Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 189 - Zeevanea VS Raynevandra


__ADS_3

Plak!!!


Hiks... Hiks... Hiks...


" Tutup mulutmu, Zeevanea! " bentak Evan murka membalas bentakan Zeevanea yang tiada henti kepadanya, darah di dalam tubuh Evan kian terasa mendidih dan menderas panas, seiring dengan bergeraknya tangan kiri berotot kekar itu pun langsung melayang ke udara sebelum akhirnya menukik sempurna pada pipi Zeevanea.


" Mas, stop!!! " teriak Rayne melerai dengan histeris bersimbah tangis, ia semakin tidak tega melihat Zeevanea yang sampai ditampar oleh Evan setelah tadi Stevano juga menampar Zeevanea, Zeevanea pun semakin menangis kencang merasakan kesakitan hati serta jiwa dan raganya.


" Jangan pernah pukul anak - anak, Mas... Pukul aku saja. Aku Ibunya, aku yang tak bisa mendidik mereka dengan benar. " lirih Rayne mengiba dengan air mata deras yang memilukan.


Hiks... Hiks... Hiks...


" Kesalahan Ray yang lebih berat dan jelas mencoreng nama baik keluarga saja masih mendapatkan restu dari Daddy! Sedangkan aku? Apakah aku juga yang harus menanggung kesalahan Mommy dulu? " teriaknya lagi kembali bersuara dan kini menyalahkan Rayne juga Raynevandra, Raynevandra pun langsung menatap penuh tanya kepada Zeevanea.


" Kakak, cukup! " bentak Raynevandra yang sudah melihat wajah pucat Evan.


" Lo diem, Bocah! " teriak Zeevanea tak terima dibentak Raynevandra.


" Daddy nggak papa, Ray... " bohong Evan menyembunyikan kesakitannya, mata basah Rayne pun langsung memicing tajam menatap memindai wajah Evan yang dirasanya juga terlihat pucat.


" Seneng kan Lo karena Daddy ngerestuin Lo meskipun Lo udah bikin malu keluarga kita? " hardik Zeevanea dengan nada sinis untuk menyudutkan Raynevandra.


" Gue emang salah! Lo boleh salahin Gue! Tapi Lo nggak pantes bersikap seperti ini sama Daddy! " jawab Raynevandra tegas.


" Gue siap mempertanggung jawabkan kesalahan fatal Gue sendiri tanpa harus menyeret Daddy dan Mommy untuk ikut menanggung malu karena Gue siap bertanggung jawab atas kesalahan Gue sama Alexandra! " lanjutnya membentak dengan raut wajah berapi - api membalas ucapan Zeevanea, Raynevandra dan Zeevanea bagaikan dua orang Evan yang sedang bersitegang.


" Gue nggak terima Lo bentak - bentak Bokap Gue, Bangsat! " lanjutnya berteriak sembari menahan punggung Evan dari belakang dengan tubuhnya.


" Sekali lagi Gue tau Lo bentak - bentak Daddy, Gue sendiri yang bakalan tembak kepala Lo! " tukasnya tegas penuh amarah dan dengan deguban di dada yang kian berdetak kencang tak karuan.


" Om Bram suruh siapin mobil, Ndong! " teriak Raynevandra memerintah Devandroe, tapi Devandroe nampak acuh karena masih merasa teramat kecewa dengan Raynevandra.


" Kalau sampai Daddy kenapa - kenapa, penyesalan Lo pun nggak akan ada gunanya! " ucap Raynevandra lagi kian murka, Zeevanea pun seolah tak ada takutnya.


" Andong cepet! " teriak Raynevandra lagi karena Devandroe masih diam di tempat, Rayne mulai panik karena melihat Evan yang hanya diam dengan wajah pucatnya, Devandroe pun langsung menurut mengabaikan kekecewaannya terhadap Raynevandra.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Hiks... Hiks... Hiks...


" Mas... Kamu kenapa, Mas? " tanya Rayne dengan berderai air mata sambil menatap sedih kepada Evan, Evan tak menjawab, Evan hanya menatap Rayne sambil tersenyum, Zeevanea menatap mereka semua dengan wajah angkuhnya yang diwarisi dari keangkuhan Evan.


" Daddy... " lirih Stevano ikut memanggil Evan setelah menyadari juga akan perubahan Evan yang kondisinya terlihat melemah.


" Jaga Mommy... Kamu Putra tertua Daddy... " ucap Evan kepada Stevano, Stevano nampak bingung juga khawatir.


" Pertanggung jawabkan kesalahanmu dengan benar, Jagoan. Bahagiakan Istri dan anak - anakmu kelak. " lanjut Evan berucap kepada Raynevandra.


" Daddy, No! " teriak Raynevandra menggelegar, tangis Raynevandra dan Rayne pun beradu, Stevano mulai nampak berkaca - kaca, sementara Zeevanea yang sebenarnya mulai merasa khawatir tetap bersikap angkuh dan meninggikan egonya.


" Daddy will be fine! " ucap Raynevandra lagi kepada Evan, Raynevandra terlihat sangat ketakutan meski Evan tetap tersenyum teduh untuk menyembunyikan kesakitan yang hanya diketahui oleh Raynevandra.


" Daddy kuat! Daddy orang yang kuat! " ucap Raynevandra sok tenang meski panik.


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Hiks... Hiks... Hiks...


" Tuan Muda... " ucap Bisma yang datang bersama Devandroe, entah Bram pergi kemana Devandroe juga tak menemukan keberadaan Bram maka dari itu Devandroe langsung meminta tolong kepada Bisma.


" Mommy lepas Daddy dulu... " ucap Raynevandra kepada Rayne yang terus memeluk Evan dengan tangis yang tak ada hentinya.


" Aku mencintaimu... " lirih Evan berucap kepada Rayne dengan senyum teduhnya dan mengecup bibir Rayne dengan sisa kekuatan tubuh lemahnya.


Brughhh!!!


" Daddy!!! " teriak Raynevandra, Stevano, dan Devandroe seketika itu juga saat melihat ciuman Evan kepada Rayne terlepas dan Evan kehilangan kesadarannya, tapi teriakan Raynevandra lah yang paling kencang dan sangat terlihat histeris.


"M...ma...a...s... " ucap Rayne terbata lemas, ia seolah tak percaya jika kondisi Suaminya selemah ini meski Rayne juga belum paham akan apa yang sebenarnya terjadi dengan Suaminya.


Dengan sekuat tenaga Stevano langsung mengangkat tubuh Evan dibantu oleh Raynevandra, setelah itu Stevano pun langsung berjalan cepat menuju ke luar rumah diikuti oleh Bisma dan Rayne juga Devandroe. Sementara Raynevandra langsung menghampiri Zeevanea yang mulai terlihat ketakutan.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Puas, Lo? " teriak Raynevandra menggelegar dengan tatapan penuh amarah kepada Zeevanea.


" Kalau Daddy Gue sampai kenapa - kenapa, nyawa Lo sebagai gantinya! " tegas Raynevandra dengan menatap nyalang kepada Zeevanea kemudian langsung berbalik badan dan menyusul yang lainnya keluar.


Trap... Trap... Trap...


" Om Bisma, minggir. Aku yang bawa mobilnya. " tegas Raynevandra kepada Bisma yang sudah duduk di belakang kemudi dan sudah bersiap untuk menginjakkan kakinya pada pedal gas mobil yang sudah menyala itu.


" Lo jangan nyetir, Ray... Lo lagi emosi. " sela Stevano khawatir, Bisma pun mengurungkan niatnya untuk menjawab karena Stevano sudah mengucap apa yang akan diucapkannya, sementara Rayne dan Devandroe hanya diam menatap tubuh lemah Evan dengan bersimbah air mata.


Ceklek...


Brakkk!!!


" Tuan Muda Kecil... " ucap Bisma kaget karena Raynevandra menariknya paksa untuk keluar dari dalam mobil, setelah Bisma keluar Raynevandra pun langsung mendudukkan dirinya di belakang kemudi dan menutup pintu mobil dengan kencang.


Trap... Trap... Trap...


" Ray, Gue ikut! " ucap Zeevanea yang baru saja sampai disana setelah berlari menghampiri mereka semua tapi Raynevandra langsung mengunci seluruh pintu mobil secara bersamaan dengan menekan tombol yang berada di samping tangannya.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Hiks... Hiks... Hiks...


" Ray!!! Tunggu!!! " teriak Zeevanea histeris karena Raynevandra tak memperdulikannya dan langsung menginjakkan kakinya pada pedal gas dan mobil mewah tersebut pun langsung melaju dengan kencang tanpa menghiraukan Zeevanea yang kini menatap kepergian mobil yang dikendarai oleh Raynevandra tersebut dengan tangis dan air mata penuh penyesalan.


Hiks... Hiks... Hiks...


" Yang sabar, Nona Muda Kecil... " ucap Bisma kepada Zeevanea yang kian menangis histeris, Zeevanea terduduk di lantai dengan tangis menyayat hati.


" Ambil mobil juga, Om... Kita susul mereka. " ucap Zeevanea sambil menangis, Bisma pun langsung mengangguk dan bergegas.


Trap... Trap... Trap...


Setelah Bisma mengambil mobil di basement garage yang ada di rumah megah ini, Bisma pun langsung bergegas menyusul yang lainnya bersama dengan Zeevanea.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...

__ADS_1


__ADS_2