Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 109 - Ulang Tahun Sandra (2)


__ADS_3

Meja - meja dan barisan tempat duduk yang sudah dihias sedemikian indahnya itu terlihat semakin indah bersadur dengan gemerlap cahaya. Para tamu undangan juga terlihat sangat nyaman dengan situasi disana sembari menikmati sajian beraneka ragam hidangan yang juga sudah tersedia ditambah dengan iringan musik yang terus mengalun dengan begitu indahnya. Makanan - makanan ringan pembuka dan penutup, juga panganan sedikit berat yang menjadi pelengkap, serta tak lupa bermacam jenis minuman segar dan bermacam jenis wine mahal pun juga nampak bertengger indah di atas meja.


" Selamat malam Sahabatku semua... " sapa Sandra yang sudah kembali berdiri di atas panggung didampingi oleh Maura dan Teo, Doni si Pembawa Acara nampak juga nampak berada disana.


" Terima kasih atas waktu kalian semua pada malam hari ini... Bahagia sekali rasanya melihat kalian semua bersedia untuk menyempatkan datang memenuhi undangan malam hari ini... " lanjutnya berucap sembari terus mengulas senyum ke arah seluruh penjuru tempat duduk tamu - tamunya.


" Sekali lagi terima kasih banyak sudah menyempatkan untuk datang... Have fun ya buat kalian semua... " imbuhnya dan langsung mengkode pada Doni.


" Oke... Sekarang kita langsung lanjut aja ke acara selanjutnya. " potong Doni setelah Sandra menatapnya sambil mengangguk kepada Doni, Doni nampak berpindah posisi mendekati Teo.


Trap... Trap... Trap...


" Tapi ngomong - ngomong, boleh tanya - tanya dulu nggak, nih? " celetuk Doni pada Sandra, Sandra langsung tersenyum mencebik karena ia paham jika Doni pasti akan mencecarnya dengan bergaman pertanyaan yang di luar nalar, tapi Sandra juga harus tetap bersikap baik - baik saja di depan tamu undangannya, pasrahlah ia menganggukkan kepalanya sambil menatap Doni.


" Ngomong - ngomong Ibu Sandra Angelina dikasih kado apa sama Bapak Atreo yang terhormat? " canda Doni pada Teo, Teo langsung menggelengkan kepala sambil sekilas terkikik kepada Doni yang selalu mempunyai maksud terselubung dari segala pertanyaannya.


" Kepo banget si Bapak. " jawab Teo sok santai tapi juga dengan wajah sewotnya.


" Ibu Sandra dapet kado apa ini dari Suami tercinta, Bapak Atreo Jarvis Mallory? " tanya Doni dengan menatap Sandra dan Teo bergantian sambil mengedip - ngedip dengan jahi, Doni sudah berpindah kembali ke dekat Sandra.


" Doni nggak tau kalau Sandra sama Teo ribut, Mas? " tanya Rayne pada Evan dari tempat duduk mereka disana, Evan hanya menggeleng karena memang tak tau.

__ADS_1


" Ada deh... Kepo banget Bapak Doni Anggara... " jawab Sandra sok santai dan sok bercanda meski sebenanarnya ucapan selamat ulang tahun dari Teo pun belum juga terucap di tahun ini.


Prok... Prok... Prok...


" Selamat malam semuanya... " ucap Teo membuka suara, menyapa tamu - tamu Sandra.


Selamat malam... balas mereka para tamu undangan.


" Sebelumnya, selamat ulang tahun untuk Istriku tercinta, Sandra Angelina Mallory... " lanjutnya berucap dengan semula menghadap ke depan kini berpindah menatap pada Sandra, baru kali ini kata selamat ulang tahun itu terucap dari bibir Teo yang biasanya setiap tahun diucapkannya tepat pada jam dua belas malam.


" Selamat ulang tahun, Istriku tersayang... Semoga panjang umur, selalu sehat, dan bahagia. " ucap Teo dengan menatap dan menggenggam tangan Sandra di hadapan semua orang, Sandra hanya tersenyum singkat kemudian menatap kembali ke depan, tak ada pula kata - kata romantis seperti yang acapkali Teo ucapkan ketika Sandra berulang tahun, Teo pun langsung memeluk Sandra tanpa aba - aba, tapi tak lama berselang Sandra mengurai pelukan tersebut begitu saja dan sama sekali tak berniat menyambut ataupun membalas ucapan Teo yang memberikan ucapan selamat ulang tahun untuknya, tepuk tangan meriah pun menggema mengiringi pelukan yang menurut Sandra hanyalah sebuah pencitraan belaka.


" Malu dong, banyak orang... Malu sama anak juga. " sanggah Teo sok santai meski sebenarnya ia hanya berpura - pura santai kaya di pantai, Maura dan Sandra hanya tersenyum tipis.


" Malah so sweet dong jadinya kalau yang lihat banyak orang begini... Kita semua jadi saksi betapa besarnya cinta kalian berdua. Iya nggak, Guys??? " jawab Doni pada Teo kemudian melibatkan tamu undangan yang lain.


" Setujuuuuu... " jawab para audiens, Doni pun semakin tersenyum karena merasa dirinya memiliku massa banyak disana.


" Si Sandra kaya kepaksa senyum banget diromantisin Teo... " celetuk Nadine pada Alea, Istri Marvell yang kebetulan duduk bersebelahan dengan Nadine, dan Alea juga tau perihal Teo dan Sandra yang tengah berseteru.


" Sandra sakit hati banget, Nad... Dia nahan juga kali meskipun Teo tetap bersikap sewajarnya seperti itu. " jawab Alea, Nadine pun hanya diam sembari menatap ke depan.

__ADS_1


Ketika mereka semua masih bercanda debat di atas panggung, nampak kue ulang tahun berukuran tinggi itu didorong memasuki area ballroom ini. Perdebatan di atas panggung itu pun langsung teralihkan.


Trap... Trap... Trap...


Prok... Prok... Prok...


" Yeiyyy... Kuenya sudah datang. " ucap Doni berpindah fokus pada kue tart yang indah itu.


" Oke, San... Sebelum tiup lilin, apa nih harapan Lo untuk kedepannya kalau kita semua boleh tau? " tanya Doni pada Sandra.


" Harapan kedepan pengen hidup tenang dan bahagia bersama orang - orang tersayang, itu aja. " jawab Sandra seadanya sambil menatap dalam kepada Putri Semata Wayangnya.


" Tepuk tangan dulu buat Sandra Angelina Mallory... " ucap Doni semangat dan kembali melibatkan tamu undangan untuk membuat acara ini semakin meriah, tepuk tangan pun kembali terdengar meramaikan acara.


Prok... Prok... Prok...


Setelahnya, Sandra pun langsung berhadapan dengan kue ulang tahunnya. Setelah mengucap doa dalam hati, Sandra pun meniup api kecil di atas lilin yang sudah ditata sedemikian indahnya. Iringan lagu tiup lilin yang di modifikasi itu pun mengiringi acara tiup lilin Sandra. Tepuk tangan meriah kembali menggema mengiringi acara ulang tahun Sandra malam hari ini.


" Yeiiiiyyyyy... " teriak Doni antusias setelah Sandra meniup lilin ulang tahunnya, tepuk tanganpara tamu undangan pun kembali menggema, mengiringi usainya tiup lilin Sandra.


Sandra pun langsung saja melanjutkan memotong kue ulang tahunnya. Dan kembali lagi, pemandangan ini membuat para Sahabat dekatnya juga Teo dibuat penasaran, akan diberikan kepada siapa potongan kue ulang tahun pertamanya itu. Dan jatuhlah, potongan kue pertama itu di atas kedua tangan sang Putri tercinta. Setelah Maura menerima potongan pertama kue tersebut, keduanya langsung berpelukan dan saling tersenyum meski juga bersimbah air mata. Teo yang seolah terabaikan disana langsung ikut memeluk keduanya dan mengecup kening keduanya bergantian. Sandra dan Maura pun akhirnya saling menyuapi kue tersebut. Kemudian, mereka berdua juga nampak menyuapi Teo dengan kue yang sama. Kembali lagi Teo mengecup kening keduanya bergantian. Keharuan begitu terasa meski lebih banyak tamu undangan yang mengira kebahagiaan mereka sekeluarga begitu sempurna. Rayne yang duduk di samping Evan nampak menitikkan air matanya, begitu juga Sahabat Sandra dan Teo yang sudah mengetahui perihal retaknya rumah tangga Teo dan Sandra itu pun juga turut larut dalam keharuan yang dalam.

__ADS_1


__ADS_2