
Anak - anak Evan dan semua kerabat yang turut mencari Evan semalam kini bergegas cepat menuju Kalandra Group. Mama Rosa pun turut berangkat kesana. Mama Rosa sudah jelas paham jika Putra Bungsunya itu akan melakukan serah terima jabatan, menyerahkan jabatan tertinggi yang semula diembannya kepada orang lain. Devandroe dan Raynevandra yang sebelumnya sudah berangkat ke sekolah pun harus izin untuk turut serta menyaksikan pelepasan jabatan yang akan dilakukan oleh Daddynya setelah Rayne mengabarkan berita yang didengarnya dari Raka. Raka dan Rayne pun kini masih dalam perjalanan menuju kantor Kalandra Group, sudah dekat dan sebentar lagi mereka berdua juga akan sampai di kantor Kalandra Group.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Mau meeting mendadak bahas apaan? " tanya Eric yang langsung masuk ke dalam ruang kerja sang Adik, Eric merasa tak ada hal genting di dalam kubu Kalandra Group, Evan yang sedang memasukkan beberapa perlengkapan pribadinya langsung menoleh tapi kemudian kembali berkemas.
" Lo ngapain beres - beres? Lo semalem kemana? Kita semua panik nyariin Lo. " serentetan cercaan pertanyaan si pendiam itu meluncur begitu saja, penasaran dengan apa yang terjadi kepada sang Adik tercinta.
" Gue mundur. " jawab Evan biasa saja.
" Jangan bercanda! " pekik Eric terkejut.
" Mama yang suruh Gue mundur. " jawabnya biasa saja sembari memasukkan dua map terakhir dari rak buku di belakang meja kerjanya.
" Nggak mungkin! " pekik Eric yang masih tak percaya dengan ucapan Evan, Eric pun langsung merogoh ponsel di dalam saku jasnya kemudian mencoba menghubungi Mama Rosa.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Ketika bunyi pintu terbuka dan langkah kaki terdengar kian mendekat, Evan dan Eric nampak menoleh bersamaan.
" Gue mau Raka yang gantiin Gue disini... Biar Lo nggak makin repot ngurusin kerjaan karena harus kerja dengan orang baru lagi. " tegas Evan setelah Raka dan Rayne masuk ke dalam ruang kerjanya, Evan paham jika Kakaknya agak sulit bekerja dan menaruh kepercayaan dengan orang yang tak dikenal seluk beluknya.
" Saya nggak mau! " jawab Raka tegas.
" Terserah Lo kalau Lo tega buat Kak Eric kelimpungan. " jawab Evan santai.
" Mas... Mama semalem cuma gertak Mas Evan. Jangan diambil hati. " sela Rayne yang sudah mendekat pada Evan, Eric nampak semakin berpikor keras.
" Salah besar menggertak seorang Evano Gamya Kalandra. " jawab Evan pongah.
" Mau nggak mau, Lo tetap harus gantiin Gue. " tegas Evan lagi kepada Raka.
" Saya lebih baik jadi Asisten Mas Evan lagi di Gamyaraa. " jawab Raka tak kalah tegas melayangkan penolakannya.
" Saya tidak pantas menggantikan Mas Evan disini. Mas Evan sudah terlalu banyak menjunjung kehidupan saya. " lanjutnya.
" Ada Stevano, Mas... Biar Stevano saja yang gantikan Mas Evan. " tukasnya karena Stevano memang sudah menunjukkan kepiawaiannya dalam bekerja.
__ADS_1
" Stevano belum selesai kuliah. Belum waktunya dia bekerja karena dia masih tanggung jawab Gue. " tegas Evan.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
" Siap mundur? " tanya Mama Rosa yang baru saja tiba disana.
" Off course... " jawab Evan.
" Seperti keinginan Mama. " lanjutnya sambil tersenyum devil.
" Mama jangan, Mam! Mama jangan ngancem Evan! " sela Eric memekik.
" Mama yang akan menggantikan Evan. " jawab Mama Rosa tak kalah santai tapi juga tegas.
" Big No! " teriak Eric frustasi.
" Lo jangan bikin malu kita sekeluarga kalau sampai Mama yang gantiin Lo. " tegas Eric pada Evan.
" Apa kata orang! Kaya kita nggak mampu ngehidupin Mama aja! " lanjutnya.
" Ada Raka kalau Lo nggak mau ngizinin Mama... " lanjutnya kemudian langsung berjalan keluar dari ruang kerjanya setelah menyempatkan mengusap sekilas perut Rayne.
Trap... Trap... Trap...
" Mama... Harusnya nggak ngancem Evan. " ucap Eric penuh sesal.
" Mama yang akan menggantikan Evan. " jawab Mama Rosa tetap kekeh dengen pendiriannya, Mama Rosa memang keras kepala seperti Evan.
" Urus Gamyaraa... Biar Evan jadi pengangguran. " lanjutnya memberikan perintah kepada Raka, Raka nampak semakin bingung dengan posisi dirinya yang sulit.
" Jangan, Mam... Rayne akan coba bujuk Mas Evan. " sela Rayne yang juga tak tega membiarkan Mama Rosa bekerja.
" Kalandra buat kamu kalau kamu berhasil membujuk Suamimu. " jawab Mama Rosa sambil mengusap lembut kepala Rayne, Rayne langsung berlari keluar untuk menyusul Evan, bukan berniat untuk mendapatkan Kalandra Group tapi tak tega melihat Mama Mertuanya jika harus bekerja.
Trap... Trap... Trap...
" Aku mau ngomong sebentar. " ucap Rayne yang sudah sampai di ruang meeting, ruang meeting disana sudah berisi beberapa orang.
" Ngomong aja. " jawab Evan datar.
__ADS_1
" Nggak disini. " jawab Rayne.
" Ngomong sekarang! " tegas Evan pelan, Rayne pun jadi celingukan, tak enak dengan orang - orang yang berada disana.
" Kasihan Mama, Mas... " lirih Rayne berbisik mengiba, langsung berucap pada pointnya.
" Mama yang mau. " jawab Evan pelan dan datar.
" Aku nggak masalah kalaupun Mas benar - benar lepas jabatan, tapi setidaknya cegah Mama untuk menggantikan posisi ini. Kasihan Mama. " jawab Rayne berbisik.
" Raka kandidatku. Itu pun kalau Mama setuju. " jawab Evan santai, wajah Rayne nampak semakin frustasi.
" Keluar kalau sudah selsesai. Aku mau meeting. " tegas Evan, Rayne menatap Evan dengan mata berkaca - kaca, memang sulit mengubah keputusan si bengal di hadapannya ini.
" Daddy mau meeting sebentar... Keluar dulu, ya... " ucap Evan lembut di depan perut Rayne, air mata Rayne pun perlahan menetes, Evan masih marah dengannya, Rayne pun langsung keluar setelah Evan selesai berbicara dengan bayi di dalam perutnya.
Trap... Trap... Trap...
Hiks... Hiks... Hiks...
" Gimana? " tanya Eric langsung saat Rayne sudah kembali masuk ke dalam ruang kerja Evan, Rayne masih menangis sambil menggelengkan kepalanya, Eric langsung memeluknya.
" Sudah Mama duga. " jawab Mama Rosa sok tenang meski sebenarnya hatinya sedang bergejolak tak karuan.
" Aku nggak masalah Kak kalaupun Mas Evan lepas jabatan... Tapi aku nggak tega kalau harus ngelihat Mama kerja sementara kita anak - anaknya masih kuat bekerja. " ucap Rayne sambil terisak dalam pelukan Eric.
" Biar Raka yang gantikan Evan, Mama nggak boleh kerja. " tegas Eric mengambil jalan tengah.
" Jangan! " pekik Mama Rosa, Raka yang akan melayangkan penolakannya pun mengurungkan niatnya.
" Mama akan lihat seberapa kuat Evan bertahan jika Mama yang akan menggantikan posisinya. " lanjutnya.
" Mama jangan terus mengancam Mas Evan, Mam... Mas Evan itu keras kepala. " sela Rayne sambil berderai air mata.
" Kamu tenang saja. Mama tau Evan keras. " jawab Mama Rosa dan mengambil alih Rayne dari pelukan Eric.
" Kalau Mama tetap bersikeras dan Mas Evan juga keras, Rayne juga akan ikut maju. Kepemilikan saham Mas Evan masih atas nama Rayne. " jawab Rayne tegas penuh kefrustasian, ia tak tega melihat Mama Rosa bekerja.
" Kita ke ruang meeting sekarang. " jawab Mama Rosa sambil tersenyum ketika melihat Davi baru saja sampai di depan pintu ruang kerja Evan yang terbuka, Mama Rosa paham jika Davi kesana karena akan memanggil mereka untuk meeting, mereka pun langsung beranjak bersama menuju ke ruang meeting.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1