gadis kesayangannya, sementara Suaminya hanya tersenyum saja.


" Ngusir nih ceritanya? " jawabnya bertanya mencibir.


" Kalau iya kenapa? " jawab Bibinya sambil menunjukkan wajah sok kesal.


" Idih... Ngusir Gue dari rumah Gue sendiri... Hahaha... " jawabnya sambil terbahak.


" Bodo amat. " ketus Bibinya, ketiganya pun cekikikan sembari beranjak ke depan.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Jangan lupa kabarin kalau sudah sampai. " teriak Aunty si Gadis ketika Gadisnya baru saja masuk ke dalam taxi.


" Siap, Bos. " jawabnya antusias sembari mengangkat tangannya untuk hormat, taxi yang ditumpanginya pun langsung melaju, sementara kedua Orang Tua itu kembali masuk ke dalam rumah saat taxi yang membawa Gadisnya sudah tidak lagi terlihat.


Brum... Whuuussszzzhhh...


Trap... Trap... Trap...


Tak lama berselang, taxi yang ditumpangi si Gadis pun akhirnya sampai di area Bandara Charles de Gaulle, Paris. Setelah membayar ongkos taxinya, ia pun langsung berlari masuk ke dalam Bandara. Setelah selesai check in, ia pun kembali berlari menuju ruang tunggu keberangkatan karena ia juga masih harus menunggu Cintanya dari London yang akan pulang bersamanya ke Indonesia.


Sembari menunggu Cintanya datang, si Gadis pun langsung mengabarkan jika ia sudah menunggunya di ruang tunggu keberangkatan. Si Gadis duduk dengan tenang sambil mendengarkan musik melalui ponsel pintar bergarga selangit itu dengan mencolokkan ujung earphone pada ponsel pintarnya dan menyumpalkan earphone tersebut ke telinganya. Dan setelah hampir dua jam menunggu, terdengarlah derap langkah kaki yang kian mendekat ke arahnya. Dan tanpa disangka langsung melepas paksa satu earphone yang menyumpal telinganya. Si Gadis yang terperanjat itu pun langsung berdiri dan berbinar kala melihat Cintanya sudah berada di depan mata.


Cup...


Cup...


Kecupan mesra itu menukik indah di kening dan bibir si Gadis dengan singkat. Keduanya pun langsung berpelukan hantmgat.


" I miss you... " ucap si Gadis sembari mencium punggung tangan Pemuda tampan di hadapannya.


" Lebay. " jawab Pemuda tersebut dan langsung menggandeng tangan si Gadis dan berjalan menuju pesawat, karena ketika ia sampai barusan sudah diumumkan jika pesawat yang akan membawa mereka menuju Jakarta akan segera diberangkatkan.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1



__ADS_2